Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 44 Wisuda


__ADS_3

Tanpa melepaskan mukenanya Hana berbaring di sofa sambil memperhatikan suaminya yang sibuk dengan laptopnya,Hana mengambil buku yang terletak di meja sofa dan membacanya. Hana melirik jam dinding hampir jam sebelas malam berarti ia sudah lebih satu jam membaca bukunya, ia menatap suaminya yang masih terlihat asik dengan pekerjaannya.


Perlahan Hana melangkah masuk ke ruang ganti pakaian, ia menganti pakaian santainya dengan pakaian tidur, tidak lupa Hana mengambilkan piyama untuk suaminya. Saat keluar dari ruang ganti ia masih melihat suaminya tidak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari laptopnya. Hana meletakan piyama suaminya di ranjang, lalu Hana berjalan kearah suaminya Hana melingkarkan lengannya ke leher suaminya, dan menyandarkan dagunya di bahu suaminya. Aditya mengalihkan sebentar pandangannya ke istrinya dan tersenyum, lalu ia menarik tangan istrinya dengan tangan kanannya dan mencium punggung tangan istrinya dengan mesra,


"Mas lagi bikin apa? tanya Hana lembut.


" Ini desain untuk untuk proyek yang di Kalimantan, jelas Aditya tanpa menatap istrinya.


"Sebaiknya Mas tidur jangan bekerja terlalu keras.


" Sebentar lagi sayang, kamu tidurlah dulu. Kamu harus istirahat yang cukup kalau tidak ingin besok mengantuk di acara wisuda mu.


"Baiklah, Hana mengecup pipi suaminya kemudian melangkah pergi, ia naik ke ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut sebatas pinggang.


Hana belum bisa memejamkan matanya, besok adalah hari yang ditunggunya karena ia akan wisuda. Namun Hana sedikit kecewa karena keluarganya tidak bisa datang, padahal Hana sangat berharap ibunya bisa datang menghadiri acara wisudanya. Hana sebenarnya ingin memaksa ibunya tapi ia tidak ingin karena keegoisannya ibunya nanti masuk rumah sakit. Tapi setidaknya ia masih beruntung karena suaminya akan ada di sana menemaninya.


Aditya memperhatikan istrinya yang terbaring gelisah di ranjang, ia menutup laptopnya kemudian ikut berbaring di samping istrinya, Aditya merengkuh tubuh istrinya dalam pelukannya dan menyelimuti tubuhnya dan juga istrinya, Hana mengerjapkan matanya kemudian membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya,


"Kenapa belum tidur? Aditya membelai rambut istrinya.


" Kamu sedih ibu tidak bisa datang?


Hana menjawab dengan menganggukan kepalanya, Aditya menatap bahu istrinya yang terguncang karena menangis. Aditya menarik wajah istrinya hingga wajah mereka berhadapan,


"Jangan menangis Mas tidak ingin besok bangun matamu bengkak, ucap Aditya menghapus air mata istrinya.


" Apakah kamu ingin besok terlihat jelek sayang? dengan kantong mata seperti panda,


Hana mencubit pinggang suaminya yang membuat Aditya meringis kesakitan, melihat suaminya yang kesakitan Hana merasa bersalah, ia mengusap bekas cubitannya sendiri di pinggang suaminya, sambil meminta maaf.


"Sekarang ayo kita tidur jangan sampai besok kita bangun terlambat, ucap Aditya mengambil remote dan mematikan lampu kamar.


" Mas memiliki remote untuk mematikan lampu? tanya Hana heran.

__ADS_1


"Mas baru memperbaikinya, jawab Aditya sambil menarik selimut kemudian memeluk tubuh istrinya.


****


Hana di hantar oleh suaminya untuk menghadiri acara wisudanya. Hana terlihat sangat cantik dengan make up natural, ia didandani oleh MUA terkenal yang pagi-pagi sudah datang ke rumahnya, rambut panjang Hana di sanggul sangat cantik. Keduanya turun dari mobil, mereka terlihat sangat serasi dengan pakaian yang dikenakannya, Hana sangat cantik dengan kebaya panjangnya berwarna cream yang dihiasi batu yang berkilau membuat kebaya itu sangat mewah dan elegan, bawahannya memakai batik tulis yang langsung di pesan dari solo. Aditya memakai stelan Jasnya mahal dengan warna yang senada dengan kebaya Hana.


Kehadiran mereka mencuri perhatian para undangan yang juga menghadiri acara wisuda, Aditya mengantar istrinya kebarisan kursi khusus mahasiswa yang akan wisuda yang sebelumnya ia membantu istrinya memakai toganya.


Aditya kembali keluar dan menelpon Aldo, Aditya segera menghampiri Aldo yang sudah menunggu di parkir, Aditya langsung bersalaman dengan mertuanya yang sudah menunggunya,


"Ibu apa kabar?


" Alhamdulillah ibu jauh lebih baik nak Adit, terimakasih ya, ucap mertuanya mengusap punggungnya dengan mata berkaca-kaca.


"Ibu tidak perlu berterima kasih, karena ibu adalah ibu dari istriku berarti ibuku juga, tutur Aditya lembut.


" Ayo kita masuk ibu, Hana pasti senang melihat kedatangan ibu, semalam ia sudah menangis mendengar ibu tidak bisa datang, sebenarnya aku tidak tega melihat Hana bersedih, tapi aku ingin memberikan kejutan kepadanya, jelas Aditya membimbing mertuanya masuk ke gedung khusus undangan untuk keluarga mahasiswa yang akan berwisuda.


Terima kasih sudah menerima Hana nak, kami keluarga susah seperti bumi dan langit dengan keluarga mu, tapi hatimu dan keluarga mu sungguh mulia, semoga Allah selalu melimpahkan kebahagiaan kepadamu selalu, bathin ibu Hana menatap menantunya.


Ketika acara wisuda selesai para undangan yang hadir mulai bubar, Hana masih duduk di bangkunya, kedua sahabatnya menghampiri Hana untuk memberi ucapan selamat. Dila dan Frans menatap Hana takjub karena melihat Hana yang begitu cantik,


"Kamu cantik sekali Hana, pantasan majikanmu sampai klepek-klepek ucap Dila menggoda.


" Jadi kemarin-kemarin aku jelek gitu, sungut Hana.


Frans dan Dila tertawa mendengar ucapan Hana.


"Kita gak pernah lihat kamu dandan kayak gini makanya kita pangling melihat kamu, sambut Dila.


Keduanya pun pamit karena keluarga mereka sudah menunggu, setelah kepergian sahabatnya Hantu masih tetap duduk di bangkunya sampai ruangan itu sepi. Hana sangat terkejut ketika mendengar suara ibunya memanggil namanya, Hana tidak bergeming karena ia menganggap itu hanya ilusinya, Hana kaget ketika ada tangan yang menyentuh bahunya, Hana menolehkan wajahnya, ia menutup mulutnya memandang tidak percaya, ia meraih tangan ibunya berharap ini bukan mimpi,


Hana langsung memeluk tubuh ibunya begitu merasakan tangan hangat ibunya dalam genggamannya, Hana tidak dapat membendung tangisnya lagi, ia menangis dalam pelukan ibunya, lama Hana menangis sampai ia tersadar ketika mendengar suara suaminya,

__ADS_1


"Berhentilah menangis sayang kamu terlihat jelek kalau menangis, ucap Aditya yang berdiri di belakang mertuanya.


Hana melepaskan pelukannya pada ibunya, ia berlari memeluk suaminya,


" Mas jahat! kenapa Mas bohong, ucap Hana memukul dada suaminya pelan.


Aditya Hanya terkekek mendengarnya dan mempererat pelukannya pada istrinya,


"Mas ingin memberi kejutan padamu sayang, ucap Aditya mengusap rambut istrinya lembut.


" Apakah kamu senang?


Hana menganggukan kepalanya,


"Terima kasih sayang.


Ibu Hana hanya menatap anak menantunya dengan tatapan bahagia melihat anak menantunya begitu harmonis.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2