
Hana sedang tiduran di ranjangnya sambil menonton drama Korea kesukaannya, ia mengalihkan pandangannya pada suaminya yang sedang sibuk dengan laptopnya di sofa, Hana bangun dari ranjangnya dan melangkah ke sofa sambil mendorong tempat gantungan infusnya.
Hana langsung berbaring di pangkuan suaminya ia menyandarkan kepalanya di paha suaminya sambil menatap wajah Aditya yang begitu serius dengan pekerjaannya, Aditya mengalihkan sekilas pandangannya pada istrinya sambil mengusap puncak kepala Hana,
"Sayang, apakah kamu tidak lelah, tanya Hana sambil melukis asal di dada Aditya dengan telunjuknya.
" Ini tinggal sedikit lagi sayang, jawab Aditya tanpa mengalihkan pandangannya.
"Sayang, kamu sudah berapa lama bersahabat dengan chef Rendi?
" Sebenarnya dulu Rendi dan Aldo yang terlebih dahulu bersahabat karena mereka satu Sekolah, ia dulu sering main ke rumah sejak itulah Mas juga akhirnya bersahabat dengan Rendi, jelas Aditya masih tetap fokus dengan laptopnya.
"Sayang, chef Rendi itu orangnya sangat baiknya ya, ucap Hana mengusap-usap rahang suaminya.
Aditya menghentikan pekerjaannya dan menatap istrinya dengan menajamkan alis matanya,
" Dulu waktu aku ulang tahun dia mengasih aku hadiah, sehingga karyawan lain cemburu kepadaku, apalagi mereka yang fansnya chef Rendi, jelas Hana sambil menahan senyum.
"Memang ia mengasih kado apa? tanya Aditya penasaran.
" IPhone, sebenarnya aku tidak mau menerimanya karena aku tau harganya mahal, tapi karena ia memaksa akhirnya terpaksa aku ambil, karena katanya ponsel ku sudah pantas masuk Museum , jelas Hana polos.
Pikiran Aditya langsung teringat kalau dulu Rendi pernah membelikan ponsel untuk wanita yang diincarnya, karena waktu itu Aditya dan Aldo ada di sana, atau Jangan-jangan...
"Apa seri ponselnya, tanya Aditya was-was.
"IPhone X, tapi aku sudah menjualnya untuk biaya pengobatan ibu, jawab Hana sedih.
Begitu mendengar jawaban Hana jantung Aditya berdetak cepat, jadi ternyata wanita yang di sukai oleh Rendi adalah Hana, pantasan waktu aku bilang Hana adalah istriku ia begitu terkejut, dan cara ia menatap Hana juga beda, guman Aditya dalam Hati.
" Sayang kenapa bengong, ucap Hana menepuk pipi suaminya lembut.
"Bukan apa-apa, tapi kenapa kata berhenti bekerja di sana?
" Karena aku akan bekerja di rumah Mas mengantikan bibi, karena gaji yang aku terima di tempat Mas lebih besar di banding kan di restoran, apalagi aku bekerja di sana cuma part-time, ucap Hana polos.
"Sayang sebaiknya kita tidur sekarang, ucap Aditya menutup laptopnya.
Hana pun menganggukan kepala menyetujui ajakan suaminya, Aditya menggendong istrinya dan membantu membaringkan istrinya di ranjang, setelah mematikan lampu ia pun merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya, Aditya memeluk tubuh istrinya dari belakang dan mengusap perut istrinya lembut.
" Good night my wife, ucap Aditya mencium kening istrinya.
"Good night my hubby.
Karena sudah kelelahan akhirnya mereka pun tertidur dengan posisi Aditya masih memeluk tubuh istrinya.
__ADS_1
****
Pagi ini Aditya berangkat ke kantor dari rumah sakit, keadaan Hana juga sudah lebih baik dan ia sudah tidak di infus lagi, walaupun begitu Aditya belum membiarkan istrinya balik ke rumah, tapi ia berencana sore ini pulang dari kantor ia akan membawa istrinya kembali pulang.
Sebenarnya Aditya masih ingin menemani istrinya, tetapi karena sekarang ada rapat pemegang saham tentu saja tidak boleh absen. Apalagi Aditya adalah pemegang saham terbesar di perusahaan.
Sebelum jam makan siang rapat itu pun selesai, sebelum semuanya bubar Aditya menghampiri Rendi yang juga ikut rapat perwakilan dari perusahaan keluarganya. Keduanya pun mengobrol sambil sesekali tertawa, Aditya pun mengajak Rendi untuk mampir ke ruangannya.
"Ren, sebenarnya ada yang ingin aku omongin sama kamu, ucap Aditya serius.
Melihat ekspresi serius Aditya, Rendi pun menatap Aditya dengan menajamkan alis matanya,
" Ada apa sih, ucap Rendi mencoba untuk santai.
"Aku sudah tahu siapa wanita yang kamu sukai itu, ucap Aditya sambil mengatupkan tangannya ke dadanya.
Rendi terdiam mendengar perkataan Aditya barusan.
" Sorry aku tidak bermaksud merebutnya dari mu, karena sungguh aku tidak tahu sedikit pun, jelas Aditya
"Sudahlah jangan di bahas lagi, aku tak masalah, aku lihat kamu juga sangat mencintai Hana, aku senang ia dapat menikah orang yang mencintainya dengan sepenuh hati, Hana gadis yang sangat baik dan gigih, itu yang membuat aku tertarik padanya, sebenarnya dengan parasnya yang sangat cantik ia akan mudah untuk mengoda pria hidung belang untuk mendapatkan uang, tapi ia lebih memilih kerja part-time di restoran ku, jelas Rendi menatap Aditya lurus.
Aku rasa mungkin karena itu mamaku menjodohkan aku dengan Hana, ucap Aditya pelan.
"Maksudmu apa sih Dit? tanya Rendi menatap Aditya heran.
" Setelah berhenti di restoran mu ia bekerja di rumahku, lebih kurang satu bulan ia bekerja di tempat ku mama memaksa aku untuk menikahi Hana. Akhirnya aku menikahi Hana karena terpaksa, namun setelah beberapa bulan setelah kami menikah aku mulai merasa nyaman bersamanya, dan sampai akhirnya aku rasanya tidak bisa bernapas kalau tidak melihatnya, aku benar-benar sangat mencintai istriku, ucap Aditya menatap Rendi.
"Sepertinya Hana memang jodoh yang dikirim Tuhan untuk mu, karena hanya dia satu-satunya wanita yang membuat hati Aditya yang membeku menjadi cair, ucap Rendi terkekeh
Tiba-tiba ponsel Aditya berdering, ia melihat ternyata istrinya yang menelpon, dengan cemas Aditya mengangkat telponnya.
" Hallo ada apa sayang, kamu sakit lagi.
"Tidak aku baik-baik saja sayang, Mas sudah makan siang?
" Belum, kamu ingin makan siang bersama Mas?
"*Iya sayang, tapi kita makan di restoran chef Rendi ya, aku pengen makan di sana.
*" Baiklah Mas akan jemput kamu.
"*Tidak usah sayang aku kesana bareng Dila aja kebetulan ia juga akan pulang.
*" Baiklah tapi hati-hati ya sayang.
__ADS_1
"*Iya sayang, bye!
*"Bye!
" Hana sakit Dit?
" Bukan Ren, istriku lagi hamil, ia sangat sulit sekali makan, dan juga di tambah kelelahan kemarin ia pingsan di rumah sakit, sehingga harus mendapatkan perawatan tapi sekarang ia sudah baikan dan ia ingin makan di restoran mu sekarang, jelas Aditya.
"Baiklah sekarang kita berangkat kasihan ntar anakmu ileran, jelas Rendi bangkit dari sofa.
Aditya pun bangkit dari duduknya sambil menelpon Aldo untuk mengajaknya ikut bersama mereka.
****
Begitu sampai di depan restoran Hana bergegas turun dari taxi karena ia merasakan perutnya sangat mual, semenjak hamil ia selalu merasa mual kalau lagi naik mobil. Ia segera masuk ke dalam restoran di ikuti oleh Dila di belakangnya,
"Aku temanin ya Han, tawar Dila cemas.
" Tidak usah Dil, aku hanya sebentar sebaiknya kamu duluan cari meja buat tempat kita makan, perintah Hana sambil berlalu ke toilet.
Dila melangkah masuk sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar restoran, dan ketika ia memandang ke pintu masuk ia melihat Aditya masuk bersama Aldo dan satu orang pria yang tidak di kenali oleh Dila Dila pun segera menghampiri Aditya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Terima kasih ya readers like, komen dan votenya y π€π€π€
Jangan bosan baca lapak Thor yaβΊβΊ
Siapa yang ingin promosiin novelnya di lapak Thor silakan, pintu Thor buka selebar-lebarnyππ
Kalau yang hobi nya bandingin lapak Thor dengan lapak lain silakan ke laut ajaπππ
Hargailah setiap karya ya ada di MGT ππ
Thor sangat sedih ketika ia muji-muji lapak favoritnya di lapak Thor ππ
__ADS_1
muji nya cukup di lapak yang bersangkutan aj ya
Thor juga menggemari beberapa novel yang ada di MGTππ