
Aroma wangi sabun menguar memenuhi kamar Galen saat pria itu keluar dari dalam kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang membalut bagian bawah tubuhnya.
Emily sendiri sudah duduk di depan meja rias dan sedang konsentrasi mengaplikasikan make up tipis di wajahnya.
"Ish! Lebih gampang ngedit muka pake photoshop ternyata!" Gerutu Emily saat ia mulai memakai lipstik ke bibirnya. Berhubung Emily dan Galen akan pergi ke acara pernikahan Abang Kyle, jadi Emily harus memakai make up sedikit tebal dari saat ia pergi ke kantor.
Akhirnya Abang Kyle menikah juga hari ini setelah pernikahannya dengan Vale sempat batal beberapa bulan yang lalu, karena Abang Kyle yang malah membiarkan Vale menikah dengan pria lain.
Uuh!
Benar-benar kisah cinta yang rumit.
Tapi semoga Abang Kyle benar-benar bahagia dengan calon istrinya yang sekarang. Kalau menilik dari acara lamaran Abang Kyle ke Kak Audrey tempo hari, sih pasangan itu sepertinya memang saling mencintai dan sama-sama bahagia. Sebelas dua belaslah dengan Galen dan Emily.
"Yang, baju aku belum kamu siapin?" Pertanyaan Galen yang hanya satu kalimat sukses membelokkan kuas lipstik Emily keluar dari jalurnya.
"Ish! Sayang! Lihat lipstik aku!" Gerutu Emily yang langsung bersungut pada Galen yang kini tergelak karena melihat lipstik Emily yang tercoret keluar dari garis bibir.
Emily menyambar tissue seraya merengut dan membersihkan lagi lipstik dari bibirnya.
"Udah, make up-nya nggak usah tebal-tebal!" Galen merengkuh pundak Emily dari belakang dan sedikit berbisik pada istrinya tersebut.
"Mau godain siapa memangnya? Pakai bedak dan lipstiknya tipis-tipis aja kayak pas ke kantor itu," imbuh Galen lagi yang sontak membuat Emily mengerutkan kedua alisnya.
"Emang nggak apa-apa?" Tanya Emily tanpa menoleh ke arah Galen yang kini malah menyandarkan dagunya di pundak Emily.
"Nggak apa-apa. Kamu udah cantik, kok! Semakin cantik malahan sejak hamil," jawab Galen melempar pujian pada Emily.
"Gombal!" Emily menarik kepala Galen dan mengecup pipi suaminya tersebut.
"Nggak gombal! Kamu beneran tambah cantik beberapa bulan terakhir ini. Bawaan hamil apa, ya?" Ulang Galen lagi sedikit berpikir.
"Anak kita cewek berarti, Yang?" Celetuk Emily menebak-nebak.
"Entahlah! Tiap di USG dan mau dilihat jenis kelaminnya dia selalu nungging dan salto. Jadi nggak kelihatan terus. Sama pecicilannya kayak kamu," kekeh Galen yang langsung berhadiah cubitan di perut dari Emily.
Suami Emily itu meringis masih sambil terkekeh.
"Nanti kalau aku nggak pecicilan, kamunya ngeluh!"
"Masa main kuda-kudaan kamu kayak gedebog pisang, Yang? Pasrah dan dingin, begitu!" Sahut Emily yang kembali bersungut.
Galen kembali tergelak dengan kalimat Emily barusan.
"Iya, iya! Aku suka Emily yang pecicilan! Tapi sementara ini jangan pecicilan dulu, ya! Ada ini soalnya yang harus kita jaga," Galen mengusap perut Emily dan meletakkan kepalanya di pangkuan Emily, mencoba mendengarkan pergerakan calon anak mereka.
__ADS_1
"Kok diem aja, Yang? Tidur apa, ya?" Tanya Galen yang sudah mengangkat kepalanya.
Emily hanya mengendikkan bahu.
"Capek yang salto di dalam mungkin."
Galen kembali terkekeh dan segera bangkit berdiri, lalu menuju ke lemari untuk mengambil kemeja serta jasnya.
Emily juga sudah selesai menata rambut dan memakai make up. Wanita itu segera melepas bathrobe-nya dan memakain gaun yang sejak tadi sudah ia siapkan di atas tempat tidur.
"Masih muat bajunya?" Tanya Galen khawatir.
Kebetulan dresscode hari ini memang putih, dan gaun pesta Emily yang warna putih hanya ada satu ini.
"Masih, kok! Potongan bawahnya kan memang longgar, Yang!" Jawab Emily santai seraya berbalik dan meminta Galen menaikkan ritsleting gaunnya. Galen sekalian mengikat tali yang melingkar di pinggang Emily.
Setelahnya, Emily gantian membantu Galen memasang dasinya dan mengenakan jas. Kini pasangan suami istri tersebut sudah rapi dan siap pergi ke pesta pernikahan Abang Kyle dan Kak Audrey.
****
Emily dan Galen baru tiba di lokasi pesta, saat pasangan suami istri itu mendapati Alvin ddngan tuxedo putihnya berada di lokasi acara yang sama.
Apa?
Kenapa dia bisa ada dimana-mana?
"Wow! Langsung berhasil tanam sahamnya," kekeh Alvin seraya menyapa Galen dan Emily.
Tanam saham disini tentu saja merujuk pada perut Emily yang sudah membulat. Saham masa depan Galen ada disana.
"Kau sedang apa disini, Alvin? Kenapa kau ada dimana-mana?" Tanya Galen bingung.
"Kau tidak sedang membuntutiku, kan?" Tanya Galen lagi memasang raut curiga pada Alvin.
Pemuda itu terkekeh.
"Tentu saja tidak! Aku sedang menghadiri acara pernikahan sepupuku," jawab Alvin menjelaskan.
"Sepupumu siapa?" Tanya Emily tak paham.
"Kak Audrey! Siapa lagi memangnya?" Jawab Alvin santai.
"Tunggu, Kak Audrey sepupumu?" Emily mengerjap-ngerjapkan matanya dan merasa tak percaya.
"Jadi Unclemu yang selalu kau bawa-bawa itu adalah Pak Hans Abraham?" Tebak Galen yang seolah sudah paham jati diri Alvin yang sesungguhnya.
__ADS_1
"Ya. Aku anak tunggal dari adiknya Uncle Hans? Paham? Atau bingung? Sudah, lupakan saja!" Alvin menepuk punggung Galen dengan santai.
"Kalian tamu undangan disini? Temannya mempelai pria? Atau saudaranya?"Tebak Alvin menerka-nerka.
"Dia adik sambungnya Abang Kyle," jawab Galen seraya menunjuk dan merangkul Emily.
"Wow! Dunia mrmang tak selebar daun kelor!" Alvin kembali terkekeh.
"Selamat menjadi saudara, Kak Emily!" Alvin mengulurkan tangannya ke arah Emily dan Emily langsung menyambutnya. Alvin malah lanjut mengecup punggung tangan Emily, terang saja hal itu langsung membuat Galen hampir mencak-mencak.
"Jaga sikapmu itu, Mantan maho!" Sergah Galen memberikan peringatan pada Alvin.
"Kau cemburu, Mantan pacar?" Goda Alvin yang sontak berhadiah sebuah toyoran di kepala dari Galen.
Dasar bocah menyebalkan.
"Nggak nyangka, ya! Kalau seorang alvino ternayta bagian dari pewaris bisnis hotel milik keluarga Abraham," Emily berdecak kagum dan masih tak percaya dengan jati diri Alvin yang sebenarnya.
"Aku juga baru tahu, pemuda nggak jelas begini ternyata keturunan konglomerat," decak Galen yang juga masih setengah percaya.
"Alvin nggak setenar abang Zayn dan masih banyak belajar. Jadi jangan memuji berlebihan," tutur Alvin merendah.
"Sebaiknya kita memberi ucapan pada Abang Kyle dan Kak Audrey!" Emily berbisik pada Galen dan segera mebarik suaminya tersebut untuk menghampiri Abang Kyle dan Kak Audrey yang sudah berbaur dengan para tamu.
"Sayang, hati-hati! Jangan lari! Kamu sedang hamil!" Cerocos Galdn yang harys mengingatkan Emily berulang-ulang.
Hhh!
Masih saja Emily yang pecicilan meskipun sedang hamil besar.
.
.
.
Alvino Sanjaya adalah anaknya Alex Sanjaya dan Viola Abraham, ya!
Jadi Alvin ini sepupunya Audrey dan Zayn.
Nanti cerita Alvin bersama Ghea dan Tiara ada judul tersendiri.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
__ADS_1