
Mayang sedang sibuk memilih barang-barang kebutuhaannya di rak, sesekali ia mendorong troli ketika ia belum menemukan barang yang sedang dicarinya, ia memalingkan wajahnya saat terdengar seseorang sedang menyapanya, ia seketika tersenyum melihat Aldo yang berdiri tak jauh dari tempatnya,
“Hai, sungguh kebetulan sekali kita bertemu disini, sapa Mayang begitu Aldo berdidri didepannya, Aldo pun tersenyum ,
“Iya sungguh kebetulan , kau sudah selesai belanjanya? Aldo balik bertanya,
“Belum sahut Maynag sambil menggelengkan kepalanya,”ada bebera barang lagi yang ingin aku cari, imbuh Mayang,
“Bagaiaman denganmu Al?
“Aku sudah selesai, kau kesini nyetir sendiri?
“Tidak , aku naik taksi, sahut Mayang.
“Kalau begitu aku akan menunggumu, kita pulang bareng saja! ajak Aldo .
“Tidak Al, terma kasih, aku tidak ingin merepotkanmu, tolak Mayang, Aldo menggelengkan kepala dengan cepat,
“Tidak, kau tidak merepotkan ku karena kita kan pulangnya juga searah, imbuh Aldo meyakinkan Mayang, dan akhirnya Mayang mengangguk tanda menyetujui, Aldo pun ikut menemani Maayng memilih barang yang masih dibutuhkannya.
****
Dila yang sedari tadi menunggu di loby apartement Aldo sangat senagn melihat mobil Aldo datang, ia pun segera menyusul aldo ke parkiran mobil, seketika Dila menghentikan langkahnya melihat Aldo turun dengan seorang wanita, wajah yang taka sing baginya sehingga dila mencoba untuk mengingat,”Mayang..iya dia itu Mayang , tapi kenapa Mayang sampai satu mobil dengan Aldo dan sedang apa ia di apertemen Aldo.
Sungguh pemandangan itu sangat menyakitkan hati Dila, apalagi melihat mereka akrab jauh berbeda saat bertemu saat di rumah sakit, atau jangan-jangan, beberapa hal buruk berputar dikepalanya, dan Dila tak bisa diam ia harus
memastikan sendiri apa hubungan Aldo dengan Mayang, ia pun segra melanjutkan langkahnya yang tadi tertahan,
“Aldo, teriak Dila sambil berlari kecil, seketika Aldo dan Mayang memalingkan wajahnya pada sumber suara,
“Dila! Seru Aldo kaget melihat kedatangn Dila yang tiba-tiba.
*****
Dila hanya diam sambil menatap Aldo yang sedang menyimpan bahan makan yang di belinya tadi di swalayan, rasa penasaran mendesak Dila untuk segera bertanya pada Aldo,
"Kenapa kau bisa bersama Mayang ? tanya Dila sedikit ketus.
"Kami kebetulan bertemu di swalayan, karena ia tidak membawa mobil jadi aku memberi tumpangan karena kita juga satu arah, sahut Aldo sambil menutup pintu lemari pendinginnya.
__ADS_1
“Apa kalian pernah memiliki hubungan Al? tanya Dila akhirnya karena sudah tidak dapat menahan mulutnya yang sedari tadi ingin melontarkan pertanyaan tersebut.
Aldo menarik napas Panjang sejenak, ia mengambil air putih diatas meja dan mengisis penuh gelasnya kemudian meneguknya hingga habis, perlahan ia melangkahan kakinya kesofa tempat Dila duduk yang tak henti memandanginya, kemudian ia mendudukan tubuhnya disamping Dila,
“Sebenarnya aku tak ingin membahas ini dengamu, tapi rasanya sungguh aku sangat egosi bila harus menyembunyikan ini darimu, tapi aku tak ingin kamu memotomg pembicaraanku sebelum aku selesia bicara, papar Aldo karena ia tahu Dila sedang cemburu melihatnya berdua dengan Mayang
“Apakah menyanggupinya? Tanya Aldo sambil menatap wajah Dila dengan seksama, Dla sedikit ragu namun akhirnya ia menganggukan kepalanya,
“Dulu kau pernah bertanya padaku tentang siapa wanita yang pernah dekat denganku bukan? Dila kembali menganggukan kepalanya,
“Mayang adalah mantan kekasihku saat aku kuliah di Amerika!
“Apa! Jadi sekarang kalian menjalin hubungan lagi ! seru Dila sambil bangkit dari kursinya.
“Aldo segera menahan tubuh Dila dan mengajakanya kembali untuk duduk,” tadi kau sudah berjanji tidak akan memotong pembicaraanku, sahut Aldo menatap mata Dila bergantian tanpa melepaskan pegangannya di lengan Dila, denga cepat Dila menepiskan tangan Aldo wanita mana yang tidak cemburu melihat kekasihnya berjalan dengan mantan kekasihnya dan terlihat akrab lagi, melihat Dila yang sudah tenang Aldo kembali melanjutkan ucapanya,
“Mayang hanya masa laluku, dan kau adalah masa depanku, apa pun yang terjadi antara aku dan Mayang itu sudah menjadi masa lalu dan tidak akan pernah kembali seperti dulu, dan aku harap kau percaya padaku, saat ini
hanya kau wanita yang aku cintai, dan selamanya hanya kau yang aku cintai, jelas Aldo sambil menatap wajah Dila.
“Aku mohon percayalah padaku, aku tidak punya hubungan apa pun lagi dengan Mayang selain sekarang kami berteman,
Dila menatap mata Aldo bergantian mencoba mencari kebohongan dari tatapan itu, dan akhirnya Dila menganggukan kepalanya, seketika Aldo merah Dila dalam pelukannya dan mengusap lembut kepalnya Dila,
“Terima kasih sayang, ucap Aldo sambil mengecup kening Dila lembut,
“Tapi kenapa ia bisa tinggal disini, jangan-jangan Mayang ingin menggodamu sehingga ia memilih tinggal disini, tanya Dila saat keduanya melepaskan pelukannya,
“Tidak, itu hanya kebetulan , dia juga tidak tahu kalau aku tinggal disini, dan tadi kamu juga kebetulan bertemu di sana saat belanja, jelas Aldo sehingga menimbulkan senyum kelegaan diwajahnya.
“Mayang buka tipe wanita yang suka menggoda pria, kamu tidak boleh menilai buruk seseorang sebelum kamu mengenalinya, imbuh Aldo
“Kau membelanya dan menyalahkan aku!, sungut Dila kesal.
“Bukan aku tidak menyalahkanmu, dan tidak juga membela Mayang, kalau ia wanita seperti itu mana mungkin ia bisa dekat dengan Hana pada hal mereka baru saja bertemu, jelas Aldo lagi, sejenak Dila terdiam dan akhirnya membenarkan ucapan Aldo,
“Apakah ia sekarang sudah punya kekasih, tanya Dila ragu,
“Aku tidak tahu, jawab Aldo sabil menggelengkan kepalanya, dan Aku juga tidak hak untuk mencampuri urusan pribadinya, lanjut Aldo lagi.
__ADS_1
****
Mayang baru saja turun dan sdang melangkah ke loby tiba-tiba saja Ryan sudah berdiri didepanya, Mayang menyambut kedatangan Ryan dengan wajah malasnya, pria yang sudah beberapa hari ini selalu dihindarinya karena sejak pertemuan itu Ryan tak henti mengajaknya untuk ketemuan karena tidak mendapat tanggapan dari Mayang sehingga membuatnya nekat untuk menyamperin Mayang ke kantornya,
“Sore May, aku antar pulang ya, tawar Ryan sambil menawarkan senyum terbaiknya.
“Tidak Ryan terima kasih, aku bisa pulang sendiri, tolak mayang sambil melanjutkan langkahnya.
“Mayang, kamu kenapa sih selalu menghindariku! seru Ryan sambil menyusul langkah Mayang.
“Seharusnya kamu sudah tau jawabnnya, ucap Mayang melirik Ryan sekilas dengan tatapan dinginnya.
“Iya aku tau kamu tidak menyukaiku, tapi setidaknya kau betikan aku kesempatan untuk mecoba, ucap Ryan sedikit memelas, yang membuat Mayang menghentikan langkahnya,
“Kesempatan? Apa maksudmu? Tanya Mayang menatap Ryan tajam.
“Aku tau, siapa lelaki yang memiliki hatimu, kau juga taukan kalau hatinya milik wanita lain, ucap Ryan menatap mata Mayang bergantian,
Mendengar perkataan Ryan hati Mayang begitu perih,”kau tidak tau apa pun tentangku Ryan jadi jangan sok tau dengan masa laluku, ucap Mayang dengan suara bergetar menahan tangis,
“Aku memang tidak tau apa pun dengan masa lalumu, tapi beri aku kesematan untuk merasakan perihnya masa lalumu, berbagilah denganku beri aku kesempatan untuk menyembuhkannya, ucap Ryan pelan sambil menatap mata Mayang yang sudah di penuhi linangan air mata,
“Mayang, beri aku kesempatan untuk menghapus air matamu, lanjut Ryan pelan, Mayang hanya menggelengkan kepalnya sambil memundurkan langkahnya kemudian berlari sejauh mungkin dari Ryan tidak peduli dengan
orang-orang yang menatapnya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Readers baca juga ya novel ke dua aku, Anara Secret 😍😍