
Kafe B&D
Emily langsung bangkit dari duduknya dan memeluk Rachel yang baru saja tiba di kafe.
"Maaf, Em!" Ucap Rachel sekaki lagi saat Emily memeluknya dengan begitu erat.
"Jangan menangis! Kau akan menikah dengan Sean!" Emily merapikan rambut Rachel yang berantakan, dan membimbing sahabatnya yang tengah hamil itu untuk duduk.
Emily juga ikut duduk di depan Rachel dan meraih tangan Rachel untuk ia genggam.
"Sean sudah menceritakan semuanya kepadaku," ucap Emily yang wajahnya begitu tegar. Gadis itu malah sudah mengulas senyum di wajahnya sekarang.
"Aku benar-benar tidak berniat merebut Sean darimu, Em! Itu-" Airmata Rachel sudah lolos di kedua pipinya.
"Itu sebuah ketidaksengajaan!" Cicit Rachel melanjutkan kalimatnya.
"Aku tahu!" Emily menyodorkan tisu untuk Rachel.
"Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, Rachel! Aku sudah baik-baik saja!" Ucap Emily bersungguh-sungguh.
"Aku sudah jadi sahabat paling buruk untukmu!" Rachel kembali merutuki dirinya sendiri.
Gadis itu berulangkali menghapus airmata di kedua pipinya.
Namun Emily menggeleng dengan cepat.
"Kita tetap sahabat, Rachel!" Emily mengeratkan genggamannya pada tangan Rachel.
"Kita akan tetap jadi sahabat sampai kapanpun!" Ulang Emily lagi yang kali ini tak dapat lagi menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca.
"Bagaimana denganmu?" Tanya Rachel sedikit ragu.
__ADS_1
"Apanya yang bagaimana? Aku sudah selesai ujian dan akan diwisuda sebentar lagi. Lalu aku akan bekerja, menikmati hidupku sebagai Emily," tutur Emily memaparkan rencana hidupnya pada Rachel.
"Lalu bertemu dengan pria yang baik karena kau gadis yang begitu baik, Emily!" Ucap Rachel menyambung kalimat Emily.
Emily tertawa kecil.
"Akan ku anggap itu sebagai doa baik darimu."
"Seharusnya kau yang menikah dengan Sean dan aku cukup menjadi bridesmaid untukmu," mata Rachel kembali berkaca-kaca sekarang.
Emily menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sean jodohmu, Rachel! Jadi berhenti menyalahkan dirimu dan mengungkit apapun tentang aku dan Sean! Aku sudah melupakan semuanya!" Ujar Emily dengan nada dan raut wajah bersungguh-sungguh meskipun dalam hatinya Emily sedang menangis darah sekarang.
Tapi Emily bisa apalagi sekarang, selain mencoba melupakan semuanya meskipun tertatih-tatih?
Sean dan Rachel akan bahagia.
Dan Emily hanya perlu mencari kebahagiaannya sendiri.
Entah pria yang mana, Emily bahkan tidak pernah menjalin hubungan maupun menaruh perasaan pada pria lain selain Sean.
Hati Emily sudah terlanjur tertaut pada satu pria bernama Sean.
Yang sebentar lagi akan menjadi suami Rachel.
Bangun Emily!
Move on!
Lupakan Sean!
__ADS_1
Sean bukan jodohmu!
Emily masih terus berperang dengan batinnya sendiri.
"Jadi, pesta pernikahanmu dan Sean beberapa hari lagi, bukan? Aku sungguh tak sabar melihatmu mengenakan gaun pengantin. Kau pasti akan cantik sekali!" Emily mengganti topik pembicaraan dan Rachel hanya tersenyum kecut mendengar kalimat Emily tentang gaun pernikahan.
Rachel akan jadi penganti dengan perut yang membuncit.
Rachel akan menjadi mempelai wanita dari seorang pria yang merupakan kekasih sahabatnya sendiri.
Rachel benar-benar akan menjadi gadis jahat yang menikah dengan kekasih sahabatnya sendiri.
Sahabat macam apa kamu, Rachel?
.
.
.
Kok pendek thor?
Iya emang cuma 500 kata 😌
Udahan ya adegan sedih-sedihnya.
Next kita buat Emily move on saja!
Adegan di prolog gak usah aku tulis ulang.
Nanti siang aku UP lagi eps yang baru.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.