Jodoh Emily

Jodoh Emily
NONA SEMPURNA


__ADS_3

"Halo!" Jawab Emily saat mengangkat telepon internal yang berdering di ruang ilustrator. Faisal yang tadi pamit ke toilet belum juga kembali.


Kemana teman Emily yang menyebalkan itu?


Pingsan di toilet?


"Em, bisa ke ruanganku sekarang?"


Itu suara Galen di seberang telepon.


"Ya!" Jawab Emily singkat sebelum kembali meletakkan gagang telepon.


Emily masih sedikit kesal pada calon suaminya itu karena kejadian di dalam mobil tadi.


Tapi karena ini masih di kantor dan hubungan antara Emily dan Galen disini adalah sebagai atasan dan bawahan, maka Emily tetap harus datang ke ruangan manajer menyebalkan itu saat dia memanggil.


Emily merapikan ikatan rambutnya sebelum keluar dari ruang ilustrator. Gadis itu berjalan santai menuju ke ruangan Galen.


Seperti biasa, Emily tak mengetuk pintu dan masuk begitu saja. Namun kali ini Emily benar-benar dibuat kaget karena saat Emily masuk, ada seorang gadis cantik yang sedang duduk di depan meja kerja Galen dan mereka terlihat mengobrol akrab.


Yang jelas gadis itu bukanlah Ghea atau Kymi.


Mungkinkah itu juga sepupu Galen?


Penampilan gadis itu sempurna sekali.


Mengenakan baju terusan selutut warna olive dengan bagian atas yang tanpa lengan, lalu rambut sebahu yang tergerai lurus dan rapi seperti habis di smoothing, dan poni yang menutupi dahinya, serta make up dan lipstik tebal warna merah menggoda yang entah mengapa semuanya terlihat begitu pas dan sempurna.


Kalau Emily yang memakai lipstik warna itu, mungkin Emily malah akan jadi seperti ondel-ondel.


"Nah, itu Emily sudah datang," ucap Galen saat Emilh baru masuk ke dalam ruangan.


"Ada apa, Pak?" Tanya Emily yang kali ini memilih kembali mengenakan embel-embel Pak saat memanggil Galen karena ada klien cantik ini.


"Duduk, Em!"


"Ini Intan, author yang ilustrasi novelnya kamu kerjakan minggu lalu. Kamu ingat kan?" Galen memperkenalkan gadis bernama Intan itu pada Emily.


"Oh. Iya saya ingat, Pak!" Jawab Emily sedikit canggung.


Kini Emily dan Intan duduk bersebelahan di depan meja kerja Galen.


"Begini, Em. Intan sedikit kurang sreg dengan ilustrasi kamu yang kemarin." Galen menjelaskan duduk persoalan yang tadi ia bahas bersama Intan.


"Kurang sreg di bagian mana?" Tanya Emily seraya menggaruk kepalanya.


Galen menatap kurang senang pada Emily yang sedang menggaruk kepala saat bertemu klien, buru-buru Emily menurunkan tangannya dari kepala.

__ADS_1


"Aku maunya gambar yang ini dirubah," Intan menunjuk ke salah satu gambar hasil coretan Emily.


"Tapi ini kan sudah sesuai sama deskripsinya," kilah Emily yang sepertinya merasa keberatan untuk kembali mengubah gambarnya.


Jelas-jelas semua sudah sesuai dengan deskripsi dan penggambaran dalam cerita.


Sepertinya author yang satu ini terlalu mengada-ngada!


Belum lagi gestur tubuhnya dan caranya berbicara pada Galen yang sedikit menggoda, membuat Emily menjadi risih dan mata Emily mendadak terasa sepet


Atau jangan-jangan dia sengaja mau mengubah-ubah ilustrasi di bukunya agar bisa sering datang ke kantor dan bertemu dengan Galen?


Eh!


Kok Emily malah berprasangka buruk begini pada Intan?


"Begini saja, Em. Kamu buat lagi ilustrasi sesuai kemauan Intan, lalu besok biar Intan kembali datang kesini untuk menentukan dia mau pakai yang ilustrasi ini atau yang baru nanti," Galen akhirnya mencari jalan tengah untuk permasalahan ini.


"Kamu bisa kesini lagi besok, kan, Intan?" Galen bertanya pada Intan yang langsung tersenyum lembut ke arah calon suami Emily tersebut.


"Iya, bisa dong, Galen! Aku akan datang besok." Jawab Intan yang suaranya begitu berirama seolah di buat-buat.


Ck!


Benar kan, dia cuma mau godain Galen dan cari perhatian.


Emily melirik arloji di tangannya seolah memberitahu Galen kalau waktunya tidak keburu. Ini bahkan sudah pukul setengah tiga.


"Iya, Pak. Bisa!" Jawab Emily setengah hati.


"Baiklah kalau begitu. Terima kasih banyak atas pengertianmu, Galen!" Intan mengusap lengan Galen dan ekor mata Emily tak lepas menatap pada pemandangan menyebalkan tersebut.


Emily terus berdecak dan menggerutu dalam hati.


"Aku akan kembali kesini besok," ucap Intan lagi sebelum berpamitan.


"Iya sebaiknya memang begitu, karena lusa aku sudah tak ada di kantor," tutur Galen yang langsung membuat Intan mengerutkan kedua alisnya.


"Kamu dipindah tugaskan?"


"Tidak! Aku mengambil cuti lusa," jawab Galen yang langsung membuat Intan membulatkan bibirnya.


"Baiklah, sampai jumpa besok, Galen! Bye!" Intan keluar dari ruangan Galen seraya melambaikan tangan.


Galen sudah kembali ke meja kerjanya menatap pada Emily yang masih merengut.


"Aku akan menemanimu lembur nanti! Jangan merengut begitu!" Galen kembali mencubit bibir Emily dengan gemas. Namun kali ini Emily menyentaknya dengan kasar.

__ADS_1


"Saya permisi, Pak! Selamat siang!" Pamit Emily yang dengan cepat bangkit dari duduknya. Galen hendak mencegah Emily, namun dering telepon di mejanya, terpaksa membuat Galen mengurungkan niatnya.


Nanti saja Galen bicara pada Emily.


****


Emily kembali ke ruang ilustrator masih dengan bibir yang merengut dan raut wajah sebal.


"Kenapa kamu, Em? Muka ditekuk begitu?" Sapa Faisal menatap heran pada Emily.


"Lagi pengen bacok orang! Kamu mau aku bacok?" Jawab Emily berapi-api.


"Etdah! Serem amat kamu kalau kurang jatah!" Kekeh Faisal yang malah mengejek Emily.


"Kurang jatah apa maksudmu?" Emily memicingkan mataya merasa curiga.


"Kurang jatah dari calon suamimu, Pak Gak Selera!" Kedua telunjuk Faisal membentuk tanda kutip.


"Sah aja belum! Udah ngomongin jatah!" Emily berdecak sebal dan segera mendaratkan bokongnya di kursi dengan kasar.


"Lah, emang belum nyicil sama Pak Galen? Kirain udah ber-ronde-ronde," Faisal kembali terkekeh.


"Sialan kamu, Sal! Emangnya kredit panci dicicil-cicil!" Sahut Emily bersungut-sungut pada Faisal.


"Lah kan kebanyakan calon pengantin kan gitu. Hari H tinggal beberapa hari lagi, tapi malam pertamanya udah dicicil sampai beronde-ronde," ucap Faisal yang masih saja terkekeh.


"Aku tidak termasuk!" Sahut Emily tegas dan galak.


"Iya, percaya! Yang masih perawan!" Cibir Faisal yang hanya ditanggapi Emily dengan sebuah dengkusan.


Emily masih sebal pada Galen.


.


.


.


Coba cek head banner rekomendasi.


Katanya Emily nongol di sana hari ini 😅


(Vamer)


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

__ADS_1


__ADS_2