Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 83 Kembalilah Sayang


__ADS_3

Hana menatap suaminya yang masih terlelap entah apa yang


sedang di mimpikan suaminya itu kalau seandainya ia ada kekuatan untuk memasuki


mimpi itu ia akan mengajak suaminya itu untuk kembali, lekaslah bangun karena


ia sudah begitu rindu dengan dekapan hangat suaminya, tempat yang nyaman


baginya untuk bersandar.


Sudah empat hari sejak peristiwa itu Aditya belum juga membuka matanya, sepenjang waktu itu Hana


selalu mendampingi  suaminya itu, Kemarin


kamar ini selalu ramai dengan kunjungan dari kedua keluarga mereka, hari ini


mereka kembali, kedua kakak Aditya harus kembali ke singapura dan ibu serta


bibi pulang kembali pulang ke rumah,


Hana mengusap lembut wajah suaminya mentatap  lekat wajah itu, lalu menciumi seluruh wajah


suaminya itu hal yang selalu dilakukan Hana setiap Hari, ia mengusap perutnya


mearasakan gerakan bayinya , ‘ Sayang kamu pasti sudah sangat rindu dengan


suara Daddy ya, ucap Hana pelan.


“Sayang , lihat bayi kita ia semakin aktif bergerak setiap


hari, ia merindukan mu sayang, begitu pun aku, kembalilah sayang, jangan


biarkan aku terlalu lama dalam kegelapan ini, karena kau adalah bulan dan


bintang dimalamku, sulit bagiku ini membedakan siang dan malam karena semua


begitu gelap untukku, karena kau telah mencuri semua cahaya itu, kaulah


sekarang lenteraku sayang, cahaya itu akan terang bila kau ada di sampingku,


kau adalah udara dalam hidupku, tanpamu aku hampir lupa bagaimana cara bernapas


,  pulanglah sayangku, pulanglah hidupku!,


jangan biarkan mimpi menguasaimu karena aku menunggumu dalam nyata !


“Jangan biarkan aku terlalu lama seperti ini, bisik Hana


dalam isaknya ke telinga suaminya.


Lana yang sedang berdiri di depan pintu tak dapat menahan


tangisnya, sekuat tenaga ia menahan isaknya, karena ia tidak ingin menambah


kesedihan kakaknya lagi, Frans menarik kepala Lana dalam pangkuannya, Lana


membenamkan wajahnya disana untuk membunuh isaknya sehingga tubuhnya


bergunjang, Frans mengusap lembut punggung Lana, dan menciumi puncak kepalanya


lembut,


“Sudahlah jangan menangis lagi , Ucap Frans menarik Lana melepaskan


pelukannya lalu mengusap air mata Lana dengan tangannya lembut. Lana


menganggukan kepala pelan sambil mengusap air matanya sendiri.


“Ayo dek, ucap Frans menarik tangan Lana masuk


“Sore kakak ipar, sapa Frans, membuat Hana memalingkan


wajahnya ke belakang. Hana menyambut kedatangan mereka dengan tersenyum


walaupun jelas senyum itu begitu di paksa, bekas air mata belum mengering di


matanya,

__ADS_1


“Ayo kakak, aku membawakan makanan untuk kakak, kasihan


keponakan aku nanti kelaparan, seru Lana sambil mengangkat makanan yang


dibawahnya , mencoba tetap riang,


“Letak disana, tunjuk Hana pada meja yang ada di sudut di


ruangan itu.


“Kakak makan ya, aku suapi !, ucap Lana.


“Nanti saja kakak belum lapar!, sahut Hana.


“Tidak Hana ayo makan, nanti kalau Adit bangun kamu terlihat


kurus ,kamu mau kami semua disini di marahinya, seru Frans mencoba bergurau.


Hana mencoab untuk tersenyum tetapi air matanya lebih mendahului,


“Ayo, jangan seperti ini Hana! ucap Frans mendekat berdiri


tepat disamping Hana, sungguh ia tidak tahan melihat Hana yang terluka seperti


itu, ia memegang kedua lengan Hana dan meletakkan dagunya di puncak kepala


Hana,


“ Kami semua disini menyayangimu, begiu banyak yang akan


terluka melihatmu seperti ini, Aditya pasti akan menemukan jalan pulang, ia kan


terus berjuang demi cinta kalian, ia dapat merasakan kesedihanmu jangan


menangis lagi, itu tidak baik untuk bayi kalian, ucap Frans lalu mengusap


kepala Hana,


Lana menghampiri Hana membawa makanan yang sudah di taruh


dalam piring, “Biar Lana suapi kakak, ucap Lana menyodorkan sendok ke mulut


makanan itu, semua terasa tawar namun tetap ia paksa untuk menelannya, kemudian


ia mengambil piring itu dari tangan Adkinya.


“Biar kakak saja.”


Frans dan Lana saling bertatapan, Frans merengkuh Pundak


Lana dan mengusap lengannya pelan, dan mengecup puncak kepalanya, mereka berdua


menatap Hana yang sedang menghabiskana makanannya, mereka mengajak Hana


mengobrol diselah makannya.


*****


Aldo masih sibuk dengan berkas yang menumpuk di mejanya,


mencoba mempelajari berkas itu satu persatu, biasanya itu adalah tugas Aditya


untuk merevisi semua berkas, tapi sejak ia terbaring tak berdaya Aldo harus


mengambil alih semua itu, sehingga Aldo jauh lebih sibuk dari sekarang.


Walaupun kak Niko ingin membantu Aldo tapi Hotel dan cabang


perusahaan yang ada di singapura tak bisa di tinggal, walaupun ada suami kak


Anes tapi ia juga punya perusahaannya sendiri untuk di urusinya, Dan Aldo pun


juga masih merasa sanggup untuk menghendel semua pekerjaan yang ada di Jakarta,


walaupun ia hanya memiliki sedikit waktu untuk istirahat, tapi ia masih


menyempatkan diri setiap hari untuk mengunjungi Aditya.

__ADS_1


Terdengar ketukan pintu ruangannya, daun pintu terbuka


setelah Aldo menyuruhnya masuk, Aldo pun segera mengalihkan pandangannya begitu


melihat siapa yang datang, ia pun segera bangkit dari kursinya,


“Silahkan duduk Lex, tawar Aldo.. Alex pun mengiyakan dan


duduk di sofa yang ada di ruangan Aldo,


“Al.., maaf mungkin kedatanganku ini sedikit terlambat


karena aku baru pulang dari tugasku, ucap Alex ketika baru saja mendudukan


tubuhnya.


“Iya kau mengerti, sahut Aldo.


“Sorry, soal adikku, kami benar-benar tidak menduga dia akan


melakukan hal gila seperti itu, sejak kejadian dulu, papa telah menghukumnya


kami kira dia akan berubah, tapi ini diluar dugaan kami, sekali lagi aku minta


maaf Al, terlihat wajh Alex yang penuh beban saat berkata


“Kedua orang tuamu sudah bertemu dengan keluarga besar Adit,


mereka sudah memaafkan tindakan Karin, tapi proses hukum harus tetap berlanjut,


dia harus bertanggung jawab dengan perbuatannya, sahut Aldo.


“Iya, aku kesini juga bukan meminta kamu untuk menghentikan


proses hukum untuk Karin, kami tau dia bersalah, biar semua urusan polisi,


tapi.


Alex menghentikan sejenak ucapannya,


“Sekarang ia juga sedang dalam perawatan dokter, ia selalu


berteriak-teriak meminta maaf pada Aditya, lanjut Alex pelan.


Sejenak mereka terdiam, sampai Alex kembali memecah


kesunyian.


“Aku baru saja tiba, aku ingin mengunjungi Aditya, aku


sungguh malu untuk bertemu dengan Hana, apakah dia akan mengijinkan aku untuk


bertemu dengannya, ucap Alex sedih.


“Hana wanita yang kuat, dia juga sudah bertemu dengan


orangtuamu, tak  ada dendam sedikitpun aku


lihat di mata Hana, walaupun ia begitu terluka melihat keaadan Aditya yang juga


belum sadarkan diri, sahut Aldo dengan suara beratnya.


“Kalau kamu merasa berat seperti itu, aku akan menemani


kamu, tunggulah sebentar ada beberapa berkas yang masih harus akau periksa,


ucap Aldo bangun dari duduknya, Alexpun menganggukan kepalanya pelan.


.


.


.


..


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2