Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 48 Hamil


__ADS_3

Mata Aldo sungguh sangat berat untuk di buka saat ia mendengar ponselnya berdering,


dengan malas Aldo menjangkau ponselnya, ia mengangkat telpon dengan mata masih terpejam,


"Hallo!


" Aldo, tolong belikan testpack!


"Testpack? apa itu Dit?


" Aku juga tidak tahu, Hana bilang beli di apotek, cepat ya, aku tunggu!


Aldo segera bangun ketika Aditya memutuskan panggilannya. Ia melihat jam di ponselnya, ia sangat kaget melihat jam pukul empat pagi.


"Gila si Adit pagi-pagi gini suruh saya ke apotek, atau jangan-jangan sakitnya Hana tambah parah, tapi kenapa gak di bawah ke rumah sakit aja sih!


Masih mengenakan piyama Aldo keluar dari Apartementnya, ia menuju parkiran mobilnya dengan sesekali menguap karena mengantuk. Aldo memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi karena jalanan yang sepi, ia mencoba mencari apotek yang buka 24 jam, Aldo segera memarkirkan mobilnya begitu menemukan apotek yang dicari,


Kedatangan Aldo yang masih memakai piyama dan terlihat kacau membuat penjaga apotek menatap Aldo heran,


"Beli testpack!


" Tunggu sebentar pak, jawab penjaga apotek menahan senyum. "Selama saya bekerja baru kali ini ada orang beli testpack pagi buta begini, mana yang beli ganteng banget lagi, walaupun penampilannya sediki berantakan, guman penjaga apotek senyum-senyum.


"Ini pak.


" Oo ini testpack, guman Aldo.


Aldo segera membayarnya, kemudian segera meluncur ke rumah Aditya. Tanpa membangunkan penghuni rumah Aldo langsung masuk, karena ia memang sudah hapal sandi untuk membuka kunci rumah Aditya.


Aldo segera mengetuk pintu kamar Aditya, begitu Aditya membuka pintu ia segera menyelonong masuk,


"Eeee tunggu, Aditya segera memutar tubuh Aldo agar menghadap pintu kamar.


" Jangan melihat ke ranjang, sampai aku ijinkan, mana pesanan ku!


"Iya..! ini..! Aldo memberikan kepada Aditya.


Aditya bergegas mendekat pada istrinya yang berbaring,


" Sayang... ini pesanan yang kamu minta. Apakah kamu masih mual?


"Masih sayang, tapi lebih mendingan, Hana


segera bangun di bantu oleh Aditya dan duduk di ranjang, dengan cepat Aditya mengambil jubah untuk menutupi tubuh istrinya,


"Sekarang kamu sudah bisa berbalik Al, perintah Aditya pada Aldo yang masih berdiri menghadap pintu.


Aldo segera berjalan ke sofa dan berbaring di sana, Hana menatap Aldo sekilas kemudian kembali menatap suaminya,


" Mas menyuruh Aldo yang beli?


"Ehem, Mas gak tega ninggalin kamu.


" Makasih ya Al!


"Eemh! Hanya itu jawaban Aldo.


"Apa yang harus Mas lakukan dengan testpack ini sayang?


Hana hampir saja tergelak mendengar pertanyaan suaminya,


" Mas tau kegunaan ini?


Aditya menggelengkan kepalanya, Hana tidak bisa lagi menahan tawanya


"Kenapa? Aldo apakah kamu tahu apa gunanya testpack? tanya Aditya pada Aldo untuk mencari teman agar tidak terlihat bodoh di depan istrinya.


" Tidak! jawab Aldo yang masih tiduran.


"Tunggulah di sini Mas aku ke kamar mandi dulu, ucap Hana turun dari ranjang.

__ADS_1


" Sayang apakah kamu ingin muntah lagi? tanya Aditya membantu istrinya berjalan ke kamar mandi.


"Tidak, Mas tunggu di sini aja.


Hana segera masuk sementara Aditya menunggu di depan kamar mandi dengan gelisah, tak lama kemudian,


Massss!


Aditya sangat kaget mendengar teriakan istrinya, Aldo yang sedang tiduran langsung terbangun, melihat Aditya yang ingin masuk ke kamar mandi Aldo pun mengikuti langkah Aditya,


" Apa yang kamu lakukan, tunggulah di sini, tahan Aditya.


Aldo menghentikan langkahnya dan menatap punggung Aditya yang masuk ke kamar mandi. Aditya menatap istrinya yang menangis duduk di atas closed, Aditya langsung panik melihat istrinya,


"Sayang.. kamu kenapa? mana yang sakit? ayo kita ke rumah sakit?, ucap Aditya menggendong istrinya.


" Aku tidak mau ke rumah sakit Mas, bawah aku ke ranjang saja, ucap Hana masih sesegukan.


"Baiklah, ucap Aditya pelan.


Aldo yang berdiri di depan kamar mandi hanya terbengong melihat pasangan suami istri yang ada didepannya. Ia hanya mengikuti langkah Aditya yang mendudukkan istrinya di ranjang,


" Kamu kenapa sayang? jangan bikin Mas takut, ucap Aditya berlutut di depan istrinya sambil menggenggam kedua tangan istrinya.


Hana menarik tangan suaminya dan meletakan testpack yang ada di genggamannya di telapak tangan suaminya, Aditya hanya menatap istrinya heran,


"Apa ini sayang?


" Coba Mas perhatikan testpack itu, apakah Mas melihat ada garis merah disana, jelas Hana menatap suaminya sendu.


Aditya memperhatikan apa yang dikatakan istrinya,


"Ya..Mas melihatnya.


" Berapa jumlah garisnya Mas?


"Dua!


Aditya menggelengkan kepalanya, ia semakin menatap istrinya heran,


Hana menangkupkan kedua tangannya pada pipi suaminya, kedua saling bertatapan, dengan bibir bergetar Hana berkata,


" Sebentar lagi Mas akan jadi seorang ayah, aku hamil sayang!


"Haamiill?


Aditya merasa waktu seperti berhenti mendengar ucapan istrinya, lidahnya tiba-tiba merasa keluh, ia menangkup leher istrinya, Aditya mencium bibir istrinya lembut. Ia meraih tubuh istrinya ke dalam pelukannya, Hana menangis bahagia dalam pelukan suaminya, tanpa di sadari Aditya meneteskan air matanya karena sangat bahagia.


Cukup lama mereka berpelukan, Aldo yang sedari tadi hanya memandang kebahagiaan pasangan suami istri dihadapannya, perlahan mendekati Aditya dan memukul pelan pundak sahabatnya,


"Selamat ya Dit, akhirnya kamu akan jadi seorang bapak!


Aditya melepaskan rangkulannya pada istrinya, kemudian memeluk Aldo,


" Terima kasih Al.


"Ya udah aku mau nyambung tidurku di kamar ku aja, selamat ya Han, ucap Aldo mengusap lengan Hana pelan.


" Akhirnya aku tau juga apa kegunaan testpack Dit, pantasan si mbak penjaga apotek senyum-senyum liat aku beli testpack pagi buta begini.


Ketiganya pun tertawa mendengar perkataan Aldo, ketika Aldo akan meninggalkan kamar suara azan subuh berkumandang,


"Sholat dulu Al, baru lanjutkan tidurmu!


Aldo menganggukan kepalanya kemudian menutup pintu kamar.


" Terima kasih sayang, ucap Aditya memeluk istrinya.


Aditya mengusap lembut perut istrinya lalu menciumnya, Hana hanya memperhatikan tingkah suaminya sambil membelai lembut rambut suaminya yang masih menenggelamkan wajahnya di perutnya.


Hana kaget ketika merasakan tubuhnya seperti melayang,

__ADS_1


"Sekarang kita mandi dulu sayang, ucap Aditya sambil menggendong istrinya.


****


Aditya turun sarapan dengan wajah berseri penuh kebahagiaan, ia menggandeng tangan istrinya dengan hati-hati ia menuntun istrinya turun tangga,


" Sayang, aku baik-baik aja kok, ucap Hana melihat sikap protektif suaminya.


"Mas gak mau kamu dan calon bayi kita kenapa-kanapa?


Hana hanya menuruti kemauan suaminya, tak ada gunanya membantah suaminya karena sekarang ia tidak akan menerima apa pun alasan Hana.


Begitu sampai di meja makan Aditya merangkul bahu istrinya mesra,


" Ma. Pa.. hari ini Adit ada kabar yang paling menggembirakan!


Papa dan mama Aditya menatap anaknya dengan heran,


"Kabar gembira apa Dit? tanya papa heran melihat putra begitu bersemangat.


" Adit akan menjadi seorang ayah pa.., ma! Hana hamil! ucap Aditya sambil mengusap perut istrinya.


" Mas.., Hana mencubit pelan pinggang suaminya karena merasa malu.


Mama dan papa Aditya segera bangun dari kursi dan menghampiri menantunya,


"Selamat ya sayang, ucap mama memeluk Hana.


" Kamu jaga kandungan kamu baik-baiknya, imbu mama mengusap perut Hana dengan senyuman yang tidak berhenti mengembangkan di bibirnya.


"Iya ma.


Papa memeluk Aditya lalu mengusap kepala menantunya yang masih dalam rangkulan istrinya,


" Selamat ya sayang, sebentar lagi akan hadir Aditya junior, jaga cucu papa ya!


"Sekarang ayo kita sarapan, kamu harus makan yang banyak sayang biar babynya sehat, jelas mama sambil membawa Hana duduk.


Aditya mengikuti langkah istrinya lalu duduk di samping istrinya. Aditya membantu Hana mengambil sarapan, ia menumpuk semua makanan di piring istrinya, membuat mata Hana membulat sempurna,


" Sayang untuk apa makanan sebanyak ini, Hana menatap suaminya.


"Kamu gak dengar apa mama bilang, kamu itu harus makan banyak sayang biar bayi kita sehat!


" Kamu pikir Hana kerbau di kasih makan sebanyak itu, imbuh Aldo begitu mendudukkan tubuhnya sambil menahan tawa.


"Kamu tau apa soal ibu hamil, bantah Aditya.


" Sayang tapi gak sebanyak ini juga, yang penting itu nutrisinya sayang, makanan sebanyak ini mana muat di perut ku?jelas Hana pada suaminya.


Baru saja Aditya akan membuka mulut, Hana sudah meninggalkan meja makan berjalan dengan cepat ke kamar mandi sambil menutup mulutnya, Aditya yang kaget mengikuti langkah istrinya,


"hoek hoek!!


Hana kembali muntah-muntah di kamar mandi, Aditya menghampiri istrinya mengusap punggung istrinya lembut, Hana hanya memuntahkan air yang berwarna kekuningan karena ia memang belum memakan apapun, tenggorokannya terasa perih dan pahit,


" Sayang kamu bahkan tidak memuntahkan apa pun, ayo kita makan, ajak Aditya membersihkan mulut istrinya.


Hana hanya menganggukan kepalanya, Aditya merangkul istrinya kembali ke meja makan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2