Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 41 Geram


__ADS_3

Hana mengantarkan suaminya ke depan untuk berangkat kerja. Hana membawakan tas suaminya dan berjalan di sampingnya, Aditya merangkul bahu istrinya mesra. Akhir-akhir ini Aditya lebih sering berangkat kerja sendiri tanpa di jemput Aldo.


Sebelum masuk mobil Hana mencium tangan suaminya dan Aditya pun mengecup kening istrinya,


"Hati-hati nanti ke kampus ya, nanti kalau Mas gak sibuk Mas akan menemanimu pergi ke toko buku.


" Iya Mas, Mas juga hati-hati di jalan.


Aditya masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya, Aditya melambaikan tangannya dan begitu pun Hana. Setelah mobil suaminya menghilang dari gerbang ia pun melangkah masuk ke rumah.


****


Setelah menyerahkan skripsinya Hana pun melangkah ke halte Bus, tidak lama menunggu Bus tiba dan Hana pun segera naik. Karena bangku Bus yang sudah penuh Hana terpaksa berdiri,


Perasaan Hana sangat lega ketika ia berhasil menyelesaikan skripsinya dan dapat menjalani sidang skripsi dengan baik, selangkah lagi ia akan mendapatkan gelar sarjana kedokterannya. Minggu depan adalah jadwal sidang Dila dan Frans. Hana akan berada disana untuk memberi semangat kepada sahabatnya.


Flashback on


Hana berdiri gelisah di depan ruangan tempatnya akan menjalani sidang skripsinya, Ia berjalan mondar-mandir seperti setrikaan rusak. Dila dan Frans yang memperhatikannya hanya saling pandang,


"Han.. pusing Kepalaku melihatmu mondar-mandir seperti itu, ucap Frans menghadang Hana.


Hana yang kaget langsung menghentikan langkanya karena hampir menabrak Frans.


" Kamu pasti bisa Han, masa seorang Hana Aulia mahasiswa teladan Fakultas Kedokteran menghadapi sidang skripsi aja takut, itu hanya seperti semut kecil yang melintasi di depanmu, tinggal ditiup terbang deh!, Ucap Dila memberi semangat sahabatnya.


Akhirnya Hana tersenyum mendengar ucapan Dila, ia sangat bahagia memiliki sahabat seperti mereka. Ketika giliran Hana masuk ke ruang sidang kedua sahabatnya menyoraki nya seperti petinju naik ring, Stress Hana sedikit berkurang melihat tingkah lucu sahabatnya.


Didalam ruangan sidang, Hana yang awalnya deg-degan akhirnya mampu menjelaskan dengan Lancar dan berhasil menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh dosen penguji dengan sangat baik.


Begitu Hana keluar dari ruang sidang disambut oleh kedua temannya dengan antusia, bahkan menarik perhatian beberapa mahasiswa yang ada di sana, Wajah Frans yang ganteng menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa cewek yang juga ikut menunggui temannya. Hana langsung menarik kedua temannya keluar dari ruangan itu.


"Kalian itu cuma berdua tapi suara seperti satu stadion bola, sungut Hana


'Orang ganteng ma bebas, jawab Frans cuek


Hana dan Dila langsung mencubit Frans, karena tau akan di cubit Frans segera kabur dan di kejar oleh kedua sahabatnya sambil tertawa.


Flashback of.


Ketika Hana sedang asyik melamun ponselnya berdering, ia segera mengambil ponselnya dalam tas,


"Hallo Mas,


"Sayang, Kamu jadi ke toko bukunya?


" Jadi Mas!


"*Kalau begitu Mas jemput ya?


*" Gak usah, aku sudah naik bus Mas.


Tiba-tiba Bus merem mendadak Hana yang tidak berpegangan hampir saja terjatuh,

__ADS_1


"Aduhhhh! teriak Hana karena keningnya terbentur ke tiang besi di depannya, Aditya yang mendengar teriak kesakitan istrinya kaget,


" *Kamu kenapa sayang?


*"Ini mas, Bus ngerem mendadak kening aku terbentur tiang yang ada di depan aku, karena aku posisinya lagi berdiri.


" Apakah kening mu berdarah sayang?


"Gak papa kok Mas.


" Kamu kenapa gak minta jemput sama mang Ujang aja sih, kenapa harus berdiri di Bus segala, sekarang kamu turun dari Bus biar Mas akan jemput!


"Gak usah sayang aku udah hampir sampai. Aku tunggu Mas di sana aja di lantai tiga ya.


" Baiklah sayang, sampai jumpa di sana, Hati-hati ya!


Aditya menutup telponnya, sekitar lima menit kemudian Hana turun dari Bus. Hana pun melangkahkan kakinya masuk ke toko buku. Hana langsung menuju ke lantai tiga.


Begitu sampai di lantai tiga Hana sibuk melihat-lihat buku yang ada di sana, ketika sedang asik membaca sebuah buku Hana dikagetkan oleh seorang yang menyentuh pundaknya dan memanggil namanya, Hana pun membalikkan tubuhnya,


"Chef Rendi!


" Apa kabar Ana?


"Baik chef.


" Jangan panggil aku seperti itu, panggil namaku saja, ucap Rendi tersenyum.


Rendi tertawa melihat sikap Hana yang canggung saat menyebutkan namanya. Keduanya pun mengobrol dan terlihat akrab sesekali terdengar tawa dari keduanya.


Ternyata Karin yang juga berada disana kaget melihat Hana bersama dengan seorang pria. Karin memperhatikan mereka sambil bersembunyi.


"Dari cara pria itu memandang Hana sepertinya dia menyukai Hana, guman Karin.


Ternyata bukan hanya Karin yang memperhatikan Hana dan Rendi, Aditya yang juga telah Sampai disana melihat keakraban antara istrinya dengan Rendi, apalagi cara Rendi menatap Hana membuat Aditya terbakar cemburu,


Aditya melangkah dengan cepat kearah istrinya, Karin yang sedang bersembunyi terkejut melihat Aditya ada disana dengan cepat Karin berlari mengejar Aditya,


"Kak Adit! teriak Karin sambil bergelayut di lengan Aditya.


Mendengar ada yang memanggil nama suaminya Hana menatap ke arah suara itu,


saat Hana menatap suaminya Aditya juga menatap istrinya keduanya bertemu pandang, Hana menundukkan kepalanya, melihat tatapan sedih istrinya Aditya menatap Karin marah,


"Lepaskan!


" Tidak Kak Adit!


Mendengar jawaban Karin, Aditya langsung menghempas tangan Karin sehingga hampir membuat Karin terjatuh,


"Kak Adit jahat! Ucap Karin mulai terisak.


Tanpa memperdulikan ucapan Karin, Aditya terus melangkah ketempat istrinya. Rendi pun tersenyum melihat Aditya melangkah mendekati dirinya dan Hana. Sementara Karin menatap Hana geram.

__ADS_1


Begitu sampai di dekat istrinya Aditya langsung menarik pinggang istrinya pelan sehingga tubuh mereka menempel, Hana menatap wajah suaminya yang begitu dekat dengan wajahnya. Aditya menyingkirkan rambut yang menutupi kening istrinya, ia melihat kening istrinya yang merah kebiruan dan sedikit bengkak, Aditya mengusapnya pelan,


"Apakah ini sakit sayang? tanya Aditya menatap istrinya lembut.


Hana hanya menganggukkan kepalanya pelan,


" Ayo kita obati dulu ya, ajak Aditya sambil meraih tangan istrinya.


Rendi yang dari tadi hanya diam melihat kemesraan sepasang suami-istri itu akhirnya ikut bicara,


"Mang kenapa Hana Dit?


" Keningnya terbentur waktu naik Bus.


"Coba aku lihat! ucap Rendi sambil mendekat ke Hana.


Rendi langsung menghentikan langkahnya


melihat tatapan Aditya seperti akan menelannya hidup-hidup, Rendi hanya menahan senyum melihat tingkah sahabatnya.


Bahaya juga loe Dit, sekali jatuh cinta seperti bocah dapat mainan baru!


" Mas kita bayar buku ini dulu baru kita pulang, Ucap Hana menunjukkan buku yang dipegangnya.


"Baiklah, Ren kita duluan ya!


" Permisi chef.. eee Rendi!


Rendi hanya menatap Aditya dan Hana sampai menghilang dari pandangannya, kemudian ia melanjutkan untuk mencari bukunya.


Karin yang melihat Aditya yang begitu perhatian dengan Hana merasa sangat geram,


Kamu terima pembalasan ku nanti Hana karena sudah merebut kak Aditya dari ku, gimana Karin pelan.


.


.


.


.


.


.


. Bersambung.


Jangan lupa banyakin likenya ya biar Thor semangat juga UP nya


hehehehe 😂😂😂😂


komennya juga y readers 😍😍

__ADS_1


__ADS_2