Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Eksra part 3 Begitu dalamkah lukamu...


__ADS_3

Ryan asyik tiduran di sofa ruang tempat kerjanya, mengalihkan perhatiannya dengan memainkan ponselnya, tapi tak lama Maminya segera mengambil alih ponsel dari tangan Ryan dan menyimpannya dalam tasnya,


“Ayolah Mam jangan memaksa Ryan begini, ucapnya sambil beranjak bangun.


“Tidak! Ponsel ini akan tetap Mami simpan sampai kamu mau ikut dengan mamy, sahut Mamy Ryan sambil menatap putranya itu tajam.


“Ryan tidak mau,  karena Ryan sudah punya calon sendiri, hari gini masih main jodoh-jodohan aja, pokoknya Ryan gak mau ogah! Seru Ryan mulai kesal dengan Maminya yang sudah beberapa hari ini sibuk mengajaknya untuk menjodohkan dengan anak teman mamy.


“Mamy gak percaya, mana calonmu  itu tak sekalipun kamu kenalkan sama Mami, sanggah mami Vena sambil mencubit lengan putra bungsunya itu,


“Baiklah kalau kamu tetap ngotot tak mau ikut, mami tidak mau bertemu kamu sebelum kamu berubah pikiran, dan ponselmu akan Mamy simpan, ucap Mami vena beranjak bangun karena ingin pergi dari putran bungsunya yang sangat keras kepala.


“Mam, ayolah kenapa begini, rengek Ryan dengan cepat meraih tangan Maminya yang sudah berdiri de depan pintu ruangnnya.


“Itu keputusan Mami dan tidak bisa diganggu gugat lagi, ucap Mami Vena sambil mengacungkan telunjuknya ke depan wajah Ryan yang membuat pria itu semakin frustasi, ia mengusap wajahnya kasar sambil mengerutu kesal,


“Oke!, aku mengalah, sekali ini saja dan jangan pernah mengajak Ryan lagi karena ini yang pertama dan terakhir, sahut Ryan akhirnya dengan suara malasnya, yang berhasil membuat senyum lebar di wajah maminya,


“Ayo, mereka pasti sudah menunggu, ajak Mami Vena sambil menarik tangan Ryan dkeluar dari ruangan itu, dan Ryan hanya mengikuti denganwajah memelas sambil mendengus kesal dengan mulut yang berkomat kamit menahan kesal.


****


Mayang berkali melirik jam tangan yang melingkar di tangan indahnya, kemudian melirik pada mamanya yang duduk disampingnya, ia kembali meminum minumannya ,


“Tungguh sebentar lagi sayang, sebentar lagi mereka pasti datang, ucap Mama Nia sambil mengusap lembut lengan putrinya, Mayang pun mengiyakan. Sebenarnya Mayang sangat enggan saat mamanya mengajaknya pergi makan siang bareng dengan teman mamanya, apalagi ia tahu ini bukan sekedar makan siang biasa karena mamanya berniat untuk menjodohkannya dengan anak teman mamanya, ia langsung menolak dan menentang keinginan mamanya, tapi ia jadi tidak tega melihat mamanya memohon kepadanya dan mamanya juga berjanji tidak akan melakukan hal ini lagi, dan tak akan memaksanya untuk menikah , dan akhirnya Mayang pun menyerah, ya bertemu saja apa salahnya setelah itu ia tidak akan diganggu lagi oleh Mamanya yang berkali- kali memintahnya untuk segera menikah.


“Mam, Mayang ke toilet dulu ya, ucap mayang sambil bangkit dari kursinya, mama Nia pun menganggukan kepalanya, Mayang pun beranjak pergi.


Tak berapa lama setelah Mayang pergi orang yang mereka tungguh akhirnya pun datang, ,”maaf ya jenk Nia kamu pasti sudah lama menunggu sapa Mami Vena sambil cipika cipiki dengan mama Nia,


“Tidak juga. Kita juga belum lama sampai, imbuh mama Nia.


“Ini loh jenk putraku itu, Namanya Ryan, ucap Mamy Vena sambil memperkenalkan putranya, Ryan hanya tersenyum ,

__ADS_1


“Saya Ryan tante, ucap Ryan sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman, mama  Nia pun segera


menyambut uluran tangan ryan,


“Nak Ryan lebih ganteng aslinya dari pada fotonya, sahut mama Nia sambil tersenyum ramah.


“Terima kasih atas pujiannya tante, sahur Ryan ikut tersenyum.


“Silahkan duduk, ucap Mama Nia , keduannya pun mengiyahkan sambil menduduki bangku yang masih kosong di depan mama Nia,


“Eh ngomong-ngomong mana putrimu jenk, tanya Mami Vena sambil melirik  ke bangku kosong di samping mama Nia,


“Ada, orangnya lagi ke toilet, jawab Mama Nia cepat , keduanya pun tersenyum dengan senyuman yang sangat sulit diartikan,


“Oh Tuhan, apes banget hidupku, udah jaman modern begini masih ada juga yang meniru kisah siti nurbaya, guman Ryan dalam hati, dari wajahnya terlihat betapa ia sangat tidak senang perjodohan yang sedang


dilakukan oleh dua orang wanita paruh baya yang ada didepannya itu,


Mayang melihat ke meja  yang ditepatinya tadi, ia melihat bangku kosong itu sudah diduduki, berarti orang yang mereka tunggu sudah datang, tapi karena posisi mereka yang membelakangi Mayang sehingga ia tidak dapat melihat wajahnya, sejenak Ia menarik napas Panjang kemudian melanjutkan langkahnya kembali,


“Ayo sayang, kenalkan ini Tante Vena, ucap mama Nia begitu


Mayang berdiri di samping meja yang bersebelahann denagn mami Vena, sedangkan Ryan membuang wajahnya kesembarangn arah,


“Saya Mayang tante, sahut Mayang sambil berjabat tangan, seketika Ryan memalingkan wajahnya  begitu mendengar nama dan suara yang begitu  familiar di telinganya, Ryan menatap tak percaya wanita yang sedang bersalam dengan maminya itu, sungguh kalau tahu gadis yang akan dikenalkan maminya adalah Mayang tentu saja Maminya tidak perlu repot untuk membujuknya ,dengan senang hati akan datang,


“Mayang! Seru Ryan , Mayang seketika mengalihkan wajahnya  begitu mendengar namanya disebut,


“Ryan!, seru Mayang tak kalah terkejut


“Kalian sudah saling kenal, ucap Mama Nia dan mamy Vena berbarengan sambil menatap Ryan dan Mayang bergantian, keduanya pun menganggukan kepalanya, sehingga menimbulkan senyum senang di bibir kedua


wanita itu.

__ADS_1


“Sejak kapan kalian sudah saling kenal? tanya mami Vena penasaran sambil menatap Ryan dan Mayang bergantian, dan Ryan pun menceritakan awal pertemuan mereka dengan antusias karena ia merasa sangat senang, mami Vena dan Mama Nia menyimak seakan tak ingin melewatkan satu kalimat pun,


*****


Mama Nia dan Mayang sudah dalam mobil untuk mengantarkan Mayang kembali ke kantor, melihat putrinya yang hanya diam sepanjang perjalanan membuatnya memberanika diri untuk bertanya,


“Sayang, menurutmu bagaimana Ryan? Mama Nia bertanya dengan hati-hati, mendengar tak ada jawabn dari putrinya mama kembali mengulang pertanyaannya, sejenak Mayang menarik napas panjang sambil menatap mamanya,


“Ma, Mayang sudah memenuhi permintaan mama untuk ikut makan siang dan berkenalan dengan anak temannya mama, dan Mayang tidak ingin mama menanyakan ini lagi, ucap Mayang lembut,


“Maksudnya sayang?


“Mayang sudah berjanji kan sama Mayang, kalau Mayang bersedia ikut,  mama berjanji tidak akan mendesak Mayang untuk menikah lagi dan tidak usah lagi  bersusah payah mencarikan jodoh untuk Mayang mama. Mendengar jawaban putrinya jelas tergambar kekecewaan di wajah mama Nia.


‘Tapi sepertinya Ryan tertarik padamu sayang, rayu mama lagi untuk membujuk putrinya itu.


“Mama..... ucap Mayang penuh penekanan tapi masih dengan suara lembutnya.


Mama Nia tak lagi bicara tapi jauh dalam lubuk hatinya ia sangat kecewa  melihat putrinya yang selalu menolak dan tidak senang kalau sudah membahas tentang perkawinan, padahal dulu saat kuliah di Amerika ia melihat Mayang sangat sangt antusia membahas soal pernikahan, ia sangat ingin menikah muda, , ia selalu bercerita tentang seorang pria yang sangat dicintainya , walupun ia tidak pernah bertemu langsung dengan kekesih Mayang, tapi semenjak Mayang sakit tak pernah lagi terdengar cerita itu,  bahkan Maynag menjadi anak yang tertutup, mama Nia menarik napas Panjang dan membuangnya perlahan sambil menatap putrinya itu yang terlihat menatap kosong ke luar jendela mobil.


"Begitu dalamkah luka yang ada dalam hatimu sayang sehingga kau menutup diri seperti ini dengan lelaki, batin mama Nia .


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2