
Hana menatap bayangan tubuhnya di cermin, Hana mengerucutkan bibirnya sambil bersungut pelan,
"Bagaimana aku bisa keluar dengan pakaian seperti ini!
Baju berwarna maroon itu sangat kontras dengan kulit putih Hana membuat wajah Hana yang sudah cantik semakin memukau. Krah bajunya yang rendah mengekspo leher jenjang Hana seharusnya itu menjadi poin tambahan untuk kecantikan Hana kalau seandainya leher tidak di penuhi oleh jejak kissmark yang hampir sama dengan warna bajunya. Hana melangkah keluar dari ruangan itu dan berjalan ke meja suaminya.
Ia melihat suaminya begitu sibuk dengan laptopnya sehingga tidak menyadari Hana yang sudah berdiri di sampingnya,
"Sayang!, rengek Hana.
Aditya mengalihkan pandangan dan menatap istrinya,
" Wahh! istri Mas cantik banget, ucap Aditya mencium istrinya. Selesai bicara Aditya kembali sibuk dengan laptopnya.
Merasa di cuekin Hana duduk dipangkuan suaminya, ia menggantungkan tangannya di leher suaminya,
"Mas!
" Eemmm!
"Apakah Mas tidak melihat ada yang aneh di tubuhku?
Aditya menatap istrinya sekilas kemudian menggelengkan kepalanya,
" Mas, apakah Mas tidak melihat leher ku yang penuh oleh stempel bibir Mas, sungut Hana kesal.
Aditya menatap leher istrinya kemudian berkata sambil tersenyum,
"Itu bagus, biar semua orang tau kalau kamu itu milik Mas!
" Mana ada aturan seperti itu!
"Itu peraturan Mas yang bikin, ucap Aditya sambil menyelipkan rambut istrinya ke telinga istrinya.
" Tapi aku gak mungkin keluar dari ruangan Mas dengan pakaian seperti ini, apa nanti kata karyawan mu sayang?
'Mas tidak peduli, ucap Aditya kembali menatap laptopnya.
"Mas, pokoknya aku mau cari baju yang lain, ucap Hana mencubit hidung mancung suaminya.
" Oke!
Aditya mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang,
"Al, tolong hantarkan syal keruangan ku! selesai bicara ia menutup telponnya.
Aldo yang sedang menerima telpon langsung bersungut kesal,
" Enak aja main putus telpon begitu saja aku belum sempat bertanya lagi, untuk apa hari panas begini ia pesan syal, gerutu Aldo.
Kemudian ia pun menelpon seseorang.
Aldo masuk ke ruangan Aditya dan meletakkan kantong yang di bawahnya di meja sofa, ia mendudukkan bokongnya di sofa dan menyandarkan tubuhnya. Ia menatap Hana yang sedang membaca majalah, dengan cepat ia memalingkan wajahnya,
Jadi untuk itu kamu menyuruhku membeli syal**!
Hana tidak berani menatap Aldo wajahnya sudah terasa panas karena menahan malu, dengan cepat ia mengambil kantong itu lalu berlalu dari hadapan Aldo. Setelah memakai syal nya Hana pun kembali keluar dan duduk di sofa.
"Ingin aku pesankan makanan Hana, tanya Aldo.
" Boleh juga, aku juga sudah lapar, ucap Hana tersenyum sambil mengusap perutnya.
__ADS_1
Aldo keluar dari ruangan Aditya, tak berapa lama ia kembali dengan menenteng banyak kantong di tangannya. Aldo meletakkannya di meja sofa, setelah itu ia melangkah pergi.
"Aldo, mau kemana? kita makan bareng sudah lama kita tidak melakukannya, tawar Hana.
" Baiklah! Aldo kembali duduk di sofa.
"Sayang, ayo kita makan! panggil Hana pada suaminya yang masih betah di mejanya.
" Yap, tunggu sebentar!
Setelah menutup laptopnya Aditya bangkit dari kursinya dan melangkah ke sofa, ia duduk di sebelah istrinya yang sedang menata makanan di meja.
"Baiklah ayo kita makan!
Mereka pun segera makan, Hana dengan cepat menghabiskan makanannya dan menambah lagi makanannya, Aldo dan Aditya menatap Hana yang makan seperti orang yang tidak makan selama dua hari.
" Sayang apakah olahraga siang kita menguras semua tenagamu?, tanya Aditya menatap istrinya tersenyum.
Hana langsung tersedak mendengar pertanyaan suaminya, Aditya memberikan minum pada istrinya. wajah Haha merona merah karena malu pada Aldo.
"Mas apakah kamu tidak bisa mengontrol bicaramu. Beraninya kamu bertanya seperti itu di depan Aldo.
Hana menghentikan makanan karena tiba-tiba selera makannya hilang, Aditya menatap istrinya,
" Kenapa? apakah makanannya tidak enak?
Hana mengelengkan kepalanya,
"Aku sudah kenyang Mas.
Aldo menatap pasangan suami istri di depannya, tiba-tiba ponselnya berdering Aldo pun permisi untuk mengangkat ponselnya.
Setelah Aldo keluar Hana membuka syalnya karena merasa kepanasan, Aditya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya,
Hana melototkan matanya pada suaminya dan memukul-mukul lengan suaminya, " Mas mesum, teriak Hana.
****
Raut kebahagiaan terpancar dari wajah tiga sahabat itu ketika berjalan ke parkiran. Hana pun mentraktir ketiga sahabatnya makan di restoran. Hana pun mohon ijin pada suaminya,
"Hallo Mas!
" *Kenapa sayang.
*"Mas bolehkah aku jalan sama Dila dan Frans?
"* Ya udah, hati-hati ya sayang!
*"Iya Makasih ya sayang.
Hana pun menutup telponnya. Ia pun menghampiri sahabatnya, " Ayo kita jalan!
Mobil Frans pun segera meluncur setelah ketiganya masuk,
"Gimana kalau sebelum makan kita nonton dulu, sudah lama kita tidak melakukannya, ajak Frans.
" Oke, jawab Hana dan Dila serentak.
Sekitar dua puluh menit perjalanan mereka pun sampai,
"Kalian pengen nonton film apa?
__ADS_1
" Terserah kamu aja Frans, kamu beli tiket aku cari makanan dulu, ucap Hana.
"Oke, tapi tidak boleh protes ya, ancam Frans.
" Oke!
Frans membeli tiket sedangkan Hana dan Dila mencari makanan, ketika mereka sampai di pintu masuk rupanya Frans sudah menunggu, dan ketiganya pun masuk.
***
Begitu keluar dari bioskop Frans dan Dila tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Hana yang dongkol, Hana menarik kuping Frans, dan Frans menjerit kesakitan.
"Berhasil ya kamu ngerjain aku, sunggut Hana kesal.
" Kan tadi aku dah bilang tidak boleh protes, kamu sudah setuju kan, ucap Frans sambil memegang telinganya yang terasa panas
"Tapi jangan film setan juga kan aku jadi takut kalau malam, ucap Hana masih kesal.
" Kalau takut tinggal peluk suamimu aja, ucap Dila tersenyum sambil mengangkat-angkat alis matanya.
"Hehehe betul juga, ucap Hana tersenyum senang.
" Mudah-mudahan Aditya hari ini keluar kota, jadi kamu ntar malam tidur sendiri, ucap Frans menakut-nakuti Hana.
"Frans!!! teriak Hana.
Frans langsung kabur ke mobil takut nanti di jewer Hana lagi. Ketikanya pun segera jalan untuk mencari restoran karena sudah kelaparan. Mobil Frans berhenti di sebuah restoran yang terkenal di jakarta, mereka segera turun dari mobil dan masuk ke restoran.
"Wah! restoran ini boleh juga, seumur-umur baru kali ini aku makan disini, ucap Dila begitu mendudukkan bokongnya.
Hana duduk di sebelah Dila ia mengambil ponselnya didalam tas untuk menelpon suaminya. Belum sempat Hana melakukan panggilan, tiba-tiba ia mendengar suara yang sangat di kenalnya memanggil namanya, ia langsung menolehkan wajahnya begitu juga Frans dan Dila,
Hana tersenyum senang melihat siapa yang memanggilny, ia pun menyusul suaminya, begitu Hana sampai di depannya Aditya merangkul pinggang istrinya dan mencium puncak kepala istrinya,
"Kenapa kita bisa kebetulan gitu ya Mas, ucap Hana tersenyum.
" Mas belum makan kan?
"Mas baru aja nyampe, begitu masuk Mas lihat kamu jadi langsung aja Mas samperin.
" Kalau begitu kita gabung aja ya, ayo Aldo, ajak Hana.
Aditya dan Aldo pun menyetujui ajakan Hana, ia berjalan ke meja dan disana sudah ada dua sahabat Hana.
Dila hanya mematung menatap suami Hana,
Gila suami Hana keren banget stok limited edition dan itu siapa lagi cowok ganteng di belakangnya, pantasan mata Hana sehat, bersih dan cemerlang ternyata ini vitamin A yang dia konsumsi tiap hari. Bagi satu dong Hana๐๐.
Hana pun memperkenalkan suaminya dan Aldo kepada sahabatnya, Dila bersalaman sambil mengeluarkan senyum termanis yang dia punya, begitu juga Frans bersalaman dengan Aditya dalam Aldo.
Mereka pun segera memesan makanan begitu pelayan datang, sambil menunggu pesanan datang mereka pun mengobrol walaupun suasana terlihat sedikit kaku.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.