
Setelah Mayang selesai makan mereka segera menuju tempat untuk melihat proyek pembuatan jalan yang akan mereka lakukan, mobil dan sopir sudah menungguh mereka, Pak Bambang duduk paling depan Ryan dudu k dibangku tengah bersama Mayang, sedangkan Aldo dan Rudi duduk di paling belakang, perjalanan mereka kesana memakan waktu lebih kurang dua jam, selama perjalanan Mayang lebih banyak diam , Ryan yang selalu mencoba mencuri pandang pada wanita berhijab itu,
“Wanita cantik tapi pendiam sungguh sangat langkah ditemukan sekarang, ujar Ryan sambil menatap dan tersenyum maut yang tentu saja akan membuat wanita jatuh dalam pelukannya, Mayang hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Ryan, “dan ternyata dia wanita kedua yang tidak tergodadengan senyuman dan tatapan mautku, guman Ryan.
“Apakah kau sudah menikah May? tanya Ryan lagi, Aldo ikut menatap Mayang karena ingin tahu akan jawaban wanita itu, Mayang terdiam sejenak kemudian ia mengelengkan kepalanya,
“Yes! Sepertinya ada peluang untukku, ucap Ryan sambil menatap Mayang dengan menaikan kedua alis matanya. Aldo hanya diam terpaku mendengar jawaban Mayang, ia mencoba memperhatikan punggung wanita yang ada didepannya
“Jangan senang dulu, suami mungkin Mayang belum punya kalau kekasih tentu saja ia punya , mana mungkin wanita secantik mayang tidak memiliki kekasih, imbuh Pak Bambang.
“Apakah kau memiliki seorang kekasih?, tanya Ryan penuh harap cemas. Tapi kali ini tak ada jawaban dari Mayang yang membuat Ryan semakin pensaran,
“Sudahlah Ryan jangan menggoda Mayang lagi, simpan dulu sifat playboymu itu, tambah Pak Bambang. Setidaknya sampaai kita kembali ke Hotel, ucap Pak Bambang sambil terkekekh
****
Hana menatap Dila yang baru saja selesai menelpon Aldo, ia berbaring di sofa sambil menatap kosong langit-langit ruangan itu,
“Kamu kenapa Dil? Aldo baik-baik saja kan? Tanya Hana penasaran. Dila menarik napasnya sejenak, kemudian mengalihkan pandangannya pada sabahatnya itu,
“Ia baik-baik saja, tapi.. Dila menghentikan ucapnya dan beranjak bangun
“Tapi kenapa? Tanya Hana sambil memindahkan duduknya di sebelah Dila.
“Suaranya ketika berbicara denganku tidak seperti biasanya, ia terlihat lemas tiada bersemangat sedikit pun, sejak kami pacarana aku belum pernah mendengar dia lemas begitu, ucap Dila menatap wajah sahabatnya itu.
“Mungkin Aldo kelelahan saja, ucap Hana sambil mengusap punggung sahabatnya itu berusaha untuk memberikan dukungan.
“Apakah aku harus menceritaakan kepada Dila kalau aku pernah bertemu dengan mantan kekasih Aldo, tapi aku takut menambah beban pikirannya, atau jangan-jangan Aldo sudah bertemu kembali dengan Mayang, tapi
ia tidak boleh seperti itu, bagaimana pun Dila sekarang adalah kekasihnya tapi kalau nanti aku bicara pada Aldo apakah ia tidak marah karena ikut campur urusan pribadinya.”
Hana sejenak menarik napas Panjang, ia merasa tidak enak hati kepada Dila, keduanya segera mengalihkan pandangannya ketika mendengar ketukan pintu dan tak lama munculah bayangan tubuh Frans dari balik pintu, ia melangkah ke sofa sambil tersenyum menatap ke dua sahabatnya itu kemudian merebahkan tubuhnya disana,
“Kalian kenapa lemas banget, atau jangan-jangan kamu mau melahirkan Han? tanya Frans asal sambil menatap Hana.
“Tidak aku baik -baik saja, sahut Hana cepat.
__ADS_1
“Kamu kenapa gak cuti aja sih Han, kasihan lihat kamu kecapean gitu, imbuh Frans.
“Aku bosan kalau di rumah hanya duduk-duduk saja, lagian kalau aku melahirkan justru lebih bagus
karena aku juga sudah di rumah sakit! sahut Hana sambil terkekeh,
“Kamu seperti Mas Adit saja hampir tiap hari menyuruh aku untuk istirahat di rumah, sungut Hana.
“Wajar dong dia kwatir melihat istrinyya mondar – mandir dengan perut buncit seperti itu, sahut Frans
cepat`
“Enak aja mondar-mandir emang aku setrika!, seru Hana kesal yang di sambut tawa cekikikan Dila dan Frans. Perhatian mereka teralih pada ketukan pintu, perlahan Frans bangkit dari duduknya dan membukakan pintu, ia
tersenyum melihat yang sedang berdiri di depan pintu,
“Baru saja Hana membicarakanmu kau sudah datang, sapa Frans . Aditya pun mengernyitkan keningnya sambil mengangkat sedikit bahunya,
“Dia bicara apa? Tanya Aditya sambil melangkah masuk, Hana tersenyum senang melihat kedatangan
suaminya” sayang kamu sudah datang, Hana pun bangkit dari duduknya Aditya ikut menyusul Aditya yang juga sedang berjalan ke arahnya, dan memberikan kecupan dikening istrinya.
“Tidak usah dengarkan Frans sayang, ayo kita berangkat, ajak Hana, Aditya pun mengiyakan, keduanya pun segera pamit pada Dila dan Frans.
****
Aditya menatap istrinya yang sedang makan begitu lahab, senyuman menghias di bibir tipisnya melihat wanita yang begitu dicintainya itu, merasa sedang diperhatikan hana pun melirik pada suaminya itu,
“Sayang , kenapa? Tanya Hana menghentikan makannya, Aditya hanya menggelangkan kepalanya sambil melap saus yang menempel di sudut bibir Hana.
“Aku tambah gemuk ya sayang? Tanya Hana dengan wajah memelas.
“Tidak juga, tapi kamu semakin cantik sayang, ucap Aditya lembut, tapi Hana sungguh sangat tidak puas dengan jawaban suaminya itu,
“Mas bohong ya, gemuk begini mana mungkin cantik, ucap Hana mengerucutkan bibirnya.
“Sayang, Mas itu tidak peduli kamu itu mau gemuk atau kurus Mas akan tetap mencintaimu, jelas Aditya mengusap lembut rambut istrnya itu. Senyum langsung menghiasi bibir tipis Hana begitu menedengar jawaban suaminya,
__ADS_1
“Sayang, ternyata utusan Handoyo Group untuk ke Surabaya adalah Mayang, ucap Aditya, Hana menatap suaminya itu dengan menautkan alisnya,
“Maksud Mas apa sih aku gak ngerti, ucap Hana,
“Untuk proyek kita yang di Surabaya , kita kan menjalin kerjasama dengan tiga perusahaan dari Jakarta, Utusan dari Perusahaan kita Aldo sedangkan dua perusahaan lainnya yaitu Handoyo Group diwakili oleh Mayang, dan Mandala group diwakilkan oleh temanmu yang waktu itu, Ryan, jelas Aditya.
“Benarkah! Jadi Aldo dan Mayang bertemu disana dong, ucap Hana sedikit gusar, Aditya pun menganggukan kepalanya pelan.
“Aku harus memberi tahu Dila, ucap Hana sambil mengambil ponselnya dari tasnya. Namun dengan cepat Adirya melarangnya.
“Sayang, jangan! Biarkan itu urusan mereka berdua, sahut Aditya cepat.
“Tapi aku kasihan sama Dila, bagaimana kalau mereka jatuh cinta lagi, karena Mayang sepertinya belum bisa move on dari Aldo, ucap Hana sedih.
“Sayang, mereka sudah dewasa, Mas percaya sama Aldo dia tidak akan menyakiti Dila, ucap Aditya menenangkan istrinya itu,
“Iya, tapi Mas kan pernah bilang kalau Mayang cinta pertama Aldo dan mereka putus juga bukan karena sudah tidak saling cinta lagi, sahut Hana pelan sambil memandang suaminya itu dengan tatapan begitu sendu. Aditya
menggenggam tangan istrinya erat,
“Dila juga wanita yang dicintai Aldo sekarang, Mayang adalah masa lalunya, jodoh Tuhan yang menentukan, kita berdoa saja yang terbaik untuk mereka, karena mereka adalah orang baik tentu akan berjodoh dengan orang baik
juga, jelas Aditya menatap istrinya dalam, Hana pun menganggukan kepalanya
“Mas dulu selalu menjaga diri , agar dapat berjodoh dengan wanita yang juga pandai menjaga dirinya, dan Tuhan menjawab semua itu, Mas diberikan seorang wanita yang sangat luar biasa, istri yang luar biasa, ucap Aditya begitu Dalam, membuat Hana berkaca-kaca,
“Aku sangat menciantaimu sayang, ucap Hana denga tatapan penuh cinta,
“Aku juga sangat mencintaimu sayang, ! Ucap Aditya tak kalah manisnya sambil mengedipkan satu matanya yang terlihat begitu menggoda, yang membuat Hana tersenyum malu
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung