Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 39 Memaafkan


__ADS_3

Hana merasa seperti sedang mengahadapi sidang skripsinya, karena duduk di depan dua sahabatnya yang menatap Hana dengan seribu pertanyaan yang antri di Kepala mereka. Hana mencoba untuk tenang sebelum memulai pembicaraannya karena sebenarnya dia juga bingung harus memulai dari mana. Dan akhirnya,


"Dila, Frans sebenarnya aku... aku..sudah menikah, ucap Hana dengan suara tercekat.


Dila yang sangat kaget menatap Hana dengan mata melotot dan mulut terngangah,


" Apa..! menikah..! kamu tidak lagi bercanda kan Hana, tanya Dila penuh penekanan.


Lalu Dila menatap pada Frans yang sikapnya terlihat biasa saja tak ada sedikit pun keterkejutan, itu semakin membuat Dila bingung,


"Dan Frans.., apakah kamu sudah mengetahuinya?


Frans hanya menganggukkan kepalanya.


" Kalian berdua kompak menyembunyikan ini dari ku, apa yang sedang kalian sembunyikan dari ku?, tanya Dila menatap Frans dan Hana bergantian.


"Aku juga baru tau Hana menikah kemarin karena aku tidak sengaja bertemu dengannya.


Saya yakin dia akan tetap menyembunyikan pernikahannya kalau aku tidak memergoki nya, Frans menjawab kesal.


Hana hanya menundukkan kepalanya mendengar perkataan Frans. Ia sekuat tenaga untuk menahan air matanya.


"Sungguh aku tidak bermaksud untuk membohongi kalian, ucap Hana masih menundukkan kepalanya.


Dila terus menatap Hana ia benar - benar kaget luar biasa mendengar pengakuan sahabatnya. Karena Hana begitu pandai menyimpan semua rahasianya hingga mereka berdua bisa terkecoh seperti ini. Marah dan kecewa tentu Dila merasakan hal itu, bukan hanya dirinya Frans juga bersikap sama sepertinya yang menatap Hana dengan tatapan penuh kekecewaan.


Dila menarik napas panjang dan dalam,


Dila memegang tangan sahabatnya yang duduk di hadapannya, ia sekarang hanya ingin mendengar penjelasan Hana kenapa Hana bersikap seperti itu,


"Apa yang terjadi Hana? aku tau dari dulu kamu selalu berkata tidak ingin menikah muda?Tapi kenapa kamu malah menikah sebelum menyelesaikan kuliah mu?


Hana mengangkat kepalanya lalu menatap kedua sahabatnya sejenak, setelahnya ia menundukkan kepalanya kembali,


" Waktu libur kuliah kemarin ibuku sakit, ibu harus cuci darah. Dengan kondisi seperti itu ibuku tidak akan bisa bekerja lagi, hingga waktu itu aku memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah lagi aku akan menggantikan ibu mengurus warung.


Hana menarik napas sejenak,

__ADS_1


"Tiba-tiba bibi menawarkan aku untuk bekerja mengantikan beliau karena beliau sangat berharap aku dapat melanjutkan kuliahku. Bibi juga berjanji akan merawat ibu dan menjaga adik-adikku serta akan melanjutkan usaha ibu untuk berjualan di warung


Waktu itu aku tidak punya pilihan lain akhirnya aku memutuskan menerima penawaran bibi. Dan tentu saja keinginan ku untuk melanjutkan kuliah sangat besar aku tidak ingin mengecewakan keluarga ku.


Hana menghentikan bicaranya dan menatap kedua sahabatnya yang juga sedang menatap Hana sedih,


"Disaat masa perkuliahan akan berjalan, aku memberanikan diri meminta ijin untuk bekerja sambil kuliah. Majikanku memberi aku ijin untuk kuliah tapi dengan satu syarat aku mau menikah dengan anaknya. Mereka juga berjanji akan menanggung biaya pengobatan ibu dan biaya kedua adikku.


"Aku sebenarnya tidak ingin menyembunyikan ini dari kalian tapi pernikahan ku ini hanya boleh di ketahui oleh keluarga ku dan keluarga suamiku. Itu adalah permintaan suamiku karena dia sebenarnya tidak mau menikah tapi karena dipaksa oleh mamanya akhirnya ia menyetujuinya.


Dila melangkah mendekati Hana ia memeluk sahabatnya karena sangat sedih mendengar cerita sahabatnya, ia tidak tau kalau Hana menanggung begitu banyak beban , Hana sangat pandai menyembunyikan semuanya dari mereka.


Frans menatap Hana di depannya yang masih berpelukan dengan Dila. Hana dan Aditya menikah karena terpaksa, tapi waktu aku bertemu dengan mereka kemarin, sungguh tidak terlihat seperti orang menikah karena terpaksa, dari tatapan Hana, Frans dapat melihat bagaimana Hana sangat menyukai suaminya, dan begitu pun dengan sikap Aditya kepada Hana, bathin Frans.


"Bagaimana pernikahan mu sekarang, tanya Frans ketika Hana dan Dila melepaskan rangkulannya.


" Apakah suamimu menyakiti mu, tanya Dila kwatir.


Menyakiti! aku menemukan mereka kemarin seperti sepasang remaja yang sedang kasmaran, berangkulan seperti perangko seakan kami yang ada di Mall seperti mengontrak saja.


"Hubungan kami sangat baik, walaupun awalnya kami menikah tanpa saling menyukai tapi aku berharap pernikahan kami berjalan kedepannya dengan baik.


" Awalnya aku memang kecewa pada mu Hana, tapi setelah mendengar cerita mu aku juga akan melakukan yang sama kalau seandainya aku juga berada di posisi mu, tutur Dila sambil memegang tangan sahabatnya.


"Aku hanya berdoa semoga kamu bahagia dengan pernikahan mu. Mana mungkin aku akan membencimu, kamu adalah sahabat ku dan selamanya akan seperti itu. Bukankah begitu Frans?


" Apa pun itu asal kau bahagia kami akan mendukung mu, ucap Frans menatap Hana dalam.


Hana tersenyum bahagia mendengar ucapan sahabatnya, Hana memegang tangan Frans dan Dila sambil mengucapkan terimakasih.


"Kapan kamu akan mengenalkan suamimu kepadaku?, Dila bertanya dengan semangat.


" Frans apakah suami Hana tampan? Katanya kamu sudah bertemu?


Frans hanya menatap Dila kesal,


" Tentu saja lebih tampan aku! mana ada yang bisa mengalahkan ketampanan Frans!

__ADS_1


Hana dan Dila hanya tertawa mendengar Jawaban Frans.


****


Aditya baru meninggalkan meja kerjanya ketika Aldo masuk keruangannya, Aldo pun menunggu Aditya di depan pintu tanpa menutupnya. Aldo pun menutup pintu sebelum meninggalkan ruangan Aditya, Keduanya berjalan beriringan tanpa ada yang bersuara.


Melihat dua pria tampan ini berjalan merupakan momen yang selalu di tunggu oleh karyawan wanita di perusahaan Aditya. Semua akan memasang senyuman terbaik untuk menyapa agar dapat menarik perhatian bosnya. Namun semuanya hanya bisa menggigit jari melihat sikap dingin bosnya. Wanita mana yang tidak tertarik melihat pria tampan yang sangat jantan dan cool, cerdas dan pastinya kaya raya.


Begitu sampai di mobil Aldo memecah kesunyian diantara mereka,


"Tadi Karin menemui Hana di kampus!


Aldo dapat melihat wajah Aditya yang begitu cemas,


" Apa yang dilakukan wanita itu pada istriku!


"Mereka hanya berbicara sebentar karena sepertinya Hana tidak meladeni Karin, dan Karin pergi dari sana seperti menahan amarah. Apa yang harus aku lakukan pada wanita itu?


Aditya diam sejenak, lalu berkata,


" Biar aku saja yang mengurus wanita itu, ucap Aditya geram.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2