Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 89 Tiada Terduga


__ADS_3

Hana masuk ke kamar dan melihat suaminya duduk berselunjur di sofa dengan laptop di pangkuannya, perlahan Hana berjalan mendekat, Aditya melirik istrinya itu sekilas sambil memberikan senyum manisnya, Hana hanya bersungut kecil kemudian mendudukan tubuhnya di sofa sebelah Aditya, ia mengambil majalah yang terletak di meja sofa, dan menyibukkan diri dengan majalah itu, ia kembali melibat majalah itu ketika teringat tentang Mayang,


“Sayang!


“Ehmm! Sahut Aditya singkat tanpa mengalihkan pandangannya yang semakin membuat Hana jengkel.


“Aku boleh tanya sesuatu gak, lanjut Hana sambil menatap tajam suaminya itu, namun sayang yang ditatap seperti tidak merasa.


“Kenapa? Sahut Aditya.


“Soal Mayang, imbuh Hana sedikit ragu, mendengar nama Mayang membuat Aditya mengalihkan sejenak pandangannya pada istrinya itu, namun setelahnya ia kembali menatap laptopnya itu,


“Apa yang ingin kau tahu, sahut Aditya pelan.


“Apakah Mayang adalah mantan Aldo yang Mas ceritakan dulu, imbuh Hana lagi. “ Iya, sahut Aditya singkat, Hana yang makin kesal dengan jawaban singkat suaminya itu segera bangun dari sofa dan berjalan ke tempat tidur, ia segera membaringkan tubuhnya disana, Aditya melirik istrinya itu,, tau istrinya itu sedang merajuk karena sedang dicuekin Adirya pun tersenyum sekilas sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


Aditya segera mematiakn laptopnya dan meletakan diatas meja, ia pun melengkah ke ranjang dan membaringkan tubuhnya disebelah istrinya itu, ia memeluk tubuh istrinya yang sedang memunggunginya itu, “sayang..sudah tidur ya, ucap Aditya lembut,, tapi sayang tidak ada sahutan dari Hana mungkin ia masih merasa kesal. Aditya menarik tubuh istrinya itu agar menghadapa kepadanya,


“Aku mengantuk ingin tidur , sahut Hana ketus sambil mengerucutkan bibirnya ketika wajah mereka berhadap-hadapan, Aditya terkekeh dan  merasa gemas melihat istrinya itu yang tiap hari makin sensiif saja, ia kemudian mencium bibir istrinya itu sekilas,”begitu aja marah, tapi kamu semakin cantik kalau lagi marah sayang, ucap Adittya


mencubit pipi istrinya itu yang semakin gembul karena penambanhan berat badannya karena hamil.


“Habisnya Mas itu bikin kesal aja, sahut Hana , Aditya mengusap lembut rambut istrinya dan menatap kedua mata istrinya itu, “kamu penasaran sekali soal Mayang, imbuh Aditya.“Aku hanya ingin tau saja sayang, apakah tidak boleh ya, sahut Hana menatap suaminya itu dengan sendu.

__ADS_1


“Tentu saja boleh sayang, iya Mayang itu mantan Aldo yang pernah mas ceritakan dulu, sahut Aditya sambil memainkan rambut istrinya itu.


“Sayang, kalau aku lihat mayang sepertinya masih menyimpan hati pada Aldo, bahkan ia tidak berani meneybut nama Aldo, ucap Hana menatap mata suaminya itu bergantian, “Bagiaman kalau Mayang tau sekarang Aldo sudah


punya kekasih, ia pasti akan sangat terluka, imbuh Hana ikut sedih mengingatnya, walau pun Aldo sekarang pacarana dengan sahabatnya, tapi ia ikut merasa sedih bila mengingat soal Mayang,


“mereka sudah dewasa pasti sudah bisa menyelesaikan masalah mereka, walau pun akan sangat terluka tapi aku yakin Mayang tidak akan menganggu hubungan Aldo dengan Dila karena ia bukan tipe wanita seperti itu, tapi..Aditya tidak melanjutkan ucapannya.


“Tapi apa sayang? tanya Hana penasaran


“Mayang adalahh cinta pertama Aldo, kata orang-orang melupakan cinta pertama itu sangat sulit dilupakan, apalagi mereka berpisah, bukan karena tidak cinta lagi, lanjut Aditya sambil meantap Kosong plafon kamarnya.


Hana semakin mengeratkan pelukannya pada suaminya itu, ia merasa ikut sesak mengingat hal itu. “Tidurlah sayang, ucap Aditya mengecup puncak kepala istrinya , kemudian mengusap lembut perut istrinya itu, senyum langsung mengembang dibibir Aditya begitu merasakn ada tendangan di tangannya, “Sayang apakah kamu merindukan Daddy. Maaf ya sayang sehari ini, Daddy sibuk, ucap Adirya mencium perut istrinya, senyum Bahagia mengembang dibibirnya melihat interaksi suaminya dengan bayinya, seakan paham dengan perkataan


Pandangan Aditya teralihkan dengan wajah istrinya yang begitu sangat dekat dengan wajahnya, ia menangkup pipi istrinya itu menatap kedua matanya itu dengan intens,” sayang terima kasih sudah hadir dalam hidupku, kau hadiah terindah yang Tuhan kirimkan untuk, ucap Adirya begitu lembut,  Hana meraih tangan suaminya itu dan menciuminya’” jangan pernah bosan dengan diriku, ini awal dari perjalan hidup kita, tetaplah bersamaku sayang, tetap genggam tanganku apapun yang akan terjadi tidak akan ada yang mampu mengalihkan hatiku padamu sayang, sahut Hana lembut dengan suara lirih, Adiya meraih istrinya itu dalam pelukannya  seperti ingin menyalurkan semua cinta yang ada dalam dirinya, setelah cukup lama saling berpelukan Aditya melepaskan


pelukannya, memandang kembali wajah cantik wanita yang sangat dicintainya, perlahan ia mendekatkan bibirnya pada istrinya dan memberikan lumatan kecil disana,Hana yang paham akan keingan suaminya segera membalas ciuman itu, keduanya pun menyalurkan rasa cintanya itu.


*****


Begitu turun di Bandara Juanda, Aldo segera memesan taksi menuju Hotel tempat ia melakukan pertemuan dengan Kliennya, begitu sampai di lobi ia bertemu dengan Ryan , keduanya segera bertegur sapa, rupa Ryan datang juga mengantikan kakaknya, begitu Aldo yang datang untuk mengantikan Aditya, karena kandungan Hana hanya menunggu hari untuk lahir karena itu semua perjalan bisnis keluar daerah sekarang menjadi tanggung jawab Aldo, keduanya pun segera menuju kamar mereka masing-masing yang memang sudah dipesan kemarain,


“Tumben kau mau ikut pertemuan seperti ini, terakhir kita pertemuan kau malah asyik mengobrol dengan Hana dan Dila, sapa Aldo berjalan beriringaan dengan Ryan, tentu saja perkataan Aldo dijawab dengan kekehan oleh

__ADS_1


Ryan.


“Kali ini aku tidak bisa menolak, karena kakakku lagi sakit, jadi sungguh aku terpaksa untuk datang, sahut Ryan santai. Aldo hanya menggeleng sambil tersenyum mendengar ucapan Ryan. Keduanya pun naik lift untuk sampai ke kamar mereka yang ada dilantai lima. Dan sungguh kebetulan mereka mendapat kamar bersebelahan.


*****


Mayang berlari menuju ruang Meeting yang ada di lantai dua Hotel itu, ia mencoba mengatur napasnya sebelum mengetuk pintu , perlahan ia membuka kenop pintu dan masuk , semua mata terarah pada Mayang,


“Maafkan saya pak saya terlambat, ucap Mayang sopan sambil membunggukkan tubuhnya, “ Tak apa ibu  Mayang silahkan duduk kita juga belum mulai, sahut Pak Bambang ramah. Mayang pun menangkat kembali kepalanya dan  tatapannya terpaku pada seseorang yang masih menatapnya,


Deg..


Jantung Mayang seakan meledak melihat wajah yang ada didepan matanya itu, kakinya seakan tertanam sehingga ia tidak bisa  bergerak, dengan cepat ia mengalihkana wajahnya, ia merasakan wajahnya begitu panas, sungguh hati dan matanya tidak bisa di ajak kompromi, susah payah Mayang menahan air matanya, ia menarik napas Panjang dan perlahan melangkah, dan langkah itu sungguh terasa sangat berat, seakan ada batu besar tergantung disana,  ia berjalan dengan menunduk, dan segera menundudukan tubuhnya di kursi kosong disana yang tepat di depan Aldo.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2