
Ternyata sebentarnya Aditya jadi molor sampai dua jam, karena begitu banyak berkas yang harus ditanganinya, ia meneliti semua berkas itu satu persatu, apabila sedikit saja tidak sesuai dengan keinginannya ia akan mengembalikannya. Hana yang melihat suaminya begitu sibuk berjalan menghampiri suaminya, ia memeluk suaminya dari samping lalu mencium pipi suaminya sekilas kemudian menyandarkan pipinya di bahu suaminya.
Aditya mengalihkan pandangannya sebentar pada istrinya ia tersenyum lalu juga mencium pipi istrinya juga,
"Apakah kamu sudah bosan sayang? tanya Aditya kembali menatap berkasnya.
" Tidak... tapi kalau Mas memang sibuk kita batalkan saja, nanti kita cari hari lain saja pas Mas tidak sibuk, tapi aku sebenarnya aku penasaran mang kita ini mau kemana sayang?
"Nanti kamu akan tahu sayang, jawab Aditya tanpa mengalihkan pandangannya.
Hana kembali ke sofa ia mengambil majalah yang ada dibawah meja lalu membaringkan tubuhnya di sana. Hana mengalihkan pandangannya ketika ia mendengar suara ketukan pintu. Setelah suaminya menyuruh orang itu masuk, Hana melihat seorang wanita membuka pintu dan berjalan masuk menuju meja suaminya. Wanita itu masih muda tapi kalau di lihat dari dandanannya usianya lebih tua dari Hana.
Mata mereka sesaat beradu pandang walaupun sekilas tapi Hana dapat melihat keterkejutan di wajah wanita itu. Wanita itu kemudian tersenyum kepada Hana dan Hana pun membalasnya. Setelah meletakan dokumen di meja suaminya dan berbicara sebentar ia pun membalikkan tubuhnya untuk kembali, ia pun kembali menatap Hana dan tersenyum Hana pun kembali membalasnya.
Ternyata kabar pak Presdir membawa seorang wanita ke kantor memang benar. Apa Kira-kira hubungan mereka ya? ini akan menjadi berita terpanas hehehe!
*****
Aditya dan Hana keluar dari kantornya sambil menggandeng tangan istrinya, semua adegan itu tidak lepas dari pandangan karyawan Aditya. Mereka masuk ke mobil yang sudah parkir di depan, Aditya membukakan pintu untuk istrinya setelah menutupnya ia pun berjalan masuk dalam mobil.
Sekitar dua puluh menit di perjalanan mereka tiba di sebuah Mall, Aditya memarkirkan mobilnya setelah itu mereka masuk dalam Mall, Aditya merangkul bahu istrinya.
Setelah di dalam Mall Aditya mengajak Hana masuk ke dalam counter Handphone dengan merek terkenal dengan lambang apel tergigit.
"Mas kita ngapain kesini?, bisik Hana pada suaminya.
" Beli handphone dong sayang masa beli perhiasan, jawab Aditya sambil melihat-lihat model handphone yang terpajang.
"Handphone Mas rusak? tanya Hana sambil mengikuti suaminya.
Belum sempat Aditya menjawab pertanyaan istrinya handphone berdering, sebelum mengangkat telpon ia berkata pada istrinya,
" Kamu pilih aja dulu mana yang kamu suka Mas angkat telpon dulu.
Setelah berbicara Aditya berjalan menjauh dari Hana untuk mencari tempat yang agak sepi, sementara Hana cuma terbengong tidak paham dengan maksud suaminya,
"Dia yang mau beli handphone kenapa aku yang di suruh milih, gimana Hana pelan. Hana kembali sibuk melihat bermacam model handphone yang terpajang.
Frans yang juga sedang masuk ke counter Handphone kaget karena ia melihat seorang wanita yang mirip dengan Hana sedang berdiri di antara pembeli yang lain. Frans berjalan menghampiri Hana setelah jarak mereka dekat Frans mencoba menyapa Hana,
"Hana...!
Hana kaget mendengar namanya di panggil oleh suara yang tidak asing baginya, Hana pun memutar tubuhnya. Hana begitu kaget melihat Frans berdiri di depannya.
" Haii...! Frans?, ucap Hana menyembunyikan kegugupannya.
Kenapa harus bertemu Frans di sini, bisa ketahuan ini kalau selama ini aku...
Hana tersentak dari lamunannya begitu Frans memegang bahunya,
__ADS_1
'Kamu kenapa bengong? tanya Frans heran.
"Ahh.. aku gak bengong kok! Hana mencoba tersenyum.
" Kamu kesini mau beli handphone? Sama siapa kamu kesini?
Hana terdiam tak tahu harus menjawab apa kepada Frans. Aditya yang sudah selesai menelpon kembali menemui Hana, ia sangat kaget melihat istrinya sedang berbicara dengan Frans, ia pun berjalan menghampiri istrinya,
"Sayang.. kamu sudah menemukan handphone yang kamu sukai, tanya Aditya sambil merangkul pinggang istrinya. Ia berpura-pura tidak mengenali Frans.
Frans sangat kaget melihat seorang pria merangkul Hana di depannya, Aditya? apa hubungannya Hana dengan Aditya bathin Frans.
Hana terlihat sangat gugup ia tidak tahu harus bertindak bagaimana, ia menatap Frans yang ada di depannya. Tanpa bicara pun Hana sudah tahu dikepala Frans sekarang sudah penuh dengan pertanyaan. Akhirnya ia berani buka mulut,
"Mas...! kenalkan ini Frans teman kuliah aku, ucap Hana sambil memandang suaminya.
Aditya nampak menangkap raut kecemasan dari tatapan istrinya.
" Frans kenalkan ini Mas Aditya dia...
Hana menghentikan ucapannya menatap suaminya ragu,
"Saya Aditya suaminya Hana, ucap Aditya sambil mengulurkan tangannya pada Frans.
Hana dan Frans sama-sama terkejut mendengar perkataan Aditya.
Frans menatap Hana sebelum kembali bicara,
" Baiklah saya permisi dulu, Hana sampai ketemu di kampus, bye!
"Oke Frans bye, ucap Hana menyembunyikan kegugupannya.
Hana memperhatikan punggung Frans yang berjalan menjauh darinya, maafkan aku ya Frans semoga kamu tidak marah kepada ku, bathin Hana.
" Sayang.. kamu sudah menetukan handphone mana yang kamu pilih?
"Kok aku! kan Mas yang mau beli HP, ucap Hana sambil bergelayut manja di lengan suaminya.
Aditya mencubit hidung mancung istrinya pelan sambil berkata,
" Itu untuk kamu bukan untuk Mas sayang!
"Handphone ku tidak rusak Mas ngapain beli lagi?, tanya Hana heran.
" Mas tidak suka di bantah , kalau begitu biar Mas yang pilihkan untuk kamu!
Dari jauh Frans memperhatikan Hana dan Aditya, ia melihat bagaimana kedekatan Hana dan suaminya, Hana bergelayut manja di lengan suaminya begitu pun Aditya yang merangkul pinggang istrinya posesif.
Akhirnya Frans melangkah pergi karena ia tiba-tiba merasakan nyeri di dadanya melihat Hana dan suaminya.
__ADS_1
****
Hana menyandarkan wajahnya di dada bidang suaminya yang berbaring di sebelahnya, Aditya menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang polos. Aditya mengecup puncak kepala istrinya kemudian merapikan rambut istrinya yang acak-acakan dengan tangannya,
"Mas..!
" Ehm! kenapa? tanya Aditya menatap istrinya.
"Kalau besok Frans menanyakan tentang hubungan kita aku harus bagaimana?
" Kamu tinggal cerita yang sebenarnya!
"Mas tidak marah, tanya Hana mengangkat wajahnya.
" Sayang.. kamu tak akan bisa terus menerus berbohong pada sahabat mu, mungkin sudah saatnya kamu jelaskan semuanya, ucap Aditya sambil menatap istrinya dalam.
"Terimakasih sayang, ucap Hana kemudian mencium bibir suaminya. ketika Hana ingin melepaskan ciumannya Aditya menahan tengkuk istrinya.
Aditya kembali mencumbu tubuh istrinya, dan Hana kembali melayani keinginan suaminya untuk kesekian kalinya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Hai readers...
sebelum author mengucapkan terimakasih kasih atas dukungan nya pada novel sithor ini. πππ
Maaf ya kalau author tidak bisa crazy up seperti lapak sebelah. ππ
ini pertama kalinya Thor bikin novel jadi Thor tidak sehebat lapak sebelah yang sudah berpengalaman dan novel nya keren-keren binggo,π’π’π’π’
Tapi Author akan terus belajar readers. πͺπͺπͺ
Author harus menulis novel ini di selah kesibukan pekerjaan Thor, Thor juga pengen banyak up seperti lapak sebelah tapi sekali lagi Thor minta maaf ya karena Thor tidak bisa, tapi kalau ntar Thor tidak sibuk di usahain dehπππ
kalau novel ini cepat kelar author juga pengen lanjut sama novel Thor yang baru ππ
Semangat!!!!! πͺπͺπͺ
__ADS_1