
“Jangan pernah kau melakukan sesuatu hal karena kau ingin mendapatkan sesuatu dari apa yang kau lakukan, tapi lakukan itu karena kau menyukainya bukan karena ada yang kau kejar, karena bila itu kau lakukan hanya untuk orang lain sungguh kau akan sangat kecewa andai orang lain itu tidak melihat pengorbanan yang telah kau lakukan, dan tentu saja akan penyesalan akan mengampirimu, jelas Aditya menatap Mayang tajam. Mayang balas menatap Aditya dan mencoba mencerna maksud ucapan Aditya
“Aku melakukannya karena itu keinginanku bukan karena ada sesuatu yang aku harapkan, sahut mayang akhirnya. Mayang tahu apa yang dimaksud oleh Aditya, tapi sungguh ia melakukan ini bukan karena ia mencintai pria itu,
meskipun sampai hari ini, bayangan wajahnya tidak pernah hilang dari hatinya, wajah yang selalu ia rindukan,
lelaki yang membuatnya menutup hati untuk semua pria sampai detik ini.
“Bagaimana kabarnya sekarang, ucap Mayang akhirnya dengan mata yang begitu sayu dan sendu. Mendengar pertanyaan Mayang , Adiya segera mengalihkan pandangannya dari ponselnya, ia menarik napas Panjang akhirnya ia juga mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut Mayang,
“Kalian belum pernah bertemu sejak kalian memutuskan untuk berpisah? Tanya Aditya, Mayang hanya mengelengkan kepalanya, ia sangat sedih teringat pertemuan terakhirnya mereka berpisah bukan karena tidak ada cinta tapi keyakinan mereka yang berbeda, sehingga memutuskan hubungan itu secara baik-baik, lima tahun tidak bertemu bukan waktu yang sebentar, tentu saja Mayang sangat merindukan wajah tampan yang sangat memberikannya kedamaian,
Hana semakin bingung melihat pemandangan didepannya dan mencoba menerka -nerka apa yang sedang mereka bicarakan,,”mayang menanyakan sesuatu kepada Mas Adit, siapa sih yang dimkasud, atau jangan-jangan….gumam Hana dalam hati.
“Apakah kau tidak ingin menemuinya? Tanya Aditya yang membuat Mayang tersentak.
“Bertemu sebagai seorang teman, kalian sudah lama tidak pernah bertemu tentu banyak hal yang sudah terjadi, waluapun kalian memutuskan untuk perpisah sebagai kekasih setidaknya kalian bisa berteman, tambah Aditya.
Mayang pun menganggukan kepalanya pelan.
“Sudah berapa lama kau pulang ke Indonesia, lanjut Aditya.
“Sudah satu bulan ini, aku memilih untuk bekerja di perusahaan papa kembali, sahut Mayang , obrolan mereka pun terhenti ketika pelayan mengantarkan pesan mereka, mereka pun memutusakn untuk segera menyantap hidangan itu tanpa ada lagi yang berbicara, Mayang hanya sesekali melirik melihat sepasang suami istri yang duduk didepannya, ia tersenyum melihat sikap hangat Aditya pada istrinya itu, sungguh bertolak dengan Aditya yang dulu ia kenal sangat dingin terhadap wanita, sangat sedikit bicara, hanya ia wanitasatu-satunya yang bisa membuat Adit lebih banyak bicara.
“Sudah berapa lama kalian menikah? Tanya Mayang memecah kesunyian diantara mereka.
“Sudah lebih satu tahun , sahut Aditya menghentikan kunyahannya.
“Hana kau sungguh sangat beruntung bisa memenangkan hati Adit, kau tau berapa banyak wanita yang mengejar-ngejarnya dan tidak jarang mereka menitip salam lewatkan, ucap Mayang tersenyum .
“ Benarkah, sahut Hana sambil menatap suaminya itu tersenyum, Aditya hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap Mayang dengan menautkan kedua alisnya, sehingga membuat Mayang tertawa.
“Kau tau aku dulu mengirah ia tidak menyukai wanita! Ucap Mayang sambil memelankan suaranya dengan menatap Hana sambil tersenyum usil yang membuat Hana ikut tersenyum geli,
__ADS_1
“Kau tahu Mayang waktu bertemu dengannya aku hampir saja membeku karena tatapannya yang begitu dingin dan menusuk , sahut Hana menggoda suaminya itu.
“Tapi kau akhirnya bisa mencairkannya, imbuh Mayang terkekeh, kedua wanita itu segera menghentikan ketika melihat tatapan yang begitu mengintimidasi dari Aditya.
“Kau sedang hamil, sudah berapa bulan Han? Tanya mayang sambil menatap perut buncit Hana.
“Sudah Sembilan bulan, tinggal menunggu kelahiran aja, sahut Hana mengusap perutnya ketika merasakan tendangan disana,”Dia menendang seakan tahu kau sedang menyapanya May, ucap Hana tersenyum. Mayang pun ikut tersenyum mendengar ucapan Hana,
“Sudah tau dong cowok apa cewek? tanya mayang.
“Insya Allah cowok , ujar Hana .
Tiba – tiba perhatian mereka teralihkan oleh dering ponsel Aditya, Adittya pun segera meraih ponselnya dari saku jasnya, ia melirik sebentar ke Mayang saat melihat nama yang terterah di layar ponselnya,
“Hallo.
“Dit, kamu nanti balik ke kantor lagi gak, soalnya berkas yang besok aku bawah ke Surabaya masih ada yang perlu kamu tanda tangani.
“Gini aja, nanti kalau aku gak balik aku kasih tau kamu ya, kalau gak nanti hantar ke rumah aja gimana.
“Belum, biasalah perempuan kalau udah belanja suka lupawaktu, sahut Aditya terkekeh , dan Aldo yang di sebrang ikut tertawa.
“Ya udah nanti kabari aku ya!
“Oke! Keduanya pun segera memutuskan panggilan mereka, Aditya pun kembali melanjutkan makannya, ketiganya pun asyik mengobrol di selah makannya. Setelah mereka selesai makan mereka pun berpisah, Aditya kembali
melanjutkan belanjanya dengan Hana, sedangkan Mayang kembali ke kantornya.
Aditya mengandengan tangan istrinya, Hana berjalan menatap suaminya, mulutnya seakan gatal untuk bertanya tentang Mayang tapi Hana berusaha untuk menahannya karena ia merasa sekarang bukan waktu yang tepat untuk
menanyakan itu, setidaknya ia bisa menahan sampai mereka sampai di rumah.
*****
__ADS_1
Mayang segera kembali ke kantor, tapi ia merasa tidak kosentrasi untuk mengemudi karena pertemuannya dengan Aditya tadi, sehingga Mayang menepikan mobilnya pada sebuah taman kota, Mayang tidak dapat menahan
air matanya lagi ia menangis melepaskan beban yang begitu sesak menghimpit dadanya, saat melihat Aditya hatinya begitu terluka karena ia seperti melihat bayang Aldo ada disana, laki-laki yang sampai kini masih merajai hatinya. Inilah hal yang paling ia takutkan kalau harus kembali pulang.
“Bagaimana kabarmu, sungguh aku sangat merindukanmu, apakah sudah ada wanita lain sekarang mengisih hatimu,pernahkah kau mengingatku walau sebentar saja, ini sungguh berat untukku Al, aku sudah mencoba untuk berlari dari bayangmu, tapi kau selalu meyapa tiap malam dalam mimpiku, lima tahun bagiku bukan waktu yang sebentar untukku melupakanmu, tapi sungguh aku mintah maaf karrena aku tidak bisa melakukannya, kau cinta pertama yang pernah singgah dihatiku, dan sampai sekarang masih kau satu-satunya lelaki yang bisa membuat
aku jatuh cinta, guman Mayang lirih disela isaknya.
Mayang merasakan hatinya seperti diremas mengingat semua itu, ia merasa begitu sesak seakan oksigen disekitarnya ikut pergi melihat kesedihaannya, kesedihan hati seorang wanita yang terlalu jatuh cinta begitu
dalam, membuat ia terbenam sulit untuk mengapung kembali,
Ia kembali meningat perkataan Aditya, “Apakah aku akan sanggup untuk bertemu denganmu Al, sungguh aku sangat takut tidak bisa mengendalikan hatiku bila kita bertemu kembali, guman Mayang dalam hati, tiba-tiba deringan ponselnya memecahkan lamunannya ia segera mengambil ponselnya dari dalam tasnya, ia mencoba menenangkan hatinya sebelum menjawab panggilan itu, ia menarik napsanya Panjang dan membuangnya perlahan, lalu menyahuti panggilan itu.
.
.
.
.
.
Bersambung
telat Up lagi☺☺
Hai Reader kita bikin jejak pendapat ya,🤗🤗
setelah baca bab ini, Readers pengen Aldo
sama siapa sih, Dila atau Mayang.🤔🤔
__ADS_1
Silahkan dikomen suara terbanyak itu yang akan menjadi wanitanya Aldo😁😁😁
Keduanya sama baik tidak akan ada kelicikan dan jambak-jambakan🤣🤣🤣