Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 74 Gugup


__ADS_3

Mama dan papa Aditya langsung ke rumah sakit begitu sampai di Jakarta, karena memang  sudah tiga hari ini mereka  ada di Singapura untuk mengunjungi kedua kakak Aditya,


"Sayang , bagiamana keadanmu , tanya mama Aditya kwatir.


"Hana sudah baikan kok ma, sahut Hana memandangi wajah mertuanya. Mama membelai rambut Hana lembut lalu menatap Aditya yang sedang berbicara dengan papanya, Papa Aditya juga segera mendekati Hana , beliau menempelkan tangannya ke kening Hana,


"Bagaimana kabar cucu papa?


"Alhamdulillah, bayinya sehat papa , sahut Hana.


"istirahatlah nak, sambung beliau, Hana pun mengiyakan. Papa dan mama mengajak aditya keluar dari ruangan rawat Hana, mereka duduk di bangku depan kamar rawat Hana.


"Apa yang terjadi sayang, tanya mama sambil mentap putra bungsunya itu, Aditya menarik napas sejenak, lalu ia menceritakan semaunya kepada orang tuanya, setelah mendengar penuturan putranya, mama menarik naps panjang dan mengelus pundak putranya lembut,


"Jangan ulangi lagi kesalahan sepeti ini, dengarkan dulu penjelasan istrimu sebelum menarik kesumpulan sendiri, bangunlah sebuah hubungan atas saling memberi kepercayaan, ucap papa pelan mengusap pundak putranya, papa tau rasa cintamu yang terlalu besar pada Hana membuat kamu merasa cemburu seprti itu, jangan ragukan kesetian istrimu nak, di perempuan terbaik yang telah dipilihkan oleh mamamu, lanjut papanya. Aditia hanya mengangguk mengiyakan,


Mama memeluk Aditya, sambil berkata,


"Sudahlah jangan dipikirkan lagi, yang penting istri dan anakmu sekarang baik-baik saja.


"Iya mama,terima kasih, sahut Aditya.


"Sekarang temani istrimu papa dan mama pulang dulu, ucap mama sambil membelai pipi Aditya lembut. Aditya pun mengiyakan, ia memandangi punggung kedua orang tuanya,setalah ia tidak melihatnya, Aditya melangkah masuk ke kamar istrinya, ia melihat Hana yang sudah tertidur , perlahan Aditya menghampiri Hana, ia memandangi wajah istrinya,ia membelai pipi istrinya lembut, perlahan Hana membuka matanya , ia tersenyum melihat suaminya yang sedang memandangi begitu lekat, perlahan Hana memegang tangan suaminya yang masih memgang pipinya,


"Maaf sayang, Mas membangunkan mu, ucap Aditya menatap mata hana bergantian.


"Tidak sayang, aku sudah bosan dari tadi hanya tiduran , sahut Hana cepat.


"Mas!


"Kenapa sayang?


"Aku sangat mencintaimu.


"Iya Mas tau, sahut Aditya sambil tersenyum, "tapi cinta Mas lebih darimu sayang!


"Tidak cintaku lebih besar sayang,sungut Hana. Aditya pun tersenyum,


"Cinta kita sama besar sayang, sahut aditya terkekeh dan menarik Hana dalam pelukannya.

__ADS_1


"Sayang kamu adalah kedermawaan tuhan karena diri-Nya telah membuat aku bertemu dengan mu, kau seperti bintang yang hadir dalam gelap malamku, kau adalah jalan pulang yang akan selalu aku tuju.


 


*********


Dila yang baru tiba di rumah sakit langsung mengunjungi Hana ke kamar rawatnya ,tapi Dila sangat terkejut tidak menemukan Hana di sana," Apakah Hana sudah pulang, guman Dila pelah, lalu ia bertanya kepada perawat yang yang berjaga tidak jauh dari sana,


"Permisi aku ingin bertanya, apakah Hana sudah pulang?


"Belum Buk, Ia sudah di pindahkan ke kamarnya di lantai atas, jawab perawat itu,


"Terima kasih, Dila pun segera beranjak pergi, ia segera menuju lantai atas ke kamar Hana, begitu sampai di kamar Dila segera mengetuk pintu, tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka, ternyata Aditya yang membukakan pintu, Dila langsung menyapa Aditya,


"Selamat siang menjelang sore Mas Adit, cengir Dila,


" Ya, sahut Aditya sambil tersenyum. "sialahkan masuk,ajak Aditya.


"Terima kasih Mas Adit, Sahut Dila sambil melangkah masuk, ia melihat Hana sedang memakan buah sambil berbaring di sofa, Hai Hana ,bagaimana keadaanmu, sapa Dila mendudukan tubuhnya di samping Hana.


"Sudah jauh lebih baik, lihat aku tidak di pasang infus lagi, sahut Hana sambil memperlihatkan tangannya.


"Syukurlah ,ucap Hana sambil memegang tangan Hana. Kalau begitu aku permisi dulu nanti aku akan ke sini lagi, ucap Dila bangun dari duduknya.


"Kamu sudah mau balik aja, tunggulah sebentar aku ingi melihat kondis kakak iparku dulu, ucap Frans menahan tangan Dila,


"Baiklah, sahut Dila


"Kakak ipar, bagaimana keadaanmu? tanya Frans sambil meletakkan punggug tangannya di kening Hana,


"Alhamduliah aku sudah lebih baik , sahut Hana." Frans berapa kali aku bilang jangan panggil aku kakak ipar, sungut Hana kesal.


"Kamu yakin banget Lana akan mau jadi pacar kamu, imbuh Dila.


"Siapa bilang aku mau jadiin Lana pacarku, sahut Frans. Membuat Hana dan Dila memandang Frans kaget, Aditya hanya memandang tingkah ketiga orang itu sambil tersenyum dan menggelang-gelengkan kepalanya, kemudaia ia kembali fokus pada kerjaannya.


"Trus ngapain kamu manggil-manggil Hana kakak ipar, ucap Dila kesal sambil menyentil kening Frans.


" Karena Lana akan aku jadikan istri aku, sahut Frans pede.

__ADS_1


"Tidak boleh, adikku harus kuliah dulu, jawab Hana ketus.


"Iya aku juga akan menunggu Lana lulus kuliah dulu baru menikahinya, cengir Frans." berarti kamu sudah restu dong aku jadi adik ipar kamu, tambah Frans.


"Terserah kamu deh Frans, sahut Hana menyerah, " Terima kasih kakak ipar, ucap Frans mencupit pipi Hana pelan.


Dila melotot kepada Frans, sambil berbisik, jangan pegang-pegang Hana kamu ingin nanti Mas Adit ngamuk lagi, lalu keduanya cekikikan, yang membuat Hana curiga,


"Kalian kenapa sih,


"Bukan apa-apa Hana, kita balik dulu, ayo Frans, ucap Dila menarik tangan Frans, Hana pun mengiyakan, lalu keduanya juga pamit kepada Aditya .


 


**************


Malamnya semua sahabat Hana sedang berkumpul dalam kamar Hana, tidak lupa dengan Aditya, mereka sedang menyantap makan malam mereka, Aditya tanpak sedang  menyuapi Hana , mereka di kejukan oleh ketukan pintu Dila pun segera membukakan pintu, ia sangat terkejut melihat kedatangan Aldo, Dila jadi salah tingkah melihat Aldo yang tersenyum padanya,


"Kenapa gugup seperti itu, goda Aldo.


"Tidak siapa yang gugup,  kilah Dila. Aldo terkekeh mendengar jawaban Dila, kemudian melangkah masuk, Dila mengikuti langkah Aldo di belakang lalu kembali duduk di sofanya, ia mengamati Aldo yang sedang berbicara dengan Aditya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2