
Dila baru saja menyelesaikan tugasnya dan bersiap
untuk pulang , baru saja Dila keluar dari ruangannya ia terkejut melhat Bimo
sudah berdiri di sana, ia heran dengan keberadaan bimo di sana karena setahu
Dila ibu Bimo sudah pulang kemarin ,
“Hai Dila, sudah mau pulang ya? Tanya Bimo.
“Iya Bim, kamu datang untuk control ibumu? Tanya Dila.
Bimo menggelengkan kepalanya,
“Aku kesini ingin mencarimu, ucap Bimo sedikit ragu.
Dila menatap Bimo heran.
“Ada apa mencariku, sahut Dila.
“Tapi bisakah kita cari tempat yang lebih nyaman untuk
bicara , ujar Bimo.
“Maaf Bim aku tidak bisa ,aku lagi terburu-buru, aku
sudah ada janji, sahut Dila.
“Baiklah mungkin lain kali saja kita bicara, tapi
apakah boleh aku minta nomor ponselmu, tanya Bimo dengan tatapan penuh harap,
Dila yang tidak tega akhirnya memberikan nomor ponselnya pada Bimo.
Aldo sedang menunggu Dila di loby rumah sakit, karena
Dila tidak kunjung datang, Aldo menyusul kedalam, ketika hampir sampai di depan
ruangan Dila , Aldo menghentikan langkahnya karena ia melihat Dila sedang
berbicara dengan seseorang pria, Aldo kembali melanjutkan langkahnya begitu
melihat Dila dan pria itu berjalan ke arahnya, Dila sedikit kaget ketika
melihat Aldo yang ikut menyusulnya, Dila langsung melemparkan senyum kepada Aldo,
“Maaf membuatmu menunggu, ujar Dila.
“Aku piker kamu belum selesai,makanya aku menyusulmu,
sahut Aldo, Bimo menatap pria yang ada di depannya dan juga sedang menatapnya
balik,
“Oh ya Al kenalkan ini Bimo, Bimo ini Aldo, Ucap Dila,
keduanya pun bersalaman dan menyebutkan nama mereka masing-masing.”Ayo kita
bareng aja keluarnya, ucap Dila, Aldo dan Bimo pun mengiyakan.
Aldo segera meraih tangan Dila dan mengenggam telapak
tangan Dila erat, itu tidak lepas dari pengawasan Bimo.
Apa hubungan Dila dengan Aldo, tapi kalua
aku lihat dari cara mereka seprtinya mereka punya hunungan khusus.
Mereka tidak banyak bicara saat melangkah keluar, hanya
beberapa pertanyaan basa-basi yang mereka bicarakan untuk menutupi kecanggungan
mereka, sampai di loby mereka berpisah untuk menuju mobil masing-masing.
****
Mereka berdua sudah dalam mobil , tak terdengar suara
mereka berdua hanya suara musik mobil Aldo yang terdengar memecah kesunyian
diantara mereka,
“Bimo itu teman kuliah kamu juga, tanya Aldo memecah
kesunyian.
“Bukan Al, dia itu teman aku waktu SMA, sahut Dila
tersenyum,” kami sudah lama tidak bertemu semenjak tamat sekolah, kebetulan
minggu lalu ibunya operasi pemasangan ring tidak sengaja kita bertemu, tambah
Dila.
“Tapi kayaknya dia menyukai kamu? Ujar Aldo. Dila sangat
kaget mendengar ucapan Aldo yang diluar dugaannya.
“Ngomong apa kamu Al, gak mungkin dia menyukaiku
karena dia sudah punya kekasih, sahut Dila.
“Dari tatapan matanya aku tau dia menyukaimu, ujar
Aldo lagi. Sejenak Dila menarik napas Panjang, ia ragu apakah harus jujur
dengan Aldo tentang Bimo,
“Al, sebenarnya aku tidak ingin mengungkit masa lalu
yang sudah lama aku kubur, tapi aku tidak ingin ada kesalah pahaman antara
kita, sebenarnya Bimo adalah mantanku, Dila menghentikan sejenak ucapannya dan
memandang Aldo, sejenak tatapan mereka bertemu tapi tidak ada komentar dari
__ADS_1
Aldo, Dila kembali melanjutkan perkataannya,
“Saya memutuskan Bimo karena dia selingkuh dengan
sahabatku, sejak kami putus kami tidak pernah berkomunikasi lagi karena hatiku
begitu terluka karena aku tidak menyangkah di tusuk oleh sahabat sendiri, ucap
Dila pelan.
Aldo memandangi Dila sekilas karena dia lagi menyetir
mobil, ia lalu menggenggam tangan Dila dengan sebelah tangannya,
“Setiap orang memiliki kisah masa lalu yang berbeda, yang
penting kamu sudah bisa bangkit dan melupakannya walaupun tidak mudah, ujar Aldo. “Dia masa lalu kamu sekarang masa
depanmu bersamaku, ucap Aldo mencium tangan Dila. Dila tersenyum malu mendengar
ucapan Aldo,
“Al aku boleh tanya sesuatu? Tanya Dila ragu.
“Kenapa? Tanya Aldo tanpa menatap Dila.
“Berapa mantan pacar yang pernah kamu miliki, ujar
Dila. Aldo terkekeh mendengar pertanyaan Dila,
“Apakah tampangku seperti orang yang suka mengoleksi
pacar, tanya Aldo.
“Mana aku tahu, sungut Dila kesal.
“Iya aku tahu aku ini tampan, tapi untuk untuk mantan
aku hanya punya satu, sahut Aldo. Setelah mendengar jawaban Aldo barusan Dila hanya terdiam, rasa
penasaran timbul di hatinya siapa wanita yang pernah menjadi kekasih Aldo.
“Kenapa diam, tanya Aldo.
“Bukan apa-apa, sahut Dila.
****
Aldo menggandeng erat tangan Dila saat mereka memasuku
Mall, sejenak Dila memandang tangannya yang ada dalam genggaman tangan Aldo,
menyadari akan hal itu Aldo membawa tangan Dila ke wajahnya dan mengecupnya
sehingga membuat wajah Dila merona ,
“Aku tidak akan pernah melepaskan genggaman tanganku
ini dari mu selamanya, ucap Aldo berbisik di telinga Dila. Dila memandangi Aldo
“Sudah jago merayunya sekarang , sahut Dila terkekeh.
“Apakah salah kalau merayu pacara sendiri, ucap Aldo
cuek.
Mereka memutuskan untuk jalan-jalan di Mall dulu
sebelum pergi menonton, ketika mereka melewati toko perhiasan mereka berpapasan
dengan Rendi dan Nena yang baru keluar dari sana,keduanya sama-sama kaget,
“Rendi, Nena, kalian lagi apa? Tanya Aldo
“Kita lagi membeli cincin, sahut Rendi
“Jelaskan kepadaku kenapa kalian bisa berduaan di
sini, jangan bilang ini kebetulan , introgasi Rendi curiga melihat Aldo dan
Dila disana. Aldo tertawa mendengar ucapan Rendi sedangkan Dila hanya tersenyum
malu mendengar pertanyaan Rendi.
“Sayang, kamu tidak lihat ada api asmara yang
membungkus mereka berdua, sahut Nena menggoda mereka berdua, Dila semangkin
menduduk malu,
“Selamat deh buat kalian berdua, semoga cepat menyusul
kita, iayakan saying, ucap Rendi melirik Nena yang ada disampingnya, Nena hanya
mencubit pinggang Rendi sambal
tersenyum.
“Kapan kalian menikah, tanya Aldo.
“Bulan depan, tunggulah sebengar lagi ungdanga kami
akan menyusul, sahut Rendi.” Bagaimana kabar Aditya, sudah lama kalian tidak
dating ke restoran , bagaimana kalua besok kita berkumpul di restoranku, ajak
Rendi.
“Nanti aku tanya Aditya dulu, aku akan menghubungi
kamu, ujar Aldo. Rendi pun mengiyakan setelah berbincang-bincang cukup lama
mereka pun berpisah, Aldo dan Dila segere menuju bioskap sedangkan Rendi dan
Nena, masih ada keperluan lain.
__ADS_1
****
Dila sedang mengobrol bersama dua sahabatnya ketika
ponselnya berdering, ia melihat ada nomor baru yang memanggil, Dila tidak
meladeni panggilan itu, tak lama kemudian sebuah pesan masuk,
Dila ini aku Bimo, bisakan kita bertemu
sebentar. ~ Bimo
Untuk apa Bimo ingin bertemu dengan ku,
Kemudian ia membalas pesan Bimo,
“Aku lagi di rumah sakit Ada apa?~ Dila.
“Bisakah kita bicara sebentar saja. Aku da
di loby ~ Bimo
Baiklah tunggu sebentar.~ Dila
Dila pun permisi kepada dua sahabatnya, Frans dan Hana
mengangguk mengiyakan, Dila pun segera menuju loby tiba di sana ia meliahat Bimo sedang berdiri
di sana ,Dila segera menghampirinya, Bimo langsung menyambut kedatangan Dila
dengan senyum, dan melangkah menyusul Dila,
“Selamat siang Dila,,maaf mengganggumu, sapa Bimo
berbasa-basi.
“Tak apa aku juga lagi istirahat, ada apa mencariku
Bim? Tanya Dila.
“Bisakan kita acari tempat ngobrol yang enak, ajak
Bimo. Dila pun mengiyakan mereka pun mampir ke cafe yang ada di sebrang jalan
rumah sakit. Mereka segera mencari tempat duduk disana, setelah memesan minum,
mereka duduk saling berhadapan,
“Sudah lama sekali kita tidak melakukan ini, ucap Bimo
pelan sambal memandangi wajah Dila, merasa tidak nyaman Dila memalingkan
wajahnya.
“Kamu tidak merindukan saat seperti ini, lanjut Bimo.
“Tidak sejak kalian menghianatiku, sahut Dila tanpa
menatap Bimo.
Bimo tidak terkejut mendengar jawaban Dila, karena ia
tau luka yang di tanamnya di hati Dila terlalu dalam.
“Maafkan aku, sungguh aku sangat menyesalinya, sahut
Bimo ingin menggenggam tangan Dila, dengan cepat Dila menarik tangannya,
pembicaraan mereka terhenti ketika pelayan café mengantarkan pesanan minuman
mereka.
“Aku mohon maafkan aku Dil, aku tau aku salah , aku
begitu bodah aku benar-benar menyesal, lanjut Bimo setelah pelayan itu pergi.
“Kalau kamu hanya ingin membicarakan ini aku permisi
dulu, tidak perlu memintah maaf lagi aku sudah memaafkan kalian, itu masa lalu
aku telah lam menguburnya, sahut Dila bangkit dari duduknya. Dengan cepat Bimo
menahannya,
“Tunggu Dila, bagaiman kalua kita ulang dari awal
lagi, ucap Bimo memandangi Dila lekat. Mnedengar ucapan Bimo , Dila menatap
tajam kearah Bimo, tanpa berbicara ia mekangkah meninggalkan meja,
“Apakah karena pria itu, seru Bimo. Mendengar ucapan
Bimo , Dila pun menghentikan langkahnya, ia memutar tubuhnya dan menatap Bimo
tajam,
“Ada atau pun tidak pria lain, aku tidak akan pernah
mau melakukannya, seru Dila, setelah itu ia pun melangkah tanpa menoleh lagi ke
belakang, tinggallah Bimo yang mengusap kasar wajahnya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung