Jodoh Emily

Jodoh Emily
KEGALAUAN RACHEL


__ADS_3

Sean belum tidur dan masih berkutat dengan pekerjaan di laptopnya, saat pria itu melihat Rachel yang tidur disebelahnya bergerak-gerak dengan gelisah.


Ada apa dengan istri Sean ini?


"Ibu hamil biasanya suka kalau diusap-usap punggungnya. Terutama yang hamil besar seperti Rachel. Kau sudah pernah mengusap-usap punggung Rachel saat dia tidur?"


Kalimat Abi mendadak berkelebat di benak Sean.


Sean merasa sedikit ragu untuk mengusap punggung Rachel yang masih bergerak-gerak gelisah di tempatnya. Ibu hamil itu terlihat tidak nyaman. Sean juga tak paham apa yang dirasakan oleh Rachel, karena istrinyaniru tak pernah mau bicara atau bercerita tentang kehamilannya.


Boro-boro cerita. Mengajak bicara Sean saja jarang.


Jadi jangan salahkan Sean juga kalau sejak mereka menikah dua bulan yang lau, Sean belum pernah sekalipun menyentuh Rachel.


Baru memegang tangannya aja sudah disentak dan dihadiahi tatapan galak. Bagaimana Sean mau mengusap-usap punggung Rachel atau membelai-belai perut Rachel yang semakin besar dan membulat itu.


Rachel masih bergerak-gerak gelisah.


Sean akhirnya mengulurkan lengannya ke arah punggung Rachel meskipun masih ragu-ragu. Posisi Rachel saat ini yang membelakangi Sean tentu sajamembuat Sean tak kesulitan untuk meletakkan tangannya di punggung Rachel.


Sean mengusap perlahan punggung Rachel yang tertutupi baju tidur warna milo.


Rachel hanya diam dan tidak ada tanda-tanda hebdak protes apalagi menyentak tangan Sean.


Apa ini artinya, Sean boleh melanjutkan acaranya mengusap-usap punggung Rachel sesuai saran dari Abiano?


Sean mematikan laptop di pangkuannya, menutupnya, lalu meletakkannya ke atas nakas di samping tempat tidur, sebelum pria itu berbaring miring menghadap Rachel.


Sean mengusap-usap lagi punggung Rachel yang kini masih membelakanginya.


Ya!


Rachel terlihat nyaman dan tak lagi bergerak-gerak gelisah sekarang.


Lanjutkan, Sean!


Lanajutkan sampai tanganmu pegal!

__ADS_1


"Rachel!" Panggil Sean lirih sedikit memastikan apa Rachel sebenarnya sudah tidur atau belum.


Selama dua bulan ini, Rachel selalu memunggungi Sean saat tidur. Dan Sean juga memunggungi Rachel saat tidur.


Jadilah mereka berdua tidurnya punggung-punggungan. Bukan merupakan pasangan yang romantis memang!


Tidak ada jawaban dari Rachel di panggilan pertama Sean.


"Rachel!" Panggil Sean sekali lagi masih berbisik sebenarnya, tapi berbisik dengan sedikit keras.


Namun tetap saja, Rachel hanya diam membisu dan tak menjawab panggilan Sean. Mungkin Rachel memang sudah tidur. Jadi sebaiknya Sean ikut tidur dan memejamkan mata, karena Sean harus ke kantor besok sekalian mengantar Rachel ke rumah Mama Eve dan Papa Steve.


Sean dan Rachel akan menginap di sana sampai hari Minggu.


****


"Rachel!"


Panggilan dari Sean sebenarnya cukup jelas terdengar di telinga Rachel. Namun ibu hamil itu memilih diam dan menikmati sentuhan tangan Sean di punggungnya.


Ini nyaman!


Rachel msih belum bisa tidur sebenarnya, dan hanya bergerak-gerak dengan geliah sejak tadi, karena memang Rachel jarang bisa tidur malam belakangan ini. Kata Mom Bi itu memang bawaan ibu yang hamil tua.


Rachel masih memikirkan kata-kata Sean di telepon tadi. Rachel tidak tahu tadi Sean bicara dengan siapa. Namun kalimat demi kalimat yang di lontarkan oleh Sean, benar-benar membuat hati Rachel menjadi galau dan dilema.


"Aku sudah membuang jauh semuanya! Bukankah katamu aku harus fokus pada Rachel?"


"Toh hubunganku dengan Emily dan kisah cintaku bersama Emily juga tidak akan pernah kembali sekalipun aku berpisah dari Rachel. Semua yang pernah terjadi diantara aku dan Emily sudah selesai, Abi! Aku benar-benar ikhlas sekarang jika memang Emily akan menikah dengan pria lain dan bertemu jodohmya yang pastinya seribu kali lebih baik ketimbang diriku yang brengsek ini!"


Benarkah Sean sudah benar-benar move on dari Emily?


Benarkah Sean sedang berusaha untuk menerima dan mencintai Rachel sekarang?


Rachel bingung harus merasa senang atau sedih sekarang dengan pengakuan Sean di telepon tadi. Selama ini, sebenarnya Rachel juga mencintai Sean. Namun rasa cinta Rachel pada Sean seperti tertutup oleh rasa bersalah yang selalu bergelayut dihatinya setiap kali menatap wajah Sean dan mengingat tentang Emily.


Rachel yang sudah membuat hubungan Sean dan Emily yang dibangun selama bertahun-tahun menjadi kandas. Rachel juga yang menjadi penyebab renggangnya hubungan Sean dan Abang Kyle.

__ADS_1


Rachel mengusap airmata yang meleleh dari sudut matanya. Tangan Sean masih berada di punggungnya saat ini, namun sudah berhenti mengusap. Sepertinya Sean sudah tidur.


Rachel berbalik untuk memastikan.


Sean memang sudah tidur sekarang.


Rachel memandangi wajah pria yang sudah dua bulan ini menjadi suaminya. Suami yang hanya Rachel cueki selama dua bulan ini.


Tangan Rachel terulur dan mengusap wajah Sean. Menyusuri lekuk demi lekuk wajah tampan Sean.


Sean memang tampan!


Dan Rachel pernah jatuh cinta pada Sean karena perhatian serta sikap manis Sean. Namun karena Sean adalah pacar Emily kala itu, Rachel memilih untuk membuang jauh perasaannya, dan menganggap Sean sebagai teman saja.


Lalu hal tak terduga itu terjadi.


Sean malah menjadi suami Rachel sekarang dan Rachel sukses menghancurkan hati Emily menjadi berkeping-keping.


"Aku mencintaimu, Emily!"


"Aku mencintaimu!"


Rachel sudah berhenti mengusap wajah Sean dan segera berbalik lalu kembali memunggungi Sean. Kelebat bayangan saat Sean mengambil miliknya yang berharga dan malah berteriak-teriak memanggil Emily membuat hati Rachel terasa perih.


Sean mencintai Emily!


Sean hanya mencintai Emily!


Apa yang kau pikirkan, Rachel?


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.


__ADS_2