Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 77 Pernikahan Sahabat


__ADS_3

Satu bulan kemudian, 


Nena terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya


putih, walaupun wajahnya sedikit gugup karena sebentar lagi ia akan berganti


status menjadi istrinya Rendi, Nena langsung tersenyum senang melihat


kedatangan Hana dan Dila,


“Ciee yang sebentar lagi ganti status, goda Hana


tersenyum.


“Hana, aku senang sekali kamu datang, aku gugup dan


deg-degan nih, ucap nena memegang dadanya.


“Wajarlah Nena, ini hal sacral yang akan kita lakukan


sekali seumur hidup, tapi kamu tenang aja Rendi pasti lancar kok ijab kabulnya,


berdoa aja ya, sahut Hana memegang lengan Nena, “Sekarang ayo keluar Rendi


pasti sudah tidak sabar ingin melihat pengantennya, lanjut Hana.


Tak berapa lama pengiring pengantin wanita datang ,


Nena melangkah dengan begitu anggun menuju tempat pengucapan akat nikahnya,


semua mata tertuju kepada pengantin wanita yang terlihat begitu sangat cantik,


Rendi begitu terpesona melihat Nena, rasa malu menyelimuti Nena membuat ia


tidak berani mengangkat kepalanya, gemuruh di dadanya semakin kencang berdegup.


Sementara Hana yang sudah duduk kembali di samping


suaminya berbisik ke telinga Aditya,


“jadi teringat waktu kita nikah dulu sayang, aku


begitu deg-degan bukan karena gugup tapi takut sama kamu, bisik Hana sambal


terkekeh. Aditya melirik istrinya itu lalu menggenggam erat tangan istrinya


Kalau seandainya waktu bisa di putar, aku


akan mengulang kembali waktu itu sayang,


Acara yang dinanti-nanti pun tiba , semua undangan


hening ketika rendi mengucapkan ijab Kabul,


Saya terima nikah dan kawinnya  Nena Amalia Wijaya dengan Mas kawin tersebut


tunai!


“Bagaimana saksi?


Sah!


******


Hana sedang sibuk berdanda , semenjak selesai sholat


magrib ia sudah bersolek di depan cermin, Aditya hanya mengamati istrinya sambil


memakai jasnya, kemudian memeluk tubuh istrinya dari belakang,


“Sayang jangan berdandan terlalu cantik aku tidak


ingin ada pria lain yang menikmati kecantikan istriku, sahut Aditya. Hana


terkekeh mendengar ucapan suaminya, ia pun membalikkan tubuhnya, dan melingkarkan


tangannya di leher suaminya sambil tersenyum, perut buncit Hana memberi jarak


dirinya dengan Aditya,


“Aku berdandan cantik biar tidak dipandang sebelah


mata sama tamu di sana, masa suaminya tampan begini, istrinya jelek, aku tidak


mau ada wanita nanti mengoda suamiku, sahut Hana . Aditya terkekeh mendengar


ucapan isrtinya lalu mengusap lembut perut istrinya,


“Tidak ada wanita yang mampu membuatku berpaling


darimu sayang, ucap Aditya mengecup bibir Hana sekilas.


“Ayo kita berangkat sayang nanti kita terlambat, ajak


Aditya , Hana pun mengiyakan Aditya mengandeng tangan istrinya keluar dari


kamar.


****


Mereka tiba di Gedung dan terlihat sudah banyak tamu


yang datang, Hana melinggarkan tangannya di lengan suamianya, mereka pun


melangkah masuk, baru beberapa langkah mereka berjalan tiba-tiba ada yang


memanggil mereka, Aditya dan Hana   memalingkan wajahnya, pasanagn itu segera mengahampiri mereka ,


“Hana kamu cantuk sekali, seru Dila memeluk Hana.


“Kamu juga sangat cantik, sahut Hana,” apakah kalian


sudah lama menunggu?

__ADS_1


“Belum, kita tinggal menunggu Frans, imbuh Dila.


Sambil menunggu mereka mengobrol dan tak lama orang yang mereka tunggu pun


datang, Mata Hana membulat sempurna begitu melihat pasangan Frans,


“Kamu rayu pakai apa adikku sampai mau pergi dengan


mu, sungut Hana sambal menatap tajam pasangan yang ada di depannya.”Lana kamu


baik-baik saja sayang, sahut Hana sambal memperhatikan adiknya itu.


“Kakak ipar ini ngomong apa sih, adikmu masih utuh dan


tersegel, aku menunggu halal dulu baru membuka segelnya ucap Frans cenggesan.


Sedangkan Hana melototkan matanya,


“Sayang biarkan saja mereka sudah dewasa, imbuh


Aditya.


“Kalau dia macam-macam tinggal potong aja asetnya,


sahut Dila,


“Kalian pacaran? Tanya Hana penasaran, Frans hanya


menyengir sambal menunjukan gigi putih rapinya,


“Kak Frans selalu mendesakku, hampir tiap hari dia


nyamperin aku ke kampus, ya udah akhirnya aku terima aja, sahut Lana polos.


“Sudahlah ayo kita masuk, nanti acaranya keburuh


mulai, ajak Aditya, ia pun menggandeng tangan istrinya.


****


Mereka sampai di dalam ketika acara pesta hampir di


mulai, Nena terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantinnya dan  Rendi terlihat sangat tampan dengan tuxedo


warna putih serasi dengan gaun Nena, senyum kebahagian tidak lepas dari bibir


kedunya, kedua pengantin begitu menikmati setiap rangkaian acara pesta.


Aditya melirik istrinya yang berdiri di sampingnya


yang terlihat begitu menikmati acara,


“Sayang kita belum melakukan resepsi pernikahan,


apakah kamu juga ingin kita melakukannya, tanya Aditya.


Hana melirik suaminya dengan tatapan heran,


ada pengantin berperut buncit seperti ini, sahut Hana terkekeh.


“Kita bisa melakukannya setelah kamu melahirkan, ujar


Aditya.


Hana menatap suaminya itu intens,”sayang aku tidak


perlu resepsi atau apapun itu, aku sudah Bahagia dapat menikah denganmu.


Percakapan mereka terhenti begitu Frans dan Lana menghampiri mereka,Tak lama


Aldo dan Dila pun datang menghampiri, ketika mereka asyik mengobrol Rendi dan


Nena menghampiri,


“Wuiih pengantin baru , anget nih, sapa Frans. Semua


tertawa mendengar ucapan Frans,


Hana memeluk Nena begitu pun dengan Dila,


“Nena kamu terlihat sangat cantik, seru Hana girang.


“Kalian berdua juga sangat cantik malam ini, imbuh Nena tersenyum.


Mereka bergantian mengucapkan selamat kepada Rendi dan


Nena,Mereka mengobral terlihat begitu senang, beberapa kali terdengar tawa


mereka dari selah obrolannya, mereka tak henti menggoda penganti baru itu,


“Semoga setelah ini Aldo dan Dila menyusul, seru Rendi,


Keduanya hanya tersenyum mendengar ucapan rendi.


“Nanti malam langsung setoran ya biar bisa cepat


menyusul kita, goda Aditya sambal memegang perut buncit istrinya, Rendi


langsung tertawa mendengar perkataan, sedangkan Nena tersenyum malu mendengar


perkataan Aditya.


“Sayang aku capek nih berdirinya dan juga lapar, ujar


Hana pada Aditya,


“Iya kasihan bumilnya dari tadi berdiri terus ,


sebaiknya kita acari meja sekalian makan, ajak Rendi. Mereka pun mencoba


mencari tempat untuk duduk diantara kerumuman tamu yang begitu ramai, mereka


segera mendudukan tubuhnya begitu menemukan bangku, Rendi dan nena pun pamit

__ADS_1


untuk menyapa tamu lain, sedangkan mereka segera menikmati menu yang telah di


siapkan oleh penyelenggara pesta.


****


Nena masih mematung diam di kamar mandi sudah lebih


lima belas menit ia berdiam diri setelah mandi dan berganti pakaian, sampai


tergengar teriakan Rendi dari luar,


“Sayang, kenapa lama, aku juga mau mandi nih ,seru


Rendi.


“Iya, sebentar, jawab Nena, akhirnya dengan mengumpulkan


keberaniannya Nena membuka pintu kamar mandi, Rendi memandang istrinya itu yang


keluar dengan menundukkan kepalanya, melihat istrinya yang malu, Rendi semakin


tertarik untuk menggodanya,


“Aduh istriku begitu wangi, dan terlihat begitu


seksi, kamu sengaja ya ingin menggodaku, kamu sudah tak dabar ingin


melakukannya ya, goda Rendi sambil berjalan kea rah Nena.


Mendengar ucapan Rendi membuat Nena panas dingin,


Rendi semakin tersenyum usil meliahat wajah istrinya yang sudah merona karena


malu,


“Tunggulah sebentar sayang aku mandi dulu, ujar Rendi


sambil melangkah ke kamar mandi.


Melihat Rendi sudah masuk ke kamar mandi Nena langsung


naik ke ranjang dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, ia sangat


deg-degan dan malu, apalagi tak lama ia mendengar pintu kamar mandi terbuka, ia


semakin megeratkan selimutnya,


Perlahan ia meraskan seseorang yang sedang naik ke


ranjang, dan menarik selimutnya, dan ia melihat Rendi yang bertelanjang dada


berada di depannya dengan posisi yang sangat dekat,


“Kenapa bersembunyi, ucap Rendi mengusap bibir Nena


dengan ibu jarinya. Nena hanya menggelengkan kepalanya, membuat Rendi tersenyum


melihat tingkah istrinya itu,


“Apakah kamu malu? Tnya Rendi, Nena kembali


menganggukan kepalanya, “kenapa harus malu, kita kan sudah menikah .


“Aku merasa aneh sekamar dengan lelaki, sahut Nena


pelan, yang membuat Rendi terkekeh mendengarnya,


“Mulai sekarang kita bukan hanya berbagi kamar sayang


kita juga akan berbagi ranjang, dan berbagi yang lainnya, ucap Rendi, yang


kembali membuat wajah Nena kembali memanas,


“Aku akan mengajari kamu biar tidak malu lagi sayang,


ujar Rendi mulai menghimpit tubuh Nena, “ Ini adalah hal yang pertama bagi


kita, kecuali bibir ini aku sudah pernah mencobanya sekali, ucap Rendi mengusap


bibir Nena lembut,


“Dan ini untuk kedua kalinya, ucap Rendi, ia langsung


melumat bibir Nena lembut.


Bukan hanya bibir, malam itu Rendi menikmati setiap


inci tubuh Nena, membuat mereka merasakan kenikmatan yang belum perna mereka


rasakan, teriak kesakitan Nena saat Rendi mulai memasuki tubuhnya, bertanda ia


telah menyerahkan dirinya seutuhnya kepada suaminya. teriak  kesakitan itu pun berganti dengan desahan dan


erengan keduanya saat mereka mengejar puncak kenikmatannya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


 


 

__ADS_1


__ADS_2