Jodoh Emily

Jodoh Emily
SEHATI?


__ADS_3

Malam menjelang.


Emily dan kedua orangtuanya baru tiba di kafe baru yang ada di depan kompleks perumahan.


Itu adalah kafe Analogy milik keluarganya Galen.


Emily akui, konsep kafenya memng kerrn keren memadukan konsep indoor dan outdoor. Cocok kayaknya buat anak muda yang doyan selfie dan kumpul-kumpul.


Emily sedikit merapikan gaunnya yang berwarna biru malam ini. Demi apa coba, Emily memakai gaun begini. Padahal pakai jeans juga nggak masalah kayaknya.


Netra Emily tak sengaja nenangkap sosok Galen yang malam ini tumben murah senyum dan menyapa para tetangganya yang hadir dengan ramah. Dan apa kemeja Galen malam ini juga berwarna biru?


Wow!


Pak manajer maho yang katanya nggak maho itu suka sekali ikut-ikutan Emily milih warna bajunya.


Ck!


Menyebalkan!


"Malam Bu Naya, Pak Satria! Mari masuk ke dalam!" Suara seorang wanita paruh baya yang pernah Emily dapati sedang mengomeli Galen di pesta pernikahan Rachel, menyapa Ayah dan Bunda.


Apa ini yang namanya Bu Mia?


Mamanya Galen yang selalu menanyakan tentanag Emily itu?


Terlihat lebay sikapnya.


Sebelas dua belas dengan anaknya.


Mungkin nanti yang jadi menantunya bakal sering kena inspeksi mendadak juga pas lagi santai-santai di rumah.


Hahahaha!


Semoga bukan Emily yang jadi menantunya.


"Ini Emily, ya? Cantik sekali kamu malam ini, Sayang!" Sapa Mom Mia pada Emily. Wanita paruh baya itu langsung memeluk Emily dan mengajak Emily bercipika-cipiki. Sikapnya juga hangat, meskipun sedikit lebay.


Duh!


Perasaan Emily kok malah jadi nggak enak, ya?


"Besok saya nikahin kamu kalau begitu!"


Tidak!


Ini hanya malam pembukaan kafe, Em!

__ADS_1


Ini bukan malam lamaran.


Udah jangan mikir macam-macam, dong!


"Sudah bertemu Galen?" Tanya Mom Mia yang sontak membuat kedua mata Emily melebar.


"Sudah melihatnya kok tadi, Tante! Tapi sepertinya sedang sibuk menjadi tuan rumah, jadi Emily nggak mau ganggu," jawab Emily seraya meringis.


"Baru melhat belum ketemu. Ayo ketemuan dulu dan ngobrol-ngobrol biar akrab!" Mom Mia sedikit menarik lengan Emily dan mengajak gadis itu mendekat ke arah Galen yang kini sedang digelayuti oleh gadis rok mini centil yang tadi pagi Emily temui di kantor.


Diiih!


Ngapain juga tadi Emily repot-repot pakai gaun dan datang ke acara ini.


Cuma buat lihatin Pak Galen dan gadis centil itu gelendotan.


Bikin mata sepet saja.


"Jangan merengut begitu, Em! Senyum!" Bisik Bunda Naya pada Emily yang sontak merengut karena melihat Kymi yang terus saja gelendotan pada Galen dan Galen juga cuek saja sepertinya.


Ck!


Dasar kanebo kering.


"Galen! Ini Emily sudah datang!" Mom Mia memanggil Galen, dan Pak manajer maho itu langsung menatap ke arah Emily yang masih merengut.


"Malam Om Satria dan Tante Naya!" Galen terlebih dahulu menyapa kedua orang tua Emily dengan sopan dan hangat.


Halah!


Paling cuma akting!


Kan dia emang suka cari muka!


Mungkin mukanya ilang dan ketinggalan di toilet!


"Malam Galen!"


"Wah wah! Kemejanya bisa sewarna sama Emily, ya?" Ucap Ayah Satria sedikit berkelakar.


"Sepertinya mereka berdua memang sudah sehati, ya, Bu Naya! Bisa lanjut kayaknya rencana kita berdua," ujar Mom Mia yang sontak membuat Emily mendelik pada sang bunda.


"Rencana apa, Bund?" Tanya Emily seraya berbisik-bisik pada Bunda Naya.


"Bukan apa-apa! Udah kamu ngobrol sama Galen sana, biar nggak kaku lagi dan saling mengenal!" Titah Bunda Naya sambil mengendikan dagunya ke arah Galen.


Perasaan udah saling mengenal dan cakar-cakaran setiap hari.

__ADS_1


Apa Bunda mau menyuruh Emily cakar-cakaran juga malam ini sama Pak Gak Selera itu?


"Abang! Kok ninggalin Kymi, sih?" Gadis rok mini bernama Kymi itu kembali menggamit lrngan Galen.


Buru-buru Emily mengalihkan pandangannya dan merasa malas menatap pasanagn pedofil lebay itu.


Ceweknya kan masih bocah!


Jadi Galen itu memang bukan maho tapi pedofil karena memacari anak di bawah umur.


"Ini adiknya Galen, ya, Bu Mia?" Tanya Bunda Naya berbasa-basi.


Bukan, Bund!


Itu pacarnya!


Jerit Emily dalam hati yang benar-benar mearas geregetan.


"Bukan! Ini keponakan saya, masih SMA dan kebetulan memang tinggal disini beberapa hari karena sedang liburan. Suka gelendotan gini memang kalau sama Galen," jelas Mom Mia yang sontak membuat Emily kaget bukan kepalang.


Apa katanya?


Keponakan Bu Mia?


Berarti itu sepupunya Galen gitu?


"Mom! Jadi malam ini, kan?" Tanya Galen tiba-tiba setelah melepaskan dirinya dari sang sepupu yang hobi gelendotan.


"Iya terserah kamu! Mumpung kedua orang tuanya Emily ada, kamu ngomong langsung saja dan minta izin ke mereka!" Jawab Mom Mia yang sontak membuat berbagai jenis pertanyaan memenuhi kepala Emily.


Jadi apa?


Pak Maho ini mau apa?


Kenapa mencurigakan begini?


Ini nggak ada hubungannya dengan kejadian siang tadi di toko cincin, kan?


.


.


.


Kejadian apa, hayoo!


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.


__ADS_2