Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 76 Menawarkan Lagi


__ADS_3

Dila baru saja menyelesaikan tugasnya dan bersiap


untuk pulang , baru saja Dila keluar dari ruangannya ia terkejut melhat Bimo


sudah berdiri di sana, ia heran dengan keberadaan bimo di sana karena setahu


Dila ibu Bimo sudah pulang kemarin ,


“Hai Dila, sudah mau pulang ya? Tanya Bimo.


“Iya Bim, kamu datang untuk control ibumu? Tanya Dila.


Bimo menggelengkan kepalanya,


“Aku kesini ingin mencarimu, ucap Bimo sedikit ragu.


Dila menatap Bimo heran.


“Ada apa mencariku, sahut Dila.


“Tapi bisakah kita cari tempat yang lebih nyaman untuk


bicara , ujar Bimo.


“Maaf Bim aku tidak bisa ,aku lagi terburu-buru, aku


sudah ada janji, sahut Dila.


“Baiklah mungkin lain kali saja kita bicara, tapi


apakah boleh aku minta nomor ponselmu, tanya Bimo dengan tatapan penuh harap,


Dila yang tidak tega akhirnya memberikan nomor ponselnya pada Bimo.


Aldo sedang menunggu Dila di loby rumah sakit, karena


Dila tidak kunjung datang, Aldo menyusul kedalam, ketika hampir sampai di depan


ruangan Dila , Aldo menghentikan langkahnya karena ia melihat Dila sedang


berbicara dengan seseorang pria, Aldo kembali melanjutkan langkahnya begitu


melihat Dila dan pria itu berjalan ke arahnya, Dila sedikit kaget ketika


melihat Aldo yang ikut menyusulnya, Dila langsung melemparkan senyum kepada Aldo,


“Maaf membuatmu menunggu, ujar Dila.


“Aku piker kamu belum selesai,makanya aku menyusulmu,


sahut Aldo, Bimo menatap pria yang ada di depannya dan juga sedang menatapnya


balik,


“Oh ya Al kenalkan ini Bimo, Bimo ini Aldo, Ucap Dila,


keduanya pun bersalaman dan menyebutkan nama mereka masing-masing.”Ayo kita


bareng aja keluarnya, ucap Dila, Aldo dan Bimo pun mengiyakan.


Aldo segera meraih tangan Dila dan mengenggam telapak


tangan Dila erat, itu tidak lepas dari pengawasan Bimo.


Apa hubungan Dila dengan Aldo, tapi kalua


aku lihat dari cara mereka seprtinya mereka punya hunungan khusus.


Mereka tidak banyak bicara saat melangkah keluar, hanya


beberapa pertanyaan basa-basi yang mereka bicarakan untuk menutupi kecanggungan


mereka, sampai di loby mereka berpisah untuk menuju mobil masing-masing.


****


Mereka berdua sudah dalam mobil , tak terdengar suara


mereka berdua hanya suara musik mobil Aldo yang terdengar memecah kesunyian


diantara mereka,


“Bimo itu teman kuliah kamu juga, tanya Aldo memecah


kesunyian.


“Bukan Al, dia itu teman aku waktu SMA, sahut Dila


tersenyum,” kami sudah lama tidak bertemu semenjak tamat sekolah, kebetulan


minggu lalu ibunya operasi pemasangan ring tidak sengaja kita bertemu, tambah


Dila.


“Tapi kayaknya dia menyukai kamu? Ujar Aldo. Dila sangat


kaget mendengar ucapan Aldo yang diluar dugaannya.


“Ngomong apa kamu Al, gak mungkin dia menyukaiku


karena dia sudah punya kekasih, sahut Dila.


“Dari tatapan matanya aku tau dia menyukaimu, ujar


Aldo lagi. Sejenak Dila menarik napas Panjang, ia ragu apakah harus jujur


dengan Aldo tentang Bimo,


“Al, sebenarnya aku tidak ingin mengungkit masa lalu


yang sudah lama aku kubur, tapi aku tidak ingin ada kesalah pahaman antara


kita, sebenarnya Bimo adalah mantanku, Dila menghentikan sejenak ucapannya dan


memandang Aldo, sejenak tatapan mereka bertemu tapi tidak ada komentar dari

__ADS_1


Aldo, Dila kembali melanjutkan perkataannya,


“Saya memutuskan Bimo karena dia selingkuh dengan


sahabatku, sejak kami putus kami tidak pernah berkomunikasi lagi karena hatiku


begitu terluka karena aku tidak menyangkah di tusuk oleh sahabat sendiri, ucap


Dila pelan.


Aldo memandangi Dila sekilas karena dia lagi menyetir


mobil, ia lalu menggenggam tangan Dila dengan sebelah tangannya,


“Setiap orang memiliki kisah masa lalu yang berbeda, yang


penting kamu sudah bisa bangkit dan melupakannya walaupun tidak mudah,  ujar Aldo. “Dia masa lalu kamu sekarang masa


depanmu bersamaku, ucap Aldo mencium tangan Dila. Dila tersenyum malu mendengar


ucapan Aldo,


“Al aku boleh tanya sesuatu? Tanya Dila ragu.


“Kenapa? Tanya Aldo tanpa menatap Dila.


“Berapa mantan pacar yang pernah kamu miliki, ujar


Dila. Aldo terkekeh mendengar pertanyaan Dila,


“Apakah tampangku seperti orang yang suka mengoleksi


pacar, tanya Aldo.


“Mana aku tahu, sungut Dila kesal.


“Iya aku tahu aku ini tampan, tapi untuk untuk mantan


aku hanya punya satu, sahut Aldo.  Setelah mendengar jawaban Aldo barusan Dila hanya terdiam, rasa


penasaran timbul di hatinya siapa wanita yang pernah menjadi kekasih Aldo.


“Kenapa diam, tanya Aldo.


“Bukan apa-apa, sahut Dila.


****


Aldo menggandeng erat tangan Dila saat mereka memasuku


Mall, sejenak Dila memandang tangannya yang ada dalam genggaman tangan Aldo,


menyadari akan hal itu Aldo membawa tangan Dila ke wajahnya dan mengecupnya


sehingga membuat wajah Dila merona ,


“Aku tidak akan pernah melepaskan genggaman tanganku


ini dari mu selamanya, ucap Aldo berbisik di telinga Dila. Dila memandangi Aldo


“Sudah jago merayunya sekarang , sahut Dila terkekeh.


“Apakah salah kalau merayu pacara sendiri, ucap Aldo


cuek.


Mereka memutuskan untuk jalan-jalan di Mall dulu


sebelum pergi menonton, ketika mereka melewati toko perhiasan mereka berpapasan


dengan Rendi dan Nena yang baru keluar dari sana,keduanya sama-sama kaget,


“Rendi, Nena, kalian lagi apa? Tanya Aldo


“Kita lagi membeli cincin, sahut Rendi


“Jelaskan kepadaku kenapa kalian bisa berduaan di


sini, jangan bilang ini kebetulan , introgasi Rendi curiga melihat Aldo dan


Dila disana. Aldo tertawa mendengar ucapan Rendi sedangkan Dila hanya tersenyum


malu mendengar pertanyaan Rendi.


“Sayang, kamu tidak lihat ada api asmara yang


membungkus mereka berdua, sahut Nena menggoda mereka berdua, Dila semangkin


menduduk malu,


“Selamat deh buat kalian berdua, semoga cepat menyusul


kita, iayakan saying, ucap Rendi melirik Nena yang ada disampingnya, Nena hanya


mencubit  pinggang Rendi sambal


tersenyum.


“Kapan kalian menikah, tanya Aldo.


“Bulan depan, tunggulah sebengar lagi ungdanga kami


akan menyusul, sahut Rendi.” Bagaimana kabar Aditya, sudah lama kalian tidak


dating ke restoran , bagaimana kalua besok kita berkumpul di restoranku, ajak


Rendi.


“Nanti aku tanya Aditya dulu, aku akan menghubungi


kamu, ujar Aldo. Rendi pun mengiyakan setelah berbincang-bincang cukup lama


mereka pun berpisah, Aldo dan Dila segere menuju bioskap sedangkan Rendi dan


Nena, masih ada keperluan lain.

__ADS_1


****


Dila sedang mengobrol bersama dua sahabatnya ketika


ponselnya berdering, ia melihat ada nomor baru yang memanggil, Dila tidak


meladeni panggilan itu, tak lama kemudian sebuah pesan masuk,


Dila ini aku Bimo, bisakan kita bertemu


sebentar. ~ Bimo


Untuk apa Bimo ingin bertemu dengan ku,


Kemudian ia membalas pesan Bimo,


“Aku lagi di rumah sakit Ada apa?~ Dila.


“Bisakah kita bicara sebentar saja. Aku da


di loby ~ Bimo


Baiklah tunggu sebentar.~ Dila


Dila pun permisi kepada dua sahabatnya, Frans dan Hana


mengangguk mengiyakan, Dila pun segera menuju loby  tiba di sana ia meliahat Bimo sedang berdiri


di sana ,Dila segera menghampirinya, Bimo langsung menyambut kedatangan Dila


dengan senyum, dan melangkah menyusul Dila,


“Selamat siang Dila,,maaf mengganggumu, sapa Bimo


berbasa-basi.


“Tak apa aku juga lagi istirahat, ada apa mencariku


Bim? Tanya Dila.


“Bisakan kita acari tempat ngobrol yang enak, ajak


Bimo. Dila pun mengiyakan mereka pun mampir ke cafe yang ada di sebrang jalan


rumah sakit. Mereka segera mencari tempat duduk disana, setelah memesan minum,


mereka duduk saling berhadapan,


“Sudah lama sekali kita tidak melakukan ini, ucap Bimo


pelan sambal memandangi wajah Dila, merasa tidak nyaman Dila memalingkan


wajahnya.


“Kamu tidak merindukan saat seperti ini, lanjut Bimo.


“Tidak sejak kalian menghianatiku, sahut Dila tanpa


menatap Bimo.


Bimo tidak terkejut mendengar jawaban Dila, karena ia


tau luka yang di tanamnya di hati Dila terlalu dalam.


“Maafkan aku, sungguh aku sangat menyesalinya, sahut


Bimo ingin menggenggam tangan Dila, dengan cepat Dila menarik tangannya,


pembicaraan mereka terhenti ketika pelayan café mengantarkan pesanan minuman


mereka.


“Aku mohon maafkan aku Dil, aku tau aku salah , aku


begitu bodah aku benar-benar menyesal, lanjut Bimo setelah pelayan itu pergi.


“Kalau kamu hanya ingin membicarakan ini aku permisi


dulu, tidak perlu memintah maaf lagi aku sudah memaafkan kalian, itu masa lalu


aku telah lam menguburnya, sahut Dila bangkit dari duduknya. Dengan cepat Bimo


menahannya,


“Tunggu Dila, bagaiman kalua kita ulang dari awal


lagi, ucap Bimo memandangi Dila lekat. Mnedengar ucapan Bimo , Dila menatap


tajam kearah Bimo, tanpa berbicara ia mekangkah meninggalkan meja,


“Apakah karena pria itu, seru Bimo. Mendengar ucapan


Bimo , Dila pun menghentikan langkahnya, ia memutar tubuhnya dan menatap Bimo


tajam,


“Ada atau pun tidak pria lain, aku tidak akan pernah


mau melakukannya, seru Dila, setelah itu ia pun melangkah tanpa menoleh lagi ke


belakang, tinggallah Bimo yang mengusap kasar wajahnya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2