
Aldo mencoba mencari tempat sepi diantara gerombolan manusia yang begitu ramai memenuhi Gedung tempat berlangsungnya pesta pernikahan putri salah satu pengusaha ternama , secara tak sengaja ia bertemu dengan Mayang yang sedang berdiri di salah satu sudut yang tidak terlalu ramai oleh orang yang berlalu Lalang, Aldo melanjutkan langkahnya menghampiri Mayang yang juga sudah melihat kehadirannya,
“Kau juga datang ternyata, sapa Aldo setelah mereka saling berhadapan..
“Iya, adik pengantin pria adalah temanku, sahut Mayang berusah menghindar kontak mata dengan Aldo,
"kau datang hanya sendiri? Tanya Aldo berbasa-basi, Mayang pun menganggukan kepalanya,
“Kau bagaimana? Mayang balik bertanya.
“Aku juga sendirian karena Aditya tak bisa hadir karena istrinya baru saja melahirkan, jelas Aldo,
“Benarkah ! Hana sudah melahirkan, di rumah sakit mana? Tanya Mayang ikut senang mendengarkan kabar itu,
“Rumah sakit milik keluarga Aditya, jawab Aldo sambil menatap wanita berlesung pipi itu , “nanti aku akan mengunjunginya, sahut Mayang.
“Al, maaf aku tinggal dulu, lanjut Mayang..
“Kau mau kemana? Tanya Aldo mengernyitkan keningnya.
“Aku mau pulang, nanti terlalu larut karena aku datang naik taksi karena mobilku lagi di bengkel, jelas Mayang, "
”Kita bareng saja ,aku akan mengantarkan kamu pulang, tawar Aldo.
“Tidak, aku tidak suka merepotka orang lain, tolak Mayang sopan,
“Orang lain? Seru Aldo sambil menautkan kedua alisnya, “kita pernah berhubungan baik, aku bukan orang lain yang baru kau kenal, walaupun sekarang ceritanya telah lain, tapi kau tetap akan menjadi temanku, lanjut Aldo
menatap Mayang tajam.
“Apakah kita masih bisa berteman? Tanya Mayang pelan menatap Aldo sendu..
“Tentu saja, asal kau tidak menghindariku, setiap kita bertemu kau selalu menghindar, aku seperti orang asing saja bagimu, aku behara apa piin yang terjadi di masa lalu aku minta maaf padamu, kita bisa memulai lagi sebagia seorang teman, sahut Aldo cepat.
Tiba-tiba seoarng wanita datang menghampiri Mayang, ia sangat kaget ketika menatap Aldo, ia segera menarik lengan Mayang untuk menjauh dari Aldo, sedangkan Aldo hanya menatap penuh selidik,
“ Mayang, apa yang kau lakukan, ini tidak benar May, kau sudah susah payah melupakannya dan sekarang kau terlihat begitu akrab dengannya setelah apa yang kau lakukan padamu, bisik Mery sambil menatap Aldo yang juga
__ADS_1
sedang mengamatinya.
“Mer, aku tau, aku selalu berusaha untuk menghinadrinya tapi sepertinya takdir selalu mempertemukan kami, jelas Mayang menatap Mery dengan mata berkaca-kaca,
“May, aku tidak ingin kau terluka lagi, bagaimana kalau sekarang ia sudah punya… Mayang denga cepat memotong ucapan Mery,
“Mer, Aldo benar , aku tidak boleh menghindar lagi aku harus belajar melewati ini walaupun tidak akan mudah untukku, kalau aku terus menghindar, harus sampai kapan? Ucap Mayang dengan air mata yang lolos jatuh di pipi mulusnya.
Aldo berjalan mendekat ketika melihat ketegangan antara Mayang dengan wanita itu,”May, kau baik-baik saja, tanya Aldo sambil menatap Mayang , dengan cepat Mayang mengiyakan,
“Aku akan pulang denganmu, tapi aku ke toilet dulu sebentar, ucap Mayang, Aldo pun mengiyakan , Mayang pun melangkah menjauh, Aldo memperhatikan punggung wanita itu,” untuk apa kau muncul lagi dihadapan Mayang, dengus Mery sambil menatap Aldo dengan wajah yang tidak ramah,
Aldo pun mengalihkan pandangannya,”Kau siapa, aku tidak mengenalmu jadi tolong tidak usah sok tau tentang kehidupanku, ujar Aldo menatap wanita di depannya dengan tajam,
“Aku siapa? Kalau bukan karena aku kau tak akan pernah melihat Mayang berdiri di hadapanmu lagi, dengus Mery menaikan sudut bibirnya,
“Apa maksudmu? Tanya Aldo penuh penekanan.
“Ku rasa sudah saatnya kau tau, ucap Mery sinis.
“Terlambat lima menit saja aku membawanya ke rumah sakit ia tidak akan bisa tertolong, karena sangat sedih dan hancur saat kau putuskan ia mencoba bunuh Diri dengan menelan setengan botol obat tidur, satu minggu ia
Aldo begitu tersentak mendengar penjelasan Mery, tubuhnya mundur beberapa langkah sambil menatap Mery untuk mencari kebohongan dari ucapan Mery, Kau tidak sedang berbohongkan? Dua tahun aku berhubungan dengan Mayang tapi aku tidak pernah melihatmu sekalipun.
“Aku teman satu asrama Mayang, aku pindah kesana satu minggu sebelum kau memutuskannya.”
“Karena itu aku memintah kau jangan menemui Mayang lagi karena aku tak ingin ia terluka lagi, biarkan ia hidup damai dengan kenanganmu yang dia susun rapat dalam hatinya ucap Mery pelan, dengan cepat Mery menghapus
air matanya begitu melihat Mayang menghampirinya,
“Mer, aku tinggal dulu ya, sampai jumpai lagi, ucap Mayang sambil memeluk Mery,, Mery pun mengiyakan,
“Ayo Al, ajak Mayang, Aldo pun mengangguka kepalanya, ia kembali menatap Mery sebelum melangkah pergi.
****
Berdua saja dengan mobil tentu saja menimbulakan kecanggungan diantara mereka, apalagi mereka dulu ada pasangan keksaih, Aldo sesekali melirik pada Mayang yang menatap keluar jendela mobil, perkataan Merytadi masih terngiang ditelinagnya, “ maafkan aku May, aku tidak meyangkah kau akan terluka begitu dalam, sungguh aku tak bermaksud membuatmu seperti itu, guman Aldo sambil meghela napas Panjang,
__ADS_1
“Kau tinggal dimana May? Tanya Aldo
“Aku tinggal di apartement X, sahut Mayang sambil mengalihkan pandangannya pada Aldo.
“Benarkah, aku juga tinggal disana, sahut Aldo sambil menatap Mayang tak percaya,
“Sungguh kebetulan sekali, sahut Mayang sambil tersenyum sehingga lesung pipinya jelas terlihat,”tapi bukannkah kau tinggal dengan Aditya, tanya Mayang masih menatap Aldo,
“Dulu, tapi sudah satu tahun ini aku tinggal di Apartemen, sahut Aldo tanpa mengalihkan pandangannya.” Kau sejak kapan tinggal disana ? Aldo balik bertanya sambil melirik sekilas.
“Baru, tiga hari yang lalu aku pindah, jarak kantor ke rumah terlalu jauh karena itu aku memutuskan untuk pindah, jelas Mayang..
****
Begitu sampai Aldo segera memarkirkan mobilnya Mereka pun segera turun dan berjalan beriringan menuju lift, Oh ya, kau tinggal dilantai berapa, Aldo bertanya begitu mereka didalam lift,
“Lantai tujuh, sahut Mayang ,Aldo langsung tersenyum mendengar jawaban Mayang dan segera menekan tombol lantai tujuh, “Kau tinggal di lantai berapa? Mayang balik bertanya. “sepertinya kita satu lantai.
Mayang pun tertawa mendengar jawaban Aldo, “sungguh ini sangat lucu kenapa bisa kebetulan seperti ini. Aldo pun ikut tertawa sambil memperhatikan wajah Mayang, baru kali ini ia melihat Mayang tertawa sejak pertemuan pertama mereka, “Inilah dirimu sebenarnya Mayang, berapa banyak luka yang kau simpan sampai mengubah dirimu, guman Aldo dalam hati. Tak berapa lama Lift pun berhenti, mereka segera keluar, Aldo mengantar Mayang sampai ke pintu Apertemnnya yang ternyata hanya berjarak beberapa kamar dari tempat Aldo.
.
.
..
.
.
Bersambung
Hai Readers,
__ADS_1
kita lanjut lagi, semoga readers semua menyukainya jangan lupa like dan komen ya.