
Mobil Aditya meluncur di jalan raya yang ramai, beberapa kali Mobil Aditya terjebak oleh macet. Beberapa kali terdengar umpatan keluar dari mulut Aditya melihat pengemudi motor yang menyalip tanpa aturan. Hana menatap wajah suaminya yang kesal,
"Sayang sebaiknya kita gak usah keluar, kita makan malam dirumah saja, ucap Hana sambil menatap suaminya.
" Mas ingin mengajak kamu makan di restoran favorit Mas, makan di sana enak kamu harus mencobanya!
"Ya sudah terserah Mas aja, tapi gak kayak makan di restoran dulu kan? tanya Hana curiga.
Aditya terkekeh mendengar pertanyaan istrinya,
" Karena kamu tidak menyukai maka Mas tidak melakukannya. Kita akan makan berbaur dengan yang lain.
Akhirnya mobil yang dikemudikan Aditya sampai di restoran yang mereka tujuh, Aditya pun segera memarkirkan mobilnya. Hana sangat kaget begitu melihat restoran yang mereka kunjungi,
"Ini restoran yang Mas maksud, ucap Hana turun dari mobil.
" Iya, kenapa? tanya Aditya menatap istrinya lalu ia mengenggam tangan istrinya dan mengajaknya masuk.
"Mas sering makan kesini? tanya Hana mengikuti langkah suaminya.
" Iya sayang, kamu kenapa sih? tanya Aditya heran sambil menatap istrinya.
"Aku pernah bekerja di restoran ini Mas!
" Benarkah! tapi kenapa kita tidak pernah bertemu, tanya Aditya kaget.
Begitu sampai di pintu masuk restoran mereka di sambut oleh pelayan dan mengantarkan ke meja yang memang sudah di pesan oleh Aditya sebelumnya. Hana mencoba menyembunyikan wajahnya di bahu suaminya karena melihat beberapa pelayan yang dikenalnya.
"Kamu kenapa sayang? tanya Aditya heran.
" Beberapa pelayan di sini tidak menyukai ku, bisik Hana pada suaminya.
"Benarkah? kalau ada yang berani padamu hari ini adalah hari terakhir dia bekerja di sini!
Haha tersenyum mendengar perkataan suaminya,
" Jangan kejam seperti itu sayang, aku mau ke toilet dulu Mas!
"Baiklah, hati-hati sayang!
Hana melangkah meninggalkan suaminya ke toilet. Aditya memandangi punggung istrinya sampai menghilang lalu duduk di meja yang telah mereka pesan sebelumnya. Aditya pun menelpon seseorang,
" Aku sudah sudah sampai!
"Oke, sebentar lagi aku datang.
Tidak lama menunggu seseorang berjalan ke meja Aditya, melihatnya Aditya tersenyum dan berdiri dari bangkunya, mereka bersalaman dengan mengadu kepalnya.
" Apa kabar bro, lama tak bertemu! keduanya pun duduk sambui tertawa,
"Baik, kemana aja sih loe? jarang mampir kemarin?
" Sorry Ren dua bulan terakhir gue sibuk banget. Gimana dah ketemu sama gadis yang loe cari? tanya Aditya menatap sahabatnya.
__ADS_1
"Belum Dit, dia seperti menghilang di telan bumi, jawab Rendi gusar.
" Jangan menyerah itu bukan tipe loe, ucap Aditya sambil memukul pelan pundak temannya.
"Loe sendirian aja!
" Gak, dia lagi ke toilet ntar gue kenalin loe!
"Cewek! tanya Rendi kaget.
Aditya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
" Penasaran gue siapa gadis yang sudah bisa menaklukkan Hati seorang Aditya Wisnu! melihat loe begitu alergi lihat wanita gue kira loe dulu kaum pecinta ****!
Keduanya tertawa keras
"Gila loe Ren, jijik gue, ucap Aditya sambi mengernyitkan bibirnya.
" Ya udah gue permisi dulu , ucap Rendi menepuk pundak Aditya.
Selesai dari toilet Hana berjalan ke tempat suaminya, dari jauh Hana melihat suaminya sedang berbicara dengan seorang pria karena posisi pria itu yang membelakanginya Hana tidak dapat melihat wajahnya. Ketika jarak Hana dengan meja suaminya hampir dekat pria itu membalikkan tubuhnya. Pria itu pun berjalan ke arah Hana dan ketika mata mereka bertemu keduanya tampak terkejut,
"Ana!
" Chef Rendi!
Rendi melangkah mendekati Hana, semua itu tidak lepas dari pengawasan Aditya, ia pun berjalan mendekati istrinya.
"Kamu kemana aja Ana?, tanya Rendi menatap Hana senang.
"Kamu kesini ngapain?
" Aku...
"Belum sempat Hana menjawab, suaminya sudah berdiri di sampingnya sambil merangkul pinggangnya,
" Kalian sudah saling kenal, tanya Aditya menatap Istrinya dan Rendi bergantian.
Rendi sangat terkejut melihat tangan Aditya yang meranggul pinggang Hana,
"Kan tadi aku sudah bilang sama Mas, aku pernah bekerja di sini, jelas Hana menatap suaminya.
" Dan apakah Mas kenal juga dengan Chef Rendi? tanya Hana menatap keduanya heran.
"Rendi itu sahabat Mas sayang!
" Kalian berdua? tanya Rendi Penasaran.
"Ini istriku Ren.
" What!! teriak Rendi.
Hana dan Aditya terkejut mendengar teriakan Rendi.
__ADS_1
Melihat reaksinya yang terlalu berlebihan Rendi pun tersadar,
"Sorry, maksudnya gua kapan loe merried kok gak ngundang-ngundang gue?
" Pernikahan kita hanya dihadiri oleh keluarga saja, iya kan sayang?
Hana hanya mengangguk sambil memperhatikan suaminya yang mencium tangannya.
Rendi menatap keduanya dengan pandangan tidak percaya,
"Selamat untuk kalian berdua, kalau begitu gue permisi dulu, sebentar lagi pesanan kalian akan datang, ucap Rendi.
Sebelum melangkah pergi Rendi menatap Hana dalam, sedangkan Hana hanya tersenyum kemudian menundukkan kepalanya,
Setelah Rendi melangkah pergi, Aditya mengajak istrinya duduk. melihat istrinya yang hanya diam Aditya pun bertanya,
"Sayang? kamu berapa lama bekerja di sini?
" Sekitar satu tahun lebih la Mas.
"Mas sering lo makan di sini, tapi kenapa kita tidak pernah ketemu ya?
" Kalau pun ketemu Mas gak akan menegur aku juga, jangan kan menegur melirik aja gak bakalan, ucap Hana mengerucutkan bibir nya
Aditya tersenyum lebar mendengar ucapan istrinya,
Pelayan pun datang mengantarkan pesanan mereka, keduanya pun memulai makannya karena memang mereka sudah lapar. Keduanya sangat kaget ketika hidangan penutup mereka langsung di hantarkan oleh Rendi,
"ini desert spesial dari ku untuk kalian, ucap Rendi sambil menaruhnya.
" Terima kasih chef.
"Sama-sama Ana semoga kau menyukainya.
" Setelah kau menemukan gadis itu segeralah ajak menikah sebelum dia menghilang lagi, goda Aditya.
"Sepertinya itu tidak mungkin!
" Maksudnya? tanya Aditya heran.
"Tidak apa-apa, jawab Rendi cepat.
Aditya dan Hana hanya saling pandang mendengar jawaban Rendi.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.