
Sebelum berangkat ke kantor Aditya mengantarkan istrinya terlebih dahulu ke rumah sakit,
"Sayang, kamu yakin tidak apa-apa? tanya Aditya kwatir begitu Hana akan turun dari mobil.
Hana menatap suaminya dan memegang pipi suaminya,
" Sayang aku baik-baik aja, nanti aku akan sering menghubungi Mas.
"Baiklah, Aditya mencium kening istrinya
jam makan siang Mas akan kembali untuk cek kandunganya sayang.
Hana menganggukan kepalanya tanda menyetujui pendapat suaminya. Hana melangkah masuk setelah mobil suaminya menghilang.
Begitu Hana masuk ruangan Dila sedang duduk tengah menulis sesuatu, Hana langsung duduk menyandarkan tubuhnya, begitu melihat kedatangan Hana Dila menghentikan kegiatannya,
"Han kenapa, kamu kelihatan pucat begitu,kamu sakit?, tanya Hana kwatir.
Dila duduk di samping Hana dan menempelkan punggung tangannya pada kening Hana,
"Kenapa senyum-senyum, tanya Dila heran.
"Aku punya kabar bahagia untuk mu! aku hamil Dil!
" Haamill! Oh Hana benarkah, Dila berteriak sambil memeluk sahabatnya kegirangan.
"Selamat Hana sayang kamu akan jatuh seorang ibu, ucap Dila mengusap perut sahabatnya.
Hana dan Dila sama menolehkan kepalanya begitu melihat pintu terbuka, Frans tersenyum lebar melihat kedua sahabatnya, ia pun duduk di hadapan Hana, baru saja Frans mendudukkan tubuhnya Hana langsung berlari ke kamar mandi, Dila dan Frans terkejut melihat sikap Hana, mendengar Hana yang muntah keduanya segera menyusul Hana, Dila membantu memijat tengkuk Hana. Frans berdiri bengong di depan pintu.
Dila membantu Hana keluar dari kamar mandi, melihat Frans yang berdiri di depan pintu Hana segera berteriak,
"Frans menjauh dariku!
Frans yang masih bingung menjadi semakin bingung, tapi ia segera menjauh walaupun tidak paham dengan apa yang terjadi.
Hana kembali duduk di sofa bersama Dila, sedangkan Frans berdiri jauh dari mereka dengan muka bengong,
" Kenapa aku tidak boleh mendekat Hana?
"Kamu sangat bau membuat perutku mual, jelas Hana.
" Apa, aku bau? yang benar saja kamu Hana? aku memakai merek parfum terkenal yang di akui dunia, ucap Frans bangga.
"Tapi aku tidak menyukainya, bantah Hana.
" Selama ini kamu baik-baik saja dengan parfum ku, ucap Frans membela diri.
"Itu biasa karena Hana dulu belum hamil, Dila ikut bicara.
" Whatttt! hamil, kamu hamil Han, ucap Frans berjalan mendekati Hana.
"Frans...stop! teriak Hana.
Frans seketika menghentikan langkahnya,
" Baiklah, ucap Frans lemah.
"Selamat ya Han, akhirnya benda pusaka Aditya mengeluarkan kesaktiannya, ucap Frans mendudukkan tubuhnya di kursi yang berjarak cui jauh dari Hana.
__ADS_1
Dila cekikikan mendengar perkataan Frans, sedangkan Hana ingin rasanya menabok mulut Frans yang asal bicara.
**
Aditya sudah terlambat tiba di kantornya, kedatangan Aditya selalu menjadi pusat perhatian para karyawan wanita, mereka akan selalu mencari kesempatan untuk mencuri-curi pandang pada Presdirnya.
"Emmm pak Aditya tambah ganteng aja, bisik seorang karyawan wanita pada rekannya.
" kalau big bos kita ma memang selalu ganteng, Bos lamar aku dong, imbuh wanita yang lain.
Aditya tetap berjalan dengan ekspresi datar ke lift khusus Presdir tanpa peduli sedikitpun sikap karyawan wanita yang selalu mencoba untuk menarik perhatiannya.
Begitu sampai di ruangannya Aditya segera menelpon Aldo, setelah mendapat telpon Aldo segera ke ruangan Aditya, dan mendudukkan tubuhnya di sofa. Aditya pun ikut duduk di depan Aldo.
"Al.. kemarin aku sudah mengosongkan satu ruangan di lantai atas di rumah sakit, tolong kamu buat ruangan itu sanyaman mungkin untuk Hana beristirahat, karena ruangan istirahat dokter terlalu sempit, Aku tidak ingin istri dan anaku tidak nyaman! Aku ingin menjelang siang semua sudah beres.
" Baiklah kamu akan segera mendapatkannya, ucap Aldo bangkit dari duduknya.
****
Menjelang makan siang Aditya sudah sampai di rumah sakit, ia segera mencari istrinya ke ruang istirahat, tanpa mengetuk Aditya membuka pintu, ia melihat istrinya sedang berbaring dengan Dila duduk di sisi ranjang, sedangkan Frans duduk dengan posisi cukup jauh dari ranjang, Hana langsung tersenyum melihat kedatangan suaminya, kedua sahabat Hana pun menoleh pada Aditya
"Mas, rengek Hana manja.
Aditya menghampiri istrinya ia mengecup kening istrinya,
"Bagaimana keadaanmu sayang, apakah masih mual?
" Masih, tapi Mas gak usah kwatir aku baik-baik saja, tutur Hana menggenggam tangan suaminya.
"Ini akan berakhir tiga bulan ke depan Dit, imbuh Frans yang dari tadi hanya diam.
Hana dan Dila hanya tersenyum mendengar bertanya Aditya. Walaupun seorang Presdir dan jago memenangkan tender besar tapi soal kehamilan sungguh Aditya tidak paham sedikit pun.
"Sebaiknya kita temui dokter kandungan kita sayang, ajak Aditya sambil membantu istrinya bangun.
Sebelum Aditya dan Hana keluar Frans bertanya,
"Dit apa merek parfum yang kamu pakai biar istrimu ini tidak mual bila berdekatan dengan ku! sungut Frans kesal
Aditya menatap Frans heran,
" Parfum Frans sangat bau Mas, aku tidak menyukainya rengek Hana.
"Baguslah, ucap Aditya tersenyum.
" Apanya yang bagus, tanya Frans heran.
Aditya keluar tanpa menjawab pertanyaan Frans, Aditya dan Hana pun pamit kepada kedua temannya, Aditya menggandeng tangan istrinya berjalan di Koridor rumah sakit, beberapa dokter yang berselisih menyapa Aditya ramah dan menatap Hana dengan rasa heran, melihat ia di gandeng oleh pemilik rumah sakit ini.
Seorang perawat segera menghampiri Aditya,
" Pak dokternya sudah menunggu.
"Terima kasih.
Aditya dan Hana segera masuk menemui dokter yang sudah menunggu mereka,
" Selamat siang Pak Aditya, buk Hana, silahkan duduk, sapa Dokter Desi ramah.
__ADS_1
"Siang juga dokter, jawab Aditya dan Hana sambil mendudukkan tubuhnya.
" Dokter apakah ada obat yang bisa menghilang rasa mual istriku?, tanya Aditya.
"Gejala itu hampir di alami delapan puluh persen oleh wanita hamil di trimester pertama pak Aditya, untuk mengurangi mual bisa dengan mengkonsumsi vitamin B. Saya rasa buk Hana sudah paham akan hal itu, bukan kah begitu buk Hana, tanya dokter Desi tersenyum.
"Suamiku ini tidak mempercayaiku dokter, ucap Hana tersenyum memandang suaminya.
" Bukan begitu sayang, Mas tidak tega melihatmu, balas Aditya.
"Perubahan hormon pada wanita hamil akan mempengaruhi psikologi ibu sehingga emosi nya tidak bisa di tebak. Ini pengalaman pertama Pak Aditya, butuh kesabaran ekstra dalam menghadapi wanita hamil. Jangan terkejut melihat sikap istri bapak yang tidak seperti biasanya, jelas Dokter Desi ramah.
"Sekarang ayo kita lihat calon bayi kalian, ajak dokter Desi.
Hana segera berbaring di ranjang, dokter Desi mengoleskan gel ke perut Hana dan mulai menempelkan alat ke perut Hana.
" Pak Aditya itu calon bayi kalian, ukuran masih sebesar biji kacang hijau,Usia janin kalian memasuki minggu ke enam, jelas Dokter Desi menunjukkan titik hitam di yang ada di layar.
Aditya menatapnya sambil menggenggam tangan istrinya,
"Ini calon bayi kita sayang, ucap Aditya mencium tangan istrinya. Hana sangat terharu dapat melihat calon anaknya.
***
Selesai memeriksa kandungan istrinya, Aditya mengajak Hana ke lantai atas, Hana bertanya heran pada suaminya,
" Kita kemana sayang? tanya Hana saat keluar dari lift.
Aditya hanya memberi senyuman untuk menjawab pertanyaan istrinya, tiba di depan sebuah ruangan mereka berhenti Aditya membuka pintunya. Hana sangat terkejut melihat ruangan itu sudah seperti kamar hotel,
"Ini ruangan apa Mas?
"Ini kamar kamu sayang, mulai sekarang kamu istirahat di sini ya, papar Aditya memeluk istrinya.
" Tapi Mas, ini terlalu berlebihan, aku tidak ingin menimbulkan kecemburuan dari karyawan rumah sakit ini, jelas Hana menatap suaminya.
"Sayang.., kamu itu lagi hamil, rumah sakit ini punya kita, siapa yang akan cemburu, ucap Aditya meyakinkan istrinya.
Hana hanya mengiyakan keinginan suaminya, ia segera berbaring di ranjang Aditya ikut merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya. Aditya mendekap tubuh istrinya dari belakang dengan mesra,
"I love you honey, bisik Aditya di telinga istrinya..
Hana membalikkan tubuhnya agar mereka berhadapan,
" I love you to my hubby.
Hana mencium bibir suaminya lembut, ketika Hana melepaskan ciumannya Aditya menahan tengkuknya, Aditya memperdalam ciumannya, Aditya melepaskan lumatannya melihat istrinya kehabisan napas.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.