Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 68 Kegilaan Frans


__ADS_3

Semua anggota keluarga sedang berkumpul di ruang makan untuk makan malam, termasuk Mang Ujang yang mengantarkan Aditya dan Hana, Hana yang begitu rindu dengan masakan rumah terlihat sangat menikmati makanannya, mereka menikmati makan malam dengan sesekali mengobrol.


Setelah selesai makan, mereka berkumpul di ruang tamu, sementara Hana dan Lana sedang membereskan bekas makan mereka, setelah selesai Hana dan Lana berkumpul dengan anggota keluarga yang lain,


"Lana, kapan pengumuman masuk ke Universitas X keluar, tanya Aditya.


" Kalau menurut jadwal, minggu depan Mas, jawab Lana.


"Mudah-mudahan, kamu lulus ya Lan, ucap Aditya.


" Amin, terimakasih Mas Adit.


Aura kebahagiaan dari terpancar dari rumah itu, obrolan itu semakin berlanjut, sesekali terdengar tawa mereka.


" Sayang, sepertinya aku lagi pengen makan pangsit sama es doger, ucap Hana memegang perutnya.


"Kita delivery aja ya sayang, ucap Aditya.


" Gak sayang, aku pengen makan di sana, Lana, apakah kang Maman masih berjualan, kakak pengen makan pangsit sama es doger kang Maman, tanya Hana tiba-tiba. Lana pun menganggukkan kepalanya. Hana pun segera mengajak Aditya untuk pergi.


****


Warung begitu ramai ketika mereka tiba, mereka segera turun dari mobil, banyak para wanita yang memperhatikan Aditya yang sedang berdiri di depan warung, terlihat mereka saling berbisik sambil tak henti memperhatikan Aditya, Hana segera berjalan menghampiri suaminya, Aditya pun segera menggandeng tangan Hana untuk masuk, beberapa pasangan mata seperti kecewa, tapi ada beberapa yang masih berbisik sambil memandangi Aditya dan Hana, seperti biasa Aditya bersikap acuh dan cuek.


"Sayang, aku sungguh kesal melihat para wanita itu yang seperti ingin melompat dalam pelukan mu, dengus Hana kesal.


" Biarkan saja sayang, karena Mas hanya ingin tenggelam dalam pelukanmu saja, bisik Aditya. Hana tersenyum manis mendengar jawaban suaminya.


Lana segera memesan makanan untuk mereka sedangkan Aditya dan Hana segera mencari tempat untuk duduk, Hana menatap suaminya yang terlihat sangat canggung,


"Sayang, gimana dong, disini kita gak bisa memesan tempat khusus, ucap Hana menatap suaminya.


" Gak papa sayang, demi kamu dan sebuah hati, ucap Aditya tersenyum sambil mengusap perut istrinya.


Baru saja mereka menundukkan tubuhnya, Tiba-tiba ada yang penepuk pundak Hana,


"Aduh Hana! kenapa bisa kebetulan begini, tanya Frans sambil terkekeh. Hana yang terkejut membalikkan tubuhnya dan menatap Frans terkejut, Frans pun bersalaman dengan Aditya sambil menyapanya


" Ayo Frans, kita gabung aja, ajak Hana.


Mereka pun segera duduk, 'Frans, ngapain kamu ke Bandung?, tanya Hana heran.


"Aku lagi nganterin mama ke tempat kakak aku, kangen sama cucu katanya, jelas Frans.


Mereka bertiga pun asik mengobrol, tak lama kemudian Lana datang dan duduk disamping Hana, Frans sangat terkejut melihat cewek cantik yang ada di depannya, Lana pun menatap balik Frans yang tidak melepaskan pandangannya dari Lana, Frans langsung melempar senyum mautnya,


Hana langsung menyentil kening Frans,


"Jangan mencoba mengoda adik aku, seru Hana.


" Han, kenapa sih kamu gak pernah cerita punya adik secakep ini, ucap Frans manatap Hana dan Lana bergantian.

__ADS_1


"Orang tuanya sungguh luas biasa Han, produknya bibit unggul semua, imbuh Frans.


" Kamu pikirkan kita tanaman, seru Hana kesel.


Frans dengan cepat mengulurkan tangannya kepada Lana,


"Hai, aku Frans, sapa Frans.


" Lana, jawab Lana menyambut uluran tangan Frans.


Pesanan mereka pun datang, setelah meletakkan pesanan mereka pelayan itu pun segera berlalu. Dan mereka pun segera memulai makanya, Frans tak henti bertanya kepada Lana, sedangkan Aditya hanya diam memperhatikan mereka. Hana dengan cepat sudah menghabiskan pangsit nya kemudian segera meminum esnya, Aditya hanya tersenyum menatap Hana yang makan begitu lahap. Hana segera menghentikan minumnya dan menatap balik suaminya,


"Sayang, kamu tidak menyukainya, tanya Hana menatap suaminya.


" Mas tidak terlalu suka pangsit sayang, jawab Aditya singkat.


"Kalau begitu buat aku aja sayang, ucap Hana membuka mulutnya.


" Apakah ini masih muat di perutmu sayang, tanya Aditya terkekeh.


Hana mengangguk sambil tersenyum, Aditya pun segera menyuapi Hana sampai pangsit itu habis,


"Lana tidak usah dengar kan Frans, dia itu playboy cap kambing, ucap Hana ketus melihat Frans yang terus menggoda Lana.


" Ayolah Hana, aku sudah lama tobat, sekarang aku hanya menuju satu jalan saja, ucap Frans menatap Lana dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Jangan percaya Lana, imbuh Hana.


Aditya hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya," tu kan Hana, Aditya saja percaya kalau aku sudah berubah,, ucap Frans lalu melanjutkan makannya.


Lana memperhatikan Frans yang ada di depannya, Kak Frans memang memiliki wajah yang tampan dan pandai bicara, tentu banyak wanita yang sudah jadi korban rayuan, guman Lana dalam hati


Frans juga balik menatap Lana, sejenak mata mereka bertatapan, Lana segera membuang pandangannya,


"Lana kamu jangan dengarin kakak kamu ya, sepertinya aku sudah menemukan rumah yang cocok untuk pulang, aku ingin segera membelinya agar tidak kedahuluan sama yang lain.


Wajah Lana langsung memerah mendengar perkataan Frans, sedangkan Hana langsung menyentil kening Frans dengan keras, membuat Frans mengaduh kesakitan, sehingga beberapa pasang mata yang sedang makan disana mengalikan mata pada mereka.


"Aduh kakak ipar, kamu jahat sekali, ringis Frans.


" Apa? kakak ipar katamu, Hana mencoba untuk menjewer telinga Frans, namun dengan cepat Frans berdiri menjauh.


"Kakak ipar jangan kwatir aku akan buktikan kalau aku ini bersungguh-sungguh dengan ucapan ku, ucap Frans.


" Kamu baru kenal dengan Lana bagaimana mungkin kamu bisa bicara seperti itu, lagian belum tentu Lana akan menyukaimu, ucap Hana ketus.


"Aku sudah lama bersahabat dengan kamu, aku rasa Lana juga memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dengan kamu, jelas Frans kembali duduk.


" Masa Lana tidak tertarik dengan wajahku yang tampan, pintar lagi, lanjut Frans percaya diri.


Aditya hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Frans.

__ADS_1


"Kak Frans, Lana masih ingin kuliah, jawab Lana polos.


" Tu kamu dengar jawaban nya lana! seru Hana.


"Tapi aku juga tidak akan mengajak kamu menikah besok Lana, Aku akan menunggu kamu sampai selesai kuliah dulu, jelas Frans serius.


Aditya tidak bisa menahan tawanya lagi, sehingga mereka bertiga mengalihkan pandangannya pada Aditya,


" Kenapa tertawa sayang, tanya Hana heran.


"Kenapa kalian mendebatkan hal ini, ayo kita pulang nanti keburu malam, sahut Aditya.


Akhirnya perundingan gila itu terpaksa terhenti karena mereka harus balik ke rumah, dan Frans masih sempat-sempatnya meminta nomor telpon Lana, tapi sepertinya Frans harus menelan kecewa karena Lana menolak.


****


Semakin malam jalan semakin ramai oleh pasangan yang pergi malam minggu, sehingga mobil harus beberapa kali terjebak macet,


"Apakah teman kakak seperti Kak Frans semua, Mana ada baru sekali bertemu sudah ngomong soal nikah, tanya Lana polos.


" Tapi Frans tidak pernah kakak lihat seperti itu sih, ucap Hana heran.


"Biasanya dia yang dikejar-kejar cewek, dan sialnya dia tidak bisa menolak, sehingga pacarnya ada di setiap bengkolan, lanjut Hana.


" Kak Frans memang tampan, karena itu banyak yang naksir, dan pintar merayu, ucap Lana.


"Jadi kamu sudah termakan rayuan gombal si Frans, seru Hana menatap Lana tajam.


" Sayang, jangan seperti itu, mereka sudah dewasa, apa salahnya mereka merasa ada ketertarikan, asal dalam batas yang wajar, ucap Aditya lembut sambil menggenggam tangan istrinya dengan tangan kirinya.


"Jadi Mas mendukung Frans sama Lana?


" Kakak ini bicara apa sih, mang aku punya hubungan apa sama Kak Frans, bertemu aja baru sekali, ucap Lana heran.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Kwkwkw Frans kok bisa segila itu y🀣🀣🀣


Maaf ya readers kalau Author low up, πŸ™


Author kayaknya ikut sableng sama Frans karena begitu banyak kerjaanπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


Karena banyak yang minta visual para tokohnya, kemarin sudah coba Thor up, tapi lama banget reviewnya dari MGT, jadi terpaksa di hapus lagi πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”


__ADS_2