
Hana yang masih sangat kesal dengan suaminya, mengambil sebuah bantal dan menyerahkan pada suaminya. Aditya menerimanya dengan tatapan keheranan,
"Untuk apa bantalnya sayang?
" Mas tidur di sofa, aku gak mau tidur berdekatan sama Mas, ucap Hana sambil menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya rapat.
Aditya terkesiap tidak percaya dengan ucapan istrinya,
"Sayang.. mana bisa Mas tidur tanpa memelukmu, rayu Aditya mencoba menarik selimut yang menutupi wajah istrinya.
"Tidak!! aku tidak mau, seru Hana dari balik selimutnya.
Akhirnya Aditya berjalan ke sofa dan membaringkan tubuhnya disana. Aditya yang seumur-umur baru kali ini tidur di sofa sungguh merasa tidak nyaman, berkali-kali ia membolak-balikan tubuhnya dan sesekali melihat ke ranjang berharap istrinya berubah pikiran.
***
Tengah malam Hana terbangun karena merasa sangat kehausan, Hana pun bangkit dari ranjang dan mengambil minum yang ada di atas meja dekat lampu tidur.
Selesai minun Hana segera membaringkan tubuhnya kembali namun ia terkejut tidak melihat suaminya tidur di sampingnya. Hana teringat kejadian sebelum dirinya tertidur, ia melihat ke sofa dan melihat suaminya berbaring di sana. Hana pun kembali turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke tempat suaminya.
Hana memandangi wajah suaminya yang tengah tertidur, lalu duduk bersimpuh di depan suaminya,
"Sayang... dalam tidur begini kamu masih saja tampan, ucap Hana pelan sambil menyusuri wajah suaminya dengan jarinya.
Hana menatap bibir suaminya, perlahan ia mendekatkan bibirnya pada bibir suaminya, Hana mencium bibir suaminya lembut, Hana sangat terkejut ketika ada tangan yang menekan tengkuknya dan ciumannya mendapat perlawanan dari bibir suaminya, lama keduanya saling melumat dan saling menjalin lidah mereka. Dan akhirnya keduanya melepaskan ciuman panas mereka. Keduanya saling pandang dengan napas yang masih tersengal.
"Mas belum tidur, tanya Hana di selah napasnya.
" Mas kan sudah bilang tidak bisa tidur tanpa memeluk mu sayang, sambil menarik tubuh istrinya masuk dalam pangkuannya dengan posisi Hana di atas menghimpit tubuh Aditya. Sehingga ia dapat merasakan sesuatu yang sudah mengeras di bawah sana, ia menatap wajah suaminya malu.
"Ia terbangun karena ulah nakalmu sayang, ucap Aditya berbisik di telinga istrinya.
" Kembalilah ke ranjang sayang, lanjutkan tidur mu, lanjut Aditya sambil menggesekkan dagunya di ubun-ubun istrinya.
"Tapi Mas juga harus ikut,, rengek Hana.
" Apakah sudah boleh?, tanya Aditya bersemangat.
Hana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. Hana terpekik kaget ketika suaminya menggendongnya ke tempat tidur.
***
Aditya langsung menarik tangan Aldo begitu ia sampai di kantor dan kebetulan posisi mereka berpapasan. Aldo menatap heran Aditya sambil terus mengikuti langkahnya.
"Kamu tau kesalahan mu Aldo, tanya Aditya begitu sampai di ruangannya.
Aldo hanya mengangkat bahunya karena tidak mengerti dengan yang di bicarakan oleh Aditya.
" Coba kamu ingat!, seru Aditya sambil mendudukkan tubuhnya di kursinya.
"Apakah ini ada hubungannya dengan video yang aku kirim, tanya Aldo ragu.
" Gara-gara kamu hampir saja semalam aku tidur di sofa, dengus Aditya kesal.
Aldo mencoba menahan senyuman melihat wajah Aditya yang kesal.
__ADS_1
"Aku menyukai kejujuranmu Al, tapi sesekali kamu juga boleh berbohong, apalagi menghadapi istriku yang emosinya turun naik seperti ombak di laut."
"Apa terjadi perang Dunia oleh video itu?
" Kamu seharusnya tidak mengirim video itu pada Hana, kamu kan bisa bilang video nya sudah terhapus, seru Aditya kesal.
"Aku orangnya tidak bisa berbohong Dit, ucap Aldo tanpa rasa bersalah.
Rasain loh Dit, aku sungguh rugi tidak melihat ekspresi mu ketika di marahi Hana.
" Untung saja perang itu tidak berlanjut sampai pagi, kalau tidak aku akan memotong gajimu, sungut Aditya kesal.
Aldo terkekeh mendengar ancaman Aditya.
"Sekarang katakan apa agenda ku hari ini, perintah Aditya masih kesal.
" Sebelum jam makan siang nanti perwakilan perusahaan yang bekerja sama dengan kita dalam pembangunan Perumahan elit di kota C akan datang, dan untuk pagi ini kamu harus memeriksa semua file sebelum kita kirim ke kalimantan, jelas Aldo.
"Baiklah sekarang kamu boleh keluar!
***
Sementara Hana di rumah yang sudah mulai bosan keluar dari kamarnya, ia hanya berdiam diri di kamar setelah mengantarkan suaminya berangkat kerja.Tiba-tiba muncul ide di kepalanya, Hana bergegas ke dapur untuk menemui Bik Sumi.
" Bik tolong buatkan makan siang untuk aku dan Mas Aditya, aku akan mengantarkan makan siang ke kantor Mas Adit!
"Baik non Hana.
Sekitar menunggu tiga puluh menit semua makanan yang di siapkan Bik Sum selesai, Hana membantu Bik Sum memasukkan makanan itu kedalam tempat khusus menyimpan makanan. Setelahnya Hana pun bergegas ke kamar untuk mengganti pakaiannya dan berdandan agar terlihat cantik di depan suaminya.
Sementara di ruangan kerja Aditya ia sedang menerima tamu dari perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaannya.
"Selamat siang Pak Aditya dan Pak Aldo, perkenalkan nama saya Sera, saya perwakilan dari perusahaan Sanjaya untuk mengurusi proyek ini, ucap Sera tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Aditya.
Ternyata Presdir Wisnu Utama grup lebih tampan dari foto yang aku lihat di majalah, aku dengar ia belum menikah ini kesempatan baik untuk menarik perhatian nya walaupun menurut rumor yang beredar ia sangat dingin terhadap wanita.
"Silahkan duduk, tawar Aditya dengan ekspresi datarnya.
" Mana proposal yang telah kamu siapkan aku ingin mempelajarinya, ucap Aditya.
"Baik Pak, Sera pun menyerahkan file itu kepada Aditya dan segera di ambil oleh Aldo.
" Al mana file dari perusahaan kita, tanya Aditya tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang di bacanya.
"Sepertinya tertinggal di ruangan ku sebentar aku ambilkan, ucap Aldo lalu keluar dari ruangan Aditya.
Hana yang baru sampai di kantor suaminya langsung melangkah masuk kedalam gedung dan di sambut oleh repsisionis dengan menundukkan kepalanya memberi hormat, Hana hanya menatap keduanya sambil tersenyum, Hana pun bergegas ke ruangan suaminya untuk memberi kejutan.
Tinggal berdua saja dalam ruangan Aditya dimanfaatkan oleh Sera untuk menarik perhatian Aditya, ia membuka dua kancing kemejanya untuk memepelihatkan dadanya yang besar pada Aditya. Ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke tempat Aditya,
"Maaf Pak kalau ada yang kurang bapak pahami biar saya jelaskan, ucap Sera mendudukkan tubuhnya di sebelah Aditya.
" Menjauhlah dari ku, aku tidak butuh bantuan mu, ucap Aditya dingin.
"Tapi...
__ADS_1
Belum sempat Sera melanjutkan bicaranya pintu ruangan Aditya terbuka, Sera dan Aditya sama-sama melihat ke arah pintu, Aditya terkejut melihat istrinya berdiri di depan pintu,
" Sayang, kenapa mau datang tidak bilang-bilang sama Mas, ucap Aditya berjalan menjemput istrinya.
"Aku ingin ngasih kejutan sama Mas, ucap Hana berjalan mendekat pada suaminya dan menatap tajam wanita yang ada di ruangan suaminya dan wanita itu juga menatap dirinya.
Begitu dekat Aditya menarik tubuh istrinya dalam pelukannya dan mencium bibir istrinya sekilas, Aditya menahan senyum melihat mata istrinya yang penuh dengan kecemburuan.
"Apa yang kamu bawah sayang, ucap Aditya mengambil kantong yang ada di tangan istrinya.
" Makan siang untuk kita Mas, ucap Hana menggandeng tangan suaminya
Sera sangat terkejut melihat sikap hangat Aditya pada wanita itu, ia memperhatikan setiap gerak gerik keduanya.
Aditya mengajak istrinya untuk duduk di sofa, Aditya meletakkan kantong yang di bawah istrinya di meja kerjanya, lalu duduk di sebelah istrinya, ia kembali mengambil dokumen yang sebelumnya di letakan di atas meja dan membacanya.
Hana menarik tangan suaminya lalu masuk ke dalam rangkulan suaminya, ia menyandarkan wajahnya ke dada bidang suaminya sambil memainkan ponselnya dan sesekali menatap wanita yang duduk di depannya.
Aldo yang baru saja masuk ke ruangan Aditya terkejut melihat Hana yang sedang berpeluk manja dalam pangkuan Aditya. Aldo menahan senyum melihat tingkah Hana yang terlihat posesif karena cemburu dengan wanita yang ada di depannya.
"Ini Dit, file yang kamu minta, ucap Aldo menyerahkan pada Aditya.
" Hallo Hana, apakah keponakan ku membuat mommynya mual lagi, tanya Aldo mendudukkan tubuhnya di sofa.
"Iya Al, untuk Daddynya selalu siap membantu, ucap Hana tersenyum menatap suaminya dan juga sedang menatapnya.
" Baik Buk Sera, sepertinya proposal ini sudah cocok dengan pendapat saya, sebelum tanda tangan kontrak, saya dan Aldo akan kembali mengecek lokasinya, jelas Aditya dengan ekspresi dinginnya.
"Dan jangan pernah mencoba mengoda saya karena saya sudah punya istri, ucap Aditya menatap Sera tajam.
" Baik Pak kalau begitu saya permisi, ucap Sera menahan malu dan keluar dari ruangan Aditya dan di ikuti oleh Aldo.
Begitu Sera keluar dari ruangan Aditya langsung menggoda istrinya,
"Istriku yang cantik ini bisa cemburu juga, ucap Aditya terkekeh.
" Lihat cara kamu menatapnya sayang, seperti ingin menerkamnya saja.
"Aku kesel melihat dia yang mencoba merayu Mas, dadanya hampir meloncat keluar dibalik pakaianya, laki-laki mana yang tidak tertarik melihat gunung Himalaya ada di depan matanya, sungut Hana kesal.
Aditya kembali terkekeh mendengar perkataan istrinya,
" Mas sudah puas dengan punyamu sayang, Mas tidak butuh Himalaya lagi, ucap Aditya me****s dada istrinya lembut sambil tersenyum mesum.
"Mas, teriak Hana mencubit pinggang suaminya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.