
Dila sedang sibuk memilih cake yang ingin dibawahnya ke tempat Hana, semenjak Hana pulang dari rumah sakit belum sekalipun ia mengunjungi sahabatnya itu, ia sangat merindukan Hana dan Arjuna, Dila kaget ketika tiba-tiba
ada yang menepuk pelan pundaknya, ia pun segera menolehkan wajahnya,
“Mayang, sapa Dila sambil tersenyum, ia sudah berjanji akan berdamai dengan hatinya menghilangkan rasa cemburunya pada Mayang dan percaya sepenuhnya pada Aldo,
“Banyak sekali,kau ingin memborong semua cake yang ada disini, ucap Mayang terkekeh, Dila memperhatika wanita didepannya itu dan ikut tertawa dan Dila memperhatikan wajah Mayang yang terlihat begitu tulus, tak
terlihat sedikit pun kekesalan di wajahnya pada hal ia tahu kalau dirinya adalah kekasih dari lelaki yang pernah dicintainya,
“Kenapa menatapku seperti itu, apakah ada hal aneh diwajahku, tanya Mayang sambil mengamati DIla yang sedang memandanginya,
‘Tidak, kau sangat cantik May, sahut Dila cepat yang membuat Mayang tersenyum malu mendengar pujian Dila.
“Aku akan mengunjungi Hana, aku sudah kangen sekali denganya begitu pun dengan Arjuna yang mengemaskan, jelas Dila sambil tersenyum lebar.
“Aku juga ingin sekali mengunjungi Hana, sudah lama aku tidak berkunjung kesana, ucap Mayang pelan sambil mencoba mengingat kapan terakhir ia berkunjung,
“Maaf Dila, aku tidak bermaksud seperti itu, ucap Mayang tak enak hati dengan Dila
“Tak apa, Aldo sudah bercerita tentang semuanya, termasuk hubungan yang pernah terjadi diantara
kalian, ucap Dila pelan menatap wanita didepannya, pengnkuan Dila membuat Mayang sedikit tersentak,
“Kau sekarang adalah wanita yang dipilih Aldo, apa pun yang kau lihat antara aku dan Aldo itu hanya sebatas pertemanan, jujur aku katakan padamu memang tak mudah bagiku membuang kenangan itu begitu saja, tapi
percayala aku bukan wanita yang akan merebut apa yang telah dimiliki oleh orang lain, jadi kamu tidak usah takut dan ragu padaku, sekarang kita berteman, aku tidak akan menusuk teman sendiri, ucap mayang dengan suara bergetar, seketika Dla memeluk wanita di depannya,
“Aku sangat senang melihat dia memiliki wanita luar biasa sepertimu, maafkan aku kalau perkataanku membuatmu tidak nyaman tapi aku lebih baik jujur dari pada harus menutupi semuanya darimu, aku sungguh tidak bermaksud membuatmu sakit hati, ucap Mayang mencoba tegar walaupun ia tahu hatinya begitu perih dengan setiap kalimat yang diucapkannya, Dila seketika memeluk Mayang ,
“Tidak aku menghargai kejujuranmu May, Aku berdoa semoga kau menemukan kembali cintamu, ucap Dila pelan, dan di iringan anggukan pelan oleh Mayang
****
Hana menyambut kedatangan Dila dengan sangat senang mereka berpelukan begitu erat seakan sudah bertahun tidak bertemu, ia pun mengajak sahabatnya itu masuk ke kamar putra kecilnya,
“Ohh sayang betapa tante merindukanmu sayang, ucap Dila menatap bayi yang sedang tertidur pulas itu,’lihatlah kau semakin ganteng saja, baru beberapa hari ini tidak bertemu dengan tante, ucap Dila tidak tahan mencium pipi gembul Arjuna
“Gimana Arjuna suka rewal gak kalau malam, tanya Dila sambil medudukan tubunya di karpet bulu di bawag box Arjuna,
__ADS_1
“Gak, sedikit pun gak rewel palingan kalau lapar ia sedikit gelisah setelah aku susui ia kembali tidur, jelas Hana.
‘Gimana dengan Mas Adit udah bisa ganti popok bayi, tanya Dila sambil terkekeh,
“Diawal-awal Mas Adit sedikit kesulitan karena takut Arjuna tersakiti olehnya tapi kalau sekarang sudah mahir sekali, ucap Hana ikutan tertawa,”Sekarang Mas Adit jadi Hot Daddy dan Kau Hot Mommy , imbuh Dila masih
tertawa,
“Kau kapan menyusul dengan Aldo, sungguh luar biasa rasanya setelah jadi orang tua , ucap Hana menatap sahabtnya itu,
Dila terdiam mendengar perkataan Hana, sejenak ia teringat kembali pertemuannya dengan Mayang tadi,
“Han,apakah kau tahu hubungan yang pernah terjadi antara Aldo dengan Mayang?
Hana tergelonjak mendengar perkataan Dila ia menatap sahabatnya itu tajam, “Kau sudah tahu tentang mereka?
Hana balik bertanya sehingga membuat DIla mengernyitka keningnya,
“Jadi kau sudah tau? Dila menyerang balik Hana, dan akhirnya Hana menganggukan kepalanya. “Kau tega sekali Han tidak bercerita kepadaku, sungut Dila kesal.
“Maaf Dil, sebenarnya aku pengen cerita padamu, tapi Mas Adit melarang, karena menurut mas Adit ada yang lebih berhak memberi tahumu selain aku, dan akhirnya aku sependapat dengan mas Adit ada baiknya kamu mendengar langsung dari Aldo, bukan orang lain sungguh pun aku itu sahabatmu sendiri, jelas Hana sambil memegang tangan sahabatanya itu,
mereka tidak sedekat itu, Aldo pun sudah meyakinkanku kalau ia dan Mayang hanya menjalin pertemanan dan aku juga tidak boleh egois melarang Aldo untuk berteman dengan Mayang, papar Dila panjang
“Tadi aku sempat bertemu dengan Mayang di toko roti , ia begitu sopan sama seperti saat pertama kali aku bertemu denganya, Mayang wanita yang sangat baik, dia bahkan bercerita kalau ia memang tidak mudah melupakan semua kenangannya bersama Aldo, tapi dengan tegas ia mengatakan tidak akan pernah menganggu hubunganku dengan Aldo, dan aku pun percaya dengan apa yang dikatakannya, ucap Dila sambil menatap sahabtanya itu dengan tatapan diliputi kesedihan .
Hana memeluk Dila,” mencintai Aldo itu adalah Haknya,kita tidak biasa memkasa hati seseorang untuk
membenci dan mencintai seseorang, ucao Hana pelan, Dila pun menganggukan kepalanya,
“Doakan saja, ia wanita baik tentu Tuhan sedang mempersiapka seorang lelaki terbaik untuknya sehingga ia mampu mengubur masa lalunya, imbuh Hana.
*****
Hana sedang menidurkan Arjuna sedangkam Aditya sibuk dengan leptop yang ada di pangguanya, beberapa hari ini Aditya memang sangat disibukkan dengan beberapa proyek baru yang sedang dikerjakan oleh
perusahaannya, setelah Arjuna terlelep Hana pun segera turun dari tempat tidur dan berjalan menghampiri suaminya,
“Sayang, sapa Hana lembut sambil mendudukan tubuhnya di samping Aditya.
__ADS_1
“Ehmm, sahut Aditya masih terlihat asyik dengan pekerjaanya,
“Lagi bikin apa sih sayang, tanya Hana sambil menyandarkan dagunya di bahu suaminya dan ikut memperhatikan laptop Aditya,
“Ini ada beberapa file yang belum sempat aku baca di kantor , sahut Aditya sambil mengusap pipi Hana lembut dengan sebelah tanganya,
“Sayang, tadi Dila kesini , ucap Hana sambil memijat lembut pundak suaminya,
“Bagus dong akhirnya kangenmu terobati, sahut Aditya .
“Dila juga sudah tau kalau Mayang adalah mantan Aldo, lanjut Hana mencondongkan wajahnya karena iangin melihat ekspersi suaminya, tapi Hana hanya menelan kekecewaan tak ada sedikit pun rasa keterkejutan dari wajah suaminya,
“Mas sudah tau ya, pasti Aldo sudah cerita, sungut Hana manja sehingga membuat Aditya gemas dan memutarkan tubuhnya agar mengahadap pada istrinya ,
‘Tidak! Aldo tidak pernah cerita, sahut Aditya sambil mencubit pipi istrinya gemas.
“Tapi kok wajahnya datar begitu sedikit pun tidak kaget, ucap Hana mengerucutka bibirnnya, tentu saja ucapaan Hana barusan membuar Aditya tertawa gemas,
“Terus kamu ingin wajah mas seperti apa sayang, ucap Aditya mencium pipi Hana gemas.
“Mayang bahkan mengaku terang-terangan pada Dila kalau ia masih belum bisa melupakan Aldo.
“Kejujuran itu lebih baik sayang walaupun terdengarnya menyakitkan, sahut Aditya sambil mengusap lembut puncak kepala istrinya,
“Iya , aku tau, Mayang juga berjanji ia tidak akan mengusik hubungan Aldo dengan Dila, aku sebenarnya kasihan dengan Mayang, ucap Hana dengan suara pelannya,
“Sayang, cobalah bicara dengan Mayang, kan Mas sudah lama berteman denganya, jangan biarkan ia terjebak dengan masa lalunya sudah harusnya ia membuka hati untuk lelaki lain.
“Tidak segampang itu sayang, ini masalah hati, Mas kurang paham hal seperti itu, karena tidak punya pengalaman, sahut Aditya terkekeh bermaksud memecahkan kesedihan yang bergelayut di wajah istrinya, Hana pun ikut tersenyum mendengar perkataan suaminya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung