
Pada akhirnya, kelahiran Aileen Miga Biantara telah membawa suasana baru di kehidupan Galen dan Emily serta mengajarkan pasangan yang kadang suka ribut tak jelas itu bagaimana cara menjadi orang tua.
Begadang bersama, saling berbagi tugas dalam merawat Aileen, dan tidur dengan posisi yang tak lagi bisa dijelaskan sudah menjadi warna baru untuk kehidupan rumah tangga Galen dan Emily.
Galen meraba-raba sesuatu yang berada tepat di depan mulutnya. Pria itu membuka matanya untuk memastikan, karena tadi Galen sudah berpesan pada Emily agar membangunkannya jika Aileen sudah terlelap.
Galen sudah tak sabar untuk minta jatah pada Emily karena ini juga sudah tiga bulan sejak Emily melahirkan Aileen. Jadi pasti sudah tidak apa-apa kalau Galen meminta jatahnya sekarang.
Galen sedikit terkejut saat membuka mata dan mendapati kaki mungil Aileen yang ternyata berada di depan bibirnya seperti sedang menendang mulut sang papa.
Ya ampun, dasar bayi!
Masih tiga bulan tapi kalau tidur sudah muter-muter seperti kipas angin. Dan Emily yang tidur di samping Aileen juga cuek saja dengan branya yang tersingkap dan memperlihatkan isinya secara blak-blakan.
Kebiasaan sekali si Emily!
Kalau menyusui pasti ketiduran tanpa membenarkan dulu branya atau bajunya.
Galen segera bangun dan memindahkan Aileen ke dalam box bayi. Bayi mungilnya itu kembali menggeliat, namun Galen dengan cepat menepuk-nepuk punggungnya hingga Aileen kembali terlelap.
Baiklah!
Sudah aman!
Galen melepas kausnya dan segera naik kembali ke atas tempat tidur, menangkup gemas dua gundukan Emily yang sekarang ukurannya dua kali lipat dari saat Galen menyentuh benda ini untuk pertama kalinya waktu baru menikah dengan Emily dulu.
Ah,
Semakin menggiurkan saja!
Galen sudah selesai membuka semua kancing baju Emily dan melepaskan pengait bra Emily, namun istrinya itu masih betah menejamkan matanya.
Galen benar-benar gemas sekarang!
"Sayang!" Bisik Galen seraya menciumi tengkuk, leher, serta dada Emily yang sudah terpampang nyata.
Dan meskipun mata Emily masih terpejam. Bibir wanita itu kini sudah melengkungkan sebuah senyuman.
"Sayang, jangan pura-pura, kamu!" Galen langsung melahap kedua gundukan milik Emily dan menyesap airnya yang menurut Galen rasanya begitu manis.
__ADS_1
"Geli, Yang!" Emily akhirnya berhenti berpura-pura tidur dan menarik kepala Galen agar suaminya itu berhenti bermain-main di dadanya.
"Enak!" Gumam Galen yang masih belum menghentikan aktivitasnya.
"Udah, Yang!" Emily mulai bergerak-gerak gelisah. Meskipun sama-sama di lahap dan dihisap, namun nyatanya hisapan Galen berbeda jauh dari hisapan Aileen. Sensasinya benar-benar berbeda.
"Sayang!" Desah Emily yang semakin gelisah dan menjambak-jambak rambut Galen.
"Sudah bergairah?" Tanya Galen yang akhirnya berhenti bermain-main di dada Emily. Namun pria itu kini sudah ganti mengecup bibir Emily dan mencecapnya dengan begitu dalam.
Tangan Emily terus menekan kepala Galen dan memperdalam ciuman mereka.
Tangan Galen sudah bergerak cepat di bawah sana, melepaskan celananya sendiri, lalu underwear Emily.
Lalu seperti sudah hafal dan paham Emily langsung menekuk kedua lututnya serta merentangkan kedua pahanya seolah memberikan akses untuk Galen.
"Tolong pelan-pelan!" Pesan Emily saat Galen bersiap memasukinya
Galen hanya mengangguk dan kembali mengecup bibir Emily sambil ia bergerak masuk.
Pelan-pelan, Galen merangsek masuk ke dalam milik Emily yang belum ia jenguk tiga bulan terakhir.
Rasanya seperti saat dulu mereka melakukannya pertama kali.
"Apa sakit?" Galen berhenti sejenak dan bertanya pada Emily karena sedikit khawatir.
Namun gelengan dari Emily segera membuat Galen bernafas lega dan pria itu lanjut bergerak di dalam milik Emily.
Galen terus bergerak bersamaan dengan Emily yang juga sudah mengimbangi gerakannya. Hingga saat mereka berdua hampir mencapai puncak, tangis Aileen terdengar dari dalam box bayi.
Sial!
Galen semakin mempercepat gerakannya, hingga akhirnya ia dan Emily sama-sama mengejang dan mencapai pelepasan.
Tak ada waktu untuk berlama-lama menikmati semuanya, karena Galen harus cepat memakai celananya dan menggendong Aileen yang sudah menangis meraung-raung mencari sumber makanannya.
Emily juga hanya membersihkan tubuhnya sekilas sebelum kembali ke atas tempat tidur dan menyusui Aileen kembali.
Galen dan Emily tertawa bersamaan karena ternyata begini rasanya bercinta setelah punya bayi. Tidak ada waktu untuk berlama-lama dan harus sesegera mungkin menyelesaikan sebelum bayi bangun dan menangis.
__ADS_1
Galen yang juga sudah membersihkan diri, segera ikut naik ke atas tempat tidur dan mendekap Emily yang masih menyusui Aileen.
Galen mengecup kening dan pipi Emily cukup lama.
"Terima kasih, Emily!"
"Terima kasih karena sudah menjadi istriku, terima kasih karena sudah mengandung calon buah hati kita, terima kasih juga karena sudah bertaruh nyawa untuk melahirkannya, dan terima kasih karena sudah metawat dan menyusui bayi kita dengan sepenuh hati."
Emily tersenyum bahagia mendengar ucapan terima kasih yang begitu tulus dari Galen.
Ya,
Emily sangat bahagia sekarang karena ia sudah bertemu jodoh terbaik yang benar-benar memahami dirinya apa adanya.
***********TAMAT**********
.
.
.
Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua reader yang sudah membaca kisah Emily sampai tamat.
Terima kasih atas dukungan, like, komen, vote, serta hadiah yang kalian semua sudah berikan. Mohon maaf jika masih banyak typo atau kata-kata yang kurang berkenan.
Kisah Emily othor tamatin sampai disini
Tapi jangan khawatir kalau kalian kangen sama Emily dan Galen nanti bisa baca kisahnya Ghea dan Alvin karena Galen dan Emily akan muncul lagi disana sebagai tokoh sampingan.
Tapi sementara belum tahu kapan cerita Ghea akan rilis. Othor mau fokus mengerjakan Audrey dulu (Remember Me Please, Hubby!)
Jangan lupa juga untuk mampir ke karya receh othor yang lain.
Terima kasih😍😍
Dapat salam dari Galen, Emily, dan Aileen.
__ADS_1