Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 55 Terbongkar


__ADS_3

Dila melangkah masuk sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar restoran, dan ketika ia memandang ke pintu masuk ia melihat Aditya masuk bersama Aldo dan satu orang pria yang tidak di kenali oleh Dila, Dila pun segera menghampiri Aditya.


"Mas Adit,


Aditya segera mengedarkan pandangannya pada suara yang memanggilnya,


" Dila, mana Hana? tanya Aditya begitu Dila berdiri di depannya.


"Hana sedang ke toilet, perutnya mual habis naik mobil, jelas Dila.


" Baiklah kalian duluan, aku akan menemui Hana dulu, ucap Aditya memutar tubuhnya menuju toilet,


"Aku juga mau ke pantry dulu, seru Rendi mengikuti langkah Aditya.


Tinggallah Aldo dan Dila yang masih diam berdiri menatap kepergian Aditya dan Aldo, kemudian Aldo pun melangkah ke ruang makan mencari meja yang nyaman untuk mereka, sedangkan Dila hanya mengikuti Aldo dari belakang sambil menatap punggung Aldo,


Aldo segera mendudukkan tubuhnya begitu menemukan meja yang pas menurutnya, Dila pun mendudukkan tubuhnya di kursi di sisi lain meja sehingga memberi jarak yang sedikit jauh, tapi tidak begitu jauh karena mereka Masih satu meja.


Keduanya hanya diam, Aldo sibuk dengan ponselnya, sedangkan Dila hanya memperhatikan sekelilingnya dan sesekali mencuri pandang pada Aldo,


Kenapa ada manusia sepertinya, sombong sekali.


"Kenapa menatap ku, seru Aldo dengan ekspresi datarnya.


" Siapa yang menatapmu, green lagian Ini juga mata ku terserah aku mau lihat apa, seru Dila tak kalah ketus.


Berani juga nih cewek!


"Lihat yang lain asal jangan diriku, atau aku akan menuntut mu karena mengganggu ketenangan ku, lanjut Aldo tanpa merubah ekspresinya sedikit pun.


Apa!! menatapnya saja akan menuntut ku, ternyata beruang kutub ini juga sakit jiwa!


Dila Segera memutar tubuhnya sehingga memunggungi Aldo, Aldo menatap wanita di depannya sekilas kemudian kembali sibuk dengan ponselnya.


Sementara Hana yang sudah memuntahkan perutnya segera keluar dari toilet setelah membersihkan dirinya, baru saja Hana keluar dari pintu sebuah tangan mencekal lengannya kuat dan menariknya paksa, Hana yang tubuhnya masih lemas tidak berdaya untuk melawan sedikit pun, setelah tiba di tempat yang sepi ia menghempaskan tangan Hana kuat membuat tubuhnya terdorong, untuk saja Hana masih bisa mengimbangi tubuhnya sehingga ia tidak terjatuh.


Sementara Aditya yang hampir sampai di toilet, samar melihat tubuh istrinya di tarik oleh seseorang dengan cepat Aditya mengejarnya,


"Hai jalang! ngapain lagi kamu ke sini mau mengganggu chef Rendi lagi.


Belum sempat Hana membuka mulutnya, ia mendengar suara suaminya berteriak,


" Aku akan memotong tanganmu karena sudah berani berbuat kasar pada istriku, seru Aditya penuh amarah melihat istrinya hampir saja terjatuh dan juga di teriaki jalang.


"Dan aku juga akan memotong lidahmu karena sudah berani mengatai istriku!

__ADS_1


Aditya segera memeriksa keadaan istrinya dan memeluk istrinya erat,


" Kamu tidak apa-apa sayang.


Hana Hanya menjawab dengan gelengan kepalanya, sambil mempererat pelukannya.


Wanita yang memaksa Hana itu itu nampak menggigil ketakutan, begitu melihat Aditya sedang memeluk Hana, ia segera kabur dari sana.


"Eee mau kemana kau!, teriak Aditya.


" Sudahlah Mas, biarkan saja.


"Kamu mengenalinya sayang?, tanya Aditya sambil melepaskan rangkulannya.


" Iya, dia menyukaimu chef Rendi, namanya Nia, dia memang dari dulu selalu sinis padaku karena ia mengatakan aku menggoda chef Rendi, jelas Hana.


"Baiklah sayang, ayo kita pergi dari sini, ajak Aditya sambil menggenggam tangan istrinya.


Baru berjalan beberapa langkah mereka berjalan, Tiba-tiba seorang wanita memanggil Hana, Hana pun menolehkan pandangannya ke arah suara yang memanggilnya,


" Hai Nena, apa kabar! keduanya saling berpelukan.


"Kamu kemana aja, kabur tanpa memberi tahu ku, sungut Nena.


Aditya memperhatikan wanita yang sedang memeluk istrinya, penampilannya terlihat agak aneh dengan poni dan rambutnya yang sebahu terlihat kaku, ia juga memakai kacamata besar yang hampir menutup separuh wajahnya. Ia merasa pernah melihat gadis itu sebelumnya. Dan di saat bersamaan wanita itu juga memperhatikan Aditya,


Aditya dan Hana hanya saling pandang tidak paham apa yang sedang di bicarakan oleh wanita yang di depannya,


" Nen, dia itu suamiku,


"Apa!! teriak Nena kaget, begitu dengan Aditya dan Hana tidak kalah terkejut.


" Cuma gara-gara ia mengotori jas mahal anda ia harus menghabiskan sisa hidupnya dengan pria kejam seperti anda, lanjut Nena dengan tatapan seperti ingin menelan Aditya hidup-hidup.


"Sayang, apakah temanmu ini kesambet atau salah makan sesuatu, tanya Aditya merangkul pinggang istrinya menatap Istrinya dan wanita di depannya bergantian.


" Sayang?? Nena menatap melongoh.


****


Semua mata menatap Nena tajam ketika mereka semuanya berkumpul di ruangan Rendi, Nena tepat duduk didepan Rendi, Dila dan Aldo duduk di belakang Rendi, sedangkan di sebelah kanannya duduk Hana yang menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, sedangkan Aditya mengusap pelan kepala istrinya tanpa mengalihkan pandangannya dari Nena,


Nena menarik napas panjang sebelum memulai bicaranya,


"Sebelumnya aku ingin minta maaf padamu Hana dan juga suamimu, aku berbicara seperti iu karena punya alasan. Nena menghentikan bicaranya sebentar,

__ADS_1


" Sehari sebelum kamu berhenti bekerja di sini, kamu tidak sengaja menumpahkan sup ke jas Aditya, sehingga membuat ia begitu marah padamu, ia memaki-maki mu dan memarahi mu seperti ingin menelanmu Hana, aku masih sangat kesal ketika mengingatnya, setelah itu kamu menghilang seperti di telan bumi, jadi aku begitu terkejut melihat engkau bersamanya tadi.


"Dan maaf waktu itu aku tidak bisa membantu mu karena aku...


Nena kembali menghentikan bicaranya,


" Baiklah aku juga sudah lelah untuk terus berbohong, tunggulah sebentar aku ke kamar mandi dulu sebentar,


Nena melangkah ke kamar mandi, semua yang ada di ruangan tidak ada yang bersuara semuanya hanya menatap punggung Nena yang menghilang di kamar mandi, tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka, semua menatap terkejut.


Di depan pintu kamar mandi berdiri seorang wanita dengan rambut Panjang sepinggang dengan warna tembaga, matanya berwarna coklat muda terang dengan hidung mancung dengan bibir yang mungil, cantik itu penilaian secara keseluruhan.


Ia melangkah kembali duduk di sofa, dan akhirnya kesunyian ini di pecahkan oleh suara Hana,


"Nena? kau kah itu!


Nena hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap Rendi tajam. Semua di ruangan itu sangat bingung dengan apa yang terjadi, tadi Nena memaki Aditya dan sekarang ia sudah bermetamorfosis menjadi gadis yang sangat cantik.


" Apa maksud mu sebenarnya, tanya Rendi menautkan alis matanya tajam.


"Kamu ingin tau maksud ku? dengus Nena kasar.


" Menolak mentah-mentah perjodohan kita tanpa ingin bertemu dengan ku sekali saja sungguh sangat melukai harga diriku, aku penasaran dengan pria sombong itu, karena itu aku berusaha mencari tahu dengan bekerja part-time di restorannya, ucap Nena menatap Rendi tajam.


Rendi sangat terkejut mendengar perkataan Nena tapi berusaha untuk tetap tenang dengan ekspresi dinginnya.


"Sebulan bekerja di sini aku baru tau kalau ia telah jatuh cinta pada seorang karyawannya, karena saat wanita itu ulang tahun ia membelikannya sebuah ponsel dengan harga yang cukup Fantastik, tidak mungkin ia membelikan kado itu kalau kamu tidak menyukainya.


Hana yang sedari tadi diam berteriak kaget, karena wanita yang di maksud Nena adalah dirinya,


"Nena, Rendi apa maksudnya ini, kamu.., Hana menatap Rendi


" Rendi menyukaimu Hana, ucap Nena.


Wajah Hana langsung memucat, ia menatap suaminya dan tidak ada ekspresi keterkejutan sedikitpun dari suaminya, mendadak perut Hana mual ia segera berlari ke kamar mandi, Aditya melihat istrinya sedang tidak baik-baik saja segera menyusul istrinya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2