Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 87 Belanja Perlengkapan Bayi


__ADS_3

Satu setengah bulan kemudian,


Sepasang suami itu tampak terlihat sangat Bahagia berjalan beriringan disalah satu pusat perbelanjaan yang sangat terkenal di kota itu, Hana bergelayut manja dilengan suaminya, baru berjalan beberapa saat hana sudah


terlihat ngos-ngosan, Aditya melap keringat yang bercucuran didahi istrinya itu, tapi ia masih terlihat begitu semangat memilih perlengkapan untuk bayi mereka,


Sekarang kodisi Aditya sudah jauh membaik, ia juga sudah bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa, dan seperti  hari ini ia masih menyempatkan diri untuk menemani istrinya belanja perlengkapan untuk kelahiran bayi mereka, walaupun Aditya di selah kesibukannya,.Dan Hana sekarang melakukan perubahan  dalam penampilan , sudah satu bulan ini ia memutuskan untuk berhijap, tentu saja keputusan hana itu sangat didukung penuholeh suaminya,


Kandungan Hana sudah memasuki usia Sembilan bulan, karena itu ia sudah mulai sibuk untuk mencari semua perlengkapan calon bayinya, kerena memang Hana sama sekali belum membeli perlengkapan apapun untuk bayinya,  pakaian bayi untuk anak laki-laki sudah memenuhi kantong belanjanya, karena memang  menurut hasil USG anak mereka berjenis kelamin,


“Sayang, sebaiknya kita istirahat cari makanan atau minuman dulu, Ajak Aditya lembut.


“Tunggu sebentar lagi sayang, masih banyak perlengkapan lain yang belum kita beli, mumpung Mas tidak sibuk sekarang, sahut Hana terlihat sedang memilih tempat untuk mandi bayi.


“Iya, nanti kita lanjutkan lagi sayang, lihat tu keringat kamu udah seperti air hujan saja, dan kamu juga terlihat capek sayang, Mas gak pengen hanya gara-gara ini , kamu kenapa-kenapa!, ujar Aditya.


“Iya deh, sahut Hana lalu memanggil pelayan toko itu untuk mengambil barang yang telah dipilihnya itu, dan berpesan ia akan kembali mengambil barangnya setelah selesai makan, disaat mereka akan keluar toko sorot mata Hana tertuju pada etalese sepatu bayi yang belum sempat dilihatnya, hal ini langsung mengalihkan arah langkah kakinya untuk mendekat,


“Aduh, sayang ini lucu sekali! seru Hana menunjuk sepasang sepatu di tangannya, yang hanya disambut senyuman oleh senyuman


“Aduh sayang ini juga lucu, ini juga ,ini juga, seru Hana memilih sepatu yang terpajang itu sehingga ditangannya ada enam pasang sepatu yang membuatnya menjadi bingung untuk memilihnya, Aditya hanya menggelengkan


kepala melihat tingkah istrinya itu,


“Sayang, aku bingung pilih yang mana, coba mas bantu deh mana yang paling imut dan lucu, seru Hana menarik tangan suaminya untuk lebih mendekat, Dan sampai disana Adiya hanya menatap bingung, apalagi istrinya tak


henti berkata sambil mengatakan sepatu itu lucu dan imut, dan sungguh Aditya tidak mengerti dengan hal itu sedikit pun,


“Ayolah sayang, pilih yang mana, ujar Hana memasang wajah yang sangat menggemaskan. Aditya masih menatap semua sepatu itu tanpa memberi komentar apa pun,


“Kalau kamu gak tau memilih yang mana ya udah beli aja semuanya, jawab Aditya akhirnya, tapi jawaban Adiya itu malah membuat Hana bersungut kesal,


‘Sayang , mana boleh seperti itu, kamu juga harus memilih, jawab Hana sambil mengerucutkan bibirnya,

__ADS_1


“Sayang, Mas sungguh tidak paham,karena semuanya menurut Mas bagus, sahut Aditya,,


“Tapi ada yang lebih bagus dong Mas! sahut Hana tak mau kalah.


“Ya udah, kalau gitu kamu pilih aja sendiri, Mas pasti akan menyukai pilihanmu, ujar Aditya sedikit malas karena terus beradu arguman dengan istrinya itu. Hana makin cemberut mendengar jawaban suaminya itu,


“Tapi aku ingin Mas yang memilihkannnya karena dari tadi semua aku yang pilih Mas hanya bilang iya bagus sayang ! iya lucu sayang!  ucap Hana sambil menirukan ucapan Aditya, Melihat tingkah istrinya Aditya tidak dapat menahan Tawa, Aditya menangkup kedua pipi istrinya yang semakin gembul itu dan menggoyang-goyangkannya dengan gemas.


“kalau kamu suka sayang, beli aja semuanya atau kamu ingin semua isi toko ini kita pindahkan ke rumah, ucap Aditya menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta.


“Mas mulai deh! Sahut Hana sambil melototkan matanya,Dan akhirnya sama seperti sebelumnya Hana yang menentukan mana yang akan di belinya. Dari enam pasang sepatu yang ada ditanganya ia memutuskan untuk


mengambil tiga saja, dan tentu saja menghabiskan beberapa menit untuk menjatuhkan pilihannya, setelah itu ia menyerahkan kepada pelayan toko dan menyusul suaminya yang sudah menunggu di pintu .


*******


Mereka singgah kesalah satu restoran yang ada di Mall itu, keadaan restoran terlihat ramai membuat mereka agak kesulitan untuk mencari meja, Hana memperhatikan wajah suaminya yang mulai beteh melihat keramiaan seperti itu, karena memang suaminya itu sangat tidak suka keramaian,


“Sayang, kita cari tempat lain aja ya, ajak Aditya menatap istrinya itu memelas, melihat suaminya yang terlihat tidak nyaman Hana pun mengiyakan , Hana segera membalikkan tubuhnya , namun secara tidak sengaja tubuhnya mendabrak orang yang ada didepannya, sehingga tas keduanya sampai terjatuh; Adiya pun segera memungut tas istrinya dilantai, begitu pun wanita itu


“Adit! Seru wanita itu kaget. “kau masih ingat padaku, imbuhnya , Aditya mengernyitkan dahinya mencoba mengingat sesuatu,


“Mayang! Seru Aditya tak kalah terkejut.


“Syukurlah kau masih mengingat ku walaupun sudah lama kita tidak bertemu, ujar Mayang sambil tersenyum sehingga memperlihatkan lesung pipinya menambah kecantikannya.  Kemudian ia melirik kepada Hana yang hanya berdiri terbengong heran melihat suaminya ternyata mengenal wanita yang baru saja ditabraknya itu,


“Ini Hana istriku, ucap Aditya seakan paham dengan arti tatapan wanita didepannya itu. Mereka berdua pun bersalaman dan saling menyebutkan nama masing—masing.


“Kau sudah selesai makan? Tanya Mayang menatap keduanya bergantian.


“Belum, kami berencana cari tempat lain, karena disini terlalu ramai, sahut Aditya..


“Kau belum berubah ternyata, sahut Mayang terkekeh, Hana menatap heran wanita didepannya itu, mencoba menerka-nerka apa hubungan suaminya dengan wanita itu,karena ia terlihat tau banyak dengan sifat suaminya

__ADS_1


itu,


“Apakah kau ingin bergabung dengan kita? Tanya Aditya


“Baiklah, tapi apakah istrimu tidak kebaratan, sahut Mayang menatap Hana ragu.


“Tentu saja tidak  Mbak mayang, sahut Hana cepat. Ketiganya pun segera berlalu dari sana dan mencari restoran lain.


****


Sambil menunggu pesanan mereka datang ketiganya pun saling mengobrol, Hana lebih banyak diam mendengarkan obrolan mereka ketika saat masih kuliah di Amerika,


“Aku sungguh tidak menyangkah, akan melihat pun berbeda seperti ini, makanya aku lupa tadi, ujar Aditya menatap Mayang.


“Aku merasa nyaman saat berhijap seperti ini, sahutnya menatap kesembarang arah, “ ini tidak mudah, karena papa sempat menolak keinginan,  tentu saja keinginanku ini sangat sangat mengejutkan keluargaku, aku sungguh aku juga tidak pernah memaksa mereka untuk menerimaku karena ini memang tidak mudah untuk mereka menerimanya,  dan alhamdulilah lama-kelamaan papa akhirnya mau menerima begitu pun dengan mama dan kakak-kakakku,s dan ucap Mayang senduh.


“Jangan  pernah kau melakukan sesuatu hal  karena kau ingin  mendapatkan sesuatu dari apa yamg kau lakukan,


tapi lakukan itu karena kau menyukainya bukan karena ada yang kau kejar, karena bila itu kau lakukan hanya untuk orang lain sungguh kau akan sangat kecewaandai orang lain itu tidak melihat pengorbanan yang telah kau lakukan,


dan  tentu saja akan penyesalan akan  mengampirimu, jelas Aditya menatap Mayang tajam. Mayang balas menatap Aditya dan mencoba mencerna maksud ucapan Aditya.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Ntar pasti ada yang komen udah lama gak up kok cuma satu bab sih😄


tapi tetap terima kasih ya udah nungguin 😅


__ADS_2