
Galen menatap pada Emily yang mengenakan gaun pengantin putih, lengkap dengan veil yang menutupi wajah cantiknya hari ini. Galen bahkan nyaris tak berkedip karena terpesona dengan Emily yang saat ini sedang dituntun oleh Ayah Satria, menuju ke arah tempat Galen berdiri.
Emily sudah tiba di depan Galen sekarang.
Galen menggenggam erat tangan Emily dan mulai mengucapkan janji suci pernikahan.
Senyuman seakan tak lepas dari bibir Emily maupun Galen. Kedua mempelai terus saja saling mebatap, hingga akhirnya mereka dinyatakan sah sebagai suami istri.
Galen segera menyematkan cincin pernikahan di jari manis Emily, lalu bergantian Emily yang juga menyematkan cincin di jari manis Galen.
Tepuk tangan dari para tamu yang hadir seakan tak putus saat Galen membuka veil penutup wajah Emily, lalu mencium bibir Emily yang kini sudah sah menjadi istrinya. Raut bahagia tampak jelas di wajah Galen, Emily, keluarga besar kedua mempelai, serta semua tamu undangan yang hadir.
****
Rachel memeluk Emily dengan erat dan berulang kali memberikan ucapan selamat.
"Kau cantik sekali hari ini, Emily!" Puji Rachel seraya mengusap wajah Emily yang memang terlihat begitu cantik dan berbeda di hari pernikahannya ini.
Mungkin efek Emily yang jarang berdandan, dan sekalinya gadis ini berdandan sebagai seorang pengantin, semua orang nyaris tak mengenalinya.
"Kau juga cantik, Rachel!" Emily balik memuji Rachel yang hanya terkekeh karena kini ia dan Emily malah saling lempar pujian seperti bocah.
"Hai, Alle! Ayo bangun!" Emily ganti meyapa Alle yang terlelap di gendongan Sean.
"Dia kelelahan mengikuti acara tadi, makanya dia tidur," ucap Sean yang menjelaskan pada Emily dan Galen namun sambil tertawa kecil.
"Selamat untuk kalian berdua, ya!" Sean akhirnya bisa memeluk Galen dan Emily, setelah Rachel mengambil alih Alle dari gendongan sang suami.
__ADS_1
"Jangan terlalu lama memeluk istriku!" Tegur Galen berusaha memisahkan Sean yang bahkan baru berpelukan dengan Emily selama satu detik.
"Duh! Suaminya posesif ternyata. Aku peluk kamu saja, Chel!" kekeh Sean yang sudah melepaskan pelukannya pada Emily dan kini ganti merangkul Rachel yang masih menggendong Alle.
"Jangan lebay, Pak!" Emily menyikut perut Galen yang kini juga ikut-ikutan merangkulnya dengan mesra sama seperti halnya Sean yang masih merangkul Rachel.
"Kok Pak? Aku suamimu sekarang, Em! Panggil Sayang, atau Honey, atau Cinta begitu!" Bisik Galen sedikit bersungut-sungut pada Emily.
"Kan itu panggilan bersejarah," Emily menggamit lengan Galen dan sedikit merayu suaminya tersebut.
"Tetap saja aku tidak suka! Tidak ada romantis-romantisnya!" Jawab Galen sedikit menggerutu.
Cih!
Kayak dia romantis saja?
Sikapnya saja kaku macam kanebo kering, tapi minta di romantisin.
Bisa dihukum ciuman tujuh hari tujuh malam nanti kalau Emily mengatai Galen itu tidak romantis.
"Nanti langsung lembur, ya! Biar Alle cepat punya teman bermain," pesan Sean sebelum pria itu berlalu dari hadapan Emily dan Galen dan menyusul Rachel.
"Lembur apa maksudnya?" Tanya Emily bersungut-sungut yang sama sekali tak ditanggapi oleh Sean karena pria itu memang sudah berlalu pergi dan bergabung dengan tamu undangan yang lain.
"Lembur yang kawin," bisik Galen di telinga Emily yang sontak membuat Emily ternganga dengan mulut setengah terbuka.
Buru-buru Galen menangkupkan bibir istrinya tersebut sebelum kemasukan lalat atau kumbang yang melintas.
__ADS_1
"Kan kata kamu nikah dulu baru kawin. Ini kita udah nikah, berarti nanti malam tinggal kawin, kan?" Ujar Galen lagi yang langsung membuat Emily menatap ke arah Galen yang hari ini mengenakan setelan tuksedo warna putih, senada dengan gaun pengantin Emily.
"Bisa ditunda besok saja, nggak? Kan capek habis resepsi," bisik Emily mencari alasan.
"Nanti aku pijitin kalau capek," jawab Galen memberikan solusi.
"Apanya yang dipijit? Aku nggak doyan pijit," Emily masih kekeh mencari alasan.
"Nanti jadi doyan setelah aku pijit."
Jawaban terakhir dari Galen benar-benar membuat otak dan pikiran Emily jadi mengembara kemana-mana.
Doyan apa coba?
.
.
.
Apa ya, Em?
Othor juga nggak tahu 😂
Yang nunggu adegan nganu nanti tengah malam aja.
Othor mau nonton film horor dulu 😂😂😂
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.