Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 59 Tunangan


__ADS_3

Aditya menatap wajah frustasi sahabatnya yang sedang duduk didepannya, penampilan Rendi yang terlihat sangat kacau,


"Apa yang harus aku lakukan Dit?


" Kamu sudah mencoba untuk membujuk Nena?


"Sudah tapi ia tetap dengan keputusannya, Rendi menjawab sambil menarik rambutnya kebelakang.


" Cobalah untuk menemui papanya Nena, katakan kalau kamu menyesali pernah menolak Nena dan bujuk dan yakinkan papanya kamu akan membuat Nena bahagia, kalau kamu benar-banat mencintai Nena, ucap Aditya menepuk pundak Rendi.


Rendi menatap Aditya,


"Apakah beliau akan mau menemuiku setelah apa yang aku lakukan.


" Setidaknya kamu telah mencoba.


****


Nena menatap bayangan wajahnya dari cermin kamar hotel yang di tepatinya, semua orang telah keluar kamar tinggal dirinya saja yang masih betah mengurung diri dalam kamar. Ia mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh dan merusak dandanannya, tentu saja ia tidak ingin membuat malu keluarganya.


"Katanya kamu akan datang membatalkan pertunangan ku, mana janjimu Ren, aku memang bodoh sangat berharap kamu akan melakukannya, guman Nena pelan.


Lamunannya terhenti ketika ada yang mengetuk pintu kamarnya, Nena menolehkan wajahnya ke pintu, ia langsung berlari dan memeluk Hana,


"Dia bohong Han, dia tidak muncul, akhirnya tangis Nena pecah.


" Jangan menangis nanti merusak dandananmu Nen, ucap Hana pelan.


Hana mengusap pelan punggung Nena, ia membawa Nena ke ranjang mereka duduk di bibir ranjang sambil berpegang tangan.


"Berdoalah semoga dia muncul di saat yang tepat, ucap Hana meyakinkan sahabatnya.


" Sekarang ayo kita keluar semua sudah menunggu mu, ajak Hana memegang tangan Nena.


Nena melangkah dengan kaki gemetar ia menggandeng tangan Hana kuat, ia berjalan sambil menunduk, semakin dekat jantungnya semakin berdebar kencang. Setelah mengantar Nena, Hana kembali ke samping suaminya sambil mengedip nakal, Aditya langsung menggenggam tangan istrinya begitu Hana mendudukkan tubuhnya di samping Aditya.


Posisi Nena sekarang sudah duduk diapit oleh papa dan mamanya, sedangkan calon tunangan sudah duduk di hadapannya. Tapi Nena sedikitpun tidak berani untuk menatapnya, ia tetap menundukkan kepalanya seperti tadi. Sampai ia mendengar suara papanya,


"Kamu tidak ingin melihat calon tunangan mu, sekarang sudah ada di depanmu.


Nena sangat gugup bayangan Rendi melintas dipikirannya berharap ia segera muncul. Nena menarik napas pelan dan mengangkat kepalanya pelan.


Deg... deg...


Nena kembali menundukkan kepalanya dengan cepat, tapi Nena kembali mengangkat kepalanya dan menatap pria yang ada di depannya.


Flashback on


Rendi mengumpulkan semua keberaniannya, Rendi menarik napas dalam-dalam kemudian mengetuk pintu, setelah terdengar suara yang menyuruh masuk Rendi membuka hendel pintu,


klek..!


Rendi melihat papa Nena sedang duduk di sofa dan beliau tidak sendirian, ada orang lain yang juga duduk di sofa tetapi Rendi tidak bisa melihat wajahnya karena ia membelakangi pintu, tapi Rendi merasa tidak asing dengan sosok itu,


"Selamat siang om, sapa Rendi menghampiri papa Nena lalu Rendi menyalaminya.

__ADS_1


Rendi sangat terkejut ketika ketika melihat pria tua yang duduk didepan papanya Nena,


" Papa, sapa Rendi terkejut lalu menyalami papanya.


"Duduklah Nak Rendi, papa Nena mempersilahkan Rendi duduk.


" Terima kasih om, ucap Rendi mendudukkan tubuhnya di sofa satunya lagi.


"Ada apa mencari om, tanya pak Wijaya papanya Nena.


Rendi menatap papanya sekilas dan beliau juga sedang memperhatikan Rendi.


" Aku sebelum ingin minta maaf sama om karena dulu saya menolak untuk dijodohkan dengan Nena, ucap Rendi menatap papa Nena.


Rendi kembali melanjutkan bicaranya,


"Kedatangan saya sekarang ingin menarik kembali ucapan saya, beri saya kesempatan untuk menjalani hubungan dengan Nena saya ingin pertunangan kami dilanjutkan lagi, karena saya mencintai Nena om.


" Saya Mohon batalkan pertunangan Nena dengan pria itu om, karena saya tau Nena juga mencintai saya.


Papa Rendi dan papa Nena saling pandang dan saling melempar senyum mereka,


"Saya tidak bisa membatalkan pertunangan Nena, ucap Wijaya sambil menatap Rendi.


"Saya mohon om beri saya kesempatan, menatap papa dengan dengan penuh permohonan.


" Kalau saya membatalkan pertunangan Nena berarti saya tidak memberikan kesempatan kepada mu.


Rendi terdiam mendengar ucapan papa Nena, ia mencoba mencerna ucapan papa Nena, karena mendadak otaknya seperti lumpuh, dan akhirnya


"Maksud om saya dan Nena...


Tubuh Rendi serasa membeku lama ia terdiam dan akhirnya memeluk papa Nena haru,


"Terima kasih om.


Wijaya hanya menepuk-nepuk pundak calon menantunya itu, sambil berkata


" Bahagiakanlah Nena om tau dia sangat mencintaimu, sampai rela menyamar agar dapat dekat dengan mu.


"Dulu ia sebenarnya hanya ingin balas dendam padamu, karena ia merasa kamu melukai harga dirinya karena menolak perjodohan kalian, bahkan kamu untuk bertemu dengan Nena saja tidak mau, lanjut papa Nena.


" Hampir saja aku akan menyesali kebodohan ku seumur hidupku Om, tambah Rendi penuh penyesalan.


"Setelah kamu menemui papa kemarin, papa langsung menghubungi om Wijaya, dan kami sepakat untuk melanjutkan pertunangan kalian, selah papa Rendi.


"Kenapa papa tidak bilang sama Rendi, tingkah Rendi.


" Karena kami ingin melihat reaksimu ketika tahu Nena akan bertunangan, karena Papa tau kamu sangat gencar mendekati Nena. Dan ternyata benar, kamu punya nyali juga untuk datang kesini membuktikan kesungguhan mu.


"Apakah Nena sudah tahu? tanya Rendi penasaran.


" Ketika om bilang akan menjodohkan dengan anak teman om, tidak ada penolakan darinya, bahkan dia menyerahkan sepenuhnya pada om, dia juga menolak untuk bertemu dengan calon tunangannya.


"Jadi sampai sekarang Nena belum tau kalau kami akan bertunangan.

__ADS_1


Wijaya menggelengkan kepalanya, sambil berkata,


" Kalau kamu ingin memberi taunya juga tidak masalah.


"Tidak om, biarkan saja karena saya ingin memberikan kejutan pada Nena, ucap Rendi tersenyum.


Flashback of


Nena masih menangis dalam pelukan Rendi sambil sesekali memukul dada Rendi, ia tidak memperdulikan lagi riasanya, Ia menumpahkan tangisan,


" Kamu jahat, tega kamu membuat aku seperti orang bodoh, ucap Nena diselah tangisnya.


Rendi menangkup kedua pipi Nena sambil berkata,


"Sayang, aku kan sudah pernah bilang tidak akan melepaskan mu, karena aku sangat mencintaimu.


Selesai bicara Rendi mencium bibir Nena sekilas, kemudian menarik lagi tubuh Nena dalam pelukanya.


" Aku juga mencintaimu Ren, ucap Nena pelan.


Rendi melepaskan rangkulannya dan menatap mata Nena dalam,


"Kamu bilang apa sayang, bisakah kamu mengulanginya lagi.


Wajah Nena memerah mendengar ucapan Rendi, ia menundukkan kepalanya tidak berani menatap Rendi. Rendi menarik dagu Nena agar mata mereka bisa saling tatap,


"Aku mencintaimu Ren, ulang Nena sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rendi.


" Sudah adegan nangis dan pelukannya, ucap Hana sambil berjalan mendekati Nena dan Rendi. Tangan Aditya merangkul pinggang istrinya ikut tersenyum bahagia melihat sahabatnya.


"Gimana, Rendi datang di waktu yang paling tepatkan Nena! goda Hana sambil tersenyum.


" Aku kira ia akan datang membatalkan acara tunangan saya kayak film gitu, taunya dia yang jadi calon nya, ucap Nena mencubit pinggang Rendi. yang membuat Rendi meringis kesakitan.


"Itu hukuman karena sudah mengusiliku, sungut Nena kesal.


" Udah pakai acara nangis-nangis segala di belakang panggung, goda Hana sambil tertawa.


"Apakah kalian berdua sudah tahu kalau aku dan Rendi...


" Sorry Nena, ucap Hana mengerucutkan mulutnya.


"Kalian kompak ya ngerjain aku, sungut Nena kesal.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2