
Aditya dan Frans keluar dari ruangan perawatan Hana mereka duduk di bangku yang tidak jauh dari dari ruang perawatan,
"Sebelumnya aku mintak maaf sama kamu, karena aku dan Dila tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu dan Hana,
Frans menghentikan bicaranya sejenak dan melihat kepada Aditya yang menatapnya tajam,
" Aku tidak bermaksud mencampuri urusan kalian berdua, kalau menurut aku saran kamu sama Hana mungkin tepat mengingat kondisi Hana saat ini, bicarakan baik - baik dengan Hana karena sekarang kondisi sangat sensitif, Saya rasa Hana cukup mengambil cuti sampai kondisinya cukup kuat setelah itu ia bisa melanjutkan kembali, kamu tidak perlu kwatir aku dan Dila akan siap membantu Hana dalam bentuk apa pun itu, jelas Frans panjang.
"Terima kasih Frans, Aditya menepuk pundak Frans pelan.
"Mungkin selama membantu Hana nanti aku sering bersama dengan Hana aku tidak ingin terjadi kesalahan pahaman antara kita, dan aku juga minta maaf tadi sudah mengendong istrimu tanpa izin kamu Dit, jelas Frans.
Aditya hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
Aditya dan Frans kembali masuk ke ruangan Hana, ia melihat Hana sedang berbicara dengan Dila, senyum menghias di wajah pucat Hana karena Dila yang mencoba menghibur Hana dengan leluconnya.
" Sayang sebaiknya kita segera pindah ke kamar di lantai atas, ajak Aditya menghampiri istrinya.
"Baiklah sayang, jawab Hana pelan.
***
Hana membuka matanya begitu mendengar langkah kaki mendekati tempat tidurnya, ia melihat suaminya yang sudah berganti pakaian dengan pakaian santai dengan kaos putih oblong dan celana pendek, Aditya berjalan sambil mengerikan rambutnya, Hana menatap suaminya tanpa berkedip,
" Ada apa sayang, tanya Aditya heran.
"Aku sedang mengagumi wajah suamiku yang sangat tampan, ucap Hana tersenyum.
" Kamu baru menyadari kalau suamimu ini memang tampan, ucap Aditya dengan senyuman mengembang di bibirnya yang tipis, Aditya menarik kursi untuk duduk di hadapan istrinya.
"Aku sudah menyadarinya saat pertama kali bertemu dengan mu sayang, ucap Hana mencoba untuk bangun.
Aditya segera membantu istrinya untuk duduk di tempat tidur. Aditya pun berpindah duduk berhadapan dengan istrinya.
" Benarkah, jangan-jangan kamu sudah jatuh cinta sama Mas pada pandangan pertama, ucap Aditya menggoda istrinya.
Wajah Hana seketika langsung memerah,
"Aku hanya bilang kalau Mas itu tampan, lagian mana mungkin aku berani jatuh cinta sama Mas, aku pikir Mas itu dulu udah punya kekasih, ucap Hana tidak berani menatap suaminya.
Aditya mengangkat dagu istrinya agar ia bisa memandang wajah istrinya,
'Kenapa berpikir seperti itu sayang, ucap Aditya menatap mata istrinya.
" Dengan wajah Mas yang begitu tampan pasti banyak wanita yang tertarik pada Mas, aku jadi takut membayangkan kalau Mas nanti akan tergoda dengan..
Belum sempat Hana menyelesaikan bicaranya bibirnya sudah di bungkam oleh bibir suaminya, Aditya mencium bibir istrinya lembut, ia melepaskan lumatannya melihat istrinya sudah kehabisan napas.
"Jangan pernah berbicara seperti itu, tidak ada wanita lain di hati Mas selain dirimu sayang, sekarang dan selamanya, ucap Aditya sambil mengusap bibir istrinya dengan ibu jarinya.
__ADS_1
" Mas, maafkan aku, ucap Hana memandang suaminya dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf untuk apa?
" Tadi aku sudah membantah Mas, aku sudah egois, aku akan cuti dulu sampai aku kembali kuat, aku juga tidak ingin menyakiti bayi kita, maafkan mommy sayang, ucap Hana mengusap perutnya lembut.
Aditya memeluk istrinya dan Hana membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya sambil menangis, Aditya mengusap lembut rambut istrinya dan menenangkan istrinya,
"Jangan menangis sayang, nanti bayi kita ikut bersedih.
Hana menarik wajahnya dari dada suaminya, ia menatap mata suaminya,
" Aku sangat mencintaimu Mas.
"Aku mencintaimu lebih dari itu sayang,
Keduanya kembali berpelukan, Hana mempererat pelukannya ia sangat beruntung memiliki suaminya yang sangat mencintainya,
" Kamu ingin makan apa malam ini sayang, ucap Aditya melepaskan rangkulannya.
"Sepertinya semangkuk sup panas bisa menghangatkan perutku sayang, ucap Hana sambil memandang perutnya.
" Baiklah Mas akan minta tolong sama Aldo untuk membelikannya, ucap Aditya mengambil ponselnya.
Hana hanya menatap suaminya yang sedang berbicara dengan Aldo melalui ponselnya, Aditya segera menutup telponnya setelah selesai berbicara dengan Aldo.
Hana dan Aditya mengajak Aldo untuk ikut bergabung makan malam dengan mereka. Aldo menelpon pegawai dapur rumah sakit untuk mengantarkan peralatan makan ke kamar Hana. Setelah beberapa saat menunggu pegawai itu tiba mengantarkan peralatan yang di minta Aldo, sebelum pegawai itu pergi Aldo berpesan padanya,
"Nanti saya akan menghubungi kamu kalau sudah selesai.
" Baik pak.
Aldo segera menata semua makanan di atas meja, sedangkan Aditya membantu istrinya turun dari tempat tidur, dan mendorong tempat gantungan infus Hana.
Aditya membantu istrinya menyuapi makanan nya, dan untuk malam ini sup iga sapi mampu sedikit mengguga selera makan Hana walaupun masih jauh dari harapan Aditya.
Aldo hanya memandangi Aditya yang bergantian menyuapi dirinya lalu istrinya, melihat Aldo yang memandanginya Aditya mencoba menggoda Aldo,
"Segeralah cari pasangan biar ada juga yang kamu suapin!
" Kamu belum punya pacar Al, tanya Hana penasaran.
"Aku belum memikirkannya, jawab Aldo singkat.
" Sayang kamu mungkin bisa mencarikan Aldo kekasih, ucap Aditya pada istrinya.
"Kalau kamu menyukai seseorang kamu tinggal bilang padaku Al, aku pasti akan membantumu. Di rumah sakit ini dan di kantor kan banyak cewek cantik apakah tidak ada satupun yang kamu sukai, tawar Hana bersemangat.
" Sudahlah jangan pikirkan aku, balas Aldo.
__ADS_1
Aditya dan Hana hanya saling pandang dan melempar senyum mendengar jawaban Aldo.
Begitu selesai makan Aldo kembali menelpon pegawai tadi untuk membereskan tempat makan mereka, setelah pegawai itu keluar Aldo pun ingin pamit pulang pada Aditya dan Hana, ketika ia akan membuka pintu bersamaan Dila akan mengetuk pintu, hampir saja tangan Hana mengenai dada Aldo,
"Maaf, ucap Dila menundukkan kepalanya.
" Aku ingin bertemu Hana apakah ia sudah tidur? tanya Dila tidak berani menatap Aldo.
"Masuklah, ucap Aldo dingin.
Dila segera masuk dan menyapa Hana,
'Malam Hana!
" Hai Dila, sini! ajak Hana agar Dila duduk di dekatnya.
"Aku singgah sebentar untuk melihatmu, bagaimana keadaanmu Han?
" Lebih baik dari tadi siang, ucap Hana tersenyum.
"Syukurlah, kalau gitu aku pamit dulu ya Han, Mas Adit, ucap Dila sambil mencium pipi Hana.
" Kok cepat banget, ucap Hana manyun.
"Malam ini giliran aku jaga Han, dahh! ucap Dila keluar dari kamar Hana.
Dila dengan cepat berjalan ke lift, begitu sampai di pintu lift ia berdiri mematung melihat Aldo berada di dalam lift,
" Silakan Bapak duluan aja, ucap Dila mencoba tersenyum untuk menutupi kegugupannya.
"Masuklah!
Irit banget ngomong nya dari tadi hanya dua kata itu saja yang aku dengar
Akhirnya Dila melangkah masuk ke lift, Dila memilih berdiri di sudut lift dengan menundukkan kepalanya. Tidak ada suara diantara mereka sampai pintu lift terbuka, Dila dengan cepat berlari keluar, sementara Aldo hanya menatap punggung Dila heran, kemudian dengan cepat ia kembali mengalihkan pandangannya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1