Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 51 Penawaran


__ADS_3

Setelah sedikit memaksa istrinya akhirnya Hana menyelesaikan mandinya, suaminya benar ternyata air hangat membuat ia tidak terlalu takut untuk menyiramkan air pada tubuhnya. Namun masalah baru muncul lagi ketika Hana protes dengan aroma sabun yang selama ini mereka pakai, sungguh mencium aromanya saja membuat Hana pusing. Dan lagi-lagi Aditya berjanji untuk menganti aroma sabun yang sesuai dengan keinginan istrinya.


Sungguh Aditya tidak menyangkah prilaku wanita hamil akan mengalami perubahan mood seperti ini, ini sungguh sangat melatih kesabarannya. Aditya tidak tahu besok entah hal aneh apalagi yang akan di alami istrinya.


Jam tujuh malam mereka turun untuk makan malam, orang tuanya nampak sudah menunggu mereka di meja makan. Mereka segera mendudukkan tubuhnya begitu sampai di meja makan. Mata Hana berbinar sempurna melihat menu yang sangat ia inginkan dari tadi siang. Dan mereka pun segera memulai makan malamnya.


Aditya menghentikan makannya melihat istrinya begitu menikmati ikan asin sambal ijonya, Aditya tersenyum melihat istrinya yang mau makan tanpa ada paksaan. Melihat istrinya yang begitu menikmati makannya Aditya mencoba mencicipi ikan asin sambal ijo istrinya.


"Eemmm ternyata rasanya tidak seburuk penampilannya sih, guman Aditya dalam hati.


Kedua orang tua Aditya hanya tersenyum melihat anak menantunya, terlebih melihat Aditya. Mereka tahu ini akan sedikit sulit untuk putranya, selama ini Hana yang selalu mengurus keperluan untuknya, dan sekarang ia harus bersabar untuk mengurus istrinya yang mengalami perubahan hormonal yang cukup besar.


Waktu Ratna hamil anak pertama dan kedua ia tidak terlalu mengalami perubahan yang berarti pada tubuhnya, namun tidak ketika hamil Aditya hampir di Tri semester pertama dirinya tidak bisa memakan apa pun karena ia selalu muntah, bahkan ia sempat di rawat di rumah sakit. Ia sebenarnya agak cemas membayangkan kalau menantunya mengalami hal itu tentu akan lebih sulit karena sekarang Hana juga sedang melaksanakan koas.


****


Aditya tidak dapat konsentrasi dengan pekerjaannya, artikel yang di bacanya tadi siang sungguh sangat membuatnya penasaran, sebaiknya aku tanyakan saja pada istri ku, ia kan akan menjadi seorang dokter tentu ia akan mengetahuinya, kan gak enak jika menanyakan hal yang demikian kepada dokter kandungan istrinya,


Aditya menghampiri istrinya yang sedang tiduran di sofa sambil melihat ponselnya,


"Lagi lihat apa sayang, tanya Aditya duduk di sebelah istrinya.


Hana segera bangun dan menyandarkan tubuhnya pada suaminya,


" Ini coba Mas lihat sekarang bayi kita seperti ini, ucap Hana sambil memperlihatkan ponselnya pada suaminya.


Aditya ikut memperhatikan video perkembangan janin dalam rahim ibunya, Hana dan Aditya nampak begitu senang melihatnya. Begitu melihat video itu selesai, Aditya pun segera bertanya pada istrinya,


"Sayang, apakah wanita hamil ada yang membenci suaminya sehingga tidak mau dekat-dekatan seperti ini, ucap Aditya mengusap-usap lembut pipi istrinya.


" Setiap wanita hamil itu unik sayang, terkadang hal seperti itu memang ada, ucap Hana menatap suaminya.


"Tapi kamu jangan seperti itu ya sayang, itu sungguh sangat berat untuk Mas, ucap Aditya memelas.


Hana hanya terkekeh mendengar perkataan suaminya,


" Sayang benarkah selama hamil dilarang untuk melakukan hubungan suami istri? lanjut Aditya.


Mata Hana membulat mendengar perkataan suaminya, sehingga timbul niat untuk menggoda suaminya,


" Iya!


"Sampai berapa lama? tanya Aditya penasaran.

__ADS_1


" Sekitar satu tahunan la sayang, selama hamil sembilan bulan dan setelah melahirkan tiga bulan.


"Whattt!!! teriak Aditya kaget. Hana hampir saja tertawa melihat reaksi suaminya.


" Apakah harus selama itu? tanya Aditya tersenyum kecut. "Ternyata artikel itu benar, lanjut Aditya.


" Artikel? artikel apa sayang, tanya Hana heran.


"Tadi Mas browser di internet, ucap Aditya lemas.


Hana tersenyum mendengar jawaban suaminya, ia sangat terharu melihat sikap yang ditunjukkan suaminya, ia sampai browser seputar wanita hamil. Hana memutar tubuhnya agar menghadap pada suaminya,


" Sayang, ada beberapa hal yang tidak boleh di lakukan oleh wanita hamil, mungkin salah satu hubungan suami istri kalau seandainya kandungnya ada masalah yang dapat membuat janinnya terganggu, tapi untuk beberapa wanita hamil sebenarnya tidak bermasalah asalkan melakukannya tidak setia malam dan juga lembut untuk mengurangi goncangan pada perut ibu hamil, jelas Hana.


"Kalau kita yang mana sayang, tanya Aditya penuh harap.


" Aku rasa yang kedua!


Aditya langsung berteriak sambil mengepalkan tangannya ke udara, Hana hanya tertawa melihat tingkah suaminya.


"Jadi kamu tadi ingin menggoda Mas, ucap Aditya menatap istrinya tajam.


Hana segera kabur ke tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya sambil tertawa, sedangkan Aditya langsung berlari mengejar istrinya.


***


Karin segera memesan makanan dan minuman untuk dirinya, sambil menunggu pesanannya datang Karin memainkan ponselnya. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanannya datang, pelayan itu menata makanan dan minuman di meja Karin dengan hati-hati. Begitu pelayan itu selesai dan akan meninggalkan mejanya, Karin pun bertanya,


"Apakah chef kalian ada?


" Maksud nona chef Rendi?


Karin pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.'Bisahkah kamu panggilkan sebentar?


"Baiklah nona saya akan sampaikan!


Pelayan itu pun segera meninggalkan Karin, menuju pantry untuk menemui chef Rendi.


" Chef ada seseorang yang ingin menemui anda? ucap pelayan itu sopan.


"Siapa? Tanya Rendi heran.


" Maaf chef saya lupa menanyakan namanya, jawab pelayan itu cemas.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang lanjutkan pekerjaan mu, perintah Rendi.


Pelayan itu hanya mengangguk dan segera berlalu dari hadapan Rendi. Rendi bertanya-tanya dalam pikirannya, ia pun membuka apronnya.


Rendi melangkahkan kakinya ia segera menuju meja yang sudah di tunjukkan oleh pelayan tadi. Ia melihat seorang wanita yang sedang menikmati makannya,


"Apakah nona mencari saya, ucap Rendi menatap wanita di depannya,


Karin menghentikan makanya dan menatap Rendi yang berdiri di depannya. Karin mengukir senyuman di bibirnya melihat kedatangan Rendi,


" Benar! silakan duduk, tawar Karin.


Rendi segera menarik bangku dan mendudukkan tubuhnya, sehingga posisi mereka berhadapan,


"Apakah saya mengenal anda?, tanya Rendi penasaran.


Karin tertawa singkat kemudian menggelengkan kepalanya,


" Perkenalkan saya Karin, ucap Karin mengulurkan tangannya.


"Rendi, ucap Rendi menyambut uluran tangan Karin.


" Untuk apa mencari saya? Rendi menatap Karin tajam.


Karin kembali tertawa mendengar pertanyaan Rendi,


"Anda sungguh tidak sabaran Chef, ucap Karin


" Langsung saja saya lagi sibuk, jawab Rendi sinis. Ia sungguh tidak menyukai wanita yang ada di depannya itu.


"Saya ingin memberikan penawaran kepada Anda,


Rendi menautkan alis matanya dan menyipitkan matanya,


" Ini soal Hana! lanjut Karin.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2