
Kedua orang tua Aditya duduk dibangku di depan kamar operasi, Mama Aditya tak henti menangis
beberapa kali papa Aditya mencoba menenangkannya, doa tak henti terucap dari
bibir keduanya, Frans yang ikut menunggu berdiri tidak jauh dari pintu masuk ruang
operasi. Tak lama kemudian Aldo datang dan mendudukan tubuhnya di sebelah mama
Aditya, Mama Aditya langsung memeluk Aldo dan kembali menangis,
“Terima kasih sayang, sudah bersedia mendonorkan darah untuk
Aditya, Ucap mama Aditya pelan,
“Aditya sudah seperti saudara bagiku tante sudah kewajibanku
untuk membantunya, kalau Aditya ada di posisiku dia juga akan melakukan hal
yang sama, sahut Aldo lembut,
“Apa sebenarnya yang terjadi nak, tanya mama Aditya menatap
kedua mata Aldo bergantian, Mendengar pertanyaan Mama Aditya Untuk sesejanak
Aldo terdiam, lalu ia menarik napas Panjang dan manatap mama Aditya yang duduk
sambil memegang kedua tangannya. Ado pun meneceritakan semuanya tentang
kejadian yang sebenarnya, kedua orang tua Aditya sangat terkejut mendengar pejelasan
Aldo,
“Tante tidak menyangkah Karin akan berbuat seperti itu,
sahut beliau dengan bibir bergetar,
“Om dan tante sekarang sudah tidak usah kwatir karena Karin
sudah tertangkap , tambah Aldo.
“Kenapa Aditya harus menyembunyikan hal seperti itu dari kami
Al, tanya papa Aditya.
“Sebenarnya Aditya juga tidak ingin meneyembunyikan hal ini
dari Om dan Tante, tapi Adit tidak ingin Om dan tante kwatir, sebenarnya ia ingin memberitahu tapi setelah hana
ditemukan kembali, tapi..
Aldo tak sanggup melanjutkan ucapannya ia mengusap kedua
wajahnya dengan jari tangan kanannya
berusaha menyembunyikan kekwatirannya.
“Bagaimana keadaan Hana Tante?, tanya Aldo pelan.
“Ia masih belum sadar, sekarang ia di temani oleh Dila dan
Lana, sahut mama Aditya pelan
“Aku ingin menemuia Hana dulu Tante, ucap Aldo, Mama Aditya
pun menganggukan kepalanya, kemudia Aldo bangkit dan melangkah menjauh.
*****
Aldo mengetuk pintu sebelum masuk, perlahan ia membuka
__ADS_1
handle pintu, melihat Aldo yang muncul dibalik pintu Dila dengan langkah cepat
menghampiri Aldo dan langsung memeluknya, Aldo mendekap Dila erat , Dila tidak dapat menahan air matanya, ia
menangis dalam pelukan Aldo, dengan
lembut Aldo mengusap kepala Dila , ia melirik Lana yang duduk diam sambil
menatap Hana, matanya yang sembab karena menangis,
“Apakah operasi Mas Adit sudah selesai, tanya Dila
melepaskan pelukannya.
“Belum, bagaimana keadaan Hana, Aldo balik bertanya.
“Ia belum sadar, ia begitu shok melihat Mas Adit yang
tertembak di depan matanya, sahut Dila pelan sambil menatap Hana yang terbaring
di tempat tidur.
“Berdoa saja untuk mereka, ucap Aldo, Dila menganggukan
kepalanya pelan. Aldo pun berjalan menghampiri Lana, Aldo mengusap pelan lengan
Lana, sehingga lana mengalihkan pandangannya,
“Kak Aldo, ucap Lana kembali menangis.
“Doakan saja mereka semoga bisa melewati ini semua, Kamu sudah memberi tahu hal ini pada ibumu Lana? Tanya Aldo. Lana
menggelengkan kepalanya pelan,
“Jangan kasih tahu dulu, tunggulah sampai besok, sahut Aldo.
“Baiklah aku kembali ke tempat Aditya, beri tahu aku kalau
Hana sudah sadar, ucap Aldo menatap Di;a dan Lana bergantian, keduanya pun
menganggukan kepalanya. Setelah itu Aldo pun melangkah pergi, ia membuka pintu
dengan hati-hati dan kembali menutupnya dengan pelan.
******
Aldo baru saja sampai di depan kamar operasi Aditya, lampu
merah di depan kamar operasi padam menandakan operasi sudah selesai, mereka ia
sedang menunggui Aditya dengan segera berdiri di depan pintu ruangan kamar
operasi itu, tak lama pintu kamar operasi terbuka. Dokter yang mengoperasi
Aditya keluar, melihat mama dan papa Aditya yang ada disana, Dokter itu pun
mengajak mereka untuk bicara di ruangannya , mereka pun menyetujuinya dan
segera melangkah keruangan dokter itu,
tak berapa lama berjalan mereka sampai dan langsung berkumpul disana, Frans
tidak ikut karena ia ingin menunggui Aditya di sana,
“Bagaimana operasi anak saya dok? Tanya mama Aditya penuh
kekwatiran.
“Alhamdulilah operasi berjalan dengan lancar buk, Tuhan
__ADS_1
masih menyayangi Pak Aditya bergeser
setengah centi saja peluru itu akan mengenai jantung pak Aditya, itulah
mengapa operasi memakan waktu yang lama, Aditya juga banyak kehilangan darah,
untuk saja golongan darah Pak Aldo sama dengan Pak Adiya sama karena kebetulan
stok darah golongan itu lagi kosong di rumah sakit kita, jelas dokter itu panjang
lebar
“Dan sekarang bagaiaman keadaan anak saya dokter?
“ Walaupun operasi berjalan lancar tapi Aditya belum
melewati masa kritisnya, beliau harus berada di iCU sampai masa kritisnya
berlalu, tambah dokter itu.
“Lakukan apa pun yang terbaik untuk anak saya, datangkan
semua dokter ahli jika tidak ada di sini datangkan dari luar negeri, ucap papa Aditya.
“Iya tuan Wisnu, sahut dokter itu,” kami akan melakukan yang
terbaik.
Setelah mendengar penjelasan dokter mereka segera keluar
dari ruangan dokter itu untuk melihat keadaan Aditya.
*****
Aditya telah di pindahkan dari ruang operasi ke ruang ICU,
banyak alat medis yang menempel di tubuhnya, wajahya yang terlihat pucat karena
banyak kehilangan darah. Mama, papa ,dan Aldo bergantian masuk untuk melihat
kondisi Aditya, mama Aditya kembali tidak dapat menahan tangis meihat kondisi
putra,
“Cepat sembuh nak, mama tak sanggup melihatmu seperti ini,
kamu harus kuat ingat istri dan anakmu, mama dan papa selalu menunggumu sayang,
ucap mama Aditya di sela isaknya.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1