Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 70 Marah ( Part 2)


__ADS_3

Mobil yang dikemudian Aldo, melaju dijalan yang tadi juga dilalui oleh mobil Aditya, sekitar satu kilometer perjalanan dari kantor mereka sampai di salah satu toko buku yang cukup terkenal, Setelah memarkirkan mobil keduanya turun dari mobil, kemudian melangkah masuk sambil beriringan,


"Dil, boleh aku tanya sesuatu?


" Soal apa? Dila balik bertanya sambil menatap Aldo.


"Apakah Hana pernah punya hubungan dengan Rian ya, tanya Aldo sambil mereka menaiki tangga.


" Tidak, tapi waktu kuliah Rian pernah menyukai Hana, dulu aku pernah keceplosan cerita di depan Aditya, waktu kita sedang makan setelah menonton bioskop, apakah kamu tidak mengingatnya? tanya Dila heran sambil menatap Aldo.


"Aku tidak mengingatnya, jawab Aldo santai.


" Tapi waktu itu kamu ada disana! bagaimana kamu tidak bisa mengingatnya, seru Dila kesal.


"Tapi pikiran aku lagi tidak disana, jawab Aldo cuek.


" Kalau sedang chat dengan kekasih, benar-benar bisa melupakan dunia ya, sindir Hana.


"Kekasih? Aku tidak memilikinya! jawab Aldo sambil menatap Dila yang sedang memilih buku di sampingnya.


"Tapi sepertinya, aku akan segera memilikinya! seru Aldo sambil melangkah menjauh dari Dila.


Dila berdiri terbengong mencoba mencerna perkataan Aldo, tapi dengan cepat ia menepisnya, ia kembali fokus untuk memilih buku yang sedang dicarinya.


****


Hana sedari tadi mencoba untuk merayu Aditya yang hanya diam membisu,


"Mas bicaralah, kalau aku salah aku minta maaf, Hana terus merengek sambil bergelayut di tangan Aditya.


" Kenapa Mas, jadi kekanak-kanakan seperti ini!


"Apa katamu, aku kekanak-kanakan? lalu pria yang bersama mu tadi seperti apa yang main sosor istri orang sembarangan? dengus Aditya kesal.


" Aku juga kaget tidak menyangkah dia akan memeluk aku Mas,


"Tapi kamu menyukainya kan? dengus Aditya.


" Kamu bilang apa Mas! kamu pikir aku wanita apaan, jahat kamu! teriak Hana menangis.


"Kalau kamu tidak mempercayai ku lagi, turunkan aku disini Mas, teriak Hana masih menangis.


Aditya yang masih sangat kesal dengan Hana, langsung menghentikan mobilnya, Hana pun segera keluar dari mobil, dan membanting pintu mobil dengan keras, dan Aditya kembali melajukan mobilnya, tidak peduli pada istrinya yang turun di pinggir jalan.


Sambil menangis Hana melangkahkan kakinya, ia mengusap perutnya, ia tidak menyangkah Aditya akan tegah seperti ini kepadanya, Hana tidak tau kemana ia melangkahkan kakinya, ia hanya ingin jauh dari suaminya, sungguh Aditya membuat hatinya sangat terluka, Hana tidak peduli dengan rinai yang mulai turun membasahi tubuhnya.


****


Hujan yang sangat deras membuat mobil Aldo tidak bisa melaju dengan cepat, karena jalanan mulai digenangi air, hari mulai gelap karena hampir menjelang magrib di tambah lagi mendung yang menyelimuti langit,


Dila sangat terkejut melihat seorang wanita yang sedang berjalan di tengah hujan, walaupun samar tapi Dila sangat yakin kalau wanita itu Hana,


"Aldo, hentikan mobilnya! teriak Dila.


Aldo mengerem mobilnya mendadak karena terkejut dengan teriakan Dila,, belum sempat Aldo bertanya, Dila sudah keluar dari mobil, Aldo hanya menatap Dila heran dari dalam mobil, matanya mengikuti arah Dila berjalan, dan sungguh Aldo sangat terkejut melihat Hana yang sedang berjalan kehujanan, dengan cepat Ia turun dari mobil dan menyusul Dila,


"Hana apa yang kamu lakukan, kenapa berjalan di tengah hujan begini, seru Dila menghentikan langkah Hana.


Hana langsung memeluk Dila yang berdiri di depannya, Hana menangis dalam pelukan Dila,


" Ayo ikut ke mobil, ajak Aldo.


Dila merangkul tangan Hana sambil berjalan, Aldo segera membukakan pintu belakang mobilnya, setelah Hana dan Dila masuk Aldo menutup pintu kembali, dan bergegas ke belakang kemudi dan kembali melajukan mobilnya.


Dila memeluk tubuh Hana yang masih terus menangis, Aldo menatap keduanya dari spion tengah mobil, tidak ada suara yang terdengar selain isak tangis Hana.


"Al, apa yang harus kita lakukan, tanya Dila pelan sambil menatap Aldo lewat spion tengah mobil.


" Bagaimana kalau kita bawah ke apartemen ku saja, sahut Aldo juga menatap Dila

__ADS_1


"Baiklah, ucap Dila mengusap rambut Hana yang basah.


****


Aldo menggendong Hana yang sudah tertidur dalam mobil, ia sungguh tidak tega untuk membangunkan Hana yang terlihat sangat kelelahan, Dila mengikuti langkah Aldo di sebelahnya.


Dila segera menekan tombol lift, setelah pintu terbuka mereka segera masuk, Dila segera menekan angka tujuh menuju lantai apartemen Aldo, sekitar dua menit lift berhenti, begitu pintu lift terbuka mereka segera keluar, Dila menggenggam tangan Hana yang sangat dingin.


Aldo segera membaringkan tubuh Hana di tempat tidur, ia memperhatikan wajah Hana yang sangat pucat,


"Al, kita harus mengganti pakaian Hana, ia bisa sakit karena kedinginan, ucap Dila kwatir.


" Aku tidak punya pakaian wanita di sini, sahut Aldo.


"Pakai kemejamu saja, jawab Dila cepat.


" Sebaiknya Pakaikan kemeja Aditya saja, karena ia menyimpan beberapa potong pakaiannya disini, aku tidak ingin ia ikut meradang kepadaku, imbuh Aldo sedikit tersenyum.


Dila ikut tersenyum mendengar perkataan Aldo, aku setuju, masalah ini belum clear jangan tambah dengan masalah baru.


Aldo melangkah ke lemari pakain untuk mengambilkan baju ganti untuk Hana, kemudian ia menyerahkan pada Dila,


"Ini handuk untuk mengeringkan tubuhmu, ucap Aldo.


Dila pun mengucapkan terimakasih, kemudian Aldo melangkah keluar dari kamar.


Aldo masuk ke kamarnya, ia mandi membersihkan tubuhnya yang lengket, selesai mandi dan berganti pakaian Aldo pun sholat maghrib, selesai sholat Aldo segera menelpon asistennya,


"Ki, tolong kirimkan dua pasang piyama untuk wanita, sekalian dengan dalamnya.


Oki sangat terkejut mendengar permintaan atasannya,


"* *Bapak ingin tidur pakai piyama wanita*?


*"Bukan bego!


"* *Lalu untuk apa Pak*?


" Baik Pak, tapi pakaian dalamnya ukurannya berapa?


" Ukuran?


Terdengar kekehan Oki dari sebrang telpon,


" Kamu pilih aja sesuai keinginan mu!


"Mana bisa begitu pak!


" Tanya saja, sama kekasih kamu. Aldo langsung menutup panggilannya. Gila si Oki, mana mungkin aku menanyakan itu kepada Dila, sungut Aldo kesal sambil berjalan keluar kamarnya.


"Ada apa Al, tanya Dila yang juga baru keluar dari kamar.


" Ooo, bukan apa-apa! Kamu juga harus ganti baju Dila, sebentar lagi pakaian gantinya akan datang, jelas Aldo.


Dila pun menganggukkan kepalanya, "Apakah Hana masih tertidur? tanya Aldo.


" Masih, dia sepertinya sangat tertekan, ucap Dila sedih.


"Kenapa Mas Adit tega menurunkan Hana di pinggir jalan, lanjutnya.


" Aku juga ikut kesal melihat tindakan Adit, sahut Aldo.


"Apakah kamu tidak ingin mengabari Mas Adit kalau Hana ada disini?


" Biarkan saja sampai ia menanyakan sendiri padaku, kamu akan tidur di sini kan menemani Hana?


"Iya, tadi aku sudah ijin sama mamaku, jelas Dila.


" Baiklah, sekarang kita pesan makanan untuk makan malam, kamu ingin makan apa?

__ADS_1


"Terserah kamu aja, sahut Dila


Aldo pun segera memesa makanan mengunakan aplikasi di ponselnya, Aldo menatap Dila yang Menyelimuti tubuhnya dengan handuk yang diberikan Aldo tadi, " Kamu sepertinya kedinginan, aku akan membuatkan teh panas untuk mu, ucap Aldo sambil melangkah ke dapur. Dila pun menganggukan kepalanya.


***


Aditya mulai gelisah, sudah lewat waktu magrib Hana belum sampai ke rumah, Aditya segera mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Hana, berkali-kali Aditya menelpon tapi Hana tidak mengangkat ponselnya.


"Apakah Hana pergi ke tempat lelaki itu, guman Aditya pelan. " Masa bodoh aku tidak peduli, teriak Aditya kesal. Ia kembali menyibukkan diri dengan laptopnya.


Aditya menarik rambutnya frustasi, sungguh ia tidak konsentrasi, pikirannya tentang Hana berputar di kepalanya, Aditya segera mengambil ponsel dan kunci mobilnya dan segera turun menuju ke garasi,


Aditya mulai melajukan mobilnya, hujan masih turun dengan deras, ia kembali menghubungi nomor istrinya, dan suara ponsel Hana terdengar dalam mobilnya, Aditya sangat terkejut melihat tas Hana yang terjatuh di mobilnya,


Aditya mulai mengumpat kesal menyesali tindakannya, ia kembali menyusuri jalan ke kantornya, Aditya pun menghentikan mobilnya di tempat ia menurunkan Hana, dan bertanya kepada beberapa orang yang ada di sana, namun sayang, tak satu pun melihat Hana.


Sudah dua jam lebih Aditya balok-balik menyusuri jalanan dari rumah ke kantornya, dan juga mencoba menyusuri jalan yang tidak jauh dari tempat ia menurunkan Hana, tapi hasilnya nihil.


"Sayang kamu dimana? Maafkan Mas sayang! Aditya mengacak rambutnya karena frustasi. Melihat hujan yang tidak berhenti Aditya semakin sedih.


Aditya mulai paranoid, pikirannya mulai di hantui hal negatif, ia mulai membayangkan istrinya di culik atau bahkan, tubuh Aditya langsung lemas mengingatnya, dadanya sesak, ia merasa udara seperti menghilang di sekitarnya.


Tiba-tiba ia teringat Aldo, dengan cepat ia segera menghubungi Aldo.


***


Aditya berlari seperti di kejar setan dari parkiran apartemen Aldo menuju lift, dengan cepat ia segera memencet tombol menuju lantai tujuh, Aditya merasakan waktu begitu lama, ia berdiri dalam lift dengan gelisah,


Ting..


Aditya segera meloncat keluar dari dalam lift, ia segera menekan bel begitu sampai di depan pintu,


Kleck!


"Mana istri ku Al, tanya Aditya begitu masuk.


" Dikamarmu, dia...


Belum sempat ia melanjutkan ucapannya Aditya sudah berlari meninggalkannya, Aldo pun mengikuti Aditya dari belakang,


Aditya berlari masuk ke kamar, ia melihat istrinya berbaring di di tempat tidur, tubuhnya di tutupi selimut, Aditya ingin menangis melihat wajah istrinya yang pucat, ia segera memeluk Hana dan mencium kening istrinya,


"Badannya panas Dila, apakah Hana demam? tanya Aditya kwatir.


" Iya Mas, Kami sebenarnya ingin membawa Hana ke rumah sakit, tapi Mas Adit keburu menelpon.


" Kami menemukannya sedang kehujanan di pinggir jalan, seru Aldo.


"Sayang, maafkan Mas sayang, ucap Aditya mencium pipi Hana.


" Aldo, ayo kita ke rumah sakit!


"Sebaiknya Mas ganti dulu pakaian Hana, ucap Dila sambil menyerahkan piyama kepada Aditya,


Aditya segera menganti pakaian Hana begitu Aldo dan Dila ke luar dari kamar. Ketika Aditya membuka kemeja yang dipakai Hana, ia melihat tubuh Hana menggigil, Aditya memegang kening Hana, suhu tubuhnya semakin tinggi, Aditya mulai panik, dengan cepat Aditya mengganti pakaian Hana,


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. Bersambung.


__ADS_2