
Sesekali Hana melirik jam tanganya, Hana memainkan ponselnya
untuk mengurangi kebosanannya, Diruangan itu hanya tinggal Hana sendiri karena
Dila sudah pulang duluan karena ia ada janji dengan mamanya,Hana bernapas lega
ketika pintu ruangan itu terbuka dan Frans masuk, melihat Hana yang masih
disana Frans merasa heran lalu duduk di samping Hana yang sudah menatapnya
dengan begitu tajam semenjak ia masuk,
“Kenapa belum pulang?”, tanya Frans melirik Hana di
sampingnya.
“Aku sengaja menunggu mu, sahut Hana menatap balik Frans,
“Ada apa kakak ipar? Tanya Frans tersenyum .
“Tentang kamu dan Lana, aku tidak suka kalau kamu hanya
mempermainkan Lana seperti kekasih-kekasihmu sebelumnya, ucap Hana penuh
keseriusan.
Frans menarik napas Panjang ,lalu menyandarkan tubuhnya pada
dinding sofa,”aku harap sekali ini kamu mempercayaiku, sungguh sedikit pun aku
tidak ada niat untuk bermain dengan Lana aku benar-benar menyukainya,
percayalah Han, mana mungkin aku berani memepermainkan perasaan adik sahabatku
sendiri, jelas Frans serius. Hana hanya diam sambil menatap Frans,
“Aku akan buktikan kalau aku tidak bermain dengan ucapanku,
tambah Frans,” percayalah aku sangat mencintai Lana , beri aku kesempatan untuk
membuktikannya, lanjut Frans dengan tatapan penuh pemohonan.
“Baiklah, buktikan kepadaku Frans tak ada wanita lain selain
Lana di hatimu, kalau sampai kau mengingkarinya, aku tidak akan pernah
memaafkanmu, ucap Hana penuh keseriusan.
“Terima kasih Han, ucap Frans tersenyum senang, Hana pun
membalas senyum Frans sambil menganggukan kepalanya.
Hana pun segera pamit pada Frans, dengan langkah gontai Hana
menyusuri Lorong rumah sakit, seiring bertambah usia kandungannya Hana sangat
gampang capek, berjalan cukup lama membuat kakinya terasa pegal menopang
perutnya yang buncit, sampai di loby rumah sakit Hana meneruskan langkahnya
menuju halte bus , tiba-tiba Hana merasa sangat kangen untuk naik Bus, baru
saja ia sampai di depan gerbang rumah sakit sebuah mobil berhenti di depan
Hana, seorang pria berbadan tegap turun dari mobil itu,
“Maaf dokter apakah saya boleh bertanya , ucap pria itu
ramah,
“Iya, ada yang bisa saya ….
Belum sampai kalimat pria itu tiba-tiba dari belakang ada
seseorang yang membekap Hana dengan sapu tangan dari belakang , seketika Hana
lemas dan kehilangan kesadarannya, karena suasana yang cukup lengan memuluskan
tindakan dua pria itu dengan sikap mereka menuntun Hana masuk kedalam mobil dan
menyandarkan di kursi belakang.
*****
Aditya melirik jam tangannya sudah lewat satu jam dari
janjinya dengan Hana, ia kembali menghubungi ponsel Hana, tapi Hana tidak
mengangkat ponselnya, ia sudah berkali -kali menghubungi istrinya itu tapi
__ADS_1
tetap tak ada balasan dari Hana, akhirnya Aditya memutuskan untuk menyusul Hana ke rumah sakit, mungkin
saja Hana sedang ada pekerjaan tambahan, Aditya memacu mobilnya dengan cepat,
tapi kondisi jalan yang macet membuatnya harus beberapa kali terjebak disana.
Begitu sampai di rumah sakit Aditya dengan cepat berlari
keruangan tempat biasa Hana biila sedang bertugas, tapi sayang ruangan itu
kosong, Aditya kembali menutup pintunya, ia kembali menghubungi istrinya itu
tapi ponsel Hana tidak aktif, itu membuat Aditya semakin cemas karena tidak
biasanya istrinya seperti ini, ia selalu menghubunginya jika akan berpergian.
Aditya kembali berjalan menuju parkiran tapi baru saja ia
melangkag ia melihat Frans yang sedang berjalan ke arahnya dengan cepat ia
menyusul Frans,
“ Ada apa Dit, sepertinya tergesa-gesa, sapa Frans.
“Aku mencari Hana, apakah ia masih bertugas, jawab Aditya.
“Tidak, Hana sudah pulang sekitar dua jam lalu, ucap Frans sambil
menautkan alis matanya.
“Kemana dia, aku sudah menunggunya di kantor karana ia
berjanji akan ke tempatku, sudah lebih satu jam aku menunggu dan dia tidak
datang, makanya aku menyusul ke sini , Sahut Aditya dengan wajh di selimuti
kekwatiran.
“Kamu sudah menghubunginya, tanya Frans mulai ikut kwatir.
“Sudah, aku sudah beberapa kali menghubungi ponselnya tapi
tidak diangakat dan sebentar ini aku hubungi ponselnya sudah tidak aktif, jelas
Aditya.
“Coba telpon ke rumah mana tau Hana sudah sampai di rumah,
“Halo, disini kediaman…
Belum selesai penbicaraan di sebrang Aditya langsung
memotongnya,
“Ini aku Adit bik, apakah istriku sudah kembali kerumah?
“Belum Tuan, Nona belum pulang.
Aditya segera memutuskan panggilannya begitu mendengar
jawaban dari salah satu pembantu di rumahnya. Tubuhnya mendadak lemas dengan
cepat Frans meraihnya dan mendudukan Aditya di bangku yang ada di sana,
“Kamu jangan panik dulu, aku akan menghubungi Lana,
jangan-jangan Hana lagi di tempat Lana, ujar Frans sambil mengambil poselnya
dari saku celannya,
“Halo kak Frans.
“Dek, apakah Hana ada di tempatmu?
“Tidak kak, ada apa?
Aditya cepat memegang tangan Frans sambil berkata’ jangan
diberi tahu dulu Lana dulu.
“Bukan apa-apa dek, ya udah nanti kakak hubungi lagi, mereka
pun segera mengakhiri panggilannya.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang Frans, tanya Aditya
mengusap wajahnya kasar.
“Coba hubungi Aldo suruh dia datang ke sini, sahut Frans.
__ADS_1
****
Setelah mendapat telpon dari Aditya, Aldo langsung meluncur ke rumah sakit, dengan langkah tergesa ia menuju lift,
didalam lift ia gelisah sambil mengusap – usap dagunga dengan ibu jarinya,
Aldo merasa jalan lift begitu lambat,
begitu pintu lift terbuka Aldo langsung berlari menuju kamar dan masuk tanpa
mengetuk pintu, ia melihat Aditya mondar-mandir dengan wajah diliputi kecemasan
sedangkan Frans duduk di sofa dengan ekspresi tidak jauh berbeda,
“Apa yang terjadi Dit, tolong jelaskan kepadaku, seru Aldo
tanpa basa-basi. Aditya pun menceritakan semuanya kepada Aldo begitu pun dengan
Frans.
“Kalau begitu kita akan periksa cctv di loby dan gerbang
rumah sakit,seru Aldo cepat. Mereka dengan cepat menuju ruangan pemantau cctv,
Aditya langsung terduduk dengan lemas melihat rekaman cctv, ia menarik
rambutnya dengan kasar ke belakang,
“Sayang, kamu dimana, ucap Aditya dengan suara berat menahan
tangis..
“Aku akan menghubungi temanku untuk melacak ponsel Hana
untuk mengetahui keberadaanya,
Dit, aku juga akan menghubungi polisi bagiaimana ? Tanya
Aldo.
“Terserah kamu saja Al, aku ingin malam ini juga temukan
istriku, kerahkan semua orang terbaikmu Al, !
Aldo pun menganggukan kepalanya, ia pun segera menghubungi
seseorang dan berbicara dengan sangat serius.
****
Hana perlahan membuka matanya yang terasa sangat berat, ia juga merasakan kepalanya sangat
pusing, ia tidak dapat melihat karena ruangan yang sangat gelap, Hana pun mencoba
mengerakan tangannya tapi tidak bisa ,hana sangat terkejut saat menyadari kalau
kedua tangannya terikat , Hana mencoba merontah untuk melepaskan ikatan
tanganya tapi tidak berhasil, tiba -tiba ia mendengar suara pintu terbuka dan
ruangan menjadi terang begitu lampu di nyalakan, Hana memejamkan matanya karena
pupilnya butuh penyesuai untuk menerima cahaya yang datang tiba-tiba, perlahan
ia kembali membuka matanya, mata Hana membulat dengan sempurna melihat siapa
yang berdiri di depannya.
.
.
.
.
.
Akhir-akhir ini up nya very-very slowly hehee.😅😅😅
Terima kasih bagi yang masih setia menunggu ya.😍
Menulis itu butuh mood dan ketenangan agar ceritanya gak ngelantur kemana-mana😂😂
Akhir-akhir ini mood thor lagi kurang baik, ( Curhat )🤣🤣🤣
Sambil menunggu lapak thor ini up,
baca dulu deh lapak thor yang baru judulnya Anara Secret🤗🤗🤗
__ADS_1
semoga readers semua juga menyukai lapak baru thor ini😘😘