
Pagi ini Hana sangat bersemangat berangkat ke kampus ia ingin menemui sahabatnya agar dia bisa menjelaskan semuanya kepada sahabatnya, suaminya benar mungkin sudah saatnya ia menceritakan kepada sahabatnya tentang pernikahannya.
Hana bergegas melangkah ke perpustakaan berharap kedua sahabatnya ada disana. Namun Hana terpaksa menahan kecewa karena ia tidak menemukannya disana.
Hana melangkah keluar dari Pustaka dengan wajah kecewa, ia terus melangkah dengan lesu tiba-tiba muncul kecemasan dalam dirinya bagaimana kalau sahabatnya membenci dirinya karena telah membohongi nya.
Hana duduk di bangku taman kampus ia menatap lurus kedepan memperhatikan mahasiswa yang berlalu lalang. Hana tidak tau sudah berapa lama ia duduk disana, tiba-tiba Hana dikejutkan oleh seorang wanita yang menegurnya,
"Hai.! bisakah kita bicara, tanya wanita yang berdiri di depannya.
Hana menatap wanita itu heran, ia mencoba mengingat apakah ia pernah bertemu sebelumnya.
" Apakah aku mengenalmu?
" Itu tidak penting, jawab wanita itu lalu duduk di samping Hana.
"Aku tidak perlu berbasa-basi padamu, ucapannya tanpa melihat Hana,
kemudian ia menatap Hana tajam lalu berkata,
" Apa hubungan kamu dengan kak Adit?
Hana baru teringat wanita itu, ya mereka pernah bertemu waktu mereka lagi makan siang bareng mertua dan suaminya,
"Apa hakmu menanyaiku! Hana balik menatap tajam.
" Apa pun yang berhubungan dengan Kak Adit akan menjadi urusan saya!
"Ehm kenapa tidak kau tanyakan sendiri kepada kak Adit mu itu, balas Hana sambil bangkit dari tempat duduknya.
" Kau mau kemana saya belum selesai, ucap Karin mulai emosi.
Berani juga wanita ini rupanya!
__ADS_1
Hana tidak menghiraukan ucapan Karin, ia terus melangkah. Merasa dicuekin Karin mengejar Hana dan menarik tangannya kasar.
"Lepaskan tangan saya!
Bukannya melepaskan Karin semakin memperkuat cengkraman tangannya membuat Hana meringis kesakitan.
" Itu belum seberapa saya bisa berbuat lebih menyakitkan dari ini kalau kamu masih berani menggoda Kak Adit lagi! Ingat Ucapan saya itu baik-baik!
Karin melepaskan pegangan tangannya lalu melangkah meninggalkan Hana yang masih diam berdiri,
Apa hubungan Karin dengan Mas Aditya, dulu waktu mereka makan bersama Mas Adit bahkan tidak mengakuinya di depan Karin, apakah mereka punya hubungan yang tidak aku ketahui, bathin Hana.
Tiba-tiba mata Hana terasa panas mengingat kejadian itu, Hana melangkah perlahan menuju ruangan untuk menemui dosen pembimbingnya. Begitu sampai Hana melihat ada pengumuman di depan ruangannya kalau beliau sedang keluar kota, Hana pun berbalik ia memutuskan untuk pulang kerumah.
Baru saja Hana melangkah keluar ia berpasan dengan Frans dan Dila yang hendak masuk,
"Hana! kemana sih di cariin dari tadi, di telpon gak di angkat! sungut Dila.
Hana menatap Frans sejenak, tapi sayang Frans malah membuang wajahnya,
"Dah ketemu sama dosen pembimbing mu Hana,?
" Beliau lagi gak masuk,
"Dila, Frans! bisakah kita bicara sebentar? ucap Hana ragu serius.
Dila memperhatikan ada perubahan di wajah sahabatnya,
"Kenapa kamu Hana?
" Ada yang ingin aku jelaskan kepada kalian berdua, jawab Hana menatap Frans dan Dila bergantian.
"Baiklah aku masuk sebentar, kamu menunggu dimana?
__ADS_1
" Aku di sini aja, jawab Hana singkat.
Frans yang sedari tadi diam akhirnya buka suara,
"Aku di sini saja menemani Hana.
Dila pun pergi tinggallah Hana dan Frans, Hana merasa serbah salah kepada Frans apalagi melihat sikap Frans yang cuek tidak seperti biasanya. Akhirnya Hana memberanikan diri untuk memulai bicara.
" Apakah kamu marah kepada ku?
Frans menatap Hana tajam,
"Menurut mu?, jawab Frans ketus.
" Maafkan aku, ucap Hana menundukkan kepalanya.
Frans memperhatikan Hana yang terus menundukkan kepalanya, Frans benar-benar merasa kecewa dengan sikap Hana yang telah membohongi mereka. Tapi Frans juga tidak boleh egois pasti Hana punya alasan kuat kenapa ia melakukannya. Akhirnya Frans menyerah ia tidak tegah melihat Hana yang diam tertunduk,
"Beri aku alasan yang yang tepat agar aku bisa memaafkan mu?
Hana langsung mengangkat kepalanya begitu mendengar perkataan Frans.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.