
Hana melihat juga tangannya, yang sudah menunjukkan pukul 11 malam, Hana merasa sudah lapar lagi. Ia berjalan menuju lift untuk kembali ke kamarnya yang ada di lantai atas rumah sakit. Hana masuk ke lift seorang diri, setelah beberapa saat dalam lift, Hana pun sampai di lantai atas. Ia pun melangkah ke kamarnya dengan kaki berat karena capek dan lapar.
Kleck..
Hana membuka handle pintu dan melangkah masuk, Hana begitu terkejut melihat Aditya sudah berada dikamar dan sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Mas kenapa datang gak bilang-bilang, rengek Hana manja memeluk suaminya dari belakang.
" Tadi udah Mas telpon tapi ponsel kamu gak aktif makanya Mas langsung aja kesini, ucap Aditya sambil mencium pipi Hana.
"Iya ponsel ku habis baterai sayang, jawab Hana sambil duduk dipangkuan suaminya.
"Anak daddy apa kabar, ucap Aditya sambil mengusap perut Hana lembut.
" Baik daddy, tapi sekarang aku sangat lapar daddy, ucap Hana berkata seperti anak kecil.
" Itu daddy sudah bawakan makanan yang banyak untuk anak daddy, Karena daddy tau mommy kamu pasti lapar juga sayang, seru Aditya masih mengusap perut dan lalu menciumnya.
Hana pun menolehkan wajahnya ke meja sofa dan langsung berteriak senang lalu mencium wajah suaminya bertubi-tubi.
"Ayo sayang kita makan, ajak Hana sambil menarik tangan Aditya.
Aditya pun menuruti langkah Hana dari belakang, Hana segera mendudukkan tubuhnya di sofa kemudian mengeluarkan makanan yang ada dalam kantong. Aditya pun menyusul duduk disamping istrinya.
Melihat berbagai menu makanan Korea yang ada didepannya membuat liur Hana hampir menetes, karena dari tadi siang ia begitu sangat ingin memakan makanan Korea karena gara-gara semalam nonton drama Korea favoritnya.
"Sayang, kenapa kamu bisa tau aku sangat ingin memakan makanan Korea, ucap Hana menatap suaminya terharu.
" Karena semalam Mas lihat kamu seperti ingin memakan televisi gara-gara melihat makanan Korea yang ada di drama semalam yang kamu tonton,Mas bahkan melihat liur mu hampir menetes sayang, seru Aditya sambil terkekeh.
Hana pun ikut tertawa mendengar ucapan suaminya, kemudian memeluk Aditya,
"Terima kasih sayang, ucap Hana.
Aditya mengambil kimbab dengan sumpit lalu menyuapi Hana, Hana pun membuka mulut nya dan mulai mengunyahnya dengan cepat, ia juga memenyuapi kimchi yang ada di depannya, dan tidak butuh waktu lama semua makanan itu habis.
" Hana mengusap perutnya yang semakin buncit karena kekenyangan, kemudian memandang suaminya,
"Kalau tiap hari aku makan segini banyak, nanti aku pasti akan gendut, gak cantik lagi, ucap Hana mengerucutkan bibirnya.
" Kamu kan lagu hamil sayang, Mas juga gak masalah kamu gendut.
__ADS_1
"Tapi nanti Mas akan cari wanita lain, sungut Hana sedih.
" Mau gendut atau tidak Mas tetap cinta sama kamu sayang, ucap Aditya mencubit dagu istrinya.
"Tapi aku gak mau gendut.
" Nanti kalau baby kita sudah lahir kamu bisa diet untuk menurunkan berat badan mu sayang.
"Tapi nanti Mas harus ikut menemani aku olahraga ya, seru Hana dengan wajah berbinar senang.
Aditya menganggukan kepalanya menyetujui pendapat istrinya.
" Sayang, weekend depan kita ke rumah ibu yuk, aku sudah kangen sama ibu dan juga bibi, aku juga sangat Kangen masakan bibi, ucap Hana sedih sambil mengusap perutnya.
"Kamu gak apa-apa bepergian sejauh itu, tanya Aditya menatap istrinya kwatir.
" Bagaimana kalau kita suruh aja ibu sama bibi ke sini.
"Tidak mau, aku juga kangen rumah Mas, rengek Hana menyandarkan kepalanya ke bahu Aditya.
" Ya udah nanti kita pergi, ucap Aditya mengusap kepala istrinya pelan.
"Sekarang sebaiknya kamu istrahat dulu sayang. Hana menganggukan kepalanya dan bangkit dari sofa kemudian melangkah ke tempat tidur, Aditya pun segera mematikan laptopnya dan segera menemani istrinya tidur.
Begitu selesai meeting di luar, Aditya mengajak Aldo untuk langsung menjemput Hana pulang dari rumah sakit, begitu sampai di lobby rumah sakit istrinya dan Dila sudah menunggu di sana, Setelah mobil berhenti Aditya segera turun sedangkan Aldo menunggu di mobil,
"Sore sayang, sapa Aditya mencium kening istrinya.
" Sore juga sayang, jawab Hana dengan senyuman manisnya.
"Hai Dil pa kabar?
" Baik Mas Adit, jawab Dila ramah
"Ayo Dil, kita hantar sekalian, tawar Aditya.
" Gak usah Mas, aku pulangnya naik Bus aja, tolak Dila.
"Jangan menolak, ayo! seru Hana menarik tangan Dila.
" Dila, kamu duduknya di depan aja, aku sama Hana di belakang, ucap Aditya membukakan pintu untuk Hana.
__ADS_1
Dila hanya menganggukan kepalanya dan membuka pintu depan mobil, ia sangat terkejut karena yang mengemudikan mobil ternyata Aldo.
"Sore Pak Aldo, sapa Dila sambil menundukkan tubuhnya. Aldo hanya diam seolah tidak mendengar sapaan Dila. Dila memasang sabun pengamannya dengan bersungguh kesal.
Sombong amat, untungnya ganteng kalau tidak aku jadiin sambal terasi. Aku sumpahin biar jomblo seumur hidup!
Aldo segera menjalankan mobilnya setelah semuanya masuk ke mobil. Kesunyian dalam mobil tiba-tiba di pecahkan oleh suara Hana,
"Mas, kita sudah lama tidak nonton, bagaimana kalau kita pergi nonton rame-rame, ajak Hana semangat.
" Boleh juga, Al kita langsung kebioskop aja ya, seru Aditya.
***
Setelah mendapatkan tiket Aldo segera berjalan ke pintu masuk, sungguh kalau Hana tidak memaksa ia tidak akan mau ikut, tapi apa daya permintaan bumil yang satu itu tidak bisa di tolak. Ketika sudah dekat dengan pintu masuk, disana ia hanya melihat Dila menunggu sendirian, Aldo menatap Dila yang sedang menelpon, dan tiba-tiba Dila tak sengaja juga melihat ke arah Aldo, dan sejenak mereka bertemu pandang, namun dengan cepat keduanya mengalihkan pandangan mereka.
Ketika bertepatan dengan Aldo, walaupun hanya sejenak Dila merasakan panas di dadanya , semakin Aldo berjalan mendekat aliran darah di jantungnya memompa lebih cepat, debarannya membuat dada Hana semakin panas, Aldo kembali menatap Dila lalu berdiri di sebelahnya, Dila pun segera mengakhiri panggilannya. Tak lama kemudian Aditya dan Hana datang dengan makanan dan minuman di tangan mereka.
Jantung Dila semakin berdebar kuat karena ia duduk bersebelahan dengan Aldo, sungguh ia tidak bisa mengikuti film itu dengan serius. Ia melirik Hana yang duduk disebelahnya yang sedang dirangkul oleh Aditya. Ia sedikit terhibur melihat Hana yang menangis karena sepertinya sangat menghayati film romantis dengan kisah yang sangat menyedihkan itu, kalau seandainya ia tidak di posisi pikiran kacau bergalau seperti ini mungkin ia sudah ikut larut seperti Hana.
Dila kembali memperhatikan layar bioskop, untuk mencoba menikmati filmnya tapi ternyata hasilnya nihil, ia memberanikan diri menoleh pada Aldo yang duduk di sebelah kanannya, dan ternyata Aldo malah asyik dengan ponselnya,
"Apakah dia sedang chat dengan kekasihnya, guman Dila dalam hatinya.
Mengingat itu wajah Dila langsung sedih, ia memperhatikan wajah Aldo yang begitu serius dengan ponselnya, dan tiba-tiba Aldo mengalihkan pandangannya dari ponselnya,
" Layarnya di depan, bukan di samping, bisik Aldo ke telinga Dila.
Dila langsung tersentak mendengar suara Aldo dengan cepat ia mengalihkan pandangannya, wajahnya terasa panas karena ketauan oleh Aldo sedang menatapnya, untuk saja keadaan bioskop gelap sehingga Aldo tidak bisa melihat perubahan wajahnya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung