Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Eksra Part 13 End


__ADS_3

Sepuluh bulan kemudian,


Arjuna tampak sedang bermain dengan Frans dan Lana disalah satu sudut ruangan  yang agak sepi dari tamu undangan yang hadir, kedua orang tua Arjuna sedang sibuk dengan para undangan yang hadir karena sebagian besar tamu yang hadir adalah rekan bisnisnya, bocah yang hamprr berumur satu setenga tahun itu, tak perna diam ia menjangkau apa saja yang dapat diraihnya, dan akhirnya Frans membawa Arjuna dalam pelukannya,


“Sayang kau tak pengen yang kayak begini , ucap Frans pada Lana yang tengah menyuapi Arjuna.”kayaknya aku sudah cocok untuk menggendong seorang anak.” Dan tentu saja ucapan Frans mendapat pelototan dari Lana,” kita


kan sudah berjanji, kalau menikah setelah aku selesai kuliah.”


“Terlalu lama sayang, kita buat  janji baru lagi, aku sudah siap lahir dan bathin untuk jadi suamimu, ucap Frans sambil terkekeh, dan tawa itu hanya sebentar beruba jadi teriakan kesakitan setelah dihadiahi cubitan di pinggangnya oleh Lana.


“Kayaknya aku harus bersabar lagi," ucap Frans sambil menatap Dila dan Aldo yang terlihat begitu mempesona malam ini.


*****


Malam ini adalah resepsi pernikahan Aldo dan Dila, kedua sejoli itu terlihat sangat serasi dengan balutan baju pengantin yang mereka kenakan, senyum tak henti terukir diwajah keduanya, setelah melewati  banyak hal akhirnya Tuhan menyampaikan cinta mereka kejenjang pernikahan.


Aldo mengengam erat tanagn Dila dan beberapa kali mengecupnay lembut yang membuat wajah Dila berkali - kali merona,”Sayang, malu dilihati oleh para undangan," bisik Dila .


“Istriku kau sangat cantik malam ini, aku sudah tak sabar ingin membawamu kabur dari sini.., goda Aldo juga berbisik yang membuat wajah Dila kembali merona, ia menatap lekat pria disampingnya, lelaki yang sekarang sudah menjadi suaminya.


“Tahanlah dulu…! tunggu kami pulang...! "seru Rendi yang membuat keduanya menolehkan wajahnya, keduanya langsung tersenyum melihat para sahabatnya sudah berdiri didepannya, mereka pun pun mengucapkan selamat bergantian sambiil tak henti menggoda kedua penganti itu,


“Setelah ini, kita akan menghadiri pernikahan Ryan dan Mayang, seru Hana sambil melirik kedua sahabatnya itu.


“Benarkah, kapan kalian menyusul? Tanya Nena penasaran.


“Secepatnya, aku juga tidak mau kalah sama Dila dan Aldo, sahut Ryan tersenyum lebar sehingga membuat yang ada disana tertawa.


Arjuan mulai rewal dalam gendongan Frans, Lana mencoba untuk mencoba untuk mengambil alih, tapi Arjuna masih tetap bertingkah "sayang sepertinya Juna sudah mengantuk, ayo kita cari kakakmu," ucap Frans kembali


mengambil Arjuna dalam gendiongan Lana, keduanya pun mencoba mencari Hana dan Aditya dalam kerumunan tamu , dan sungguh  beruntung  tak butuh waktu lama mereka menemukan Hana sedang berkumpul dengan sahabatnya,


“Mommynya  Juna, ini anaknya sudah mengantuk, seru Frans begitu berada  di dekat Hana berdiri, seketika semuanya menoleh pada Frans. " anak tampan Mommy sudah mengantuk , imbuh  Hana sambil meraih Arjuna dalam gendongan Frans , tapi begitu dalam pelukan Hana ia menolak dan menangis memanggil  Daddynya, Aditya pun segera mengambil Arjuna dari istrinya, lalu mengusap lembut punggung Arjuna dan Arjuna menyandarkan pipinya pada bahu Daddynya.


“Kayakkanya kita satu profesi kalau sudah malam hari, putriku juga akan tertidur kalau aku yang menidurkannya, bisik Rendi yang membuat keduanya terkekeh.

__ADS_1


Aditya dan Hana pun mohon pami pada sahabatnyat, kerana Arjuna sudah mengantuk dan mulai tertidur dalam gendongan, tapi suara bising membuatnya tidak nyaman, mereka pun menuju kamar Hotel yang telah mereka booking untuk malam ini. Setelah menidurkan Arjuna mereka Kembali ke acara resepsi Aldo dan Dila sementara Arjuna di titipkan pada  pengasuhnya


Hana menatap menatap sahabatnya itu yang sedang bersalam dengan para undangan, “sayang, akhirnya cinta mereka disatukan dalam ikatan pernikahan, sungguh aku tidak menduga sahabatku akan menikah dengan sahabatmu juga, ucap Hana sambil menyandarkan kepalanya di lengan suaminya. .Aditya pun mengikuti pandangan istrinya,dan  tiba-tiba perasaan itu muncul lagi setiap ia menghadiri pernikahan,


“Maafkan aku....”


Hana pun menatap suaminya heran, maaf...?  untuk apa sayang?


“Setiap wanita pasti memiliki  resepsi pernikahannya impiannya, maafkan aku tak bisa memberikan itu padamu, seandainya waktu bisa diputar kembali, aku…


Hana membekap mulut suaminya dengan telapak tangannya dan menaatap mata suaminya bergantian ,” jangan berkata seperti itu lagi, sedikit pun aku tidak menyesal walaupun kau tidak memberiku sebuah resepsi yang megah,


aku sudah bahagia bisa menjadi istrimu Mas, rasa cintaku tidak akan berkurang walaupun tanpa resepsi pernikahan kita."


Aditya menatap haru istrinya itu, ia meraih tangan Hana dan mengecupnya dengan lembut,”terima kasih sayang, aku sangat mencitaimu.


****


Detak jantung Dila semakin berdebar  begitu dekat dengan kamar pengantin  yang mereka tepati untuk menghabiskan malam pertama mereka , Aldo hanya tersenyum memandangi istrinya, ia merasakan telapak tangan Dila yang terasa membeku, mereka segera masuk ke kamar setelah pelayan Hotel membukakah pintu kamar mereka, dengan langkah sedikir canggung Dila melangkah masuk, sementara Aldo terlihat mengobrol dengan pelayan itu, tak lama ia pun menyusul Dila masuk, ia pun berjalan mendekat pada Dila yang terlihat bingung dan canggung ia pun memeluk tubuh Dila dari belakang yang membuat Dila tergelonjak kaget.


“Aaakuu, Dila merasa sangat gugup, ia pun tak tahu kenapa, pada hal ia sudah sering berduaan seperti ini dengan Aldo, tapi setelah menyandang status sebagai istri Aldo  mebuatnya canggung, dan apalagi membayangkan apa yang akan dilakukan oleh pengantin baru pada malam pertamanya mebuatnya semakin berkeringat dingin.


Aldo membalikkan tubuh istrinya sehingga mereka saling berhadapan ia pun mengangkat dagu Dila agar dapat melihat wajah itu dengan jelas,"kau takut....? Tanya Aldo sambil menatap mata itu bergantian, namun dengan


cepat Dila menggelengkan kepalanya,”tapi kenapa kau berkeringat seperti ini, padahal  Acnya disini sangat dingin.


“Jangan cemas.. aku tidak akan memaksamu, aku akan menunggu sampai kau siap melakukannya, sekarang


kita mandi dulu, ayo aku bantu melepaskan gaunmu, tawar Aldo, DIla  pun mengiyakan, Aldo pun menarik  resleting gaun pengantin yang dikenakan Dila,  Dila pun segera beranjak ke kamar mandi, sedangkan Aldo hanya memandang punggung istrinya itu sambil tersenyum, setelah Dila selesai mandi Aldo pun bergantian untuk mandi.


Aldo pun segera membaringkan tubuhnya disamping istrinya, Dila pun segera mengalihkan wajahnya menatap suaminya itu, perlahan Aldo pun mendekatkan tubuhnya dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya, tubuh


Dila langsung menegang seakan tersengat aliran listrik, Aldo pun memberikan kecupan di keningnya,”Tidurlah kau terlihat capek, bisik Aldo pelan, ia pun menggigit telinga istrinya bermaksut menggoda istrinya itu, sehingga membuat Dila terpekik, membuat Aldo terkekeh.


Aldo memutar tubuh istrinya sehingga posisi mereka berhadapan, namun Dila tak berani menatap wajah suaminya itu,”Sayang.... apakah aku terlihat menyeramakan sehingga kau tidak mau  menatapku?

__ADS_1


“Bukan,” dengan cepat Dila menggelengkan kepalanya, “aaakkuu, aku hanya malu saja.” Aldo Kembali terkekeh mendengar jawaban istrinya,” Kenapa kau tertawa, apakah kau tidak malu? Tanya Dila sambil menatap wajah suaminya yang begitu dekat dengan wajahnya,


“Malu…untuk apa aku malu pada istriku sendiri, begini saja kau sudah malu, apalagi…Aldo tidak  melanjutkan ucapannya tapi Dila yang sudah paham akan maksud perkataan Aldo sehingga membuat wajahnya terasa panas karena malu, Aldo mengusap lembut pipi istrinya yang merona itu, lalu tatapan itu berhenti pada bibir istrinya, dengal lembut Aldo mengusap bibir itu dengan ibu jarinya,  tubuh Dila Kembali menegang sambil memejamkan matanya, perlahan Aldo mendekat bibirnya dan memberikan kecupan disana dengan lembut,


“Tidurlah..., perintah Aldo setelah melepaskan ciumannya, perlahan Dila membuka matanya ia mengusap bibirnya pelan, ia menatap suaminya yang juga sedang menatapnya, entah timbul keberanian darimana sehingga Dila pertanyaan Dila mmebuat mata Aldo membulat sempurna seakan sedang mendapatkan angin surga,


“Apakah kau sangat mengingingkannya? Tanya Dila gugup.


“Aku tidak akan memkasamu, aku akan menunggu sampai kau bersedia melakukannya, ucap Aldo sambil mengusap puncak kepala Dila lembut, kalau jujur Aldo sebenarnya susah payah untuk mengendalikan dirinya,


“Kau….kau… boleh melakukannya sekarang kalau sangat ingin melakuaknnya.” ucap  Dila sambil terbata – batah, mendengar ucapan istrinya seketika Aldo langsung menyerang istrinya itu, tentu saja ia sangat mengingingkannya, sangat….!


.


.


.


.


.


.


Terima kasih tidak berhingga kepada readers semua yang sudah membaca novel Istri Pilihan Mama,  hinggga akhirnya saya bisa menyelesaikan novel ini. Ini novel pertama saya, ini diluar ekspetasi saya yang mendapat


sambutan luar biasa dari readers  semua. Walaupun ini masih jauh dari kesempurnaan.


Terima kasih  buat   yang sudah like, komen , dan vote novel Istri Pilihan Mama,  karena dukungan readers ini yang


membuat saya semangat untuk menulis. Satu jempol yang readers  berikan sungguh dukungan yang sangat luar biasa bagik saya sebagai penulis.


Saya akan terus mencoba berkarya dengan novel-novel saya yang lainnya, mohon selalu dukungannya ya….🙏


Baca juga novel keduaku judulnya Arabella Secret saya berharap kalian semua juga menyukainya.

__ADS_1


Salam cinta dari Penulis❤


__ADS_2