Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 73 I love you


__ADS_3

Dila segera turun dari taksi yang ditumpanginya, dan melangkah masuk ke kantor  Aldo, DIla pun berhenti di meja repsisionis untuk bertanya,


" Selamat siang buk, ada yang bisa saya bantu? sapa repsisionis dengan ramah..


" Apakah Bapak Aldo ada? tanya Dila.


"Tunggu sebentar ya buk! Repsisionis itu menelpon seseorang dan setelah menutup telponnya ia kembali menyapa Dila,


" Mari sini buk biar saya hantar ke ruangan Pak Aldo, tawar repsisionis itu. Dila pun mengikuti langkah repsisionis itu. Sambil berjalan Dila mengamati keadaan sekitar kantor, mereka berdua naik lift menuju ruangan Aldo yang ada di lantai tujuh, sekitar dua menit mereka sampai, repsisionis itu mengantarkan Dila kesebuah ruangan,


" Silahkan buk, ini ruangan Aldo, ucap respsisionis itu.


"Terima kasih, ucap Dila. Repsisonis itu pun mengiyakan dengan menganggukan kepalanya, kemudian berlalu dari hadapan DIla.


Dila menarik napas sejenak sebelum mengetuk pintu, terdengar sahutan dari dalam ,Dila pun menarik hendel pintu perlahan, Dila pun melangkah masuk, ia melihat Aldo sedang duduk di belakang meja kerjanya,


"Selamat siang Al, sapa Dila. Aldo pun menegakkan kepalanya begitu mendengar suara Dila, senyum langsung menghiasi bibir tipis Aldo.


" Selamat siang Dila, tunggulah sebentar ,kamu tidak terburuh-buruh bukan, tanya Aldo. Dila menggelengkan kepalanya.


"Duduklah, perintah Aldo, Dila pun mengiyakan , ia pun mendudukan tubuhnya di sofa, ia menyapukan pandangannya keseluruh ruangan Aldo, kemudian pandangan beralih pada Aldo yang terlihat sangat asyik dengan kertas yang ada di tanagannya, senyum terlukis  di bibir Dila," dia semangkin tampan kalau serius seperti itu, guman Dila dalam hati, matanya tak lepas mengamti Aldo,


"Sudah puas memandangi wajah tampanku, seru Aldo tanpa mengalihkan pandangananya dari kertas dalam genggamannya.


Dila yang tergagap langsung mengalihkan pandangannya, wajahnya terasa panas menahan malu, Aldo terkekeh melihat ekspresi Dila, perlahan ia bangkit dari tempat duduknya , Aldo melangkah keluar dari balik meja kerjanya, lalu melangkah menghampiri  Dila lalu mendudukan tubuhnya di sofa tepat di depan Dila,


"Apakah wajahku begitu tampan sehingga kamu tak berkedip memandanganku, Aldo berkata sambil mengangkat sedikit sudut bibirnya .


"Siapa yang memandangimu, sangkal Dila tanpa barani menatap Aldo.


"Aku ada di depanmu , mengapa menatap lantai itu, ucap Aldo sambil menahan tawa. Tapi Dila tidak peduli sedikit pun tidak mengalihkan pandangannya, Aldo pun berpindah dan duduk di sebelah Dila, ia mengangkat dagu Dila pelan dan menarik wajahnya agar berhadapan dengan wajahnya. Dila yang sangat kaget denga perlakuan Aldo menatap mata Aldo, mata mereka bertemu, tatapan mereka saling mengunci, perlahan Dila melepaskan tangan Aldo di dagunya dan mengalihkan pandangananya,

__ADS_1


" Jangan seprti ini Al, ucap Dila pelan.


"Kenapa? tanya Aldo masih menatap Dila.


"Aku takut, sahut Dila pelan,


"Takut! kenapa? tanya Aldo sambil meletakkan tangannya di pipi Dila, dan dengan pelan menariknya, sehingga pandangan mereka kembali bertemu, jarak wajah mereka begitu dekat, mungkin hanya sejengkal , Dila menatap Aldo dengan mata berkaca -kaca, Aldo mentapa Dila dengan mengerutkan keningnya,


"Aku takut tidak bisa mengendalikan hatiku, ucap Dila dengan bibir bergetar dan air mata dila pun jatuh begitu ucapannya sampai.


Aldo sangat terkejut mendengar pengakuan Dila, ia menatap mata Dila dalam, kemudian menghapus air mata Dila yang semakin deras mengalir, bahu Dila mulai bergetar menahan tangisnya, Aldo langsung menarik Dila ke dalam pelukannya, Dila tidak dapat manahan tangisnya lagi, ia membenamkan wajahnya di dada Aldo, Aldo membelai rambut Dila lembut,


Dila melepaskan pelukannya, perlahan ia menjauhkan tubuhnya dari Aldo, "Maaf, ucap Dila pelan.


Aldo menangkup wajah Dila dengan kedua tangannya , Maaf untuk apa? tanya Aldo menatap mata Dila dalam.


"Telah membuat kemejamu basah, ucap Dila sambil menunjukan baju Aldo yang basah oleh air matanya. Aldo tersenyum mendengar ucapan Dila, ia menggenggam tangan Dila yang memegang bajunya yang basah,


"Syarat, inikah cuma basah doang, nanti aku ganti deh , sungut Dila.


"Aku punya banyak kemeja,aku tidak perlu di ganti, seru Aldo.


"Baiklah , apa syaratnya, ucap Dila akhirnya menyerah.


'Jadilah kekasihku, ucap Aldo menatap Dila yang duduk di sampingnya.


Mata Dila membulat mendengar ucapan Aldo , ia menatap kedua mata Aldo bergantian, " kamu jangan bercanda Al, guman Dila pelan.


"apakah wajahku terlihat seperti sedang bercanda, ucap Aldo sambil menggengam tangan Dila. Mendengar ucapan Aldo , Dila menghambur dalam pelukan Dila, ia kembali menangis, kali ini ia menangs lebih keras,


" Kamu  gak suka jadi kekasihku ya, tanya Aldo kembali mencoba menggoda Dila. Dengan cepat Dila menggelengkan kepalanya," kamu begitu semangat menggelengkan kepalnya, jangan-jangan kamu memang sangat ingi jadi kekasih aku ya, seru Aldo kembali menggoda Dila.

__ADS_1


Dila mencubit pinggang Aldo membuat Aldo menjerit kesakitan , " itu hukuman karena kamu sangat suka mengusili aku , sungut Dila kesal. Aldo pun terkekeh,


"Jadi gimana, tawaran aku di terima gak, tanya Aldo meletakkan tangannya di bahu Dila.


"Kok nanyanya gitu sih, gak ada romantisnya, sungut Dila kesal.


"Terus kamu pengennya gimana? Aldo balik bertanya.


"Mana aku tau, seru Dila  mengerucutkan bibirnya.


Tiba-tiba Aldo bangun dari duduknya, ia berdiri di depan Dila, Dila menatap Aldo bengong, lalu Aldo berlutut di depan Dila, ia mengambil kedua tangan Dila dan menggenggam erat dan  menetap mata Dila dalam, Dila sungguh terkejut dengan perlakuan menatap mata Aldo bergantian,


" Dila...aku pria yang tidak pandai bermulut manis, tapi aku aku memperlakukan kamu dengan sangat manis, berilah aku tempat di hatimu, aku berjanji tidak akan menyakitinya, Sungguh aku tidak bisa menahan hatiku lagi, apakah kamu mau menjadi kekasihku?


Mata Dila mulai berkaca-kaca kembali mendengar perkatan Aldo, sungguh ini adalah hal yang paling ingin ia dengar dari mulut Aldo, " Ya ..aku mau, ucap Dila sambil tersenyum haru, mendengar jawaban Dila Aldo tersenyum senang, ia mencium kedua tangan Dila, kemudian menarik Dila dalam pelukannya.


" I love you, ucap aldo mengecup dahi dila.


" I love you to, jawab Dila sambil menatap mata Aldo.


Tak ada kata yang mampu melukiskan kebahagian keduanya, kita tidak akan tau dengan perasaan seseorang kalau tidak mencoba untuk menanyakan langsung kepada orangnya, diterima atau pun ditolak itu adalah konsekuensi yang akan diterima, sedidaknya kita menemukan jawabannya.





Bersambung


 

__ADS_1


 


__ADS_2