
Sampai Filmnya Selesai Dila tidak berani melirik sedikitpun kepada Aldo, saat keluar dari bioskop ia hanya menundukkan kepalanya sambil mengikuti langkah Hana di depannya yang sedang di gandeng oleh suaminya. Sedangkan Aldo berjalan di belakang Dila hanya menahan senyum melihat tingkah Dila seperti maling yang tertangkap basah.
Sampai di luar gedung bioskop Aditya menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya kebelakang, begitu pun dengan Hana,
"Al.. Dila, sebaiknya kita cari tempat sholat dulu nanti keburu habis magribnya, seru Aditya.
" Baiklah sepertinya di samping bioskop ini ada mushola, kita bisa sholat disana, jelas Aldo.
Mereka pun segera mencari mushola terdekat untuk sholat, Setelah selesai sholat Hana mengajak mereka untuk makan malam dulu karena perutnya sudah lapar. Dila kembali menolak ajakan Hana, sungguh ia merasa tidak nyaman kalau terlalu lama dekat dengan Aldo karena masih merasa malu dengan kejadian di bioskop tadi.
Karena dipaksa Hana terpaksa Dila menuruti karena sahabatnya itu sekarang sangat sulit untuk dibantah. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari restoran yang tidak jauh dari sana, setelah menemukan restoran yang cocok dengan keinginan Hana, Aldo segera memarkir mobilnya, setelah itu mereka turun dari mobil dan masuk ke restoran beriringan,
Mereka memilih meja yang agak terpisah agar tidak terlalu ramai, ruangan itu khusus untuk tamu VIP. Aditya yang bersebelahan dengan Hana dan mau tak mau Dila harus duduk disebelah Aldo. Untuk menutupi kegugupannya ia menyibukkan diri dengan ponselnya sambil menunggu makanan mereka datang.
Hana yang merasa heran dengan sikap Dila memberanikan diri untuk bertanya,
"Kamu kenapa Dil, sejak keluar bioskop aku perhatiin kamu jadi pendiam gitu.
" A.. aku.. baik-baik aja kok, Dila berkilah.
"Jangan-jangan kamu kemakan sama tu film, terlalu menghayati, ucap Hana terkekeh.
" Gak lah Mang kamu sampai nangis segala.
"Tapi filmnya memang menyedihkan, ucap Hana kembali mengingat filmnya.
" Sayang gak usah dibayangin lagi, seru Aditya mengelus kepala Hana lembut.
Dila memperhatikan semua perlakuan Aditya kepada Hana, ia melihat Aditya begitu perhatian dan sangat menyayangi Hana, Sungguh Hana beruntung memiliki suami yang sangat tampan, kaya, perhatian, penyayang, pokoknya komplit deh, sungguh sangat spesial dapat suami, hehehe seperti nasi goreng saja.
Pelayanan segera mengantarkan makanan yang telah mereka pesan, semua makanan ditata dengan apik di atas meja, begitu semua hidangan terhidang mereka segera memulai makannya.
Sesekali mereka mengobrol disela makannya, Walaupun Aditya dan Aldo lebih banyak diam, karena mereka itu tipenya tidak terlalu jauh berbeda, mereka lebih senang bekerja dan irit bicara. Itu juga tidak lepas dari perhatian Dila, Aditya menjadi sosok yang berbeda bila sudah bersama Hana karena sikapnya begitu hangat pada istrinya. Hana sebenarnya anaknya juga tidak suka banyak bicara, cuma kalau sudah bersama Dila dan Frans dia terlihat lincah dan banyak bicara.
Aditya bergantian menyuapi dirinya dan istrinya, karena Hana menganggap makanan yang disuapin oleh suaminya jauh lebih enak dari pada menyuapi sendiri, padahal itu masih makanan yang sama.
Ketika Dila akan mengambil makanan dan tidak sengaja Aldo juga akan mengambil makanan yang sama, dengan cepat Dila berpindah ke piring yang satu lagi dan secara kebetulan Aldo juga menuju piring yang sama, keduanya hanya diam dan saling menatap sejenak, namun dengan cepat Dila menarik sumpitnya.
Hana yang melihat kejadian itu langsung terkekeh,
"Aduh kenapa bisa kebetulan seperti itu, jangan-jangan itu pertanda kalau kalian berjodoh.
Aldo dan Dila langsung tersedak mendengar ucapan Hana, membuat Hana kembali tertawa sampai mengeluarkan air mata, Aditya juga ikut tersenyum,
" Sayang kayaknya mereka benar-benar berjodoh, karena keduanya juga sama-sama jomblo abadi, seru Hana sambil tersenyum melirik Dila dan Aldo bergantian.
"Enak aja bilang aku jomblo abadi, seru Dila membela diri dengan wajah memerah.
Sementara Aldo hanya diam dan melirik pada Dila yang ada disampingnya.
" Mang kapan kamu punya pacar Dil, sejak aku kenal kamu aku belum pernah melihat kamu pacaran, kita dulu kan jomblo paling populer di kampus, cetus Hana cekikikan.
__ADS_1
Aditya ikut terkejut mendengar ucapan Hana, karena memang Aditya sedikitpun tidak pernah menanyakan kepada Hana apakah sebelum menikah ia pernah pacaran.
"Siapa yang tiap hari dikirim bunga sama senior, seru Dila cekikikan.
" Siapa yang hampir tiap hari di tungguin di perpustakaan, balas Hana tertawa.
Keduanya pun tertawa dan lupa posisi mereka lagi bersama siapa mereka asyik bernostalgia sambil tertawa,
"Aku masih tidak bisa melupakan si Rian yang nembak kamu dilapangan basket, hampir satu kampus menontonnya, seru Dila namun dengan cepat menutup mulutnya dan sekilas menatap Aditya. Ia melihat wajah Aditya yang langsung berubah.
***
Aditya dan Hana segera turun dari mobil begitu sampai dirumah, Setelah pamit kepada Dila dan Aldo. Dila segera membuka sabuk pengamannya, namun belum sempat ia melakukannya Aldo menegurnya,
"Kamu mau kemana!
" Aku mau pindah duduk di belakang, jawab Dila menatap Aldo.
"Kamu pikir aku sopir kamu, seru Aldo kesal.
Dila mengurungkan niatnya, Aldo segera melajukan mobilnya, Keduanya hanya membisu, keduanya merasa sangat canggung karena hanya berdua saja dalam mobil.
" Bapak bisa turunkan aku di halte depan saja, guman Dila pelan.
" Panggil namaku saja, jawab Aldo ketus.
"Katakan dimana alamat mu, ini sudah malam tidak baik, seorang wanita berkeliaran sendirian, tambah Aldo.
Deg!
Deg!
Jantung Dila kembali berdisko, Dila membenamkan tasnya ke dadanya agar suara jantungnya tidak terdengar oleh Aldo,
"Bolehkah aku hidupkan radionya, ucap Dila
Aldo hanya mendehem tanda menyetujuinya. Dila segera menyalahkan radio, ia bernapas lega, setidaknya suara radio lebih kuat dari detak jantungnya.
Sekitar dua puluh menit kemudian mobil Aldo sampai di rumah Dila,
" Terima kasih Al,
"Iya.
" Kamu ingin mampir dulu, tawar Dila.
"Tidak, Terima kasih, jawab Aldo singkat.
" Selamat malam, ucap Dila turun dari mobil dan segera menutup pintu mobil. Aduh kenapa aku ganjen begini, mengajak singgah ke rumah segala, guman Dila sambil memukul jidatnya dengan telunjuknya.
Aldo segera melajukan mobilnya, Dila masih berdiri di pinggir jalan menatap mobil Aldo, sedangkan Aldo hanya menatap Dila dari spion mobilnya. "Wanita aneh, guman Aldo.
__ADS_1
****
Hana menatap suaminya heran, sejak pulang ke rumah sikapnya sangat berbeda, sampai A saat tidur Aditya bahkan membelakangi Hana,
" Sayang, kamu kenapa? tanya Hana memeluk Aditya dari belakang.
Tidak ada sahutan dari Aditya, Hana segera memindahkan posisi tidurnya sehingga berhadapan dengan suaminya, Hana mulai mencium bibir Aditya lembut, karena tidak mendapat balasan Hana menggigit bibir suaminya, membuat Aditya terkejut dan membuka matanya, Hana hanya terkekeh sambil berkata,
"Mas kenapa?
" Sudah berapa orang kamu cium dengan bibirmu itu, tanya Aditya ketus.
Hana sangat terkejut mendengar pertanyaan suaminya, namun Hana kembali terkekeh karena pasti suaminya sekarang lagi cemburu gara-gara cerita Dila,
"Kamu yang pertama dan terakhir sayang, ucap Hana mengecup bibir suaminya sekilas.
" Kamu tidak bohong? tatap Aditya tajam.
"Aku tidak bisa mencegah orang lain untuk menyukaiku Mas, tapi bukan berarti aku menjadi wanita gampangan punya banyak kekasih, aku belum pernah pacaran apalagi berciuman , aku masih takut dosa sayang.
" Siapa pria yang mengirimkan kamu bunga setiap hari, Kalau kamu suka bunga Mas bisa membelikan bunga sekalian dengan kebunnya,
Hana kembali terkekeh mendengar perkataan suaminya,
"Gak perlu sayang, buang-buang duit aja, mending dikasih sama orang yang lebih butuh, lagian bunga cantik seperti itu sayang kalau di petik, rasa cinta itu gak perlu bunga untuk mengungkapkan perhatian dan kasih sayang sudah melebihi itu semua sayang. Tetaplah seperti ini Mas, I love you hubby.
Aditya sangat lega mendengar jawaban istrinya. Ia menarik tubuh Hana kedalam pelukannya,
" Terima kasih sayang, sudah hadir dalam kehidupan Mas, sambil mengecup kening Hana mesra.
Hana pun segera membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya, ini tempat ternyaman yang sangat disukai Hana, menghirup aroma suaminya yang khas sangat menenangkan jiwanya. Tak lama keduanya sudah hanyut dalam mimpi.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Terima kasih sudah untuk readers yang setia menunggu lapak Thor ini 😍😍😍
jangan lupa jempol ny y😉😉
__ADS_1
Salam sayang dari Author 😘😘😘