Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 62 Diluar Dugaan


__ADS_3

Tiga orang pria sedang duduk dengan wajah yang cukup tegang, karena memang situasinya sekarang seperti kota Hiroshima dan Nagasaki yang selesai di bom atom oleh Sekutu . Dan kali ini bom atomnya di lempar oleh seorang wanita bernama Karin.


"Dit, aku mewakili keluarga ingin minta maaf sama kamu atas tindakan gila Karin, ucap Alex dengan wajah penuh rasa bersalah.


" Aku masih menahan diri karena hubungan antara aku sama kamu Lex, kalau tidak aku sudah menyeretnya kepenjara, ucap Aditya dengan wajah sangat kesal.


"Terima kasih atas pertimbangan kamu Dit, urusan Karin nanti aku dan keluarga akan memberikan hukuman atas tindakannya yang sudah sangat keterlaluan, lanjut Alex lirih.


" Aku tidak ingin persahabatan yang sudah kita bangun bertahun-tahun jadi runtuh karena masalah ini, sekali lagi aku mohon maaf Dit, karena tidak bisa mengurus Karin dengan baik.


"Tapi kalau sekali lagi Karin masih nekat mengganggu aku dan istriku, maaf Lex aku tidak bisa melepaskan Karin lagi, tegas Aditya menatap Alex.


" Semua aku serahkan sama kamu Dit, aku berjanji sama kamu akan memberikan ia hukuman agar lebih dewasa lagi, papar Alex.


"Dari mana ia mendapatkan foto itu karena aku merasa tidak pernah melakukannya, ucap Aditya kesal.


" Sepertinya foto itu diambil waktu acara ulang tahun perusahaan kami waktu itu Dit, jelas Alex.


"Baiklah nanti setelah makan siang aku akan melakukan konferensi pers, dan aku harap kamu ada di sana agar berita ini tidak berlanjut dan semakin panas, imbuh Aditya.


" Baiklah aku pasti akan di sana mendampingi m. tegas Alex.


"Baiklah, Al tolong kamu kosongkan agenda ku, aku ingin menemui Hana ke rumah sakit.


" Baik Dit, kalau begitu aku permisi dulu, ucap Aldo bangkit dari duduknya.


Sebelum melangkah pergi Aldo bertanya pada Aditya,


"Apakah kamu perlu saya hantar?


" Aditya menggelengkan kepalanya sambil berkata,


"Tidak perlu Al, kamu urus masalah kantor selama aku pergi, dan jangan lupa cari hotel untuk aku akan melaksanakan konferensi pers, lanjut Aditya.


" Baiklah Dit, aku juga ingin permisi dulu, ucap Alex sambil mengikuti langkah Aldo.


Tidak beberapa lama setelah Aldo dan Alex keluar dari ruangannya, Aditya pun segera keluar untuk menemui Hana karena ia sangat menghawatirkan keadaan istrinya.


Beberapa karyawan Aditya sedang berbisik-bisik di selah pekerjaan mereka,


"Kamu tau, ternyata foto yang ada di berita online itu tidak sama dengan wanita yang sering di bawah Bapak Aditya, cerca salah satu wanita.


"Kamu tahu berapa banyak wanita yang patah hati mendengar berita itu, lirih wanita yang satu lagi dengan ekspresi sedih.


Para karyawan Aditya langsung berhenti bergosip melihat kedatangan Aditya, karena gosip itu memang sudah pasti telah menyebarkan di seentor negeri.


Setelah Aditya berlalu para karyawan itu kembali berbisik tapi dengan wajah Keharanan karena melihat ekspresi Aditya yang lebih dingin dari kutup bumi.

__ADS_1


****


Hana sedang di apit oleh dua sahabatnya, mereka menatap Hana dengan tatapan kwatir, gosip panas yang dikeluarkan oleh sebuah berita online sangat mengejutkan mereka. Gosip itu beredar dengan cepat karena sosok Aditya merupakan kriteria suami idaman bagi kaum hawa, sikap Aditya yang dingin terhadap wanita ternyata sudah punya kekasih, tentu saja banyak yang penasaran siapa wanita yang sudah menaklukkan hati Presdir tampan yang tentu saja banyak di gilai wanita.


"Han, kamu jangan sedih ya, nanti bayi kamu juga ikut sedih, ucap Dila membelai perut Hana.


" Iya Han, nanti aku akan buat perhitungan dengan Aditya, berani-beraninya dia selingkuh, mana kondisi kamu lagi hamil, ucap Frans kesal dan mengepalkan tangannya.


Hana yang sedari tadi diam mendengar ocehan sahabatnya seperti penjual obat di pinggir jalan, akhirnya buka mulut,


"Sudah ceramahnya, ucap Hana cuek.


Dila dan Frans sangat terkejut mendengar tanggapan Hana yang tidak ada sedih-sedihnya, keduanya saling pandang dengan serentak memegang kening Hana,


" Apakah ini pengaruh bayi kamu ya Hana, kok kamu bisa biasa aja liat foto suami kamu sama wanita lain, jangan-jangan sikap dingin suami kamu sudah turun sama bayi kamu ya, ucap Dila heran.


"Pasti anak akan lebih dingin dari bapaknya masa dalam perut aja udah bisa cool begitu, ucap Frans menatap perut Hana.


Baru saja Hana akan bukti mulut, ia terkejut mendengar ada yang mengetuk pintu, ketiganya serentak melihat kearah pintu, dan...


Dila dan Frans langsung membuang muka melihat kedatangan Aditya, melihat sikap sahabat Hana Aditya bisa maklum pasti itu karena gosip gila itu, tapi..


Aditya sangat terkejut melihat sikap istrinya yang langsung menyambutnya dengan senyuman manisnya dan segera bangun menghampirinya,


'Sayang, kamu kok kesini, kamu gak kerja, ucap Hana memeluk suaminya.


Apakah ini sandiwara Hana di depan sahabatnya, guman Aditya dalam hati.


Sedangkan kedua sahabatnya hanya menatap melongo melihat sikap sahabatnya, bukan nya marah tapi malah di peluk, Frans dan Dila hanya saling pandang seperti orang bodoh.


Hana segera mengajak suaminya duduk di sofa, ia menyandarkan kepalanya si bahu Aditya manja,


"Apakah Mas kesini karena merindukan ku, ucap Hana tersenyum bahagia.


Aditya pun jadi tergagap karena tidak tahu harus memulai dari mana, ia menatap Frans dan Dila, namun mereka dengan cepat kembali membuang mukanya.


Akhirnya Aditya menarik napas panjang, ia memutar tubuhnya agar bisa berhadapan dengan Hana, kemudian Aditya mengambil kedua tangan istrinya dan digenggam dengan erat oleh Aditya,


"Sayang, sebelumnya Mas ingin minta maaf, ucap Aditya menatap istrinya dalam. Hana pun balas menatap Aditya dan terdiam,


" Mas kesini ingin menjelaskan kalau gosip yang sedang beredar itu tidak benar sayang, itu hanya ulah Karin yang ingin merusak hubungan kita, Mas berharap kamu jangan mempercayai berita apapun di luar sana, kamu harus percaya pada apa yang Mas katakan. Percayalah Hana, hanya kamu satu-satunya wanita yang ada di hati Mas, sampai kapanpun, percayalah pada Mas sayang, Mas sangat mencintai mu, ucap Aditya lalu mengecup kedua tangan Hana.


"Aku juga sangat mencintaimu Mas, ucap Hana memeluk tubuh Aditya.


" Mas kesini hanya ingin mengatakan itu saja? kenapa tidak tunggu di rumah saja.


Frans yang dari tadi diam akhirnya tidak tahan untuk tidak buka mulut,

__ADS_1


"Han, kamu ini benar-benar di butakan cinta ya, masa liat foto suami kamu sama cewek lain kamu tenang-tenang saja, ucap Frans marah.


" Kalau kamu tidak bisa marah biar aku yang memarahi Aditya , lanjut Frans mendekati Aditya.


"Eeee apa yang kamu lakukan, jangan coba - coba menyentuh suami saya atau kamu akan aku usir keluar dari sini.


Apakah wanita hamil bisa sedeng begini, guman Dila dalam hati.


Aditya juga terheran-heran melihat tingkah istrinya ia tadi sudah membayangkan hal terburuk ketika bertemu dengan istrinya, ia sudah membayangkan istrinya mengamuk dan menangis sambil berteriak-teriak, tapi kenyataannya,


"Sayang, kamu tidak marah sama Mas kan, tanya Aditya ragu.


" Untuk apa aku marah sama Mas, foto itu sudah pernah di kirim Karin padaku waktu sebelum aku hamil, jelas Hana santai.


Sekarang ketiga orang itu melongo menatap Hana,


"Maksudnya apa sayang, tanya Aditya penasaran.


" Itu waktu aku liat Mas sama Karin di restoran, malamnya dia ngirim foto itu sama aku, pas dapat foto itu aku memang sedih dan menangis karena aku kira Mas punya hubungan sama Karin, jelas Hana sambil mengeratkan pelukannya pada suaminya.


"Ternyata Karin itu hanya wanita menyedihkan yang sangat terobsesi sama Mas, jadi Mas gak usah kwatir, aku baik - baik saja, ucap Hana mencium pipi suaminya.


" Karin? ucap Dila dan Frans serentak.


Melihat sahabatnya yang kebingungan akhirnya Hana menceritakan semaunya, Dila dan Frans sangat gemas mendengar cerita Karin.


"Iihhh seram, ada wanita yang gila kaya gitu, ucap Frans bergidik ngeri.


" Makanya sekarang tobat jangan jadi playboy lagi ntar kualat kalau dapat cewek sters, ucap Dila cekikikan. Hana dan Aditya ikut tertawa.


"Aku sudah tobat kok, ucap Frans kesal.


" Oh ya Dit, aku minta maaf karena sudah salah sangka sama kamu, ucap Frans memegang pundak Aditya.


Aditya hanya menganggukkan kepalanya sambil menepuk pelan pundak Frans.


.


.


.


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2