Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 79 Penculikan


__ADS_3

Sesekali Hana melirik jam tanganya, Hana memainkan ponselnya


untuk mengurangi kebosanannya, Diruangan itu hanya tinggal Hana sendiri karena


Dila sudah pulang duluan karena ia ada janji dengan mamanya,Hana bernapas lega


ketika pintu ruangan itu terbuka dan Frans masuk, melihat Hana yang masih


disana Frans merasa heran lalu duduk di samping Hana yang sudah menatapnya


dengan begitu tajam semenjak ia masuk,


“Kenapa belum pulang?”, tanya Frans melirik Hana di


sampingnya.


“Aku sengaja menunggu mu, sahut Hana menatap balik Frans,


“Ada apa kakak ipar? Tanya Frans tersenyum .


“Tentang kamu dan Lana, aku tidak suka kalau kamu hanya


mempermainkan Lana seperti kekasih-kekasihmu sebelumnya, ucap Hana penuh


keseriusan.


Frans menarik napas Panjang ,lalu menyandarkan tubuhnya pada


dinding sofa,”aku harap sekali ini kamu mempercayaiku, sungguh sedikit pun aku


tidak ada niat untuk bermain dengan Lana aku benar-benar menyukainya,


percayalah Han, mana mungkin aku berani memepermainkan perasaan adik sahabatku


sendiri, jelas Frans serius. Hana hanya diam sambil menatap Frans,


“Aku akan buktikan kalau aku tidak bermain dengan ucapanku,


tambah Frans,” percayalah aku sangat mencintai Lana , beri aku kesempatan untuk


membuktikannya, lanjut Frans dengan tatapan penuh pemohonan.


“Baiklah, buktikan kepadaku Frans tak ada wanita lain selain


Lana di hatimu, kalau sampai kau mengingkarinya, aku tidak akan pernah


memaafkanmu, ucap Hana penuh keseriusan.


“Terima kasih Han, ucap Frans tersenyum senang, Hana pun


membalas senyum Frans sambil menganggukan kepalanya.


Hana pun segera pamit pada Frans, dengan langkah gontai Hana


menyusuri Lorong rumah sakit, seiring bertambah usia kandungannya Hana sangat


gampang capek, berjalan cukup lama membuat kakinya terasa pegal menopang


perutnya yang buncit, sampai di loby rumah sakit Hana meneruskan langkahnya


menuju halte bus , tiba-tiba Hana merasa sangat kangen untuk naik Bus, baru


saja ia sampai di depan gerbang rumah sakit sebuah mobil berhenti di depan


Hana, seorang pria berbadan tegap turun dari mobil itu,


“Maaf dokter apakah saya boleh bertanya , ucap pria itu


ramah,


“Iya, ada yang bisa saya ….


Belum sampai kalimat pria itu tiba-tiba dari belakang ada


seseorang yang membekap Hana dengan sapu tangan dari belakang , seketika Hana


lemas dan kehilangan kesadarannya, karena suasana yang cukup lengan memuluskan


tindakan dua pria itu dengan sikap mereka menuntun Hana masuk kedalam mobil dan


menyandarkan di kursi belakang.


*****


Aditya melirik jam tangannya sudah lewat satu jam dari


janjinya dengan Hana, ia kembali menghubungi ponsel Hana, tapi Hana tidak


mengangkat ponselnya, ia sudah berkali -kali menghubungi istrinya itu tapi

__ADS_1


tetap tak ada balasan dari Hana,  akhirnya Aditya memutuskan untuk menyusul Hana ke rumah sakit, mungkin


saja Hana sedang ada pekerjaan tambahan, Aditya memacu mobilnya dengan cepat,


tapi kondisi jalan yang macet membuatnya harus beberapa kali terjebak disana.


Begitu sampai di rumah sakit Aditya dengan cepat berlari


keruangan tempat biasa Hana biila sedang bertugas, tapi sayang ruangan itu


kosong, Aditya kembali menutup pintunya, ia kembali menghubungi istrinya itu


tapi ponsel Hana tidak aktif, itu membuat Aditya semakin cemas karena tidak


biasanya istrinya seperti ini, ia selalu menghubunginya jika akan berpergian.


Aditya kembali berjalan menuju parkiran tapi baru saja ia


melangkag ia melihat Frans yang sedang berjalan ke arahnya dengan cepat ia


menyusul Frans,


“ Ada apa Dit, sepertinya tergesa-gesa, sapa Frans.


“Aku mencari Hana, apakah ia masih bertugas, jawab Aditya.


“Tidak, Hana sudah pulang sekitar dua jam lalu, ucap Frans sambil


menautkan alis matanya.


“Kemana dia, aku sudah menunggunya di kantor karana ia


berjanji akan ke tempatku, sudah lebih satu jam aku menunggu dan dia tidak


datang, makanya aku menyusul ke sini , Sahut Aditya dengan wajh di selimuti


kekwatiran.


“Kamu sudah menghubunginya, tanya Frans mulai ikut kwatir.


“Sudah, aku sudah beberapa kali menghubungi ponselnya tapi


tidak diangakat dan sebentar ini aku hubungi ponselnya sudah tidak aktif, jelas


Aditya.


“Coba telpon ke rumah mana tau Hana sudah sampai di rumah,


“Halo, disini kediaman…


Belum selesai penbicaraan di sebrang Aditya langsung


memotongnya,


“Ini aku Adit bik, apakah istriku sudah kembali kerumah?


“Belum Tuan, Nona belum pulang.


Aditya segera memutuskan panggilannya begitu mendengar


jawaban dari salah satu pembantu di rumahnya. Tubuhnya mendadak lemas dengan


cepat Frans meraihnya dan mendudukan Aditya di bangku yang ada di sana,


“Kamu jangan panik dulu, aku akan menghubungi Lana,


jangan-jangan Hana lagi di tempat Lana, ujar Frans sambil mengambil poselnya


dari saku celannya,


“Halo kak Frans.


“Dek, apakah Hana ada di tempatmu?


“Tidak kak, ada apa?


Aditya cepat memegang tangan Frans sambil berkata’ jangan


diberi tahu dulu Lana dulu.


“Bukan apa-apa dek, ya udah nanti kakak hubungi lagi, mereka


pun segera mengakhiri panggilannya.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang Frans, tanya Aditya


mengusap wajahnya kasar.


“Coba hubungi Aldo suruh dia datang ke sini, sahut Frans.

__ADS_1


****


Setelah mendapat telpon dari Aditya,  Aldo  langsung meluncur ke rumah sakit, dengan langkah tergesa ia menuju lift,


didalam lift ia gelisah sambil mengusap – usap dagunga dengan ibu jarinya,


Aldo  merasa jalan lift begitu lambat,


begitu pintu lift terbuka Aldo langsung berlari menuju kamar dan masuk tanpa


mengetuk pintu, ia melihat Aditya mondar-mandir dengan wajah diliputi kecemasan


sedangkan Frans duduk di sofa dengan ekspresi tidak jauh berbeda,


“Apa yang terjadi Dit, tolong jelaskan kepadaku, seru Aldo


tanpa basa-basi. Aditya pun menceritakan semuanya kepada Aldo begitu pun dengan


Frans.


“Kalau begitu kita akan periksa cctv di loby dan gerbang


rumah sakit,seru Aldo cepat. Mereka dengan cepat menuju ruangan pemantau cctv,


Aditya langsung terduduk dengan lemas melihat rekaman cctv, ia menarik


rambutnya dengan kasar ke belakang,


“Sayang, kamu dimana, ucap Aditya dengan suara berat menahan


tangis..


“Aku akan menghubungi temanku untuk melacak ponsel Hana


untuk mengetahui keberadaanya,


Dit, aku juga akan menghubungi polisi bagiaimana ? Tanya


Aldo.


“Terserah kamu saja Al, aku ingin malam ini juga temukan


istriku, kerahkan semua orang terbaikmu Al, !


Aldo pun menganggukan kepalanya, ia pun segera menghubungi


seseorang dan berbicara dengan sangat serius.


****


Hana perlahan membuka matanya yang terasa sangat  berat, ia juga merasakan kepalanya sangat


pusing, ia tidak dapat melihat karena ruangan yang sangat gelap, Hana pun mencoba


mengerakan tangannya tapi tidak bisa ,hana sangat terkejut saat menyadari kalau


kedua tangannya terikat , Hana mencoba merontah untuk melepaskan ikatan


tanganya tapi tidak berhasil, tiba -tiba ia mendengar suara pintu terbuka dan


ruangan menjadi terang begitu lampu di nyalakan, Hana memejamkan matanya karena


pupilnya butuh penyesuai untuk menerima cahaya yang datang tiba-tiba, perlahan


ia kembali membuka matanya, mata Hana membulat dengan sempurna melihat siapa


yang berdiri di depannya.


.


.


.


.


.


Akhir-akhir ini up nya  very-very slowly hehee.😅😅😅


Terima kasih bagi yang masih setia menunggu ya.😍


Menulis itu butuh mood dan ketenangan agar ceritanya gak ngelantur kemana-mana😂😂


Akhir-akhir ini mood thor lagi kurang baik, ( Curhat )🤣🤣🤣


Sambil menunggu lapak thor ini up,


baca dulu deh lapak  thor yang baru judulnya Anara Secret🤗🤗🤗

__ADS_1


semoga readers semua juga menyukai lapak baru thor ini😘😘


__ADS_2