
Hana berjalan di Koridor rumah sakit yang cukup ramai oleh orang-orang yang berlalu lalang, baik itu pengunjung maupun pegawai rumah sakit. Hari ini Hana dapat giliran pulang cepat ia sudah boleh pulang setelah selesai sholat dzuhur, ia juga sudah janjian akan di jemput oleh Aditya, mereka akan pergi makan siang bersama karena Hana sangat pengen makan nasi padang.
Ketika Hana hampir sampai di pintu keluar, ia mendengar ada yang memanggil namanya, Hana pun mencari sumber suara dan Hana sangat terkejut ketika yang memanggilnya adalah Karin, wanita itu sedang berjalan ke arahnya, Hana mencoba bersikap untuk biasa saja,
Begitu dekat Karin langsung menyapa Hana ramah,
"Hai Hana, apa kabar!
" Baik, kamu apa kabar, Hana balas bertanya.
"Baik juga, boleh.. bolehkah kita bicara sebentar, ucap Karin ragu.
***
Hana dan Karin duduk di bangku taman yang ada di halaman rumah sakit, keduanya duduk bersebelahan. Walaupun Karin terlihat ramah tidak seperti biasanya, tapi Hana selalu waspan takut nanti Karin berbuat nekat, yang bisa membahayakan dirinya dan bayinya.
Karin memperhatikan wajah Hana yang duduk di sampingnya, aku akui kamu memiliki wajah yang cantik dan ayu, mungkin hal itu yang membuat Kak Adit tertarik padamu Han, mungkin aku harus punya cara lain untuk membuat Kak Adit bisa menjadi milikku, guman Karin dalam hati.
Karin memegang tangan Hana dengan tatapan menghibah,
"Hana, maukah kamu mengabulkan permintaan ku.
Hana menatap Karin heran dan penuh tanda tanya,
" Apa maksud mu?
"Tinggalkan Kak Adit, aku mohon padamu Han, aku sangat mencintai Kak Adit, ucap Karin berlutut di depan Hana sambil menangis.
" Apa yang kamu bicarakan, dan jangan memohon padaku, berdirilah ucap Hana sambil berdiri dan menjauh dari Karin.
"Wanita ini benar-benar gila, sampai mengemis cinta seperti ini, guman Hana dalam hati.
" Han, aku mohon tinggalkan Kak Adit, ucap Karin berusaha menghampiri Hana.
"Tidak, aku juga mencintai Mas Adit, dan aku tidak akan meninggalkannya, ucap Hana tegas.
Tidak sengaja Karin memperhatikan perut Hana yang sedang berdiri di depannya ",wanita ini perutnya sedikit besar seperti orang sedang hamil, Jangan-jangan..., guman Karin dalam hati.
Melihat Karin yang sedang memperhatikan perutnya Hana segera menutup perutnya dengan jas putih yang sedang dipakainya.
" Jadi kamu menggoda Kak Adit dengan tubuhmu, sungguh caramu sangat murahan, ejek Karin dengan penuh amarah.
"Tutup mulutmu Karin, aku bukan wanita seperti itu, teriak Hana.
__ADS_1
" Jadi kamu itu wanita seperti apa, hanya pelacur menjijikkan yang memberikan tubuhnya untuk memikat lelaki, dan sekarang kamu lagi hamil biar Kak Adit tidak bisa meninggalkan mu, teriak Karin.
"Sekarang aku akan melenyapkan anak itu, biar Kak Adit bisa segera membuangmu, ucap Karin tersenyum sinis sambil melangkah mendekati Hana.
Melihat tatapan Karin yang bengis Hana ketakutan, dan memundurkan langkahnya sambil menggelengkan kepalanya,..
" Jangan Karin apa yang ingin kau lakukan, teriak Hana ketakutan.
"Karin apa yang kau lakukan disini, teriak Aditya marah.
Mendengar suara suaminya Hana merasa sangat lega, Aditya pun mempercepat langkahnya untuk menghampirinya Hana. Karin sangat terkejut melihat kedatangan Aditya yang tidak terduga, dengan cepat Karin berlari menyusul Aditya dan menghalangi langkahnya,
"Kak Adit, Karin minta maaf sama Kak Adit untuk kejadian beberapa bulan yang lalu, sungguh Karin sangat menyesal, semua Karin lakukan karena karin sangat mencintai Kakak, ucap Karin sambil menangis dan berusaha memegang tangan Aditya, namun dengan cepat Aditya menipisnya.
" Pergilah dari sini, sebelum saya menyuruh satpam menyeret kamu pergi dari sini, ucap Aditya dingin.
"Jangan pernah mengganggu Hana, kamu camkan itu baik-baik, berhenti mengejar saya karena sampai kapanpun saya tidak akan tertarik padamu, karena saya mencintai Hana sekarang dan selamanya.
Selesai berbicara Aditya segera menghampiri Hana yang masih berdiri mematung, Aditya segera menggenggam tangan Hana dan membawanya pergi dari sana. Aditya membawa Hana ke mobilnya yang sedang parkir di halaman rumah sakit, ia membukakan pintu untuk Hana dan membantunya masuk, setelah ia menyusul masuk dan duduk dibelakang kemudi.
Sedangkan Karin masih berdiri sambil menangis melihat kepergian Aditya yang menggandeng Hana, ia tidak memperdulikan tatapan orang-orang yang lewat di sana. Mulut terus berucap lirih menyebut nama Aditya.
***
" Aku sangat takut, ucap Hana bergetar ia pun semakin mempererat pelukannya.
"Takut kenapa sayang?
" Aku sangat takut pada Karin.
"Jangan kwatir sayang, Mas akan selalu menjaga kamu dari Karin, jangan pernah mau bertemu dengannya lagi, ucap Aditya melepaskan pelukannya. Hana pun menganggukkan kepalanya.
" Sekarang ayo kita cari makan, pasti kamu dan bayi kita udah lapar, ucap Aditya tersenyum sambil mengelus perut istrinya lembut. Hana tersenyum bahagia melihat suaminya yang begitu perhatian dan sangat menyayangi dirinya dan calon bayi mereka.
Aditya membantu Hana memasangkan sabuk pengamanannya, begitu pun dengan dirinya, setelah itu segera melajukan mobilnya untuk mencari rumah makan padang.
Sekitar lima belas menit mengemudikan mobilnya, mereka sampai di sebuah rumah makan padang yang sangat terkenal. Aditya segera memarkirkan mobilnya, kemudian mereka segera turun dan melangkah masuk ke dalam restoran.
Mereka segera mencari meja di tempat yang agak jauh dari keramaian karena Aditya memang tidak suka tempat yang terlalu ramai. Baru saja mereka mendudukkan tubuhnya pelayan pun segera datang mengantarkan makanan dengan menyusun banyak piring di tangannya, dan menyusunnya di meja mereka. Hana tersenyum bahagia begitu melihat hidangan di depannya yang begitu menggiurkan.
Aditya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang begitu semangat, Aditya dan Hana segera memulai makannya, dengan cepat Hana sudah menghabiskan hidangan yang ada di depan mereka,
"Apakah kamu ingin menambah makanannya lagi sayang, tanya Aditya menghentikan kunyahan nya.
__ADS_1
" Tidak sayang, aku sudah kenyang, ucap Hana tersenyum malu.
"Kamu makan seperti sudah tidak melihat makanan selama dua hari sayang, ucap Aditya terkekeh.
" Tapi makan ini membuat aku seperti orang kelaparan sayang, ucap Hana sambil tertawa.
"Apakah besok kita bisa makan disini sayang,?
" Boleh kalau kamu menginginkannya sayang.
"Terima kasih sayang, ucap Hana menatap suaminya senang.
Begitu mereka menyelesaikan makanannya, mereka segera keluar dari restoran, Hana pun ikut Aditya ke kantor karena Hana tidak mau kembali ke rumah.
***
Aditya datang ke kantor lebih pagi karena begitu mengantarkan Hana ke rumah sakit ia langsung berangkat ke kantor, ketika ia memasuki kantornya beberapa karyawannya sudah ada yang datang. Para Karyawan segera memberi salam begitu melihat Aditya.
Aditya pun meneruskan langkahnya menuju ruangannya.
Begitu sampai di ruangannya ia segera mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya lalu membuka laptopnya dan mulai menyibukkan diri dengan kegiatannya. Aditya segera mengalihkan pandangannya begitu mendengar pintu diketuk, ia menatap Aldo yang sedang berjalan menghampirinya,
"Pagi Dit.
" Pagi Al. kenapa wajahmu?
Aldo sejenak menatap wajah Aditya yang ada di depannya, kemudian ia mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya,
"Saya rasa berita dari media online ini sedikit akan mengejutkan mu, tapi saya rasa saya sudah tau siapa yang sudah menyebarkan nya, saya hanya sedang menunggu perintah darimu, ucap Aldo meletakkan ponselnya di depan Aditya.
Mata Aditya membulat sempurna melihat foto dirinya sedang bersama Karin, dan yang paling membuat amarahnya naik ke ubun-ubun headlinenya yang mengatakan ia dan Karin adalah sepasang kekasih. Wajah Aditya begitu memerah menahan amarah. Aditya baru saja bangun dari duduknya ketika ponselnya berdering, ia melihat Alex sedang menelpon.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1