Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 81 Cepatlah sembuh


__ADS_3

Kedua orang tua Aditya duduk dibangku di depan kamar  operasi, Mama Aditya tak henti menangis


beberapa kali papa Aditya mencoba menenangkannya, doa tak henti terucap dari


bibir keduanya, Frans yang ikut menunggu berdiri tidak jauh dari pintu masuk ruang


operasi. Tak lama kemudian Aldo datang dan mendudukan tubuhnya di sebelah mama


Aditya, Mama Aditya langsung memeluk Aldo dan  kembali menangis,


“Terima kasih sayang, sudah bersedia mendonorkan darah untuk


Aditya, Ucap mama Aditya pelan,


“Aditya sudah seperti saudara bagiku tante sudah kewajibanku


untuk membantunya, kalau Aditya ada di posisiku dia juga akan melakukan hal


yang sama, sahut Aldo lembut,


“Apa sebenarnya yang terjadi nak, tanya mama Aditya menatap


kedua mata Aldo bergantian, Mendengar pertanyaan Mama Aditya Untuk sesejanak


Aldo terdiam, lalu ia menarik napas Panjang dan manatap mama Aditya yang duduk


sambil memegang kedua tangannya. Ado pun meneceritakan semuanya tentang


kejadian yang sebenarnya, kedua orang tua Aditya sangat terkejut mendengar pejelasan


Aldo,


“Tante tidak menyangkah Karin akan berbuat seperti itu,


sahut beliau dengan bibir bergetar,


“Om dan tante sekarang sudah tidak usah kwatir karena Karin


sudah tertangkap , tambah Aldo.


“Kenapa Aditya harus menyembunyikan hal seperti itu dari kami


Al, tanya papa Aditya.


“Sebenarnya Aditya juga tidak ingin meneyembunyikan hal ini


dari Om dan Tante, tapi Adit tidak ingin Om dan tante kwatir, sebenarnya  ia ingin memberitahu tapi setelah hana


ditemukan kembali, tapi..


Aldo tak sanggup melanjutkan ucapannya ia mengusap kedua


wajahnya  dengan jari tangan kanannya


berusaha menyembunyikan kekwatirannya.


“Bagaimana keadaan Hana Tante?, tanya Aldo pelan.


“Ia masih belum sadar, sekarang ia di temani oleh Dila dan


Lana, sahut mama Aditya pelan


“Aku ingin menemuia Hana dulu Tante, ucap Aldo, Mama Aditya


pun menganggukan kepalanya, kemudia Aldo bangkit dan melangkah menjauh.


*****


Aldo mengetuk pintu sebelum masuk, perlahan ia membuka

__ADS_1


handle pintu, melihat Aldo yang muncul dibalik pintu Dila dengan langkah cepat


menghampiri Aldo dan langsung memeluknya, Aldo mendekap Dila erat  , Dila tidak dapat menahan air matanya, ia


menangis dalam pelukan Aldo,  dengan


lembut Aldo mengusap kepala Dila , ia melirik Lana yang duduk diam sambil


menatap Hana, matanya yang sembab karena menangis,


“Apakah operasi Mas Adit sudah selesai, tanya Dila


melepaskan pelukannya.


“Belum, bagaimana keadaan Hana, Aldo balik bertanya.


“Ia belum sadar, ia begitu shok melihat Mas Adit yang


tertembak di depan matanya, sahut Dila pelan sambil menatap Hana yang terbaring


di tempat tidur.


“Berdoa saja untuk mereka, ucap Aldo, Dila menganggukan


kepalanya pelan. Aldo pun berjalan menghampiri Lana, Aldo mengusap pelan lengan


Lana, sehingga lana mengalihkan pandangannya,


“Kak Aldo, ucap Lana kembali menangis.


“Doakan saja mereka semoga bisa melewati ini semua, Kamu sudah  memberi tahu  hal ini pada ibumu Lana? Tanya Aldo. Lana


menggelengkan kepalanya pelan,


“Jangan kasih tahu dulu, tunggulah sampai besok, sahut Aldo.


“Baiklah aku kembali ke tempat Aditya, beri tahu aku kalau


Hana sudah sadar, ucap Aldo menatap Di;a dan Lana bergantian, keduanya pun


menganggukan kepalanya. Setelah itu Aldo pun melangkah pergi, ia membuka pintu


dengan hati-hati dan kembali menutupnya dengan pelan.


******


Aldo baru saja sampai di depan kamar operasi Aditya, lampu


merah di depan kamar operasi padam menandakan operasi sudah selesai, mereka ia


sedang menunggui Aditya dengan segera berdiri di depan pintu ruangan kamar


operasi itu, tak lama pintu kamar operasi terbuka. Dokter yang mengoperasi


Aditya keluar, melihat mama dan papa Aditya yang ada disana, Dokter itu pun


mengajak mereka untuk bicara di ruangannya , mereka pun menyetujuinya dan


segera melangkah  keruangan dokter itu,


tak berapa lama berjalan mereka sampai dan langsung berkumpul disana, Frans


tidak ikut karena ia ingin menunggui Aditya di sana,


“Bagaimana operasi anak saya dok? Tanya mama Aditya penuh


kekwatiran.


“Alhamdulilah operasi berjalan dengan lancar buk, Tuhan

__ADS_1


masih menyayangi Pak Aditya  bergeser


setengah centi saja peluru itu akan mengenai jantung pak Aditya, itulah


mengapa operasi memakan waktu yang lama, Aditya juga banyak kehilangan darah,


untuk saja golongan darah Pak Aldo sama dengan Pak Adiya sama karena kebetulan


stok darah golongan itu lagi kosong di rumah sakit kita, jelas dokter itu panjang


lebar


“Dan sekarang bagaiaman keadaan anak saya dokter?


“ Walaupun operasi berjalan lancar tapi Aditya belum


melewati masa kritisnya, beliau harus berada di iCU sampai masa kritisnya


berlalu, tambah dokter itu.


“Lakukan apa pun yang terbaik untuk anak saya, datangkan


semua dokter ahli jika tidak ada di sini datangkan dari luar negeri, ucap  papa Aditya.


“Iya tuan Wisnu, sahut dokter itu,” kami akan melakukan yang


terbaik.


Setelah mendengar penjelasan dokter mereka segera keluar


dari ruangan dokter itu untuk melihat keadaan Aditya.


*****


Aditya telah di pindahkan dari ruang operasi ke ruang ICU,


banyak alat medis yang menempel di tubuhnya, wajahya yang terlihat pucat karena


banyak kehilangan darah. Mama, papa ,dan Aldo bergantian masuk untuk melihat


kondisi Aditya, mama Aditya kembali tidak dapat menahan tangis meihat kondisi


putra,


“Cepat sembuh nak, mama tak sanggup melihatmu seperti ini,


kamu harus kuat ingat istri dan anakmu, mama dan papa selalu menunggumu sayang,


ucap mama Aditya di sela isaknya.


.


..


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2