Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 45 Fitnah (Part 1)


__ADS_3

Hana baru saja bersiap-siap untuk pulang ketika ponselnya berdering,


"Hallo ma!


" Apakah kamu sudah jadwal pulang Han?


"Ini lagi berberes, kenapa ma?


" Pulangnya bareng mama aja!


"Tapi ma..!


" *Jangan membantah, mama tunggu di parkiran.


*"Baiklah ma.


Hana pun berberes dengan segera, sungguh Hana tidak menyangkah akan koas di rumah sakit milik mertuanya, dan beliau juga sekaligus menjabat sebagai direktur rumah sakit. Yang Hana tahu beliau memang seorang dokter dan bekerja di rumah sakit swasta , sungguh ia tidak menduga keluarga suaminya juga memiliki rumah sakit.


Dan keberuntungan Hana selanjutnya adalah ia juga dapat rumah sakit yang sama dengan kedua sahabatnya. Hari ini kebetulan mereka tidak satu jadwal karena Dila dan Frans dinas malam, dan besok adalah giliran Hana yang dapat dinas malam.


Hana mempercepat langkahnya di lorong rumah sakit takut mertuanya terlalu lama menunggu. Begitu Hana sampai di parkiran ternyata mertuanya sudah menunggu dalam mobil. Melihat menantunya sudah masuk mobil ia segera menyuruh sopir untuk jalan.


"Sayang apakah malam ini Adit akan pulang?


" Kalau tidak ada perubahan nanti sore Mas Adit sudah sampai di Jakarta ma.


"Mama sangat bahagia melihat hubungan mu dengan Adit sudah sangat baik, mama selalu berdoa semoga rumah tangga kalian selalu berbahagia sampai akhir hayat, semoga mama segera dapat cucu dari kalian, ucap mertuanya sambil memegang tangan Hana.


" Terima kasih ma, "jawab Hana tersenyum malu.


Perjalanan mereka sedikit terganggu karena jalanan yang macet. Begitu sampai rumah mereka segera turun dari mobil. Mereka masuk kerumah berjalan beriringan dan Hana menggandeng tangan mertuanya.


Begitu masuk kamar Hana segera membuka pakaiannya, ia ingin berendam di bath up untuk menyegarkan kembali tubuhnya yang terasa sangat lelah. Hana memejamkan matanya pikirannya merasa lebih baik karena orama terapi dari sabunnya.


Hana begitu kangen dengan suaminya, ini hari ketiga ia tidak bertemu dengan suaminya.


****


Pesawat Aditya mendarat bertepatan dengan suara azan isya, begitu turun dari pesawat mereka segera sholat di musholla Bandara.


Aditya tidak langsung pulang ke rumah karena ia harus menghadiri ulang tahun perusahaan keluarga Alex, sebenarnya Aditya malas untuk datang karena tidak ingin bertemu dengan Karin. Tapi ia merasa tidak enak hati dengan Alex dan kakaknya.

__ADS_1


Aditya dan Aldo segera turun dari mobil begitu sampai di hotel tempat mereka mengadakan pesta. Mereka melihat sudah banyak tamu yang hadir ketika mereka masuk. Alex dan kakaknya langsung menghampiri Aditya dan Aldo begitu melihat kedatangannya.


Karin yang sedari tadi mencari sosok Aditya langsung tersenyum senang melihat Aditya sedang bersama kakaknya,


" Inilah kesempatan yang tepat, guman Karin pelan.


Ia segera menelpon seseorang, tidak lama menunggu orang yang ditelpon Karin muncul. Karin segera berbisik dan disambut anggukan kepala oleh pria itu. Segera Karin berjalan menghampiri Aditya yang masih mengobrol dengan kakaknya,


"Kak Adit, sapa Karin memeluk pinggang Aditya.


Kalau seandainya tidak ada Alex di depannya mungkin ia sudah mendorong Karin karena sangat kesal.


" Lepaskan Karin disini banyak tamu jangan bertingkah yang akan menimbulkan fitnah, ucap Aditya penuh penekan karena ia sedang mengendalikan amarahnya.


Aldo yang melihat tingkah Karin yang tidak tau malu ingin rasanya ia melemparkan tubuh wanita itu keluar dari gedung ini.


Karin tidak memperdulikan ucapan Aditya dia sangat berharap orang - orang memperhatikan mereka sehingga semua orang akan menyangkah kalau Karin kekasih Aditya.


Aditya melepaskan tangan Karin pelan agar tidak menjadi perhatian orang di sekitar.


"Karin lepaskan Aditya atau kakak akan mengusir mu dari pesta ini, ancam Alex menatap adiknya tajam.


" Kakak menyebalkan, Karin akan laporkan ke papa, ucap Karin melepaskan pelukannya dan berjalan menjauh.


Hana aku ingin melihat bagaimana reaksi mu melihat foto ini!


Karin segera mengirimkan foto itu ke nomor Hana,


Hana sedang menunggu suaminya pulang sambil menonton di kamar, sudah berulang kali ia mencoba menghubungi ponsel suaminya tapi tidak aktif, ia mencoba menghubungi nomor Aldo tapi tidak diangkatnya. Hana mulai cemas karena habis isya seharusnya suaminya sudah sampai di rumah.


Karena sudah malam dan mulai bosan Hana mematikan televisi untuk segera tidur, baru saja ia membaringkan tubuhnya, ponsel Hana berbunyi ada pesan masuk, Hana dengan cepat segera mengambil ponselnya berharap itu pesan dari suaminya,


Jantung Hana seperti berhenti berdetak melihat foto suaminya sedang di peluk oleh Karin,


"Bukannya Mas Adit ke Kalimantan, tapi kenapa ada Karin atau Mas Adit pergi ke Kalimantan bersama Karin juga,


Belum hilang keterkejutan Hana satu pesan masuk,


*Aditya milik ku jangan mimpi kau akan mendapatkan hatinya, kalau kamu masih ragu datang aja ke restoran X kamu bisa melihat langsung semuanya.


Hana tidak dapat menahan air matanya, hatinya sangat sakit, air mata Hana meluncur seperti hujan, ia sangat berharap suaminya akan mencintai dirinya seperti ia mencintai suaminya, dan sepertinya harapan itu harus di kubur Hana jauh-jauh,

__ADS_1


"Aku salah sudah mengharapkan kamu Mas.


Mas kamu jahat..!! teriak Hana sambil menangis.


****


Karena lelah menangis Hana akhirnya tertidur, Hana tidak tahu sudah berapa lama ia tertidur, ia merasa kan dadanya sesak. Hana membuka matanya pelan, walaupun pandangannya masih agak buram tapi ia masih dapat melihat wajah suaminya yang menempel di dadanya, tangan suaminya melingkar di bokongnya.


Hana mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan suaminya, sungguh ia merasa tidak mau di sentuh oleh suaminya, sungguh hatinya sangat sakit.


Karena gerakan tubuhnya Aditya terbangun ia mengerjapkan matanya karena masih sangat mengantuk,


"Kenapa sayang?


Hana tidak menjawab ia membalikkan tubuhnya sehingga memunggungi suaminya, melihat sikap aneh istrinya Aditya meringsut mendekatkan tubuhnya pada istrinya,


" Kamu kenapa sayang? kamu tidak merindukan Mas, bisik Aditya ke telinga istrinya.


Karena Masih tidak mendapat jawaban dari istrinya, Aditya menarik wajah istrinya, agar berhadapan dengan wajahnya, Aditya mencium bibir istrinya lembut, namun Hana melepaskan ciumannya.


"Aku capek Mas.


" Baiklah kita kembali tidur, ucap Aditya memeluk tubuh Hana dari belakang.


Hana berusaha untuk tidak menangis,


Sungguh pandai kamu berpura-pura Mas, setelah bersama wanita lain sekarang kamu bersikap manis padaku seolah tak pernah berbuat salah sedikit pun.


Ingin rasanya ia melepaskan pelukan suaminya pada tubuhnya, tapi ia mencoba untuk menahan dirinya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2