
Setelah sarapan Hana mengantarkan suaminya untuk berangkat kerja, Mata Aditya tidak lepas mengawasi istrinya yang berjalan disampingnya, ada rautan keraguan diwajah Aditya untuk meninggalkan istrinya itu,
“Sayang, kamu yakin Mas tak apa berangkat ke kantor? Tanya Aditya kwatir sambil mengusap lembut kepala istrinya itu. Kwatir Aditya tentu saja penuh alasan karena sebelum subuh Hana merasakan perutnya sakit, walaupun Hana sudah berkali-kali menjelaskan butuh jarak waktu untuk proses kelahiran dari sakit pertama
kali yang dirasakan oleh seorang ibu yang akan melahirkan
“Tidak apa-apa sayang, nanti aku akan kabari Mas,masih ada beberapa jam lagi sampai pembukaannya lengkap sayang, sahut Hana meletakan tangannya didada suaminya itu untuk meyakinkan suaminya.
“Tapi Mas sangat mengawatirkan kamu sayang? Ucap Aditya menatap lekat wajah istrinya itu.
“Sayang, percaya padaku, sahut Hana menatap mata suaminya itu bergantian. Aditya pun menarik napas Panjang, lalu mengangukan kepalanya dan memberikan kecupan di kening istrinya itu,” Baiklah selesai meeting mas akan langsung pulang,i mbuh Aditya, Hana pun mengiyakana, sebelum masuk mobil Aditya mencuim sekilas bibir istrinya itu. Hana memperhatikan mobil suaminya itu hingga menghilang dari pandangan matanya, setelah itu ia kembali masuk kedalam rumah.
Hana mengusap perutnya lembut ketika ia merasakan sakit karena kontraksi kecil, itulah hal yang membuat Aditya malas untuk meninggalkan Hana, tapi karena berhubunga ada meeting penting yang tidak bisa ia tinggalkan dengan berat hati ia terpaksa meninggalkan istrinya dan tidak lupa menitipkan istrinya kepada mamanya.
*****
Begitu sampai di Jakarta Aldo langsung berangkat ke kantor tanpa singgah ke apartemennya terlebih dahulu, ia masuk ke ruang meeting dan beruntung sekali karena belum dimulai, ia melirik sekilas Aditya yang sudah
duduk disana kemudian ia pun mendudukan tubuhnya di kursi kosong disamping Aditya. Setelah lengkap meeting pun dimulai, semua mengikuti meeting dengan penuh keseriusan mendengarkan setiap laporan dari badan anggaran dan perencanaan tentang proyek baru yang akan mereka kerjakan , setelah memakan waktu lebih kurang dua jam meeting pun selesai , Aditya cukup puas dengan kerja karywananya walaupun ada beberapa bagian yang harus mereka revisi setelah mendapat masukan dari Aditya,
Aditya dan Aldo berjalan beriringan menuju ruangan Aditya setelah sampai disana Aldo segera mendudkan tubuhnya di sofa, Aditya pun ikut mendudukan tubuhnya disana, ia menatap Aldo yang sedang menatap kosong plafon ruanganAditya,
“Kenapa Al? tanya Aditya heran. Aldo menarik napas sejenak lalu mengalihkan pandangan pada Aditya.
“Aku bertemu Mayang disana,, sahut Aldo pelan, “ ia mewakili perusahaan Handoyo Group, lanjut Aldo.
Aditya menatap tajam wajah Aldo yang duduk didepannya”kau tahu aku hampir tidak mengenalinya karena penampilannya yang sangat jauh berbeda, ucap Aldo sambil menatap Aditya,
“Iya aku tau, sahut Aditya pelan, Aldo mengernyitkan keningnya heran,”Maksudmu Dit? Tanya Aldo heran.
“Sehari sebelum kamu berangkat ke Surabaya secara tidak sengaja aku bertemu dengannya di Mall saat menemani Hana belanja, sahut Aditya menjawab rasa penasaran Aldo.
“Jadi kau sudah tau dia yang akan mewakili Handoyo Group? Tanya Aldo ciruga, Aditya dengan cepat mengelengkan kepalanya,
“Soal itu aku tidak tau sama sekali, aku mendapat kabar siang harinya setelah kamu tiba di Surabya, aku rasa kamu mungkin sudah betemu dengannya baru aku tahu, ujar Aditya meyakinkan Aldo.
“Hana sempat kwatir saat aku ceritakan padanya, ucap Aditya pelan.
“Hana tau siapa Mayang? Tanya Aldo menatap Aditya tajam, Aditya pun menganggukan kepalanya pelan, “Apakah Hana juga sudah bercerita kepada….
Belum sampai pertanyaan Aldo ponsel Aditya pun berdering, wajahnya seketika memucat melihat nama yang terterah dilayar ponselnya, Aldo pun heran melihat perubahan wajah sahabat sekaligus sudah seperti saudara baginya itu,
“Iya sayang, sahut Aditya cepat.
“Sayang , segeralah pulang sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang sahut Hana dari sebrang sana, ucapan Hana membuat Adiya seketika panik,
“Iya sayang, Mas akan langsung pulang, ucap Aditya mengusap wajahnya pucatnya kasar dan dengan cepat mengambil tasnya di meja kerjanya,
__ADS_1
“Hana kenapa Dit? Tanya Aldo penasaran.”Istriku mau melahirkan Al, sahut Aditya cepat sambil meninggalkan ruanganya, namau dengan cepat Aldo menahan langkah Aditya,” tidak biar aku mengantarkan kau pulang,
tidak mungkin kau mengemudi dengan keadaan seperti ini, Sahut Aldo cepat, Aditya pun mengiyakan kedua pun segera pergi dengan tergesa, dan sebelumnya mereka pamit pada sekretaris Aditya.
****
Aditya berlari turun dari mobil begitu sampai dirumah, Aditya berlari ke kamar mencari istrinya, ia bernapas lega melihat istrinya yang sedang mengenakai hijabnya, Hana pun segera mengalihkan pandangannya pada suaminya, ia pun segera menghampiri suaminya itu yang juga berjalan mendekat , dan langsung meraih Hana dalam pelukannya dan mencium puncak kepala istrinya itu,
“Sayang kau kenapa? Tanya Hana sambil mengusap keringat yang bercucuran di dahi suaminya itu. Aditya menatap dalam mata istrinya itu,
“Kau baik-baik saja kan, apakah sakitnya sudah sering , tanya Aditya penuh kekwatiran. Hana hanya tersenyum mendengar pertanyaan suaminya yang begitu mengawatirkannya, ia sangat beruntung memiliki suami yang begitu
sangat mencintainya, Hana mengusap lembut pipi suaminya,”Iya kontraksinya sudah lebih sering , sahut Hana pelan.
“Ayo kita berangkat sekarang, ajak Aditya sambil menggandeng tangan istrinya itu, Hana pun mengiyakan dan mereka berdua berjalan beriringankeluar kamar.
*****
Aditya tak sanggup melihat istrinya yang begitu terlihat kesakitan, berkali-kali ia mengusap keringat yang membasahi wajah istrinya itu,
“Mas, sakit sekali, desisi Hana sambil menggenggam erat tangan suaminya i, Aditya mencium wajah
istrinya , “Iya Mas tau, berjuanglah sayang demi anak kita, Mas akan menemanimu disini, bisik Aditya lembut, semua yang menunggui Hana disan juga terlihat begitu tegang, mama Ratna berkalii -kali mengusap perut menantunya dengan penuh kasih sayang, wajah Lana memucat karena ini adalah pertama kalinya ia melihat orang kesakitan ibu yang akan melahirkan secara langsung. Hana terlihat begitu gelisah karena menahan sakit,
"Mas, teriak Hana begitu melihat iar yang membasahi kakinya, segera dipindahkan keruang bersalin begitu ketubannya pecah, Aditya setia menemani istrinya itu, tanpa sadar air matanya terjatuh begitu saja melihat perjuangan istrinya begitu kesakitan saat melahirkan anaknya, doa tak henti berucap dari bibir Aditya, membisikan kata-kata cinta ditelinga istrinya untuk memberikan kekuatan kepada istrinya , dan perjuangan itu pun berakhir saat terdengar tangisan bayi pecah di ruangan bersalin itu, Hana pun menangis mendengar suara tangis pertama
anaknya begitu pun Aditya, ia segera memeluk istrinya itu dan menghujani wajah istrinya dengan ciuman, bibirnya tak henti mengucapkan syukur kareana istri dan anaknya sudah diberi keselamatan.
saja berkari puluhan kilo, belum pernah seoarang Aditya mengalami ketakutan seperti ini dalam hidupnya, melihat istrinya kesakitan yang luar biasa , ia merasa seperti tubuhnya yang sedang dikoyak.
Setelah dibersihkan Dokter pun meletakakn bayinya di dada Hana, Hana kembali menangis haru melihat bayi mungilnya, ia memandang suaminya yang sedang mencium bayi mungil mereka,
“Sayang, lihat putra kita begitu tampan, ucap Hana haru, Aditya mengusapa lembut rambut istrinya, Hana memegang jari-jari mungil itu,
“Terima kasih sayang, ucap Aditya mencium kening Hana, Daddynya tampan tentu saja anaknya juga tampan, imbuh Aditya sambil terkekeh begitu pun Hana, tiada kebahagian yang melebihi ini.
****
Melihat pintu kamar bersalin Hana terbuka semua mata segera menuju kesana, Aditya keluar sambil mengendong bayinya , Mama Ratna dan Lana segera menghampiri Aditya, mama segera mengambil bayi itu dari gendongan
Aditya, Papa Adit dan Aldo pun ikut mendekat ingin melihat anak Aditya ,mereka bergantian memberi ciuman bayi itu.
“Lihatlah bayimu begitu mirip sekali dengan didirimu waktu kecil Dit, ucap Mama Ratna terharu, “Hana bagaimana keadannya nak, imbuh Mama Ratna sambiil memandangi putranya ,
“Hana baik—baik saja ma, sebentar lagi ia akan di pindahkan ke ruang perawatan, sahut Aditya sambil memeluk mamanya yang sedang mengendong bayinya, Papa dan Aldo bergantian memeluk Aditya memberikan ucapan selamat karena sekarang ia sudah jadi seorang ayah dari bayi lagi-laki yang begitu tampan, tak lama seorang perawat segera menghampiri mereka, ia memohon ijin untuk mengambil bayinya yang akan di bawah keruangan perawatan khusus bayi.
“Tunggu,terdengar teriak dari jauh sehingga megalihkan semua pandangan yang ada disana, Dila dan Frans segera berlari menghampiri bayii yang sedang digendong perawat,
__ADS_1
“Aduh comelnya, seru Dila sambil mencium wajah mungil bayi Hana , “Kau tampan sekali sayang, imbuh Dila mengelus lembut pipinya,
“Selamat datang bayi ganteng, ini Om Frans yang tampan, seru Frans sambil mencium kepala bayi yang menjadi pusat perhatian yang ada disana, kemudian melirik Lana yang tak jauh berdiri darinya sambil tersenyum yang sulit diartikan , sehinnga membuat Lana mengernyitkan keningnya heran,Perawat itu pun mohon ijin kembali untuk membawa bayi Aditya dan Hana, Dila dan Frans tak lupa memberi ucapan selamat kepada Aditya.
“Kenapa melihatkau sperti itu kak?tanya Lana berbisik pada Frans, yang ditanya cengar-cengir sambil berbisik balik pada lana,”Tak ingin aku buatkan bayi yang tampan seprti bayi kakakmu, dan tentu saja jawaban itu
mendapat cubitan kecil di lengan Frans, dengan wajah Lana merona .
***
Ruang tempat Hana menginap begitu ramai oleh keluarga Hana dan Aditya, tak lupa dua sahabat Hana ikut berkumpul disana, Hana yang masih terlihat kelelahan hanya berbaring di tempat tidur, Aditya Nampak duduk disampingnya, ibu Hana dan Bibi tak henti terseyum Bahagia melihat cucu pertama mereka, sesekali terlihat ibu hanya membelai lembut kepala putri sulungnya itu,
“Siapa nama pangeran tampan ini, imbuh Frans sambil menatap bayi Hana yang terlelap dalam dekapan bibi,
Hana melirik pada suaminya , seolah meyiratkan Aditya untuk memberi tahu nama bayi mereka,
“Arjuna Wisnu, sahut Aditya sambil Membelai pipi bayinya yang terlelap,
“Wah, calon Arjuna para gadis nantinya nih, imbuh Frans sambil terkekeh. Cubitan Hana dipinggang Frans membuat pria itu meringis kesakitan, sehingga membuat semua yang ada disana ikut tertawa.
****
Aditya memandangi putranya yang sedang tertidur pulas di box bayi, setelah ia menyusu begitu kuat kepada Hana, Aditya mencium pipi putranya lembut. Pandangannya beralih pada istrinya yang juga sudah tertidur, Aditya
membaringkan tubuhnya disebelah istrinya kemudian menarik tubuh Hana kedalam pelukannya , memandangi lekat wajah wanita itu,, Aditya mencium kening Hana sambil memejamkan matanya,
Ketika aku mengambil keputusan untuk menikahimu, aku menganggap itu adalah keputusan terburuk yang akan aku sesali seumur hidupku, tapi sungguh sebaliknya jika saat itu aku menolakmu itu adalah kesalahn terbesar yang pernah aku lakukakn dan akan menjadi penyesalan sepenjang hidupku. Sungguh sedikitpun
tak ada rasa cinta ketika aku menikahimu, hanya kekesalan yang aku rasakan setiap melihatmu diawal-awal pernikahan kita.
Hari berlalu, minggu pun pergi, aku tak tahu kapan rasa nyaman itu muncul saat aku berdekatan denganmu, bahkan aku merasa begitu kesal dan marah melihatmu berbicara dengan pria lain, aku berpikir itu hanya perasaan
sesat yang akan menguap begitu saja, tapi justru aku terperangkap dalam dan jauh, aku mulai menyukaimu dan sangat tertarik padamu, bahkan aku mulai merindukanmu bila tak melihat wajah itu.Dan ternyata aku jatuh sangat dalam, jatuh cinta kepadamu, sangat.
Kau hadiah terbaik yang Tuhan berikan kepadaku, sehingga setiap waktu aku tidak lupa mengucapkan syukur kepadaNya, terima kasih sayang sudah memberikan warna pelangi dalam hidupku yang hitam putih, kau cinta pertama yang hadir begitu terlambat padaku dan kau cinta terakhir yang aku miliki selama hidupku.
.
.
.
End.
Kok tamat aja sih, gimana kelanjutan cerit cinta Aldo, Dila dan Mayang🤔🤔🤔
Tenang-tenang readers semua, cerita mereka akan author lanjutkan di ekstra part ya, kita lebih focus ke kisah cinta mereka ya😄😄
__ADS_1
Jadi di tunggu aja ya, jangan di unfavorite dulu😄😄
Terima kasih atas dukungannya ya reader 🙏