Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 72 Mengusili


__ADS_3

Dering alarm dari ponsel Aldo membuatnya mengerjapkan matanya, ia meraih ponsel yang diletakkan di atas meja sofa, kemudian ia meregangkan tubuhnya, ia mengusap wajahnya yang masih terasa mengantuk. ia melepaskan selimut yang menyelimuti tubuhnya, dan beranjak bangun.


Aldo bergerak ke arah tempat tidur dimana Dila masih tertidur dengan pulas, kemudian berjalan menuju saklar untuk menyalahkan lampu kamar, kemudian kembali melangkah ke kamar mandi untuk berwudhuk karena akan sholat subuh, selesai sholat Aldo kembali menghampiri Dila yang masih bergelut dengan mimpinya.


Keadaan lampu yang terang, Aldo dapat melihat wajah Dila yang masih terlelap, selimut membalut tubuhnya hingga ke pinggang, ia terlihat sangat cantik walaupun dalam keadaan masih tertidur, gumam Aldo pelan dan tanpa disadarinya sebuah senyuman melengkung dibibirnya,


"Dila! bangunlah, seru Aldo membangunkan Dila.


Jangankan bangun, bergerak saja tidak, Dila sungguh tidur sangat lelap. Aldo kembali mencoba tapi hasilnya masih tetap sama, akhirnya Aldo memberanikan diri untuk berdiri lebih dekat dengan Dila, perlahan ia menjulurkan tangannya,


" Dila bangunlah! seru Aldo sambil mengguncang pelan pundak Dila. Akhirnya Dila menggerakkan tubuhnya tapi matanya masih tertutup, ia mencoba untuk menarik selimutnya kembali, sambil bergumam,


"Tunggu sebentar mama, aku masih sangat mengantuk!


Tawa Aldo pecah " Sejak kapan aku jadi mama kamu, berkata sambil menarik selimut Dila.


Dila yang sangat kaget langsung bangun dari tidurnya dan duduk tempat tidur sambil bergumam tak jelas, dan ia sangat terkejut melihat Aldo yang berdiri di samping tempat tidurnya, Dila baru tersadar kalau ia semalam tidur di rumah sakit dan satu kamar dengan Aldo, Dila menatap Aldo yang berdiri di depannya, rasa tidak percaya menyelimuti wajahnya, melihat orang yang di sukai ketika pertama kali membuka mata siapa yang tidak akan bahagia, senyum malu-malu menghias bibir tipis Dila,


" Selamat pagi Al, ucap Dila pelan dan malu-malu, Kemudian beranjak dari bangun."Sorry, aku gak sadar kalau kita tidur di rumah sakit.


Aldo hanya tersenyum melihat tingkah Dila, dan menatap punggung wanita itu sampai menghilang di kamar mandi. Sambil menunggu Dila sholat subuh, Aldo memainkan ponselnya, sambil mengecek email yang masuk. Tak lama menunggu Dila pun selesai. Dila pun berjalan ke sofa dan berdiri persis di depan Aldo,


"Al, sebaiknya kita melihat kondisi Hana, ajak Dila.


Aldo pun mengiyakan, mereka segera melangkah keluar dari kamar, Sesekali Dila melirik Aldo yang berjalan di sampingnya, bias kebahagiaan tampak menyelimuti wajah Dila


" Sudah berapa lama kamu bersahabat dengan Hana? tanya Aldo sambil melangkah masuk ke lift.Karena tidak mendapat jawaban dari Dila, Aldo menepuk pundak Dila pelan.


"Pagi-pagi sudah bengong!


" Apa? kamu ngomong apa? tanya Dila kaget.


Aldo tersenyum usil melihat wajah bengong Dila, tiba-tiba muncul ide di kepala Aldo untuk menggoda Dila,


Aldo membalikkan tubuhnya dan maju satu langkah, refleksi Dila memundurkan langkahnya, tapi gerak Dila tertahan karena tubuhnya sudah membentur lift, Aldo terus melangkah, sehingga jarak mereka hanya sekitar tiga puluh centimeter saja, Aldo menatap Dila, membuat Dila menjadi gugup, ia sudah berusah payah untuk mengendalikan dirinya bila di samping Aldo, dan sekarang pria itu berdiri sedekat itu dengannya, bagaimana kalau ia mendengar detak jantungnya, yang selalu berguncang hebat bila berdekatan dengan Aldo. Tubuhnya terasa panas dingin, keringat dingin meluncur di dahinya dan menelan salivanya dengan susah, membuat Aldo semakin semangat untuk menggoda Dila,


Aldo meletakkan keduanya tangannya di dinding lift, sehingga tubuh Dila berada dalam kungkungan tubuhnya, ia menatap mata Dila tajam, perlahan Aldo mendekatkan wajahnya ke wajah Dila, Dila dapat merasakan hembusan panas napas Aldo di kulit wajahnya, refleks Dila menutup matanya "Tuhan, dia terlihat begitu menggoda, jangan sampai aku khilaf, guman Dila dalam hati.


" Apakah kamu ingin terus berada dalam lift ini, seru Aldo.


Perlahan Dila membuka matanya, ia melihat Aldo sudah berdiri di depan lift sambil menekan tombol agar pintu lift tidak tertutup.


Wajah Dila sudah seperti kepiting rebus ketika berjalan keluar dari lift sambil mengumpat kecil dalam hatinya, Ia terus melangkah tidak berani menatap Aldo di sebelahnya, karena merasa sangat malu.


"Kenapa menutup matamu, memang apa yang kamu pikirkan, bisik Aldo ke telinga Dila.


Dila menghentikan langkahnya dan menatap Aldo kesal, Aldo semakin terkekeh melihat tingkah Dila,

__ADS_1


" Kamu terlihat semakin cantik bila sedang marah, goda Aldo mencubit sedikit hidung Dila, lalu melangkah mendahului Dila menuju kamar perawatan Hana.


Dila masih berdiri menatap punggung Aldo, "Apa! Aldo bilang aku cantik! teriak Dila sambil menangkupkan kedua tangannya ke pipinya dengan senyuman mengembangkan di bibirnya, seketika semua kekesalannya menguap begitu saja, cinta memang sungguh aneh, Melihat Aldo yang sudah melangkah cukup jauh darinya, Dila segera menyusul dengan setengah berlari,


" Al! panggil Dila pelan.


"Eemmm.


Melihat Dila yang hanya diam, Aldo menatap Dila heran,


" Ada apa? kok malah diam!


"Bukan apa-apa! ucap Dila asal.


" Trus tadi ngapin manggil aku, seru Aldo kesal.


"Hanya ingin memanggil namamu aja, ucap Dila tersenyum usil.


*****


Begitu sampai di ruang perawatan Hana, Dila segera mengetuk pintu, setelah mendengar sahutan dari dalam ia pun segera membuka pintu, dan masuk kemudian di ikuti Aldo dari belakang, Aditya duduk di samping Hana sambil menyuapi Hana,


"Hana sayang! seru Dila sambil berjalan ke ranjang Hana kemudian mencium dan memeluk Hana.


Hana tertawa senang melihat sahabatnya itu,


"Aku mana pulang semalam, aku tidur di kamar kamu di atas, sahut Dila sambil melepaskan pelukannya.


" Dan kamu juga Al, tanya Hana lagi. Aldo pun menganggukan kepalanya.


"Aduh aku jadi tidak enak, karena sudah merepotkan kalian, ucap Hana sedih.


" Tidak, aku senang kok, bagaimana keadaan kamu, sepertinya suhu tubuhmu sudah turun.


"Iya aku sudah baikkan, sahut Hana.


" Aldo, Dila, aku mengucapkan terimakasih karena sudah banyak membantu, ucap Aditya menatap Aldo dan Dila bergantian.


"Aku rasa kamu juga akan melakukan hal yang sama kalau seandainya di posisi kita, sahut Aldo. Dila pun mengiyakan sambil menganggukan kepalanya.


"Kalau begitu aku pulang dulu Hana, Mas Adit, ucap Dila.


" Kamu tidak masuk?, tanya Hana heran.


"Aku masuk malam Hana, kamu lupa ya, seru Dila.


" Sorry, aku benar-benar lupa, ucap Hana memegang keningnya.

__ADS_1


"Aldo, aku tidak ke kantor ya, semua urusan tolong kamu yang tangani, ucap Aditya.


" Iya, kamu tidak usah kwatir, sahut Aldo.


"Ayo Dila, katanya mau pulang, seru Aldo sambil beranjak dari posisinya.


****


Aldo pun segera mengantarkan Dila ke rumah nya, begitu tiba di rumah Dila segera turun dan tidak lupa mengucapkan terimakasih pada Aldo, setelahnya Aldo pun segera melajukan mobilnya menuju Apartemennya, baru saja ia turun dari mobil ponselnya berdering, Aldo mengeluarkan ponsel dari saku celananya, senyum Aldo langsung mengembangkan begitu melihat nama yang muncul di layar ponselnya,


"Hallo, ada apa? belum satu jam aku tinggal masa sudah kangen aja, ucap Aldo tersenyum usil.


" Aaaakuuu,


Dila langsung gugup mendengar perkataan Aldo, melihat Dila yang gugup Aldo langsung terkekeh,


"Jadi beneran kangen nih, kok gugup gitu.


Dila menarik napas kasar,


" Aku ingin bilang kalau tas aku ketinggalan di apartemen kamu, beberapa benda yang aku butuhkan ada disana.


"Nanti akan aku bawakan, kamu jemput aja ke kantor..


" Baiklah, terimakasih ya Al.


Pembicaraan mereka pun terputus, Aldo memandangi ponselnya sambil tersenyum, kenapa begitu menyenangkan kalau menggodanya, guman Aldo pelan.


Dila ujung sana pun sedang terpaku menatap ponselnya, Kenapa sih Al, akhir-akhir ini kamu suka banget menggoda aku, kamu tau gak sih aku jadi baper, sunggut Dila sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2