Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 84 Aku Tidak Menyimpan Dendam


__ADS_3

Hana membilas handuk kecil itu dengar air hangat, Hana melap


dengan lembut wajah suaminya dengan handuk itu, setelah memastikan sangat


bersih Hana berpindah ke leher suaminya menggosok pelan leher Aditya, setelah


itu berpindah kebagian tubuh lainnya, begitulah dengan telaten Hana lakukan


semuanya, tidak lupa ia mengajak suaminya itu mengobrol, berharap suaminya itu


dapat mendengarkannya,


“Sayang,  sepertinya aku harus mengurus bayi besar dulu sebelum bayi kita lahir, ucap Hana terkekah.


“Sayang, kamu tau tidak, ketika bertama kali aku bertemu


denganmu , sebenarnya aku itu sungguh sangat terpesona padamu, karena kau


begitu sangat tampan sayang, walaupun dalam keadaan tertidur, itu bertama kali aku


melihat tubuh seorang pria, kau tahu sayang betapa aku sangat malu saat


melihatmu bertelanjang dada seperti itu, ucap Hana tersenyum sambil mengingat


pertemuan pertamanya dengan Aditya.


Hana membalurkan tubuh suaminya dengan sedikit pelembab , ia


mengganti pakaian Aditya dengan hati-hati, Aditya terlihat lebih segar membuat


senyum tak henti mengembang dibibir Hana,


“Sayang lihatlah kau begitu tampan, aku harus menjagamu  dengan baik kalau tidak ingin kamu tergoda


dengan wanita lain di luar sana, aku sangat beruntung memiliki suami yang


sangat tampan sepertimu! ucap Hana mencubit pelan hidung mancung suaminya itu,


Hana menyimpan semua peralatan itu kembali di kamar mandi,


baru saja ia keluar dari kamar mandi ia mendengar ketukan pintu, terdengar


suara Aldo mengucapkan salam, Hana pun menyahut setelah itu pintu pun terbuka


ia meliahat Aldo berdiri disana, ia tidak sendiri ada Alex berdiri di sampingnya,


Hana menatap Alex yang tidak berani menatap balik Hana, wajar Alex bersikap seperti


itu ia sungguh merasa tidak enak hati dengan Hana, itu dapat dilihat Hana dari


raut wajah Alex yang begitu terbebani,


“Masuklah! Perintah Hana, sedangkan Aldo sudah terlebih


dahulu masuk.


“Terima kasih Hana, sahut Alex pelan, ia pun melangkahkan


kakinya masuk, melihat Aditya yang terbaring di tempat tidur , membuat Aleh


semakin merasa bersalah, ia mengalihkan pandangannya lalu menutup wajahnya


dengan satu tanganya, Alex menghapus air matanya yang ada disudut matanya lalu


kembalii melnajutkan langkahnya agar lebih dekat dengan Aditya, Ia menarik


sebuah bangku lalu kesisi tempat tidur Adiya, mendudukan tubuhnya disana.


Alex meraih tangan Aditya menggenggam erat tangan sahabatnya


itu seperti mencoba mengalirkan sesuatu kepada Aditya, hanya ada kesunyian


diantara mereka, perlahan Hana mendekat berdiri di sebelah Aldo, mereka menatap


Alex yang tertunduk , banyak kata yang ingin di ucapakan Alex, tapi semua kata


itu seakan tersangkut di tenggorokannya, dadanya seperti di hantam benda yang


sangat besar begitu sakit dan sesak, Aditya adalah sahabatnya, dan yang membuat


ia tidak berdaya seperti ini adalah adiknya,Alex menangis dalam diam, guncangan

__ADS_1


tubuhnya yang menandakan ia sekarang dalam menahan tangis,


“Maaf.., hanya itu kata yang lolos dari bibir Alex.


Perlahan Aldo melangkah mendekati Alex dan memegang Pundaknya,”


tidak ada seorang pun yang ingin dalam situasi seperti,  jangan terlalu menyalahkan dirimu, berdoalah


agar Aditya dapat melewati ini semua, ujar Aldo pelan.


Alex mengangkat wajahnya lalu memegang tangan Aldo yang ada


di bahunya, ia menatap Hana yang ada disebrang tempat tidur Aditya,


“Aku sebenarnyaa malu berdiri didepanmu, karena adikku


Aditya seperti ini, walaupun aku mengucapkan beribu maaf padamu  atas perbuatan adikku itu tidak akan cukup,


karena perbuatan adikku memang sangat sulit untuk dimaafkan, tapi aku akan


tetap meminta maaf padamu Hana, aku juga minta maaf tidak bisa mendidik adikku


dengan baik, jika seandainya semua bisa diulang aku mau menggantikan posisi


Aditya disini, ucap Alex dengan suara bergetar.


“Ini memang tidak mudah bagiku, setiap aku mengingat kembali


kobaran kebencian itu selalu membakarku, ini mungkin sudah takdir yang harus


aku lewati dengan mas Adit karena itu aku selalu belajar untuk ikhlas, menanam


kebencian dalam hatiku akan semakin membuatku lebih buruk lagi, aku tidak punya


hak untuk membenci seseorang walaupun orang itu begitu membuat aku sangat


terluka, jangan lagi menyalahkan dirimu lagi, aku sudah iklas dengan semua yang


terjadi, doakan lah suamiku biar cepat pulang padaku, ucap Hana dengan deraian


air mata di pipinya.


dariku, sahut Alex dengan tatapan penuh kesedihan pada Hana,


Obrolan mereka terhenti ketika terdengar ketukan pintu, Aldo


pun membukakan pintu ternyata dokter yang ingin mengecek Aditya datang


mengunjunginya, Aldo pun mempersilahkan Dokter itu masuk, setelah menyapa Hana


Dokter itu mulai memeriksa keadaan Aditya,


“Bagaiamana Dok, kapan suami saya bisa bangun lagi, tanya


hana penuh harap.


“Kondisi Aditya semua sudah stabil, keadaannya sudah normal,


sekarang kita hanya menunggu dia kembali sadar, jelas Dokter itu. Setelah


memastikan kondisi Aditya dokter itupun mohon pamit, Hana mengantarnya sampai


ke depan pintu dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.


Ketika Dokter itu baru melangkah keluar Dila pun datang, Ia


langsung memeluk Hana,


“Kamu sudah makan? Tanya Dila melepaskan pelukaknnya lalu


melangkah masuk beriringan dengan Hana. Hana pun mengangukan kepalanya.


“Aldo! Sapa Dila kaget, Aldo pun mengalihkan pandangannya,


ia tersenyum melihat Dila disana dengan segera ia menghampiri Dila.


“Kamu tugas malam ?Tanya Aldo setelah posisi mereka saling


berhadapan. Dila pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum senang menatap


kekasihnya itu, pandangannya beralih pada seseorang yang sedang duduk di

__ADS_1


samping ranjang Aditya. Dila mengernyitkan keningnya mencoba untuk mengingat


pria itu,


“Aku datang tidak sendirian, ayo aku kenalkan,ajak Aldo


menarik tangan Dila.


“Alex , ayo kenalakan ini Dila, ucap Aldo , Keduanya pun


bersalaman dengan menyebutkan nama masing-masing.


“Alex ini sahabat Adit, dan ia juga kakak Karin, jelas Aldo.


Dila membulatkan matanya mendengar perkataan Aldo ,ia langsung melirik  Hana, melihat wajah sahabatnya yang baik-baik


saja Dila pun berupaya untuk menyembunyikan keterkejutannya.


Setelah mengobrol beberapa saat Aldo dan Alex pun segera


pamit untuk pulang, keduanya pun mengiyakan, Dila mengantar mereka sampai


kedepan pintu, sebelum pergi Aldo mengusap puncak kepala Dila sambil berkata,,


“Selamat bertugas, jaga kesehatanmu, nanti aku akan


menghubungimu. Dila pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum Bahagia.


“Kamu juga, jangan terlalu memaksa diri dalam bekerja, sahut


Dila, Aldo pun mengiyakan .


Setelah keduanya menghilang dari pandangan mata, Dila segera


menutup pintu dan segera mengampiri Hana yang sedang duduk di pinggir tempat


tidur suaminya,


“Kamu baik-baik saja bukan? tanya Dila sedikit ragu.


“Aku baik-baik saja, Alex dan Mas Adit sudah berteman baik


sejak SMA, ia selalu mendukung hubungan kami walaupun dia tahu adiknya


mencintai Mas Adit, kamu ingatkan waktu berita bohong yang disebarkan Karin, ia


ikut konfrensi pers Bersama kami,untuk memberikan pembenaran bahwa Mas Adit


benar-benar tidak pernah memiliki hubungan dengan Karin,


“Syukurlah,, belajar untuk memaafkan itu lebih baik, karena


dendam juga tidak akan bisa mengubah yang sudah terjadi, ucap Dila mengusap


punggung sahabatbya itu pelan. Hana pun mengiyakan ucapan sahabatnya itu.


“Pantasan tadi aku merasa pernah melihatnya tapi aku lupa,


lanjut Dila.


******


Hana mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu


tidur, ia pun segera beranjak ketempat tidur, tapi bukan tempat tidurnya,


melainkan tempat tidur Aditya, ia tidak tahu karena tiba-tiba ia merasa sangat


rindu tidur sambil memeluk suaminya itu, menghirup aroma khas suaminya , dengan


hati-hati Hana membaringkan tubuhnya disana, lalu melingkarkan tangannya dipinggang suaminya, ia menatap lekat wajah suaminya itu dan mencium kening dan kedua pipi suaminya. Hana menyembunyikan wajahnya di leher suaminya,


“Selamat malam sayang, ketika besok pagi menyapa aku berharap Mas juga menyapaku dengan senyuman yang begitu sangat aku rindukan, mendapatkan morning kiss seperti yang selalu Mas lakukan, I love you my hubby!


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2