
Aditya hanya memandangi istrinya yang duduk di depannya sedang membolak-balik menu yang di pegangnya, sudah lebih lima belas menit istrinya melakukan hal itu,
"Sayang biar Mas yang pilihkan ya, tawar Aditya menatap istrinya.
" Gak usah, pilih aja makanan untuk Mas, jawab Hana malas.
"Gak Boleh kayak gitu sayang, kamu harus makan, kasihan bayi kita, kamu mau makan apa biar Mas pesan khusus untukmu, ucap Aditya.
" Eemmm sepertinya aku ingin ikan asin pakai sambal ijo!
Aditya menatap istrinya dengan pandangan tidak percaya, ia mencoba untuk menahan tawanya, permintaan istrinya sungguh terdengar sangat konyol, bagaimana mungkin di restoran mewah menyediakan menu seperti itu, seumur hidup bahkan Aditya belum pernah mencoba makanan yang di sebutkan oleh istrinya itu.
"Kok Mas diam, katanya mau pesan khusus untuk ku, sungut Hana.
" Sayang... panggil Aditya lembut.
"Permintaan kamu itu konyol sayang, mana mungkin menu aneh seperti itu ada di restoran seperti ini, lagian kenapa harus makanan seperti itu, Mas saja belum pernah melihatnya.
" Mas mengatakan aku dan bayi kita konyol dan aneh, ucap Hana dengan mata berkaca-kaca.
"Mas jahat, lanjut Hana mulai menangis.
Aditya tersadar kalau dia baru saja salah bicara, ia segera menghampiri istrinya, dan bahkan beberapa tamu yang makan di sana memperhatikan mereka. Aditya berdiri di depan Hana kemudian ia memeluk istrinya yang masih duduk,
"Sayang.. sungguh Mas tidak bermaksud berbicara seperti itu, mana mungkin Mas mengatakan kamu dan anak kita seperti itu, Mas sangat mencintai kalian berdua, ucap Aditya membelai kepala istrinya lembut.
" Mas gak bohongkan, tanya Hana menatap suaminya dengan mata yang masih basah dengan air matanya
Melihat suaminya menggelengkan kepalanya, Hana memeluk suaminya erat dan melingkar kan tangannya di pinggang suaminya.
"Nanti kita suruh bikin sama bik Sum aja, gimana sayang?
" Oke! jawab Hana menyetujui dengan mata yang kembali berbinar senang.
Aditya menarik bangku agar bisa duduk di samping istrinya, kemudian ia memanggil pelayan, dengan segera pelayanan itu menghampiri Aditya, Aditya pun memesan makanan dan minuman. Setelah menunggu beberapa menit pesanan mereka pun datang, pelayan itu menata makanan dan minuman di meja Aditya dengan hati-hati. Aroma makanan di depannya sungguh membuat Hana tidak berselera melihatnya.
Aditya memulai makan siang sembari menyuapi istrinya, walaupun sering mendapatkan penolakan dari istrinya , Aditya tetap sabar merayu istrinya untuk menghabiskan makanannya, ketika Hana sudah menolak Aditya mulai mengeluarkan senjata Pamungkasnya,
"Sayang, kamu ingin bayi kita kelaparan, karena mommy gak mau makan.
Dan itu selalu ampuh untuk memaksa Hana membuka mulut, dan menelan makannya dengan wajah memelas.
__ADS_1
" Mas, sudah ya aku benaran gak sanggup lagi, aku mulai mual nih, rengek Hana pada suaminya.
"Baiklah ucap Aditya akhirnya menyerah, kalau memaksa Hana makan lagi ia akan memuntahkan makanannya, dan Aditya yang sudah susah payah membujuk istrinya makan akan sia-sia.
Selesai makan Aditya kembali mengantarkan istrinya ke rumah sakit. Dan ia pun kembali ke kantornya.
***
Karena terlalu sibuk dengan ponselnya, Aditya tidak menyadari kedatangan Aldo di ruangannya. Aldo pun duduk di sebelah Aditya, merasa di cuekin Aldo pun bertanya kepada Aditya,
"Lagi apa sih Dit, tanya Aldo penasaran.
" Ini lagi browser tentang apa yang di suka dan tidak di sukai oleh wanita hamil, jawab Aditya serius.
"Kamu tau Al kalau wanita hamil itu terkadang menyukainya sesuatu yang sebelum hamil ia tidak menyukainya dan sebaliknya pun seperti itu ia tidak akan menyukai apa yang selama ini menjadi hal paling di sukainya, jelas Aditya tanpa mengalihkan pandangannya pada ponselnya.
Aldo yang juga penasaran dengan penjelasan Aditya ikut-ikutan browser tentang wanita hamil,
"Aditya, coba baca ini, saya yakin kamu tak akan menyukai yang ini, jelas Aldo menyodorkan ponselnya pada Aditya, Aditya pun membaca artikel yang ada di ponselnya Aldo.
" Memang ada yang seperti ini, Aditya kaget dan melototkan matanya.
"Ya Allah, Mudah-mudahan istriku tidak mengalaminya, ucap Aditya sambil mengangkat tangannya seperti orang berdoa.
" Ini ada lagi yang juga mengerikan Dit, teriak Aldo sambil tertawa senang.
Aditya segera mengambil ponsel Aldo sehingga berpindah ke tangannya,
"Oh my god! teriak Aditya menepuk jidatnya.
Aldo masih tertawa sambil memegang perutnya,
" Brengsek kamu Al, sudah kamu gak usah ikutan browser, semua artikel mu membuatku lemas, ucap Aditya melemparkan ponsel Aldo ke sofa kemudian menyandarkan tubuhnya yang mendadak lemas.
"Beban menghadapi wanita hamil lebih berat dari pada pertama kali aku di angkat jadi Presdir mengantikan papa, ucap Aditya menarik napas panjang dan menatap lurus ke depan.
" Belum lagi ntar beban ngeliat istri kamu lahiran, katanya sakitnya seperti dua puluh buah tulang yang patah bersamaan, ucap Aldo bergidik ngeri.
"Kalau hanya yang serem-serem aja yang kamu tahu tidak usah ikut campur! ucap Aditya sambil melemparkan bantal sofa ke Aldo karena kesal, sebelum keluar dari ruangan Aditya Aldo kembali melemparkan bantal pada Aditya, untung saja Aditya menangkap dengan sigap. Aldo terkekek keluar dari ruangan Aditya.
****
__ADS_1
Begitu sampai di rumah Hana turun mobil dengan segera karena terlalu lama dalam mobil membuatnya merasa mual. Hana mendahului suaminya masuk ke rumah, setelah mengambil susu istrinya di kursi belakang Aditya pun menyusul istrinya masuk ke rumah.
Melihat istrinya yang sedang naik tangga Aditya pun segera mengingatkan istrinya,
"Sayang.. hati-hati!
" Iya sayang, jawab Hana tanpa menoleh pada suaminya. Hana merasa sangat capek ia ingin segera berbaring di tempat tidurnya.
Sementara Aditya ke dapur meletakkan susu istrinya dan meminta bik Sumi membuat kan Hana ikan asin sambal ijo. Bik Sumi hanya senyum-senyum aja mendengar permintaan Hana,
"Non Hana ngidamnya yang agak modern dikit napa, guman bik sum dalam hati.
Melihat Bik Sumi yang senyum-senyum mendengar permintaan istrinya, Aditya pun menegur bik sum,
" Jangan tunjukkan ekspresi seperti itu kalau bibik menghidangkannya untuk Hana karena ia akan menagis, jelas Aditya pelan.
"Iya Tuan Muda.
Aditya pun segera naik ke kamarnya, ia melihat istrinya yang tiduran di ranjang, Aditya segera menghampiri istrinya dan duduk di tepi tempat tidur,
" Mandi dulu sayang nanti keburu magrib, ucap Aditya membelai rambut panjang istrinya.
Hana membuka matanya dan menatap suaminya,
"Sayang aku gak mau mandi, aku merasa sangat takut melihat air!
Ya Allah apalagi ini! bathin Aditya.
" Mas akan membantu mu mandi sayang, air hangat akan membuat tubuh mu lebih rileks, ucap Aditya menggendong istrinya ke kamar mandi.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa ya readers, like, komen dan vote nya y🤗🤗🤗
Terima kasih 🙏🙏