Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 86 Aku Tampan dan Menggoda


__ADS_3

Rendi dan Nena baru saja mendudukan tubuhnya ketika pelayankafe mengantarkan pesanan Aldo dan Dila, sekalian mereka berdua pun memesan minuman  untuk mereka berdua,


“Aku pengen Caffe latte,, aja deh, seperti punya bapak ini, ucap Nena sambil menunjuk Aldo..


“Sayang.., ucap Rendi lembut, Nena hanya merungut sambil menatap Rendi kesal,


“Tadi kan sudah janji, gak boleh pesan kopi, ujar Rendi meraih tangan istrinya itu,


“Hot dark chocolate sama hot tea aja, ujar Rendi pada pelayan itu, pelayan itu pun mengiyakan dan ia segera berlalu dari hadapan  mereka,  Aldo dan Dila hanya menatap heran melihat sikap Nena yang cemberut


seperti tidak terima dengan penolakan suaminya,ia terus merengek pada suaminya itu,


“Sedikit saja sayang, boleh ya, rayu Nena


“Nena kenapa? Kalau ia pengen kenapa harus dilarang Ren, biarkansaja! ujar Aldo


“kopi tidak bagus untuk wanita hamil, sahut Rendi menatap Aldo lalu beralih pada istrinya itu, Aldo dan Dila sama terkesiap mendengar perkataan Rendi,


“Hamill! Wah ! selamat ya sebentar lagi kalian akan jadi orang tua , ucap Dila begitu antusias menggenggam tangan Nena yang tepat duduk di depannya. Aldo pun tidak lupa menyelemati keduanya, keduanya pun tersenyum senang sambil berucap terima kasih,,


“Sudah berapa minggu Nen? Tanya Dila.


“Baru sih , jalan enam minggu, jelas Nena dengan senyum bahagia tak putus dari bibirnya.


“Rendi benar kamu gak usah konsumsi kopi dulu itu gak bagus untuk kandunganmu, jelas Dila menatap kedua mata Nena bergantian,


“Iya aku tau, sahut Nena,


“Tapi aroma kopi itu sangat menggodaku, pada hal dulu aku tidak menyukai kopi loh, kenapa seperti itu ya, imbuh Nenna mencoba menerka-nerka.


“Akan banyak hal aneh lainnya yang akan kamu temui lagi, sahut Dila terkekeh,


“Selamat ya Ren, kayaknya teman Aditya bertambah nih, harus kelabakan menghadapi diawal kehamilan istrinya, ujar Aldo ikut menimpali.


“Aditya apa kabar, sudah cukup lama aku tidak bertemu dengannya, imbuh Rendi. Air muka Aldo pun langsung berubah mendengar pertanyaan Rendi, terlihat jelas  raut kesedihan ada disana, sejenak ia menarik napas Panjang,


“Kamu kenapa Al,, rendi bertanya keheranan begitu pun dengan Nena. Dila tidak berani menyaut biar Aldo saja yang menjelaskan.


“Beberapa hari yang lalu sesuatu hal buruk terjadi pada Aditya, selama empat hari ia tidak sadarkan diri, alhamdulilah tadi pagi ia sudah bangun, jelas Aldo menatap kosong kedepannya,


“Apa yang terjadi Al, kenapa aku tidak tau sedikitpun, seru Rendi seperti tidak terima.


Aldo pun menceritakan semua kejadian itu kepada Rendi dan Nena, yang membuat keduanya ikut geram mendengar cerita Aldo,


“Kami menutup kasus ini dari media, karena kabar Aditya seperti itu akan berdampak buruk terhadap perusahaan, jelas Aldo menambahkan.

__ADS_1


“Iya aku tau, tapi setidaknya kamu mengabariku, sahut Rendi sedikit kecewa.


“Maafkan aku, sungguh saat itu aku sangat kacau melihat keadaan Aditya, aku pikir aku tidak akan bisa melihatnya lagi melihat dia begitu banyak kehilangan darah, imbuh Aldo menatap nanar,


“Aku yang mengurusi perusahaan selamat Adit sakit, karena terlalu sibuk aku tidak sempat mengabarimu, imbuh Aldo


“Iya , aku tau posisimu, maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud menyalahkanmu, sahut Rendi menatap sahabatnya itu.


“Kasihan Hana harus menghadapi semua ini dalam keadaan sedang hamil, Nena menyauti dengan wajah sedih.


Percakapan mereka terhenti ketika pelayan datang mengantarkan pesanan Rendi Dan Nena, mereka pun segera menikmati minumannya, dengan sesekali mengobrol tentang keadaannya  Aditya.


****


Hana sedang menyuapi suaminya itu ketika ia mendengar ketukan pada pintu kamarnya, setelah meminta suaminya untuk menunggu sebentar ia pun meletakkan piring di tangannya pada meja kecil disamping tempat tidur,


ia pun melangkah membuka pintu kamarnya, ia keget sekaligus senang melihat siapa yang berdiri di depan pintu,


“Hai selamat malam Hana, aku kangen banget sama kamu! sapa Nena memeluk sahabatnya itu girang.


“Malam juga Nena, aku  juga kangen sama kamu Nen!  ucap


Hana, keduanya pun melepaskan pelukannya, Hana pun mengajak keduanya untuk


Keduanya pun segera menyapa Aditya yang duduk di tempat tidur, Rendi mendekap sahabatnya itu sejenak “Aku mendapat kabar dari Aldo, tadi secara tak sengaja kami bertemu dengannya, ujar Rendi.


“Bagimana keadaanmu sekarang Dit, tanya Rendi menarik sebuah bangku untuk Istrinya


“Sayang , duduklah! Perintahnya pada istrinya itu,  Nena pun mendudukan tubuhnya disana


“Alhamdulilah , sudah jauh lebih baik! sahut Aditya mencobamemperbaiki posisi duduknya. Hana pun mendudukan tubuhnya di sisi tempat tidurkembali mengambil piring makan suaminya tadi dan kembali menyuapi suaminya itu,


“Aku tidak menyangkah adiknya Alex bisa segila itu!, ucap Rendi kesal.


“Aku masih sangat bersyukur dia tidak melukai Hana, aku tidak dapat membayangkan kalau hal buruk terjadi pada Hana, ujar Aditya menatap istrinya itu dengan tatapan yang sangat sulit diartikan, ia mengusap pipi istrinya itu dengan tanganya.


“Aku juga kaget saat mendengar cerita Aldo saat dia menculik Hana, aku kwatir dengan kandungan Hana, sahut Nena dengan suara penuh kekwatiran.


“aku sangat bersyukur bayi kami baik-baik saja, dia anak yang kuat, sahut Hana sambil mengusap lembut perutnya itu,


“Ini mungkin jalan untuk lebih mempererat cinta kalian, kita tidak tahu hal apa yang akan kita hadapi kedepannya, begitu pun denganku dan Nena, setidaknya bila kita menghadapi itu berdua bisa lebih menguatkan, imbuh


Rendi. Aditya pun mengiyakan ucapan sahabatnya itu.


Aditya pun menyelesaikan makannya, Hana menyodorkan gelas dekat bibir suaminya itu, Aditya pun menghabiskan minumnya dalam sekejap, Hana pun segera memindahkan g;as dan piring bekas makan Aditya, lalu ia mengajak

__ADS_1


Nena untuk mengobrol di sofa dan memberikan waktu pada suami mereka untuk


mengobrol berdua.


*****


Hana beranjak naik ke tempat tidur, ia membaringkan tubuhnya di samping suaminya,”Kemarilah sayang, ucap Aditya membuka kedua tangannya untuk memintah Hana tidur dalam pelukanya,


“Sayang , jangan nanti aku bisa menyakiti lukamu, tugas Hana kwatir.


“Tidak sayang, aku baik-baik saja, sahut Aditya menggesertubuhnya pelan. Hana pun menuruti keinginan suaminya itu, Aditya langsungmendekap tubuh istrinya itu erat, membenamkan wajahnya diceruk leher istrinya itu, Hana mengusap pelan rambut Aditya lalu menciuminya, kehangatan yang sudah beberapa hari ini tidak mereka rasakan, perlahan Aditya mengangkat wajahnya dari leher istrinya, keduanya saling bertatapan mesra, Aditya melirik pada


bibir tipis istrinya itu yang begitu menggoda untuk mencicipinya, Aditya menempelkan bibirnya pada bibir istrinya memberikan lumatan lembut.


“Sayang , aku sangat Bahagia dapat Mas peluk seperti ini lagi, ucap Hana begitu Aditya melepaskan ciumannya, “jangan tinggalkan aku lagi  ya Mas, imbuh Hana dengan suara manja, Aditya terkekeh sambil mencubit gemas


pipi istrinya itu,


“Iya sayang, sahut Aditya,


"Sayang kamu tau gak , Mas tidak menyangkah kalau kamu itu sudah tergoda pada Mas pada pandangan pertama ,  goda Aditya,


“Siapa bilang! Mas itu dulu sangat mengesalkan, sahut Hana dengan pipi memerah.


“Kamu sendiri yang bilang sayang, kalau Mas terlihat sangat tampan dan  begitu seksi kalau bertelanjang dada, sahut Aditya tersenyum usil,


“Kapan aku bicara seperti itu, bantah Hana melepasakan pelukan Aditya, tapi dengan cepat Aditya menahannya.


“Mas dapat mendengar semua yang kau katakan sayang, Mas ingin menjawab setiap perkataanmu tapi Mas tidak bisa,  terima kasih sayang sudah mecintai Mas dengancinta yang sangat luar biasa,  ucap Aditya lalu mengecup kening Hana lembut.


“Sekarang tidurlah, sudah larut, ujar Aditya mengusap kepala istrinya lembut, Hana pun mengiyakan ia membenamkana wajahnya di dada suaminya, menciumi aroma khas suaminya, tak lama Aditya mendengar napas istrinya yang teratur, Aditya mengangkat sedikit kepalanya, dan benar saja istrinya itu sudah


terlelap, Aditya kembali mengecup puncak kepala istrinya, kemudian ikut memejamkan matanya.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2