
Hana membilas handuk kecil itu dengar air hangat, Hana melap
dengan lembut wajah suaminya dengan handuk itu, setelah memastikan sangat
bersih Hana berpindah ke leher suaminya menggosok pelan leher Aditya, setelah
itu berpindah kebagian tubuh lainnya, begitulah dengan telaten Hana lakukan
semuanya, tidak lupa ia mengajak suaminya itu mengobrol, berharap suaminya itu
dapat mendengarkannya,
“Sayang, sepertinya aku harus mengurus bayi besar dulu sebelum bayi kita lahir, ucap Hana terkekah.
“Sayang, kamu tau tidak, ketika bertama kali aku bertemu
denganmu , sebenarnya aku itu sungguh sangat terpesona padamu, karena kau
begitu sangat tampan sayang, walaupun dalam keadaan tertidur, itu bertama kali aku
melihat tubuh seorang pria, kau tahu sayang betapa aku sangat malu saat
melihatmu bertelanjang dada seperti itu, ucap Hana tersenyum sambil mengingat
pertemuan pertamanya dengan Aditya.
Hana membalurkan tubuh suaminya dengan sedikit pelembab , ia
mengganti pakaian Aditya dengan hati-hati, Aditya terlihat lebih segar membuat
senyum tak henti mengembang dibibir Hana,
“Sayang lihatlah kau begitu tampan, aku harus menjagamu dengan baik kalau tidak ingin kamu tergoda
dengan wanita lain di luar sana, aku sangat beruntung memiliki suami yang
sangat tampan sepertimu! ucap Hana mencubit pelan hidung mancung suaminya itu,
Hana menyimpan semua peralatan itu kembali di kamar mandi,
baru saja ia keluar dari kamar mandi ia mendengar ketukan pintu, terdengar
suara Aldo mengucapkan salam, Hana pun menyahut setelah itu pintu pun terbuka
ia meliahat Aldo berdiri disana, ia tidak sendiri ada Alex berdiri di sampingnya,
Hana menatap Alex yang tidak berani menatap balik Hana, wajar Alex bersikap seperti
itu ia sungguh merasa tidak enak hati dengan Hana, itu dapat dilihat Hana dari
raut wajah Alex yang begitu terbebani,
“Masuklah! Perintah Hana, sedangkan Aldo sudah terlebih
dahulu masuk.
“Terima kasih Hana, sahut Alex pelan, ia pun melangkahkan
kakinya masuk, melihat Aditya yang terbaring di tempat tidur , membuat Aleh
semakin merasa bersalah, ia mengalihkan pandangannya lalu menutup wajahnya
dengan satu tanganya, Alex menghapus air matanya yang ada disudut matanya lalu
kembalii melnajutkan langkahnya agar lebih dekat dengan Aditya, Ia menarik
sebuah bangku lalu kesisi tempat tidur Adiya, mendudukan tubuhnya disana.
Alex meraih tangan Aditya menggenggam erat tangan sahabatnya
itu seperti mencoba mengalirkan sesuatu kepada Aditya, hanya ada kesunyian
diantara mereka, perlahan Hana mendekat berdiri di sebelah Aldo, mereka menatap
Alex yang tertunduk , banyak kata yang ingin di ucapakan Alex, tapi semua kata
itu seakan tersangkut di tenggorokannya, dadanya seperti di hantam benda yang
sangat besar begitu sakit dan sesak, Aditya adalah sahabatnya, dan yang membuat
ia tidak berdaya seperti ini adalah adiknya,Alex menangis dalam diam, guncangan
__ADS_1
tubuhnya yang menandakan ia sekarang dalam menahan tangis,
“Maaf.., hanya itu kata yang lolos dari bibir Alex.
Perlahan Aldo melangkah mendekati Alex dan memegang Pundaknya,”
tidak ada seorang pun yang ingin dalam situasi seperti, jangan terlalu menyalahkan dirimu, berdoalah
agar Aditya dapat melewati ini semua, ujar Aldo pelan.
Alex mengangkat wajahnya lalu memegang tangan Aldo yang ada
di bahunya, ia menatap Hana yang ada disebrang tempat tidur Aditya,
“Aku sebenarnyaa malu berdiri didepanmu, karena adikku
Aditya seperti ini, walaupun aku mengucapkan beribu maaf padamu atas perbuatan adikku itu tidak akan cukup,
karena perbuatan adikku memang sangat sulit untuk dimaafkan, tapi aku akan
tetap meminta maaf padamu Hana, aku juga minta maaf tidak bisa mendidik adikku
dengan baik, jika seandainya semua bisa diulang aku mau menggantikan posisi
Aditya disini, ucap Alex dengan suara bergetar.
“Ini memang tidak mudah bagiku, setiap aku mengingat kembali
kobaran kebencian itu selalu membakarku, ini mungkin sudah takdir yang harus
aku lewati dengan mas Adit karena itu aku selalu belajar untuk ikhlas, menanam
kebencian dalam hatiku akan semakin membuatku lebih buruk lagi, aku tidak punya
hak untuk membenci seseorang walaupun orang itu begitu membuat aku sangat
terluka, jangan lagi menyalahkan dirimu lagi, aku sudah iklas dengan semua yang
terjadi, doakan lah suamiku biar cepat pulang padaku, ucap Hana dengan deraian
air mata di pipinya.
dariku, sahut Alex dengan tatapan penuh kesedihan pada Hana,
Obrolan mereka terhenti ketika terdengar ketukan pintu, Aldo
pun membukakan pintu ternyata dokter yang ingin mengecek Aditya datang
mengunjunginya, Aldo pun mempersilahkan Dokter itu masuk, setelah menyapa Hana
Dokter itu mulai memeriksa keadaan Aditya,
“Bagaiamana Dok, kapan suami saya bisa bangun lagi, tanya
hana penuh harap.
“Kondisi Aditya semua sudah stabil, keadaannya sudah normal,
sekarang kita hanya menunggu dia kembali sadar, jelas Dokter itu. Setelah
memastikan kondisi Aditya dokter itupun mohon pamit, Hana mengantarnya sampai
ke depan pintu dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.
Ketika Dokter itu baru melangkah keluar Dila pun datang, Ia
langsung memeluk Hana,
“Kamu sudah makan? Tanya Dila melepaskan pelukaknnya lalu
melangkah masuk beriringan dengan Hana. Hana pun mengangukan kepalanya.
“Aldo! Sapa Dila kaget, Aldo pun mengalihkan pandangannya,
ia tersenyum melihat Dila disana dengan segera ia menghampiri Dila.
“Kamu tugas malam ?Tanya Aldo setelah posisi mereka saling
berhadapan. Dila pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum senang menatap
kekasihnya itu, pandangannya beralih pada seseorang yang sedang duduk di
__ADS_1
samping ranjang Aditya. Dila mengernyitkan keningnya mencoba untuk mengingat
pria itu,
“Aku datang tidak sendirian, ayo aku kenalkan,ajak Aldo
menarik tangan Dila.
“Alex , ayo kenalakan ini Dila, ucap Aldo , Keduanya pun
bersalaman dengan menyebutkan nama masing-masing.
“Alex ini sahabat Adit, dan ia juga kakak Karin, jelas Aldo.
Dila membulatkan matanya mendengar perkataan Aldo ,ia langsung melirik Hana, melihat wajah sahabatnya yang baik-baik
saja Dila pun berupaya untuk menyembunyikan keterkejutannya.
Setelah mengobrol beberapa saat Aldo dan Alex pun segera
pamit untuk pulang, keduanya pun mengiyakan, Dila mengantar mereka sampai
kedepan pintu, sebelum pergi Aldo mengusap puncak kepala Dila sambil berkata,,
“Selamat bertugas, jaga kesehatanmu, nanti aku akan
menghubungimu. Dila pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum Bahagia.
“Kamu juga, jangan terlalu memaksa diri dalam bekerja, sahut
Dila, Aldo pun mengiyakan .
Setelah keduanya menghilang dari pandangan mata, Dila segera
menutup pintu dan segera mengampiri Hana yang sedang duduk di pinggir tempat
tidur suaminya,
“Kamu baik-baik saja bukan? tanya Dila sedikit ragu.
“Aku baik-baik saja, Alex dan Mas Adit sudah berteman baik
sejak SMA, ia selalu mendukung hubungan kami walaupun dia tahu adiknya
mencintai Mas Adit, kamu ingatkan waktu berita bohong yang disebarkan Karin, ia
ikut konfrensi pers Bersama kami,untuk memberikan pembenaran bahwa Mas Adit
benar-benar tidak pernah memiliki hubungan dengan Karin,
“Syukurlah,, belajar untuk memaafkan itu lebih baik, karena
dendam juga tidak akan bisa mengubah yang sudah terjadi, ucap Dila mengusap
punggung sahabatbya itu pelan. Hana pun mengiyakan ucapan sahabatnya itu.
“Pantasan tadi aku merasa pernah melihatnya tapi aku lupa,
lanjut Dila.
******
Hana mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu
tidur, ia pun segera beranjak ketempat tidur, tapi bukan tempat tidurnya,
melainkan tempat tidur Aditya, ia tidak tahu karena tiba-tiba ia merasa sangat
rindu tidur sambil memeluk suaminya itu, menghirup aroma khas suaminya , dengan
hati-hati Hana membaringkan tubuhnya disana, lalu melingkarkan tangannya dipinggang suaminya, ia menatap lekat wajah suaminya itu dan mencium kening dan kedua pipi suaminya. Hana menyembunyikan wajahnya di leher suaminya,
“Selamat malam sayang, ketika besok pagi menyapa aku berharap Mas juga menyapaku dengan senyuman yang begitu sangat aku rindukan, mendapatkan morning kiss seperti yang selalu Mas lakukan, I love you my hubby!
.
.
.
Bersambung
__ADS_1